
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang makan jagung meletus sambil duduk dikursi kerjanya yang ada diruang kerjanya dan tampaklah avi juga melihat kearah keributan oleh dilakukan para istrinya yang ada diruangan kerja avi itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Mereka sedang gspain sih,ribut terus?."
"Haaaaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi waw sekali ya."
"Karena sungguh drama yang cukup bagus juga dilihat dimata."
"Yah,mungkin begitu sih."
"Tapi kayaknya mereka meributkan hal lain ya."
"Karena aku tidak mengerti sama sekali pada mereka katakan itu tersebut"
"Sepertinya mereka sedang mempunyai rencana lain ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Janganlah terjadi hal sesuatu deh yang mereka rencanakan itu tersebut."
"Karena rencana mereka itu tersebut begitu aku tidak ketahui sama sekalipun."
"Haaaaaaaaaaa."
"Oh iya."
"Kalau tidak salah bans dan yang lainnya juga."
"Menang dalam pertempuran itu waktu itu ya."
"Tapi kayaknya pemain peperangan ini tersebut sudah kabur duluan tanpa disadari oleh bans dan yang lainnya."
"Tampaknya para kelompoknya bans menyerang dengan cara membabi buta ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi begitulah mereka-mereka yang lainnya."
"Mereka menyerang secara membabi buta."
"Sungguh mengerikan sajalah mau kelompoknya bans,kelompoknya fahar dan juga yang lainnya."
"Sungguh mereka benar-benar mengerikan sekali kalau ada dipertempuran atau perperangan."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Dan sampai-sampai juga satu negara atau kerajaan rata menjadi tanah."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Memang mereka begitu mengerikan sekali ya."
"Apalagi kalau kekuatan asli mereka sudah terbuka."
"Apa jadinya ya kalau kekuatan asli mereka terbuka."
"Pastih menghancurkan satu negara hanya satu detik saja."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Memang kayaknya aku tidak usah membuka kekuatan asli merekalah."
"Karena begitu mengerikan saja deh."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang makan jagung meletus sambil duduk diatas batu besar dihutan akan tetapi bans,hild,zers sedang berlutut dihadapan avi yang sedang duduk diatas batu besar sambil makan jagung meletus dan avi berkata.
"Ha,jadi ada apa kalian ada disini ya?."
Bans berkata.
"My lord."
"Bisakah kami pergi sebentar kesuatu tempat?."
Avi berkata.
"Kesuatu tempat?."
"Dimana?."
Hild berkata.
"Kami ingin mencari sesuatu hal paling kami cari."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Jadi kalian mencari itu sesuatu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Baik,aku izinkan kalian pergi."
Mereka bertiga berkata.
"Baik,my lord."
"Terima kasih banyak telah menerima permintaan kami bertiga."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama kok."
Seketika mereka bertiga menghilang dihadapan avi dan avi berkata.
"Mereka mau kemana ya?."
Tampaklah mereka bertiga seketika muncul disesuatu tempat dan yang mana tempat itu tersebut penuh dengan kegelapan dan mereka bertiga seketika berjalan lurus diruangan itu tersebut dan tampaklah dilorong-lorong ruangan itu tersebut ada cahaya dari kristal berwarna ungu yang digantung diseluruh lorong ruangan itu tersebut dan seketika mereka bertiga berhenti jalan dan.
seketika mereka bertiga tersenyum dong dan tampaklah didepan mereka bertiga ada suatu batu besar berwarna hitam seperti permata berwarna hitam pekat dan hild berjalan mendekati batu itu tersebut dan seketika hild berhenti berjalan dan menyentuh batu itu.
tersebut dan seketika batu besar itu tersebut seketika menghancur menjadi debu pertikel putih dan tampaklah ada enam belas orang dengan keadaan berdiri didepan hild dan seketika keenam belas orang itu mulai perlahan-lahan membuka kedua matanya.
Tampaklah keenam belas orang itu bingung dong yang apa terjadi dan keenam belas itu melihat sekitarnya dan melihat kearah hild,ban,dan zers dan hild berkata.
"Yo,lama tidak berjumpah lagi ya."
"Sang ajudan raja kegelapan yang paling setiah."
Seketika keenam belas orang itu tersenyum jahat dong dan nizan(nama orang itu tersebut)berkata.
"Eheh,kamu tetap sama ya."
"Sisuka marah-marah."
Seketika kesal dong hild karena itu ejekannya diwaktu dulu dan hild berkata.
"Ho-ho,begitu ya."
"Oke,baiklah kalau begitu nizan."
"Sikonyol yang suka buang air sambil jungkir balik."
Seketika kesal dong nizan dan nizan berkata.
"Apa!."
"Apa yang kamu bilang!!!!."
"Sisuka marah-marah!!!!."
Tampaklah hild dan nizan ribut dengan permasalahan itu tersebut dan tampaklah kelima belas orang yang sudah tau dengan pertengkaran mereka itu tersebut dan miya berkata.
"Woi,hentikanlah segera!."
Ssketika hild dan nizan berhenti ribut dan miya berkata.
"Jadi kenapa kami ada disini ya?."
"Kan seharusnya kami tidak bisa lagi kembalik kesinikan?."
"Kenapa kami bisa kembalik kesini ya?."
Bans berkata.
