
Tampaklah pada suatu hari tampaklah para istri avi sedang berkumpul disuatu ruangan yang mana para istri avi sedang menikmati sebuah teh dan kue dan gicy berkata.
"Oh iya."
"Kenapa ya,avi suka kali mengenakan pakaian-pakaian biasa-biasa saja?."
"Dia-kan raja,kenapa dia tidak mengenakan pakaian mewah seperti raja-raja umumnya?."
"Aku masih bingung dengan hal tersebut?."
"Karena hanya kita saja yang memakai pakaian bagus walaupun pakaian pelayan."
Serena berkata.
"Ha,itu adalah salah satu kebiasaan my lord avi yang suka mengenakan pakaian biasa-biasa saja dari pakaian para raja lainnya."
"Karena my lord avi mengatakan kalau hal sesuatu dia miliki bukanlah milik dia selamanya."
"Dan pastih akan diambil lagi oleh tuhan."
"Untuk apa berpakaian mewah tapi tidak bermanfaat bagi sekitarnya."
"Tapi kalau masalah pakaian kita sebenarnya adalah pilihanku,karena aku memilihnya."
"Walaupun dulu my lord avi menyarankan pakaian biasa saja kepadaku tapi aku permintaan kepada my lord avi tentang suatu pakaian yang cocok denganku."
"Yah,karena dulu aku pelayan my lord avi sih."
"Jadi begitulah tentang kenapa kita memakai baju pelayan."
"Walaupun my lord avi hanya tersenyum dan mengiyakan saja dengan hal tersebut."
Nova berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kenapa kita juga pakai?."
"Kan baju ini hanya khusus untukmu sajakan,serena?."
Serena berkata.
"Tapikan kalian sendiri memakainya?."
"Aku juga tidak ada menyuruh kalian pakaian ini tersebut?."
"Yah,dulu juga pernah my lord menyuruhku mengenakan pakaian lain selain pakaian ini tersebut."
"Tapi aku menolaknya dan aku tetap memilih pakaian ini tersebut."
Ecy berkata.
"Oh,begitu ya serena."
"Kayaknya kalau dilihat sifatmu seperti seorang pelayan,bukan seorang istri."
Serena berkata.
"Ehg?."
"Bukannya seorang istri itu,seorang pelayan juga bagi suaminya?."
Ecy berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya,serena."
Vika berkata.
"Ha,serena."
"Aku ingin tanyak kepadamu."
Serena berkata.
"Tanyak apa vika?."
"Kenapa aku selalu bertanyak kepadaku tentang soal-soal yang membuatku bingung sendiri?."
Vika berkata.
"Karena kamu-lah orang paling tau dari kami semua."
"Tapi pertanyaanku ini cukup aneh sih."
"Tapi apakah kamu bisa menjawabnya-kah,serena?."
Serena berkata.
"Iya,tentu bisa kalau tuhan berkehendak kepadaku untuk menjawab pertanyaanmu tersebut."
Vika berkata.
"Oh,baiklah kalau begitu."
"Pertanyaanku adalah."
"Kenapa avi menikahi kita walaupun kita semua janda?."
"Kecuali empat orang yang belum jadi janda."
Seketika para istri avi terdiam semua dengan perkataan vika tersebut dan seketika serena tersenyum dan avi berkata.
"Aku tidaklah tau kenapa my lord avi menikahi kita."
"Tapi my lord menikahi kita bukanlah dari nafsunya tapi hal lainnya."
"Walaupun aku sendiri tau hal tersebut apa sebenarnya."
Vika berkata.
"Oh,begitu ya serena."
"Kenapa kamu cinta sekali dengan avi?."
Serena seketika tersenyum dan serena berkata.
"Karena my lord avi mengingatkanku lagi dengan suamiku yang dulu."
"Yang mana aku dulu menikah dengan laki-laki yang cukup baik juga."
"Tapi dulu aku terus-menerus bermanja-maja dengan suamiku."
"Tapi itu tidaklah lama,yang mana suamiku gugur dipeperangan karena suamiku seorang prajurit kerajaan."
