
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi duduk dikursi kerjanya sambil menikmati sebuah teh dan avi berkata.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah setelah aku kembalik dunia itu."
"Aku tidak salah sigamad itu membuat kerusuhan didaerah si raja naga itu."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Aku langsung minta maaf kepada dia karena kesalahan sigamad yang merusuh didaerah si raja naga itu tersebut."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kayaknya mereka sudah mulai bergerak ya."
Tampaklah gamad dan para bawahan avi yang lagi ribut satu sama lainnya yang mana mereka meributkan tentang siapa yang akan menjadi orang terkuat bagi avi dan mendapatkan tingkat teratas untuk siapa kuat diantara mereka tersebut,tampaklah avi yang lagi berjalan-jalan dan avi melihat kalau para bawahannya yang lagi ribut satu sama lainnya,tampaklah avi berjalan mendekati mereka tersebut dan avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ha,kenapa kalian ribut-ribut begitu?."
"Ada apa masalah apa dengan kalian?."
"Sampai-sampai ribut-ribut begitu?."
Xeza berkata.
"H-ha,my lord."
"Sebenarnya kami ingin menunjukan siapa yang kuat untuk anda."
"Tapi kami tidak bisa mendapatkan orang terkuat diantara kami semua."
Avi berkata.
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
"Apakah itu haruskah?."
Mereka menjawab.
"Iya,harus wahai my lord!."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Ha,kalau begitu."
"Apa gunanya bagi kalian siapa terkuat diantara kalian untukku?."
Tampaklah mereka semua kebingungan semua dan fahar berkata.
"Ha,mungkin terlihat keren saja dihadapan anda?."
Avi berkata.
"Tapi kenapa harus menjadi kuat diantara kalian kalau ingin terlihat keren dihadapanku?."
Tampaklah mereka hanya terdiam saja dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Okelah aku mengerti."
"Tapi kenapa harus ingin menjadi kuat?."
"Kan kalian sudah kuatkan?."
"Jadi untuk apa menentukan siapa yang kuat diantara kalian kalau hanya terlihat keren dihadapanku?."
"Padahalkan tidak gunanya-kan bagi kalian semua?."
"Apalagi untuk apa seseorang kuat disisiku kalau itu sama kali tidak ada gunanya bagiku."
"Kalau ada lebih kuat lagi dari kalian."
"Kalian tau siapa kuat dari kalian?."
Mereka menggelengkan kepalah mereka semua dan avi berkata.
"Yang mana itu adalah tuhan sendiri."
"Aku tidak butuh orang kuat disisihku kalau ada tuhan sisiku."
"Jadi tidak kalian usah ribut karena hal begituan ya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Apalagi kalau kalian masih tetap ingin menjadi orang kuat untuk."
"Maka itu sama saja akan sia-sia saja."
"Karena mungkin suatu hari nanti itu tidak ada gunanya bagiku."
Tampaklah avi seketika tersenyum dan tampaklah para bawahan avi terkejut dengan perkataan avi tersebut dan avi berkata.
"Aku bukanlah sosok yang harus kalian lindungi."
"Aku bukanlah sosok yang penting loh."
"Aku hanya orang biasa saja."
"Untuk apa kalian melindungiku?."
"Apakah karena tahtahkah?."
"Kalau masalah tahtah maka itu sama saja tidak ada gunanya."
"Karena akan hilang juga tahtah aku miliki."
"Apakah karena kekuatankah?."
"Kalau kekuatan maka mungkin disuatu hari mungkin kekuatan akan dilemahkan oleh tuhan."
"Karena kekuatanku diambil lagi karena kekuatanku miliki bukanlah milikiku sepenuhnya."
"Apalagi kekuatanku ini tidaklah abadi selamanya aku miliki."
"Jadi untuk apakan kalin melindungiku?."
"Kalau itu tidak ada gunanya bagi kalian semua."
Tampaklah avi seketika tersenyum dan seketika gamad berlutut dihadapan avi dan gamad berkata.
"Kenapa anda berkata begituan my lord?!."
"Anda tidaklah boleh berkata begituan!."
"Kami ingin melindungi anda karena kami sangat menghormati anda dan mengagumkan anda juga."
"Walaupun anda mendengar perkataan saya ini bagaikan tidak ada gunanya."
"Tapi janganlah anda berkata begituan,wahai my lordku."
"Kami setiah terhadap anda walaupun bagi anda kami ini bagaikan sahabat maupun teman."
"Tapi kami tidaklah begitu."
"Walaupun anda menganggap begitu,tapi kami."
