
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya sambil makan jagung meletus dan tampaklah serena ada disamping avi dan tampak serena yang begitu senang sekali dan avi seketika menaruh mangkuk jagung meletusnya yang sudah habis keatas meja didepannya,avi langsung berdiri dari duduknya dikursi kerjanya dan avi berjalan keluar dari ruangan tersebut dan serena yang begitu kebingungan sekali karena avi keluar tanpa mengatakan satupun kata kepadanya.
Tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dikota yang dia tinggali dan avi melihat dari jarak jauh kalau wanita waktu itu sedang duduk ditanah sambil melihat langit biru dan avi berjalan mendekati wanita itu tersebut,tampaklah avi berhenti berjalan dan avi seketika duduk juga ditanah dan avi berkata.
"Kenapa kamu ada disini?."
"Kan tidak baik kalau kamu duduk ditanah untukmu?."
Wanita itu berkata.
"Tidak apa-apa."
"Mungkin saya masih kepikiran tentang waktu itu yang mana saya masih menjadi seorang budak dari seseorang."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kamu janganlah memikirkan begitu dalam sekali tentang masa lalumu."
"Karena masa lalumu akan menyakitkan bagimu kalau dirimu mengingatnya."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Memang benar yang anda katakan."
"Lebih baik diriku tidak memikirkannya sama sekalipun."
Avi berkata.
"Oh iya."
"Apakah orang tuamu masih ada?."
"Karena kamu tidak pernah mengatakannya."
Wanita itu berkata.
"Saya tidak tau dimana orang tua saya berada."
"Karena saya tidak ingat orang tua saya dimana sekarang."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa kamu mau ikut denganku?."
"Kamu pernah bilang begitu."
"Apa yang membuatmu mau ikut denganku?."
Wanita itu berkata.
"Saya tidak tau kenapa saya ingin ikut dengan anda."
"Akan tetapi saya tau anda memang berbedah dari orang lainnya."
Avi berkata.
"Berbedah?."
"Woi,kamu tau tidak."
"Aku dengan orang lain sama saja."
"Jangan kamu menganggapku berbedah karena aku tetaplah aku."
"Kalau berbedah dengan orang lain mungkin agama saja sih."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Baik,saya sudah mengerti sekarang."
"Memang perkataan anda begitu susah dimengerti oleh orang lainnya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi tersenyum dan avi seketika mengelus kepalah wanita itu sambil berkata.
"Kamu memang membuatku makin mengerti sekarang."
Seketika wanita itu malu sekali ketika avi mengelus kepalahnya dan wanita itu berkata.
"Ke-kenapa a-anda mengelus ke-kepalah saya?."
Avi berkata.
"Yah,mungkin kamu terlihat anak kecil berusia dua belas tahun atau tiga belas tahun saja."
"Jadi begitulah."
Wanita itu seketika makin malu saja dan wanita itu berkata.
"Sa-saya bukan anak kecil berusia dua belas tahun atau tiga belas tahun!."
"Sa-saya sudah berusia dua puluh tahun!."
"Ja-jadi jangan anda menganggapku seperti anak kecil saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampak avi tidak mengus kepalah wanita itu tersebut dan tampak wanita itu masih malu dengan hal tersebut dan avi bingung karena wanita itu seperti tidak tahan buang air kecil saja dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kamu mau buang air kecilkah?."
Wanita itu berkata.
"Tidak,saya tidak ingin buang air kecil karena saya lagi mau buang air kecil sekarang."
Avi berkata.
"Jadi kenapa kamu seperti ingin buang air kecil begitu?."
Wanita itu berkata.
"A-anu,a-apakah bisakah ki-kita pacarankah?."
"A-aku sebenarnya ingin pacaran."
"Akan tetapi sa-saya sadar kalau saya hanya budak atau tidak layak sepertinya kalau berpacaran."
"Ta-tapi apakah bolehkah berpacaran denganmu."
Tampaklah wanita itu menunjukan wajah imutnya dan avi pasrah saja karena dia sudah hal tersebut apa dan avi berkata.
"Tidak,aku tidak bisa berpacaran."
"Karena agamaku melarang pacaran dengan seorang wanita."
Wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Ta-tapi apakah bisa sa-saya menikah dengan anda?!."