"Aku dulu terpukul sekali dengan kematian suamiku karena baru tiga minggu menikah dengan suami yang itu dan apalagi umurku waktu itu baru delapan belas tahun."
"Aku dulu merasa bersalah dengan atas yang aku lakukan,yang mana aku terus-menerus bermanja-manja dengan dia."
"Aku berpikir untuk bertualang dan tanpa aku sadari juga kalau aku sudah mendapatkan julukan pahlawan."
"Aku dulu tertutup sekali dan tidak memperdulikan daerah sekitarku karena dulu aku masih merasa bersalah dengan atas kematian suamiku yang itu."
"Pada masa dulu aku banyak dapat julukan dari orang-orang."
"Aku juga tanpa aku sadari juga,aku sudah jadi pahlawan terkuat diantar pahlawan masa dulu atau masa ini."
"Pada saat aku menjadi pelayannya my lord avi,yang mana itu masih belum ada vema dan mila."
"Yang mana disuatu hari my lord mengatakan sesuatu kepadaku yang mana seketika membuatku malu sekali dengan kata-katanya."
"Karena aku teringat lagi dengan suamiku yang dulu."
"Dan itulah jatuh cintaku kepada my lord."
"Itulah kenapa aku cinta sekali dengan my lord."
"Walaupun dulu my lord suka kali menjauhiku kalau aku ingin memeluknya."
"Karena pada saat itu aku belum menikah dengan my lord avi."
"Yah,aku juga tau soal cerita-cerita masa lalu kalian dengan suami kalian dulu."
"Yang mana seperti mila diceraikan secara tiba-tiba karena tidak tau apa penyebabnya."
"Ataupun freci yang mana suaminya dibunuh oleh temannya sendiri."
"Aku tau kalian sedih ketika kalian mengingatnya kembalik tentang suami kalian yang dulu."
"Tapi ingatlah kalau masa lalu tidak usah dipikirin."
"Tapi aku minta maaf juga dengan kalian bertiga yang mana itu si vema,nova,mika,dan vilsy."
"Yang mana kalian bertiga masih kebingungan dengan ceritaku ini tersebut."
Mereka berempat berkata.
"Kami tidak mempermasalahkannya hal tersebut."
Serena berkata.
"Oh,begitu ya."
Nova berkata.
"Ha,serena."
Serena berkata.
"Ada apa nova?."
Nova berkata.
"Tadi aku melihat kalau para bawahannya avi akan bersiap-siap berperang ya?."
"Dalam beberapa hari nantinya."
"Apakah peperangan ini akan berlangsung lama-kah,serena?."
"Seperti perang waktu itu."
Serena berkata.
"Tenang saja nova."
"Perang ini tidak akan lama kok."
"Aku tau kamu mengkhawatirkan my lord avi-kan?."
Nova menganggukan kepalahnya dan serena berkata.
"Peperangan waktu ini tidak akan lama."
"Karena aku pernah mendengar perkataan my lord avi tentang peperangan ini tidak akan lama."
"Yah,walaupun aku mendengarinya tidak sengaja melewati ruang kerja my lord avi."
"Tapi kayaknya my lord avi tersenyum senang sekali."
"Aku tidak tau kenapa dia tersenyum senang sekali."
"Tapi aku mengetahui kalau peperangan ini tidak akan lama."
"Aku juga pernah melihat my lord avi sebelum melakukan peperangan."
"Dia mencoba menghitung jarak dengan jarak lainnya."
"Ataupun dia juga menulis rumus matematika disebuah kertas,aku juga tidak tau apa gunanya hal tersebut?."
"Dia juga sebelum peperangan,dia melakukan beribadah dan berdoa kepada tuhan."
"Aku juga dengar doanya apa karena aku tidak jelas sekali mendengar suaranya."
"My lord biasanya melakukan hal begituan setiap kali adanya peperangan."
"Sebelum melakukan peperangan."
__ADS_1
Vika berkata.
"Oh,begitu ya."
Serena berkata.
"My lord avi juga suka bermain-main dengan anak-anak."
"Dan anaknya sendiri juga."
"Kayaknya my lord suka bermain-main anak-anak."
"My lord juga mengajari orang-orang dengan ajaran agamanya kepada orang-orang."