"Selalu ada disamping anda untuk melindungi anda dari berbagaikan apapun itu."
"Walaupun anda menganggap ini tidak ada gunanya bagi anda sekalipun."
"Tapi sekali saya mengatakan."
"Janganlah anda berkata begituan,wahai my lord."
"Karena kami selalu ada disisih anda."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah itu benarkah?."
Gamad berkata.
"Iya,itu benar wahai my lord."
Avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Tapi aku tanyak kepadamu."
"Apa guna melindungiku?."
Gamad berkata.
"Walaupun perkataan saya ini bagaikan tidak berguna bagi anda."
"Tapi kami ingin anda menjadi tuan kami semua."
"Walaupun kami suka kali ribut dalam berbagai hal."
"Tapi kami menganggap anda adalah sosok susah dicari karena anda berbedah dari orang umumnya."
"Walaupun susah dikatakan tapi andalah seseorang begitu istimewah bagi kami semua."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika tersenyumlah seseorang yang lagi duduk disebuah kursi singgasana dan seseorang itu berkata.
"Waktunya kita tantang dia sekarang juga."
Seketika seseorang itu tersenyum dan seketika avi dan para bawahan avi menghilang dari hadapan gamad,tampaklah gamad kebingungan sekali dengan hal tersebut dan tampaklah seketika gamad panik sekali karena dia tidak dapatcmerasakan kehadiran avi dan para bawahan avi yang tadi menghilang tersebut,tampaklah seketika gamad berdiri dan seketika gamad berpindah tempat untuk mencari avi dan para bawahan avi yang tadi menghilang tersebut,tampaklah avi dan para bawahan avi yang tadi menghilang seketika muncul disuatu tempat dan tampaklah avi melihat didepannya ada seseorang yang lagi duduk disebuah kursi singgasana dengan orang-orang begitu banyak sekali disamping seseorang tersebut.
Tampaklah seketika seseorang itu tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.
"Selamat datang,wahai orang-orang yang memiliki aura begitu mengerikan sekali."
"Aku ucapkan selamat datang dilapangan pertandinganku."
Seketika seseorang itu tersenyum jahat dan seseorang itu berkata.
"Aku ingin tau seberapa kuat kalian semuanya dengan para bawahanku."
Seketika marah sekali para bawahan avi yang ada disamping avi dan avi menyuruh mereka jangan marah dan avi seketika tersenyum jahat sekali sambil memakai topeng diwajahnya,tampaklah para bawahan avi masih begitu marah sekali tentang mereka yang dianggap lemah oleh seseorang tersebut dan seseorang itu berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kalian marahkah kalau perkataanku tadi?."
"Eheh."
"Tapi aku mengatakan sebenarnya."
"Kalau aku ingin mengetahui seberapa kuat kalian dari para bawahanku ini tersebut."
Tampaklah para bawahan avi mulai makin marah sekali tapi mereka tetap menahan amarah mereka karena avi telah menyuruh mereka meredahkan amarah mereka dan dery berbisi berkata ditelinga avi.
"Apa yang kami lakukan sekarang,wahai my lord?."
"Karena orang ini sudah menahan kita tidak bisa kembalik kedunia kita berasal."
Avi berkata.
"Habisi mereka."
Dery berkata.
"Baik,my lord."
Dery berkata.
"Seranglah orang-orang itu tersebut karena my lord menyuruh kalian bunuh mereka."
Seketika para bawahan tersenyum jahat semuanya dan seketika para bawahan avi mulai bergerak menyerang orang-orang itu tersebut,sampai-sampai juga pelindung penghalang yang dery maksud seketika hancur lembur karena kegilaan para bawahan avi dan tampaklah seketika seseorang itu kaget dan panik sekali dan seseorang itu berkata.
"Gimana mungkin!."
"Gimana bisa mereka menghancur pelindung penghalang tersebut!."
Seketika fahar menebas seseorang tersebut yang lagi masih dikursi singgasananya akan tetapi seseorang itu masih selamat dengan berpindah tempat walaupun kursi singgasananya telah hancur dan tampaklah seseorang panik sekali begitu juga para bawahannya yang sudah berpindah tempat juga,tampaklah seketika fahar tersenyum dan fahar berkata.
"Ada apa?."
"Apakah seginikah yang kamu lakukan?."
"Kamu bilang ingin bertanding dengan kamikan?."
"Kalau begitu kenapa kalian kabur dan panik sekali begitu?."
"Hah?."
Seseorang itu berkata.
"Ku-kurang ajar kamu!."