Tampaklah wanita itu makin malu saja karena perkataannya tersebut dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah kamu yakinkah mau menikah denganku?."
Wanita itu menganggu kepalahnya dan berkata.
"Iya,sa-saya sangat yakin dengan hal tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Baik,aku terima perkataanmu tersebut."
Seketika wanita itu terkejut dan terbengong dan seketika wanita itu tersenyum bahagia sekali dan wanita itu berkata.
"Terima masih banyak anda telah menerima permintaan saya!."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
Tampaklah wanita itu begitu senang sekali dengan hal tersebut dan tampaklah dua hari berlalu tampaklah para jenderal avi yang lagi sedang berlutut dihadapan avi yang lagi duduk dikursi kerjanya dan dery berkata.
"Ada apa my lord memanggil kami semua?."
Avi berkata.
"Pergilah kedesa bagian barat dekat pinggiran hutan pak botak."
"Katakan kepalah desa itu tersebut tentang kerja sama untuk mengirimkan sebuah material yang mereka kesini."
Mereka semua berkata.
"Baik,my lord."
Bans berkata.
"Anu,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa bans?."
Bans berkata.
"Kepada sety dan fahar tidak ikut dalam tugas ini,my lord?."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah sety sedang sibuk dengan tugas yang aku berikan."
"Kalau fahar kalau tidak salah dia sedang melatih bawahannya yang lainnya."
Bans berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Baik,saya mengerti my lord."
Dery berkata.
__ADS_1
"Baik,kami akan pergi sekarang wahai my lord."
Avi berkata.
"Iya."
Tampaklah para bawahan avi yang avi tugaskan tersebutpun pergi mengunakan sebuah kendaraan yaitu mobil truk pengangkut personel tentara dan tampaklah mereka pergi menujuk desa yang avi suruh tersebut dan tampaklah mereka sudah telah sampai didesa tersebut dan para bawahan avi turun dari mobil truk tersebut dan mereka disambut baik oleh orang-orang desa tersebut dan mereka diantari untuk menjumpai kepalah desa mereka karena dery mengatakan kalau mereka ingin mennumpai kepalah desa mereka tersebut.
Tampaklah para bawahan avi disuruh tungguh disebuah bangunan khusus tamu dan tampak bangunan itu tersebut terbuka lebar untuk melihat pemandangan sungai mengalir didepan bangunan tersebut dan melihat pemandangan yang lainnya,tampaklah kepalah desa itupun telah datang kesitu dan kepalah desa itu duduk bersama orang-orang yang mengawalnya dan kepalah desa berkata.
"Jadi ada apa kalian semua datang kemari?."
"Ada apa kalian ingin berjumpah denganku?."
Seketika xeza berdiri dan xeza berkata.
"Kami adalah jenderal dari negara ex tizio."
"Kami ditugaskan kemari karena raja kami ingin bekerja sama dengan desa ini tersebut."
"Raja kami ingin mengirimkan material yang desa ini tambangi selama ini tersebut kenegara kami."
Kepalah desa berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi."
Seketika kepalah desa itu tersenyum jahat dan kepalah desa berkata.
"Sebelum kita bekerja sama."
"Kalian harus menikahi wanita-wanita didesa ini tersebut."
"Karena itu radisi kami sebelum orang luar ingin bekerja sama dengan kami."
Tampaklah kepalah desa tersenyum jahat dan dery berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi bisakah jangan ada pernikahan."
"Karena kami semua belum bisa menikah dengan seorang wanita."
Kepalah desa berkata.
"Tidak,itu tidaklah bisa sama sekalipun."
"Kalian harus menikahi wanita-wanita disini sebelum kalian bekerja sama dengan kami."
Seketika kepalah desa itu tersenyum dan tampaklah para bawahan avi mencoba memikirkannya hal itu tersebut dan kepalah desa berkata.
"Ada apa?."
"Kalian masih belum berani menikahkah?."
Dery berkata.
"Tidak,kami tidaklah begitu."
"Akan tetapi kalian sama saja memaksa wanita-wanita disini untuk menikah dengan kami."
"Kami juga disuruh untuk diboleh memaksa kalian juga mau dengan pernikahan yang anda tawarkan tersebut."
Kepalah desa berkata.