"Biasanya my lord melakukan hal tersebut kepada orang-orang miskin."
"Tapi banyak orang suka dengan ajaran agamanya dan sampai-sampai telah memasukan beberapa orang keagamanya."
"Tapi banyak juga orang-orang my lord ajari,menyebarkan juga ajaran agama yang my lord avi ajari kepada mereka."
"Yang mana orang-orang itu telah menarik perhatian orang-orang kaya ataupun orang bangsawan dengan ajaran agama my lord avi."
"Banyak beberapa negara memeluk agama my lord avi yang mana mereka telah masuk keagama islam,secara satu persatu."
"Tapi banyak juga yang menentang dengan ajaran agama my lord avi dan terpecahlah peperangan untuk menghancurkan penentang-penentang tersebut."
"Dan banyak telah menunduki beberapa wilayah-wilayah,tempatnya penentang-penentang agama islam tersebut."
"My lord avi juga suka duduk dengan para bawahannya,kalau dilihat bagaikan perkumpulan orang-orang gagah."
"Walaupun juga my lord avi suka tersenyum jahat karena my lord avi sedang bercanda saja dan terkadang juga membuat kita takut dengan tatapan my lord avi mengerikan sekali sambil memegang kepalah kita."
"Tapi itu sebenarnya sedang bercanda karena setelah melakukan itu,dia tertawak karena candaannya tersebut."
Para istri avi berkata.
"Oh,begitu."
Vilsy seketika tersenyum dan vilsy berkata didalam dirinya.
"Kayaknya avi sudah berbedah ya,dengan orang-orang umumnya yang telah memasuki dunia lain."
"Karena biasanya orang-orang yang telah masuk kedunia lain,biasanya mencari kekuatan ataupun menjadi kuat."
"Tapi avi malahan sebaliknya ya,karena avi berbedah dengan orang-orang umumnya."
"Dia malahan menyebarkan agamanya tanpa ragu sama sekalipun,walaupun dulu dia pertama kali datang kedunia lain,dia mencari-caritau tentang dunia yang dia berada."
"Walaupun itu tidaklah lama karena avi mencoba menyebarkan agamanya tanpa ragu sama sekalipun."
"Dan banyak orang yang memeluk agamanya,walaupun sebagian adalah cerita yang diceritai oleh serena."
"Tapi kayaknya sungguh mengagumkan ya,avi."
Serena berkata.
"Tapi ada satu perkataan my lord avi yang aku tidak ketahui."
"Yang mana perkataannya adalah."
"Janganlah laki-laki mengoda seorang wanita yang sedang menjaga harga dirinya untuk berbuat kesesatan."
"Janganlah juga seorang wanita mengoda seorang laki-laki yang sedang menjaga harga dirinya untuk berbuat kesesatan."
"Janganlah juga sesama jenisnya mengoda sesama jenisnya yang sedang menjaga harga dirinya untuk berbuat kesesatan."
"Yang mana kalau ada orang yang mencoba mengoda seseorang yang sedang menjaga harga dirinya untuk berbuat kesesatan maka orang tersebut sama seperti orang gila tanpa tidak memakai celana."
"Karena mereka mencoba mengoda seseorang yang sedang menjaga harga dirinya untuk kesesatan yang mana mereka tanpa rasa malu ataupun takut sama sekalipun melakukan hal tersebut."
"Jadi begitulah perkataan my lord yang aku tidak ketahui sampai sekarang?."
Vika berkata.
"Oh,begitu ya serena."
Tampaklah avi yang sedang berkumpul dengan lima ribu para bawahannya pada suatu ruangan walaupun ruangan tersebut tidak muat lagi dimasuki tapi mereka tetap ada diruangan tersebut walaupun ada diluar,walaupun juga ada sebagian dipergi kembalikan ketempatnya masing-masing karena sudah tidak muat lagi karena para bawahan avi ingin sekali mendengarkan perkataan avi yang menjelaskan beberapa hal apalagi tiga puluh enam tujuh raja kegelapan disitu juga walaupun yang satu sudah tidak jadi raja kegelapan lagi dan xeza berkata.
"Ha,my lord?."