"Be-beraninya kamu berkata begituan!."
Fahar berkata.
"Woi-woi-woi,bukankah kamu yang mengatakan begituankan?."
"Ada apa majulah sekarang juga."
Seseorang itu berkata.
"Ku-kurang ajar dirimu!."
Tampaklah seketika fahar mulai bergerak menyerang seseorang itu tersebut akan tetapi serangan fahar diserang oleh salah satu para bawahan seseorang itu dan tampaklah fahar begitu senang sekali sampai-sampai tertawak jahat sekali,tampaklah avi yang lagi entah ngapain yang mana avi hanya mengetuk-ngetuk dinding ditempat tersebut dan tampaklah avi menyadari kalau para bawahannya masih belum bisa menghabisi orang-orang tersebut seketika avi bergerak begitu cepat sekali,seketika sudah menyerang seseorang itu walaupun seseorang itu menahan serangan avi tersebut karena kecepatan avi diketahui oleh seseorang tersebut walaupun avi hanya menggunakan dua setengah persen kecepatannya saja tapi seseorang itu mengetahui kecepatannya,tampaklah avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut dan tampaklah pertarungan antar seseorang itu dengan avi begitu sengit sekali walaupun avi berpura-pura lemah dan tidak terlihat hebat sama sekalipun.
Tapi seseorang sangat begitu masih kesusahan sekali menghadapi avi dan seseorang itu berkata didalam dirinya sambil bertarung bersama avi.
"Ha,aku harus gimana sekarang?!."
"Bisa gawat kalau aku dibunuh oleh seseorang ini tersebut."
"Karena aku takut tuanku yang itu akan marah dan menghukumku walaupun sudah tewas."
"Aku harus gimana sekarang."
"Aku tidak dapat menyaingi dia."
"Aku harus gimana sekarang."
"Aku juga sebenarnya tidak bisa menemukan cara untuk mengalah dia."
"Karena dia sangat begitu kuat sekali untuk dihadapi."
"Apalagi aku tidak dapat celah untuk mengalahkan dia."
"Tapi aku harus gimana sekarang ini."
Avi berkata didalam dirinya.
"Ha,tadi seseorang ini menyebut kalau tuan dia bisa menghukum walaupun dalam sudah tewas."
"Tapi apakah tuan dia bisa membangkitkan orang sudah tewaskah?."
"Tapi kayaknya tidaklah mungkin bisa."
"Tapi kalau bisa maka mungkin salah satu saraf didalam orang yang sudah tewas itu masih berfungsi."
"Jadi orang bisa bangkit dari kematiannya."
"Tapi apakah itu benar pada tuan orang ini tersebutkah?."
"Tapi bisa juga kalau tuhan berhendak."
Seseorang itu berkata.
"Tidak ada cara lain,kecuali pada cara itu!."
"Yaitu melemparkan dia kedunia lain secara asal!."
"Kalau begitu pakai cara itu saja."
Seseorang itu berkata denga mulutnya.
"Waktunya kamu tewas!!!."
Tampaklah para bawahan avi kaget dan terkejut semuanya sambil berkata.
"My lord!."
Tampaklah seketika gerbang biru tua terbuka dan menghisap avi kedalam gerbang biru tua tersebut dan seketika gerbang biru tua itu menghilang bersama avi didalamnya,tampaklah para bawahan avi melihat hal tersebut seketika panik sekali sambil berkata.
"M-my lord!!!."
"Dasar kalian orang-orang tidak tau diri!!!."
"Sudah menghilang my lord kami semua!!!."
Tampaklah avi seketika muncul disuatu tempat dan avi jatuh ketanah dengan begitu cepat sekali bagaikan meteor yang jatuh ketanah,tampaklah avi berdiri dan avi melihat sekitarnya dan avi berkata.
"Ehg?."
"Aku ada dimana sekarang ini ya?."
Tampaklah avi melihat seseorang wanita yang ingin bunuh diri dan avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut,tampaklah seseorang wanita yang avi lihat adalah wanita waktu itu yang mana avi meninggalkan wanita itu untuk kembalik kedunianya,tampaklah wanita itu meneteskan air matanya sambil memegang pisau yang sudah bersiap menusuk kearah hatinya dan wanita itu berkata.
"Aku tidak ada cara lagi selain memakai cara ini tersebut!."
"Aku sudah tidak suka dengan kehidupanku ini tersebut!!!."
"Tapi aku harus minta maaf kedia."
"Yang mana mungkin dia akan sedih kalau aku tidak maaf ata kematianku ini tersebut."