"Ha,begitu ya."
"Jadi batal ya kerja sama ini kalau kalian semua tidak menikahi wanita-wanita didesa ini tersebut."
Para bawahan avi berkata kecuali civ,xeza,karil.
"Baik,kami terima perkataan anda tersebut."
"Kami tidak boleh membawak hasil yang buruk bagi raja kami."
Kepalah desa berkata.
"Begitu ya."
Xeza berkata.
"Ha,kepalah desa."
"Aku tidak bisa menikahi wanita-wanita yang ada didesa ini tersebut."
Kepalah desa berkata.
"Kenapa tidak bisa?."
Seketika civ dan karil berdiri dan civ berkata.
"Aku juga."
"Aku tidak bisa menikahi wanita-wanita yang ada didesa ini tersebut."
Karil berkata.
"Iya,aku juga tidak bisa menikahi wanita-wanita yang ada didesa ini tersebut."
Terkejut kepalah desa tersebut karena perkataan tiga orang bawahan avi tersebut dan kepalah desa berkata.
"Kenapa kalian bertiga tidak bisa menikah?."
Xeza berkata.
"Aku sudah memiliki seorang istri."
Civ berkata.
Karil berkata.
Terkejut kepalah desa tersebut dan kepalah desa berkata.
"Ehg?!."
"Sudah mempunyai istri?."
"Kan kalian bisa menikah lagi?."
"Kan kalian akan mendapatkan istri begitu banyak."
Seketika xeza menatap tajam kepalah desa tersebut dan zesa berkata.
"Aku menolaknya."
"Apakah kamu bisa menghianati istrimu yang setia kepadamu."
"Dan menikah lagi dengan wanita lain tanpa diberitau dulu."
Seketika kepalah desa itu ketakutan dengan perkataan xeza dan tatapan tajam xeza tersebut dan kepalah desa berkata.
"Ehg?!."
"Ba-baik,ka-kalian bertiga tidak usah menikah."
Xeza seketika tersenyum dan xeza berkata.
"Terima kasih banyak kepalah desa."
Tampaklah kepalah desa itu masih ketakutan dan masih memikirkan perkataan xeza tersebut dan sebenarnya xeza,civ,karil sedang berbohong karena mereka bertiga masih belum menikah sama sekalipun dengan seorang wanita apalagi mereka bertiga terpaksa berbohong karena mereka bertiga tidak mau menikah sebelum avi yang mengizinlannya kepada mereka bertiga.
Tampaklah para bawahan avi yang lagi berristirahat didesa itu tersebut akan tetapi mereka melihat dan mereka sudah mengetahui kenapa mereka disuruh menikah dengan orang asing walaupun wanita didesa itu cukup muda sekali dan para bawahan avi seketika teringat dengan perkataan avi kalau mempunyai suatu masalah yang terlihat tidak enak dilihat maka atasi masalah tersebut dengan cepat dan para bawahan avi tersenyum jahat semuanya karena mereka sudah tau maksud avi perkataan avi tersebut.
Tampaklah para bawahan avi telah sampai dikota avi tinggali tersebut dan tampaklah para bawahan avi sedang berlutut dihadapan avi yang lagi duduk dikursi kerjanya dan avi berkata.
"Jadi kalian sudah menyelesaikan tugas kalian?."
Bans berkata.
"Iya,my lord."
"Kami sudah menyelesaikan tugas kami sepenuhnya,wahai my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Akan tetapi kenapa kalian menikah dengan seorang wanita begitu saja?."
Tampaklah para bawahan avi terdiam semua kecuali civ,xeza,karil dan zers berkata.
"A-anu,my lord."
"Ka-kami terpaksa menikah dengan seorang wanita."
"Karena anda pernah bilang kalau atasi masalah yang tidak enak dimata dengan cepat."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Baik,aku sudah mengerti sekarang."
"Semoga hari-hari kalian bahagia ya."
Para bawahan avi berkata.
"Baik,my lord."
Avi berkata.
"Oh iya."
"Semoga kalian menikmatilah menjadi seorang suami-istri ya."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah avi tersenyum saja dan setelahnya tampaklah avi yang lagi makan didapur akan tetapi para istri avi yang juga makan juga bersama dengan avi dan freci berkata.