Avi berkata.
"Ada apa xeza?."
Xeza berkata.
"Saya ingin bertanyak dengan anda."
Avi berkata.
"Tanyak apa xeza?."
Xeza berkata.
"Walaupun pertanyaan saya cukup aneh tapi saya ingin bertanyak dengan anda."
"Yang mana saya ingin bertanyak tentang kenapa anda bisa tau kalau seseorang itu berbohong atau menipu?."
"Karena pada peperangan waktu itu,anda bisa tau kalau seseorang itu sedang berbohong?."
Avi berkata.
"Ha,aku melihat seseorang berbohong atau menipu."
"Yang mana aku melihat dari wajah seseorang tersebut,yang mana wajah seseorang berubah begitu buruk sekali kalau dilihat."
Xeza berkata.
"Oh,begitu ya my lord."
Avi berkata didalam dirinya.
"Aku juga tidak tau sih kenapa ketika aku melihat seseorang yang sedang berbohong atau menipu,wajahnya seketika berubah menjadi wajah yang begitu buruk sekali."
"Walaupun aku bisa mendengar isi hati seseorang atau isi otak seseorang tapi kalau aku melihat wajah seseorang sedang berbohong atau menipu seketika wajah seseorang tersebut berubah menjadi wajah begitu buruk sekali."
"Aku juga tidak tau kenapa bisa begitu?."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Haks,bans,gersy kesini."
Tampaklah mereka bertiga berjalan kearah avi dan tampaklah mereka bertiga sudah ada didepan avi dan bans berkata.
"Ada apa,wahai my lord?."
"Kenapa anda memanggil kami bertiga?."
Avi berkata.
"Mata-matainlah kekaisaran torbot dan caritau-lah tentang apa saja yang mereka lakukan beberapa negara tindas."
Mereka bertiga menjawab.
"Baik,kami mengerti wahai my lord."
Bans berkata.
"Kalau begitu kami pergi sekarang,wahai my lord."
Avi berkata.
"Iya."
Seketika mereka bertiga menghilang dari hadapan avi dan tampaklah setelahnya tampaklah mereka bertiga sedang berdiri diatas didinding balkon istana pada kekaisaran torbot dan bans berkata.
"Kayaknya akan mudah sekali ya,kalau kita bertiga membantai habis kekaisaran ini tersebut."
"Tapi my lord melarang kita melakukan hal seperti itu."
Gersy berkata.
"Iya,kamu benar bans."
"Akan begitu mudah sekali kalau kita membunuh mereka semua."
"Akan tetapi my lord melarang kita bertiga melakukan hal tersebut."
"Kalau saja my lord tidak melarang kita,maka."
"Habislah mereka semua."
Haks berkata.
"Iya,itu benar."
"Mereka-mereka ini sungguh tidak ada malunya sama sekalipun ya,terhadap mereka lakukan tersebut kepada tuhan sesungguhnya."
"Yang mana mereka melakukan suatu perayaan untuk biar makin taat kepada tuhan padahal yang mereka lakukan adalah hal sesuatu tidak ada gunanya sama sekalipun bagi mereka sendiri."
"Mereka melakukan perayaan tersebut mereka mengira mereka sedang beribadah kepada tuhan sesungguhnya."
"Tapi padahal mereka tidak sedang beribadah kepada tuhan sesungguhnya."
"Kalau saja my lord tidak melarang kita."
"Akan pastih,aku akan menebas mereka semua dengan kedua pedangku."
"Dan pastih kepalah-kepalah orang disini akan berserakan semuanya."
Tampaklah seorang wanita berambut biru muda dengan pakaian begitu mewah sekali yang mana dia sedang berjalan kearah tempat tidurnya akan tetapi dia mendengar tiga orang laki-laki sedang berbicara satu sama lainnya yang mana itu tiga suara orang laki-laki tersebut adalah bans,haks,dan gersy.