"Aku minta maaf a-."
Avi berkata.
"Yo,zurcy."
Sebenarnya nama wanita itu tersebut dan tampaklah wanita itu terkejut dengan suara yang dia begitu kenal sekali,tampaklah dia membalikan badannya dan seketika dia begitu terkejut sekali apalagi sampai-sampai pisau yang dia pegang terjatuh dari tangannya dan wanita itu berkata.
"A-avi!."
"A-apakah kamu avikah?."
Avi berkata.
"Iya,ini aku avi."
"Apa maksudmu dengan perkataanmu tersebut?."
"Aku ya tetaplah aku."
Wanita itu berkata.
"A-apakah kamu benar-benar avikah?."
Avi berkata.
"Aku memangalah avi."
"Siapa lagi diriku kalau diriku sebenarnya."
"Aku tetaplah aku woi."
"Apa maksudmu tersebut?."
"Hah?."
Wanita itu berkata.
__ADS_1
"Oh,begitu ya."
Seketika wanita itu tersenyum dan seketika wanita berlari kearah avi dan seketika memeluk avi begitu erat sekali,sebenarnya dunia yang avi datangi tersebut adalah dunia yang dulu dia datangi pada waktu itu dan tampaklah avi kaget karena wanita itu memeluknya,avi bingung karena wanita itu menangis dan avi berkata.
"Kenapa kamu menangis,zurcy?."
Zurcy berkata.
"Kamu tetaplah bodoh ya."
Seketika zurcy tersenyum dan zurcy berkata.
"Kenapa kamu meninggalkan aku sendirian."
"Yang mana aku masih belum bisa mengatasi masalahku sendiri."
"Kenapa."
"Kenapa avi."
"Kenapa kamu meninggalkan aku dan tidak membolehkan aku ikut pergi pada waktu itu!."
"Kenapa avi!?."
"Kenapa avi!."
Avi berkata.
"Kan sudah aku katakan kalau aku tidak bisa mengajakmu ikut denganku pada waktu itu."
"Yang mana bisa berakibatkan hal sesuatu yang baru akan datang."
"Kalau kamu ikut denganku pada waktu itu."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kenapa kamu ada disini,avi?."
"Bukannya kamu bilang tidak akan kesinikan,avi?."
Avi berkata.
"Ha,soal itu ya."
"Sebenarnya aku sedang bertarung dengan satu orang."
"Tapi dia malah memindahkanku kesini."
"Jadi aku terlempar kesini."
"Jadi begitulah."
Zurcy berkata.
"Oh,begitu ya."
"Apakah kamu akan pergi lagikah,avi?."
Avi berkata.
"Begitulah,aku harus kembalik kesana."
"Karena para bawahanku masih ada disana semua."
"Yang mana mereka masih bertarung dengan seseorang tersebut."
Zurcy berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Bisakah kamu jangan memelukku-kah?."
"Karena aku tidak suka dipeluk tau."
Zurcy berkata.
"Tidak."
"Aku tidak mau melepaskan pelukan ini tersebut darimu."
"Karena aku masih merindukanmu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi sebenarnya kita tidaklah boleh berpelukan yang mana itu adalah hal sesuatu tidak boleh dilakukan tau."
Zurcy berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,aku akan melepaskan pelukanku ini tersebut."
Tampaklah zurcy tidak memeluk avi lagi dan avi berkata.
"Ha,aku ingin tanyak kepadamu zurcy."
Zurcy berkata.
"Tanyak apa avi?."
Avi berkata.
"Apa yang terjadi pada kandunganmu tersebut?."
"Kenapa kamu tidak lagi sedang hamil?."
Zurcy berkata.
"H-ha,mungkin kamu salah lihatmu kayaknya."
"Padahal aku masih satu bulankan."
Avi berkata.
"Jangan berbohong."
"Aku bisa membedahkan seseorang yang berbohong loh."
"Apalagi aku bisa mengetahui juga kalau seseorang yang lagi hamil ataupun tidak."
"Jadi jangan kamu berbohong."
"Apa yang sebenarnya terjadi pada kandunganmu tersebut,zurcy?."
Zurcy seketika menundukan kepalahnya dan zurcy berkata.
"Pada dua bulan kamu pergi dari sini."
"Aku terus-menerus dapat bully oleh orang-orang disekolah."
"Tapi disuatu hari."
Seketika wajah zurcy tampak sedih begitu dan avi berkata.
"Apa yang terjadi zurcy kepadamu?."
Zurcy berkata.
"Mereka disuatu hari membuat lantai kamar mandi begitu licin sekali dengan sabun."