"A-anu,my lord avi?."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Freci berkata.
"Kenapa anda tidak memperdulikan makanan yang apa anda makan."
"Kecuali makan yang tidak boleh anda makan."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Yah,mungkin aku menikmati yang apa aku makan tanpa membedah-bedahkan makan sekalipun."
__ADS_1
"Karena membedah-bedahkan makan sebuah hal tidak boleh sebenarnya."
"Jadi begitulah."
Freci berkata.
"Begitu ya,my lord avi."
"Akan tetapi kenapa anda terkadang tidak memperdulikan makanan yang kami buat?."
"Tanpa menjelaskan rasa dan lain sebagainya."
Avi berkata.
"Ha,soal itu ya."
"Yah,aku tidak mau membuat kalian sedih atau bersalah dengan masakan yang kalian buat."
"Apalagi waktu itu kalian pernah berbuat kesalahan juga tapi aku tidak bilang kekalian."
Freci berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Tapi anda bisa katakan kesalahan apa yang kami buat terhadap masakan kami buat?."
Avi berkata.
"Apakah kalian yakinkah?."
Para istri avi berkata.
"Iya,my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Pada waktu itu dimana serena buat teh tapi kamu mencampur sebuah garam walaupun rasa asin sekali tapi aku tidak bilang kamu karena kamu akan sedih nantinya."
Seketika serena malu dengan perkataan avi tersebut dan serena berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
"Sa-saya akan teliti membedahkan garam dan gula."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Freci berkata.
"Jadi apalagi kesalahan kami buat wahai my lord?."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah kamu freci."
"Kalau tidak salah kamu membuat makan begitu manis sekali walaupun itu sebuah sup daging."
Seketika freci malu sekali karena perkataan avi tersebut dan freci berkata.
"Sa-saya minta maaf my lord."
"Sa-saya akan berusaha biar tidak kemanisan sekali terhadap makanan!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Mika berkata.
"Ha,my lord apalagi kesalahan kami buat terhadap masakan yang kami buat?."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah tina membuat bubur tapi keasinan sekali."
"Walaupun itu bubur manis."
Seketika tina malu dengan perkataan avi tersebut dan tina berkata.
"H-ha,sa-saya akan mencoba biar tidak buat masakan menjadi asin!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku tidak bisa bilang satu persatu kesalahan masakan yang kalian buat tersebut."
"Karena aku tidak mau membuat kalian sedih atau merasa bersalah dengan kesalahan yang kalian buat tersebut."
Seketika avi tersenyum dan seketika para istri avi malu sekali dengan perkataan avi tersebut dan tampaklah para istri avi salah tingkah semuanya dan avi bingung dengan hal itu tersebut dan vema berkata.
"A-apakah ma-makanan yang anda makan enakkah,my lord?."
"Ka-katakan jujur kepada kami semua,wahai my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau makanan yang aku makan ini tersebut."
"Terlalu keasinan,terlalu kemanisan,rempah-rempahnya kurang,rasa kaldunya kurang juga."
"Jadi itu saja yang kekurangan pada makanan ini tersebut."
Seketika enam istri avi malu karena mereka berenam yang membuat makanan tersebut dan mereka berenam berkata.
"Ka-kami minta maaf my lord!."
"Ka-kami akan membuat terbaik laginya!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi jangan terlalu memaksakan kalian untuk menjadi istri terbaik."
"Karena akan melukai kalian sendiri."
Para istri avi berkata.
"Baik,my lord avi!."
Tampaklah avi yang lagi duduk ditepi jurang sambil melihat langit biru dan avi seketika ingat sesuatu dan avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berkata.
"Waktunya aku bermain-main!!!!!!!."
"Hore!!!!!!!!."
"Baiklah,waktunya sudah dimulai!!!!."
Tampaklah avi seketika terbang diudarah dan avi seketika tersenyum jahat dan avi tertawak jahat dan avi berkata.
"Nah waktunya sudah tiba ya."
"Lepasi segera."
Tampaklah seketika aura avi muncul akan tetapi begitu mengerikan sekali dan sampai-sampai awan didunia itu berubah menjadi merah dan avi berkata.
"Waktunya."
"Waktunya."
"Waktunya sudah tiba!!!!."