Tampaklah wanita itu berjalan kearah tempat suara tersebut berada dan yang mana wanita yang berambut biru muda tersebut adalah kaisar torbot yang bernama crag walaupun itu adalah sebutan nama dari avi walaupun nama asli kaisar tersebut adalah cra gaia,tampaklah kaisar tersebut sudah ada ditempat suara tersebut berada dan tampaklah dia terkejut sekali karena tiga orang yang sedang berbicara satu sama lain tersebut memiliki wajah begitu tampan sekali bagi kaisar torbot walaupun tiga orang tersebut adalah bans,haks dan gersy tapi mereka bertiga memiliki wajah begitu tampan sekali bagi kaisar torbot tersebut dan kaisar itu berkata didalam dirinya.
"Ga-gawat!."
"A-apakah aku sedang bermimpikah?."
"Ka-karena ada tiga orang laki-laki berwajah tampan yang sedang berbicara didepanku!."
"A-apakah aku sedang bermimpikah?!."
Kaisar itu berkata dengan mulutnya.
"Siapa kalian bertiga?."
"Berani-beraninya kalian bertiga masuk keistanaku?."
"Siapa kalian sebenarnya?."
Tampaklah bans,haks dan gersy seketika membalikan badannya kearah kaisar tersebut dan seketika kaisar tersebut hati kaisar tersebut berdetak kecang sekali karena wajah tampan bans,haks dan gersy,tampaklah wajah kaisar itu merah sekali karena dia jatuh cinta dengan ketampan mereka bertiga dan bans berkata.
"Oh,begitu ya."
"Kami sudah ketahuan ya?."
Kaisar itu berkata.
"Aku ingin bertanyak kekalian bertiga,sebelum pertanyaan serius tentang kalian bertiga."
"Apakah kalian apakah kalian utusan langitkah?."
Bans berkata.
"Tidak,bukan."
"Kami bukanlah utusan langit."
"Kenapa kamu berkata begituan?."
Kaisar itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi setahuku ya."
"Kalau para utusan langit memiliki wajah begitu tampan sekali."
__ADS_1
"Yang mana seperti wajah tampan kalian miliki tersebut."
Bans berkata.
"Oh,begitu ya."
Kaisar berkata.
"Baiklah,kalau begitu."
"Aku akan bertanyak serius."
"Siapa kalian?."
Bans berkata.
"Kami bukanlah siapa-siapa."
"Kami hanyalah orang biasa saja."
Kaisar berkata.
"Baiklah kalau begitu."
Seketika kaisar itu tersenyum dan bingung seketika mereka bertiga karena kaisar tersebut seketika tersenyum dan kaisar itu berkata.
"Kalau memang kalian siapa-siapa."
"Jadi apakah kalian bisa menikahi-ku?."
Seketika mereka bertiga terkejut dan makin bingung dengan hal tersebut dan haks berkata.
"Apa maksudmu tentang menikah denganmu?."
Kaisar itu berkata.
"Ka-karena aku jatuh cinta terhadap ketampan kalian miliki."
"Jadi apakah aku bisa menikah dengan kalian?."
"Walaupun banyak sekali yang menghianatiku tentang percintaan."
"Banyak sekali orang memutusiku dalam berpacaran."
"Karena banyak sekali orang-orang jatuh cinta terhadapku pada pertama kali melihatku."
"Dan mereka memutuskan untuk berpacaran denganku."
"Akan tetapi mereka menghianatiku."
"Padahal aku sangat mencintai siapa saja orang yang mencintaiku."
"Jadi apakah aku bisa menikah dengan kalian bertiga?."
"Aku mohon."
Tampaklah mereka bertiga melihat satu sama lainnya dan seketika tertawak sejadi-jadinya,tampaklah kaisar tersebut kebingungan dengan hal tersebut dan kaisar itu berkata.
"Kenapa kalian tertawak begitu?."
Bans berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
"Kamu bilang kamu mencintai siapa sajakan?."
"Tapi kamu salah jalan loh."
"Sama saja kamu terus-menerus dihianati."
"Ha,sungguh lucu sekali ya."
Gersy berkata.
"Iya,kayaknya bans."
"Memang orang ini sungguh lucu sekali ya."
"Saking lucunya,aku sampai-sampai ingin membunuh dia."
Haks berkata.
"Kayaknya cara jalan dia berbedah ya."
"Memang orang sungguh lucu sekali."