"Aku pada saat masuk kamar mandi itu."
"Aku tergelincir karena begitu licin sekali lantai kamar mandi tersebut."
"Tapi aku tetap berusaha biar tidak jatuh."
"Tapi aku kehilangan keseimbangan."
"Aku pun jatuh,apalagi aku menabrak kloset kamar mandi pada bagian badan depanku."
"Aku pada waktu itu sangat begitu kesakitan sekali dan pada waktu itu aku kaget,terkejut dan panik sekali."
"Karena darah keluar dari bawah kakiku dengan lendir putih."
"Aku panik sekali pada waktu itu."
"Akupun waktu itu diyatakan keguguran pada kehamilanku."
"Akupun menangis pada waktu itu dan orang-orang membuat kamar mandi yang aku pakai tersebut."
"Tidak sama sekalipun dapat hukuman apapun karena kepalah sekolah tersebut menyebut kalau mereka tidaklah bersalah."
"Tapi aku mengetahuinya kalau kepalah sekolah tersebut telah disuap oleh orang-orang tersebut dengan uang begitu banyak sekali."
"Jadi begitulah ceritaku terhadap kehamilanku yang gugur."
"Tapi kamu mengetahuinya ya,avi."
"Kalau aku keguguran."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,kayaknya mereka terlalu berlebihan sekali ya."
"Padahal tidak sampai segitunya membully-lah?."
Zurcy berkata.
"Begitu ya,avi."
"Tapi kenapa kamu mengetahui kalau aku tidaklah hamil,avi?."
Avi berkata.
"Ha,aku dapat membedahkan dari badan orang yang hami sama yang tidak sama sekalipun."
Zurcy berkata.
"Begitu ya,avi."
Avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Kalau begitu aku pergi dulu ya."
Zurcy berkata.
"Tungguh sebentar avi."
Avi berkata.
"Ada apa zurcy?."
Tampaklah zurcy begitu malu sekali dan zurcy berkata.
"A-apakah kamu bisa menunjukan wajah aslimu-kah?."
"Ka-karena aku belum tau wajah aslimu seperti apa."
"Tapi aku hanya yan tau hanyalah wajah palsumu saja."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Aku akan melepaskan topengku ini tersebut."
"Walaupun wajahku hanya biasa-biasa saja kalau dilihat."
Zurcy berkata.
"Tidak,aku tidak apa-apa dengan wajah aslimu kalau biasa-biasa saja."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,aku akan melepaskan topengku ini tersebut."
Tampaklah avi melepaskan topengnya dari wajahnya dan tampaklah seketika zurcy malu sekali sampai-sampai memerah wajahnya dan avi berkata.
"Ada apa,zurcy?."
"Kenapa kamu wajahmu merah sekali begitu?."
"Apakah kamu sakitkah?."
Zurcy berkata.
"Ti-ti-tidak apa-apa avi."
"Ha-hanya saja aku tidak tau kalau wajah akan setampan itu."
"A-a-aku merasa malu sekali kalau melihat dirimu."
"A-aku juga merasa tidak layak kalau aku tidak mungkin bisa terus dekat dirimu kalau kamu setampan itu."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya,zurcy."
Tampaklah seketika makin malu sekali zurcy karena makin lama zurcy merasa malu sekali dan avi berkata.
"Ada apa zurcy?."
"Kenapa wajahmu makin merah begitu?."
"Apakah kamu baik-baik sajakah,zurcy?."
Zurcy berkata.
"Ti-tidak apa-apa avi!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu aku pergi ya."
Tampaklah avi memakai lagi topengnya kewajahnya dan zurcy berkata.
"Tungguh sebentar avi."
Avi berkata.
"Ada apa zurcy?."
Zurcy berkata.
"A-apakah kamu akan pergi lagikah,avi?."
Avi berkata.
"Begitulah."
Zurcy berkata.
"Begitu ya,avi."
Seketika zurcy tersenyum dan zurcy berkata.
"Avi?."
Avi berkata.
"Ada apa zurcy?."
Zurcy berkata.
"Jadikan aku istrimu!."
"Aku mohon kepadamu!."
"Avi!."
Tampaklah avi terkejut dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Menjadi istriku?."
"Kenapa?."
"Ha,mungkin kamu sedang bercandakan zurcy."
"Candaan cukup lucu juga ya."
Zurcy berkata.
"Tidak."
"Aku tidaklah sedang bercanda dengan perkataanku tersebut."
"Ka-karena aku ingin selalu bersamamu,avi."