"Waktunya tidak ada kerjaan sudah tiba!!!!."
"Waktunya aduh kekuatan saatnya!!!!."
Tampaklah seketika muncul sebuah busur ditangan kanan avi dan seketika avi menembakan anak busur tersebut dan seketika anak busur itu melesat sangat jauh sekali dan jatuh beberapa juga meter jauhnya dan menimbulkan kengerian dimana-mana karena ulah avi menembaki busurnya,tampaklah anak busur itu mengeluarkan api yang sangat begitu mengerikan sekali dan membuat tiang-tiang dimana-mana didaerah anak burur itu berada dari api dari anak busur tersebut.
Tampaklah seketika tiang-tiang api tersebut membuat ledakan yang besar sekali sampai-sampai didengan diseluruh dunia tersebut dan tampaklah bekas ledakan tersebut sangat begitu dalam sekali dan sampai-sampai hampir.
keinti dunia tersebut,tampaklah kegilaan avi mulai lagi avi mencoba melepar sebuah tali yang dipasang empat benda peledak dan avi meleparkan tali tersebut sangat begitu jauh dan meledak,sampai-.
sampai hutan seluruh dunia tersebut tertutupi oleh bekas-bekas ledakan tersebut dan membuat para makhluknya ketakutan seluruhnya karena dentuman yang berikan ledakan itu tersebut begitu mengerikan sekali seperti bom nuklir yang dijatuhkan secara bersamaan tapi sebanyak dua triliun bom nuklir.
Tampaklah avi terbang lagi keatas langit lagi dan avi meleparkan sebuah tombak tapi diujung tombak itu ada bahan peledak berukuran kecil sekali dan tombak itu meledak akan tetapi seluruh hutan yang menjadi jatuhnya tombak itu menjadi lubang yang begitu dalam sekali,tampaklah avi seketika tertawak jahat begitu bahagia sekali dan avi berkata.
"Hore!!!!!!."
"Aku sudah lama tidak bercanda!!!!."
"Waktunya aku bercanda lagi!!!!!."
Tampaklah avi melempar beberapa barang-barang yang ada bahan peledaknya dan avi melemparkan barang-barang tersebut secara tidak beraturan dan tampaklah ledakan-lekdakan dimana-mana dan tampak seluruh makhluk didunia tersebut makin ketakutan semuanya dan tampak kekaiti sangat begitu ketakutan sekali karena dia tidak tau dentuman apa itu tersebut dan kekaiti berkata.
"A-apa yang se-sebenarnya yang terjadi?!."
"A-apakah dewa sedang marahkah?!."
"Ta-tapi i-itu tidak mungkin itu terjadi!."
"Se-sebenarnya apa yang terjadi pada hari ini?!."
Tampaklah kegilaan avi makin meningkat dan banyak avi lempari-lempari keseluruh dunia itu tersebut secara tidak beraturan dan avi seketika tertawak jahat dan avi berkata.
"Sungguh candaan yang begitu mengerikan sekali ya."
"Ha,memang sungguh menabjumkan ya."
"Wahai kekaiti."
Tampaklah kekaiti makin ketakutan sekali karena ledakan-ledakan terjadi itu tersebut dekat dengan yang dia tinggali sekarang dan tampaklah kekaiti begitu ketakutan sekali dan sampai-sampai bergemetaran ketakutan sekali karena ulah avi tersebut dan kekaiti berkata.
"A-apakah ini benarkah?!."
"A-apakah dewa marahkah?!."
"Ta-tapi a-aku belum bi-bisa ber-."
Seketika bangunan yang dia berada meledak karena anak panah avi terjatuh kebangunan tersebut dan kekaiti makin ketakutan ketika kematiannya makin mendekat dengan dirinya dan kekaiti berkata.
"A-apakah ini be-benarankah?!."
"A-aku!."
"Be-belum!."
"Bi-bisa!."
"Ber-taubat!!!!."
Tampaklah avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Sungguh aku kali ini hanya main-main saja."
__ADS_1
"Tapi hanya hari ini saja aku memakai kekuatanku akan tetapi ini belum yang sepenuhnya dan belum lagi yang kekuatanku sesungguhnya apalagi yang asli."
"Kita lihat apakah dibenar-benar berubah atau tidak sama sekali."