"Manalah ada orang mencintai dia kalau dia sendiri salah jalan untuk mencintai seseorang dia cintai tersebut."
"Memang sungguh bodoh sekali ya."
Tampaklah kaisar kesal sekali dengan perkataan-perkataan mereka bertiga dan kaisar itu berkata.
"Sudah cukup!!!."
"Hentikan perkataan kalian tersebut!."
"Apakah kalian tidak taukah kalian,gimana rasa sakit yang aku terima?!."
"Hah!."
"Rasanya itu bagaikan ditusuk oleh tawon."
"Begitulah rasanya tau!."
Seketika mereka bertiga tertawak sejadi-jadinya dan bans berkata.
"Woi-woi-woi,apakah rasa ditusuk tawon itu memang menyakitkankah?."
"Kan ditusuk tawonkan tidaklah lama?."
"Kalau kamu merasa seperti ditusuk tawon,kamu itu menganggu sarang tawon."
"Jadinya kamu ditusuk oleh tawonkan?."
"Apakah itu harus dibangga-bangga-kankah?."
"Memang sungguh lucu sekali ya."
Tampaklah kaisar tersebut makin marah sekali dan kaisar itu berkata.
"Apa kamu bilang!."
"Kamu sendiri tidak pernah merasakan rasa sakit itu apa?!."
"Hah!."
Bans berkata.
"Rasa sakit ya?."
"Apakah itu haruskah?."
"Aku tau rasa sakit itu apa."
"Yang mana rasa sakit itu kalau kamu jatuh karena tergelincir oleh air."
"Atau juga."
"kalau rasa sakitnya sedikit."
"Kamu cobalah terjun dari bangunan setinggih tujuh belas meter."
"Ha,pastih kamu akan merasakan rasa sakit."
"Dan pada akhir-akhirnya,kamu langsung ditanyai oleh dua sosok menyeramkan."
"Tapi tenang saja,kamu hanya merasakan rasa sakitnya hanya sedikit saja."
"Tapi kamu pastih akan disiksa oleh dua sosok tersebut dengan kelakuanmu tersebut."
Terkejut kaisar tersebut dan bans berkata.
"Kamu taukah kamu."
"Kalau kamu bilang rasa sakit itu bagaikan ditusuk oleh tawon."
"Tapi kamu pastih tidak pernah merasakan rasa sakit yang dialami oleh seseorang ini tersebut."
"Bagaimana kalau kamu membanyangkan rasa sakit dialami oleh seseorang ini tersebut."
"Apakah kamu pernahkah merasakan gimana rasanya dihujani lemparan batu-batu terhadapmu,ketika kamu ingin mengajari kebaikan tentang agama kesuatu tempat tapi kamu dihujani lemparan batu oleh penduduk tempat tersebut terhadapmu."
"Sampai-sampai kamu menahan rasa sakit tersebut karena luka-luka yang kamu terima begitu parah sekali."
"Apa yang kamu rasakan kalau kamu ada seperti itu?."
"Apakah kamu menyerah atau ingin membalas dendamkah?."
"Pastih kamu ingin menyerahkan dan ingin membalas dendamkan terhadap penduduk tersebut."
"Tapi kalau kamu seperti itu maka akan berbedah dengan seseorang ini tersebut."
"Dan dia sabar hal tersebut,dia tidak pernah membalas dendam terhadap hal begituan."
"Karena dia tau pada suatu hari nanti,pada penduduk tersebut akan keluar keturunan-keturunan dari penduduk tersebut untuk membela agama yang dia ajarkan tersebut."
Tampaklah kaisar itu terdiam tertunduk dan bans berkata.
"Jadi apakah kamu menyadarinya kalau rasa sakit yang kamu alami,akan kalah dengan rasa sakit yang dialami oleh seseorang tersebut."
"Yang mana diejek-ejek sebagai orang gila,dilempari kotoran kewajahnya,dilempari batu setiap harinya dan lain sebagainya."
"Kamu pastih sudah menyerahkan?."
Kaisar itu berkata.
"Kamu akan pastih menyesal pada suatu hari nanti tentang tidak mempunyainya seorang pasangan!."