"Kalau aku menjadi istrimu,mungkin aku bisa membantu masalahmu yang tidak bisa kamu atasi."
"Apalagi aku selalu sisihmu kalau aku menjadi istrimu."
"Walaupun kamu mendengarnya bagai candaan sajakan,avi."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tidak,aku tidak menganggap perkataanmu tersebut sebagai candaan kalau kamu berkata serius."
"Apakah kamu yakinkah menikah denganku,zurcy?."
Zurcy berkata.
"I-iya."
"Aku sangat yakin avi."
"Walaupun aku sangat begitu malu sekali mengatakan ini tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah kalau begitu,aku akan menikahmu setelah pertandinganku dengan dia selesai."
Zurcy berkata.
"Baik,avi."
Tampaklah zurcy tersenyum begitu senang sekali dan tampaklah seseorang itu yang melemparkan avi kedunia lain,tampaklah seseorang itu yang lagi berdiri ditepi atap kastilnya tersebut dan tampaklah para bawahannya yang masih lagi bertarung dengan para bawahan avi,seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Kayaknya lebih baik aku mencari dia."
"Bisa gawat kalau dia menemukan orang itu waktu tadi yang aku lempar kedunia lain."
"Kayaknya dia ada disatu dunia yang cukup aneh juga."
"Tapi kayaknya aku harus mencari dia dan membunuh dia kalau bisa."
"Baiklah kalau begitu,aku pakai cara itu saja."
"Kag."
__ADS_1
Seketika muncullah bawahannya yang bernama kag tersebut dan kag itu berkata.
"Baik,ada apa tuanku."
"Carilah orang yang aku maksud tersebut."
"Bunuhlah dia kalau bisa tapi cari tau dulu seseorang tersebut."
"Habis itu bunuhlah dia."
Kag berkata.
"Baik,saya mengerti tuanku."
Tampaklah seseorang itu tersebut mengasih suatu barang dan seketika orang yang bernama kag itu menghilang dan seketika orang yang bernama kag itu muncul disuatu tempat,tampaklah dia melihat suatu kota kerajaan beberapa meter lagi didepannya dan kag berkata.
"Kayaknya aku harus kesana sepertinya."
"Karena aura yang sama seperti yang barang yang dikasih tuanku tadi tersebut."
"Kayaknya aku harus kesana sepertinya."
Tampaklah orang bernama kag itu mulai berjalan mendekati kota kerajaan tersebut dan setelahnya orang bernama kag itu sudah memasuki kota kerajaan tersebut,tampaklah dia melihat sekitarnya dan tampaklah dia begitu bingung sekali dengan penduduk disitu,tampaklah dia mencari tau dimana orang yang dimaksud tuan dia tersebut katakan,tampaklah dia begitu kebingungan sekali dan dia didekati oleh seseorang berupa menteri dan dia ajak kesuatu tempat,tampaklah dia banyak dihidangkan berupa makanan dan minuman dan tampaklah seseorang yang berupa menteri dikota kerajaan itu adalah vio dan vio berkata.
"Jadi kamu siapa ya?."
"Kamu terlihat kebingungan begitu pada saat tadi aku melihatmu."
"Yang mana kamu terdiam begitu."
Kag berkata.
"Aku ingin bertanyak kepadamu."
"Siapa kamu?."
Vio berkata.
"Aku adalah vio."
"Aku seorang menteri disini."
Kag berkata.
"Aku ingin bertanyak lagi kepadamu."
"Kenapa wanita-wanita disini banyak menutup kepalahnya dengan sebuah kain?."
Seketika vio tersenyum dan vio seketika mengeluarkan sebuah gula batu yang mana satu tidak dibungkus oleh kain dan satunya lagi dibungkus oleh kain dan ditaruh kelantai,tampaklah kag itu bingung sekali dengan hal tersebut dan kag itu berkata.
"Ini untuk apa ya?."
Vio berkata.
"Kamu pilih mana?."
Kag berkata.
"Yang ini."
"Yang masih ditutupi kain."
Vio berkata.
"Kenapa kamu tidak memilih yang terbuka?."
Kag berkata.
"Kan sudah kotor."
"Apalagi itu tidaklah bisa dimakan kalau sudah kotor."
Seketika vio tersenyum dan vio berkata.
"Kamu taukah kenapa disini banyak wanita menutup kepalah-kepalahnya dengan kain?."
"Karena wanita-wanita disini tidaklah bisa disentuh sembarangan."
"Seperti gula ini yang terbuka."
"Kalau terbuka maka kotorkan?."