Bans tersenyum dan bans berkata.
"Lebih baik tidak mempunyai pasangan dari pada menjual harga dirikan?."
Seketika terdiam sang kaisar tersebut dan bans berkata.
"Yah,tidak guna bagi kami bertiga untuk menikahimu."
"Kalau kamu sudah menjual harga dirimu dan menjatuhkan kedudukanmu sebagai wanita."
"Yang mana kamu sama dengannya kedudukanmu tersebut terhadap binatang."
"Apalagi tidak gunanya dirimu bagi kami bertiga karena kamu sudah menjatuhkan harga dirimu."
Haks berkata.
"Apalagi harga dirimu sedang murah."
"Untuk apa bagi kami bertiga membelimu kalau harga dirimu sedang murah."
Gersy berkata.
"Lebih baik kami membeli harga diri wanita lagi mahal."
"Dari pada membeli harga diri wanita yang lagi murah."
"Kan tidak gunanya kalau harga diri seorang wanita sedang murah."
"Lebih baik harga diri seorang wanita sedang mahal dari pada harga diri sedang murah."
Bans berkata.
"Jadi kalau kamu ingin menikah dengan kami."
"Maka naikanlah harga dirimu biar kami beli kamu."
"Karena bagi kami harga diri wanita sedang mahal lebih baik dari pada harga diri seorang wanita yang sedang murah."
Seketika kaisar itu terdiam terbengong dan seketika mereka bertiga terjun dari balkon kebawah,tampaklah kaisar itu terkejut dengan hal tersebut dan kaisar itu langsung melihat kebawah akan tetapi mereka bertiga sudah menghilang dari situ dan kaisarnya terkejut sekali dan hanya terdiam saja,tampaklah peperanganpun telah terjadi dan tampaklah pasukan dari kaisar torbot bergerak menyerang para bawahan avi yang ikut dalam peperangan tersebut,tampaklah pasukan jumlah kekaisaran torbot begitu banyak sekali dan sampai-sampai sekitar tujuh belas ribu pasukan,tampaklah peperangan itu begitu sengit sekali walaupun para bawahan avi yang ikut peperangan tersebut berjumlah tujuh ratus orang saja tapi para bawahan avi banyak sekali membunuh dan membantai para pasukan kekaisaran torbot,tampaklah peperangan tersebut dimenangkan oleh para bawahan avi.
__ADS_1
Tampaklah para bawahan avi menyerang kerajaan-kerajaan atau tempat-tempat jajahan dari kekaisaran torbot pada daerah-daerah dekat dengan daerah avi dan tampaklah penyerangan yang dilakukan oleh para bawahan avi yang mana para bawahan avi sudah merebut kekuasaan tempat-tempat jajahan dari kekaisaran torbot,tampaklah para bawahan avi sudah merebut beberapa daerah dari tangan kekaisaran torbot,tampaklah pada suatu hari pada para bawahan avi yang sudah merebut kekuasaan dari tangan kekaisaran torbot dan tampak para bawahan avi sedang membawak mayat-mayat dari pasukan kekaisaran torbot untuk dikuburkan akan tetapi dery melihat sebuah kereta kuda yang terjatuh yang mana jatuh kearah kanan yang mana kereta kuda tersebut adalah kereta kuda pengangkat barang yang mana kereta kuda tersebut tertutup oleh kain putih.
Tampaklah dery berjalan kearah kereta kuda tersebut dan dery terkejut kalau ada seorang budak dikereta kuda tersebut yang mana budak itu ada didalam kurungan besi berukuran semanusia,dery mencoba membuka pintu kurungan tersebut dan seketika budak itu terbangun dengan pada saat suara pintu kurungan itu dibuka oleh dery,tampaklah dery melihat kalau budak itu sedang terluka parah sekali dan dery langsung mengeluarkan budak tersebut,tampaklah dery membawak budak tersebut kepada avi dan tampaklah setelahnya tampaklah dery melaporkan hal dia temui hal tersebut,tampaklah budak itu menatap tajam kearah avi dan seketika budak itu jatuh pingsan karena dia sudah tidak tahan dengan luka yang ada ditubuh dia tersebut.