"Jadi perumpamaan wanita-wanita disini dengan wanita yang lain adalah."
"Terbungkus rapi dan yang boleh dibuka adalah hanya suaminya saja."
"Tidak boleh sembarang orang membukanya."
Kag itu berkata.
"Aku ingin bertanyak lagi kepadamu."
"Kenapa wanita-wanita disini tidak mau bersalaman dengan laki-laki lain?."
"Karena tadi aku sempat berkenalan dengan satu orang pedangan roti."
"Tapi dia tidak bersalaman denganku."
"Tapi dia sebenarnya wanita sih."
"Tapi kenapa begitu?."
Vio berkata.
"Siapa pemimpinmu?."
Kag berkata.
"Raja Fresdy."
Vio berkata.
"Kamu tau ratukan?."
Kag berkata.
"Iya,tau."
"Ada apa dengan hal tersebut?."
Vio berkata.
"Bayangkan apakah kamu bisa bersalaman dengan seorang ratu dari sebuah negarakah?."
Kag berkata.
"Tidak."
Vio berkata.
"Kenapa tidak bisa?."
Kag berkata.
"Karena dia ratu."
Vio berkata.
"Semua wanita-wanita disini adalah ratu."
"Tidak sembarangan orang boleh bersalaman."
Kag berkata.
"Jadi begitu ya."
"Tapi agama apa disini?."
Vio berkata.
"Agama?."
Kag berkata.
"Iya,karena aku mencaritau kalau disini ada agama orang-orang disini anut."
Vio berkata.
"Kalau agama disini adalah islam."
Kag berkata.
"Islam ya."
"Tapi kenapa agama tidak terkenal?."
"Apalagi banyak orang-orang tidak menyukai agama ini tersebut?."
"Karena aku sempat melihat kalau ada beberapa orang dari negara lain mengejek-ejek agama ini tetsebut."
Vio berkata.
"Mungkin mereka belum tau agama apa ini."
"Kalau terkenal mungkin tidaklah bisa."
"Karena banyak beberapa negara yang mencoba menghancurkan agama ini tersebut."
"Apapun caranya tersebut."
"Tapi mungkin disuatu hari nanti."
"Kayaknya akan agama ini akan menyebar luas nantinya pada suatu hari."
Kag berkata.
"Tapi aku ada pertanyaan kepadamu."
"Misalnya ada satu seorang wanita yang mana dia menutup kepalahnya dengan kain seperti disinikan."
"Tapi dia memakai baju atau pakaian yang ketat yang mana itu adalah baju paling terkenal disini."
"Tapi apakah dia masih disebut ratukah?."
Vio berkata.
"Tidak,dia tidak bisa disebut ratu."
"Karena seorang ratu itu menjaga penampilannya terlihat cantik dan sempurna."
"Tidak ada namanya ketat-ketat dibajunya."
"Kalau dimemakai pakaian yang ketat maka dia tidak disebut ratu."
"Tapi dia adalah orang paling buruk dari binatang."
"Karena dia menunjukan lekuk tubuhnya kesemua orang tanpa rasa malu sama sekalipun."
"Kan seorang ratu itukan malu ketika lekuk tubuhnya dilihat oleh semua orang."
"Jadi dia tidaklah disebut ratu sama sekalipun."
"Apalagi kalau dia menggoda seorang laki-laki atau berpacaran dengan seorang laki-laki."
"Maka dia sama saja menjual harga dirinya."
"Yang mana itu dikatakan oleh tuanku avi."
"Yang mana tuanku mengatakan kalau menggoda atau berpacaran sama saja menjual harga dirinya sendiri."
"Kan tidak pantaskan disebut ratu kalau menjual harga dirinya."
"Kan ratu itu mahal harga dirinya kalau menyentuhnya."
Kag berkata.
"Oh,begitu ya."
"Berarti mereka tidak sebut ratu ya."
"Jadi mereka disebut binatang yang berjalan dengan dua kaki dan dua tangan ya."
Vio berkata.
"Begitulah."
"Hehehehe."
"Tapi kalau menunjukan lekuk tubuh ataupun bagian tubuh dari berbagai tempat."
"Sama saja dia sudah kotor."
"Jadi."
Kag berkata.
"Dia tidak disebut ratu ya."
Vio berkata.
"Ha,itu ya."
"Jadi tidak disebut ratu."
"Karena sudah menunjukan tubuhnya kepada orang lain."
"Padahal seorang wanita itu menunjukan tubuhnya kepada suaminya sendiri."
"Bukan kepada semua orang."
"Sama saja dia."
Kag berkata.
"Harga dirinya lagi murah kalau dijual!."
Seketika vioa tertawak karena lucu oleh perkataan kag tersebut dan vio berkata.
"Begitulah."
Kag berkata.
"Siapa tuanmu tersebut itu?."
Vio berkata.
"Ha,dia seorang yang mengajariku agama ini tersebut."
"Apalagi dia juga mengajari raja negara ini agama ini tersebut pertama kalinya begitu juga aku."
"Jadi mungkin dia-lah orang menganut agama ini sebenarnya."
"Karena dia tidak mengatakan kalau agama ini ada tidak ada didunia ini tersebut."
"Kecuali suatu tempat."
"Aku tidak tau tuanku ada pada tempat mana dan dia dapat dari mana agama ini tersebut."
"Tapi yang pastih dia sosok yang mudah tersenyum maupun sopan perkataannya."
"Apalagi dia tidaklah marah kalau ada kesalahan walaupun sedikit atau banyak."
"Dari berbagai hal."
"Dia juga tidak marah kalau ada perkataan-perkataan yang tidak enak didengar tapi dia menasihati seseorang tersebut yang perkata-perkata kasar tersebut."
"Aku tidaklah sehebat dia."
"Tapi tuanku mengatakan juga,kalau tuanku tidaklah sehebat dia."
"Yang mana ada satu seseorang yang paling hebat darinya dan paling paham agama ini tersebut."
"Tapi dia sangat mencintainya apalagi dia ingin sekali menjumpainya."
"Tapi tuanku mengatakan kalau itu tidak mungkin bisa."
"Tapi tuanku mengatakan kalau dia suka kali mengikuti ataupun mencoba meniru apa saja yang pernah seseorang itu lakukan."
"Tapi tuanku mengatakan kalau itulah mudah sekali kalau diikuti."
"Tapi kayaknya tuanku sangat mengagum-ngagumkan seseorang tersebut."
Kag berkata.
"Oh,begitu ya."
"Hmmmmmmm."
"Jadi apakah tuanmu tersebut ingin mencoba semua yang seseorang itu lakukan pada hidup seseorang tersebutkah?."
Vio berkata.
"Entahlah."
"Aku juga tidaklah tau tapi."
"Aku sudah mengetahui maksud tuanku apa."
"Tapi sepertinya aku kurang sopanlah tadi."
"Maaf ya."
"Karena satu kata yang kurang sopan kalau didengar."
Kag berkata.
"Tidak apa-apa dengan satu kata tersebut."
"Tapi kalau ada seseorang yang menganggap suatu perkataan seseorang yang berupa suatu kebaikan."
"Maka dia disebut orang berlagak tau padahal tidak sama sekalipun."
"Sama dengan dia disebut orang bodoh yang berlagak tau saja."
"Apalagi dari suatu buku ataupun hal lain sebagainya yang mana ada seseorang menganggap suatu kebaikan adalah sebuah candaan."
"Maka dia orang bodoh juga."
Kag berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah kag itu seketika tersenyum dan tampaklah para bawahan avi yang lagi bersiap-siap yang mana mereka sedang bersiap-siap menyerang para bawahan seseorang tersebut sama dengan seseorang tersebut yang mana ada didepan para bawahan avi,tampaklah seketika terbukalah gerbang kekegelapan dan keluarlah seseorang yang mana itu adalah avi,tampaklah seseorang itu terkejut sekali dan seseorang itu berkata.
"Apa?!."
"Gimana mungkin bisa!."
"Gimana mungkin dia bisa kembalik kesini?!."
"Kalau seseorang tersebut memiliki kekuatan begitu banyak sekali seperti dia."
Tampaklah para bawahan avi begitu senang sekali kalau avi kembalik lagi kesitu dan seseorang itu berkata.
"Woi,gimana mungkin kamu kembalik begitu mudah sekali kesini?!."
Seketika avi tersenyum dan sebenarnya bisa kembalik atau kembalik kedunia lain kecuali kebumi karena tidak bisa dilakukan,tampaklah avi hanya kembalik kesitu sendirian saja dan avi berkata.
"Lihat ada bapak-bapak teman-teman."
Seseorang itu berkata.
"Aku bukanlah bapak-bapak tau!."
Avi berkata.
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Aku memanglah bisa berpergi kedunia lain secara suka hati tapi kalau itu harus ada izin tuhan saja."
"Karena aku malas pakai kekuatan itu seenak hatinya."
__ADS_1
"Karena pergi kedunia lain kalau hanya ingin buang air kecil saja."