"Apakah kalian tidak ingatkah waktu dulu."
"Kalian seketika pingsan ketika kalian panik ketika raja kegelapan null menghilang."
"Dan kalian juga seketika menghilang juga."
Miya berkata.
"Begitu ya,raja kegelapan null ya."
"Ehg!."
"A-apakah raja kegelapan null kembalik lagikah?!."
"Karena kalau kami bisa muncul disini pastih raja kegelapan null kembalik lagi."
"Dan kalian juga merasakan kami juga yang akan muncul disinikan."
Hild berkata.
"Tenang saja soal itu tersebut."
"Raja kegelapan null telah kembalik lagi kedunia ini tersebut."
Seketika mereka senang sekali dong dan kiko berkata.
"Hore akhirnya!!!!."
"Apakah benarkah raja kegelapan null telah datang kembalik kedunia ini tersebut?."
Bans berkata.
"Iya."
"Kami sudah memastikannya dengan benar."
"Karena kami sudah kembalik lagi disisinya."
Kiko berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah keenam belas itu tersenyum bahagia sekali dan begitu senang sekali dan tampaklah avi sedang berjalan-jalan dihutan dan seketika bans,hild,zers dan keenam belas itu telah muncul dibelakang avi dengan keadaan berlutut dihadapan avi dan hild berkata.
"Kami telah kembalik,my lord avi."
Seketika avi menyadarinya dan avi seketika berhenti berjalan dan membalikkan badannya sambil berkata.
"Oh,kamu sudah kembalik ya hil-."
Terkejut dong avi karena kelompok hild membawak enam belas orang dan avi berkata.
"Ehg!."
"Siapa mereka?!."
Hild berkata.
"Baik,saya akan jelaskan terhadap anda."
"Ehem."
"Kami membawak material yang pa-."
Seketika hild kepalahnya dipukul miya dan hild berkata.
"Ehem."
"Kami membawak mereka karena kami terpaksa melakukannya,my lord avi."
Avi berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah avi kebingungan dong dengan hal itu tersebut karena avi belum mengerti sama sekalipun dan keenam belas itu kebingungan dong karena avi juga tampak kebingungan juga dan miya berkata.
"Anda kenapa tuanku?."
"Apakah ada suatu hal salahkah,tuanku?."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Tidak apa-apa kok."
"Ehem."
"Jadi kalian ya."
Seketika avi tersenyum jahat dong dan avi berkata.
"Kalian masih ada didunia ini ya."
__ADS_1
"Padahal sudah beberapa tahun lamanya ya."
Mereka keenam belas berkata.
"Iya,tuanku."
"Kami masih ada didunia ini tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi ada diruang kerjanya tampaklah avi sedang ruang kerjanya dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah keenam belas orang itu tersebut."
"Kayaknya begitu senang sekali dengan yang ada disini ya."
"Tapi walaupun aku tidak tau siapa mereka berenam belas itu tersebut."
"Karena ingatanku saja seketika mengingat mereka padahal aku sama sekali tidak ingat mereka sama sekalipun."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Kalau tidak salah mereka berenam belas itu sekarang mereka sedang berkeliling kota ini ya."
"Hmmmmm?,tapi?."
"Kalau tidak salah mereka begitu bahagia sekali ya?."
"Kenapa mereka begitu senang sekali dan begitu bahagia sekali ya?."
"Hmmmmm?,mungkin raja kegelapan null ini baiklah."
"Tapi aku tidak boleh memikirkannya."
"Karena itu bukanlah pekerjaanku memikirkan begituan."
Tampaklah avi seketika menyadari sesuatu hal masalah begitu besar sekali dan avi berkata.
"Gawat!."
"Kayaknya mereka akan melakukan sesuatu sepertinya."
"Aku lebih baik aku tenang saja."
"Karena aku sudah mempunyai sesuatu hal untuk pemain peperangan itu tersebut."
Tampaklah seketika avi tersenyum jahat dong dan tampaklah tujuh jenderal avi sedang berlutut dihadapan avi yang ada diruang kerjanya dan dery berkata.
"Ada apa my lord memanggil kami bertujuh kesini?."
Avi berkata.
"Sepertinya orang-orang itu sudah mau bergerak lagi kayaknya."
"Kalian harus mengalahkannya sebelum terjadi hal sesuatu."
Dery berkata.
"Baik,my lord."
Seketika ada seseorang terkejut begitu dan tampaklah yang terkejut adalah enam belas orang itu tersebut dan tampaklah mereka berenam belas berdiri didepan pintu yang terbuka pada ruangan avi kerja dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.
"Ha,ada apa ya?."
"Kenapa kalian kesini?."
Freza berkata.
"A-apakah ada musuh yang akan datang kesinikah,tuanku?."
Avi berkata.
"Iya."
Freza berkata.
"Be-begitu ya."
"Tapi bisa kami membantu anda juga!."
Tampaklah yang kelima belas menganggu semuanya dan avi kebingungan dong hal itu tersebut dan avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Apakah kalian yakinkah?."
Mereka berenam belas berkata sambil berlutut dihadapan avi.
"Iya,kami yakin wahai tuanku."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Okelah,kalau begitu."
"Baik,aku izinkan kalian ikut berperang dengan para orang-orang itu tersebut."
Mereka semua berkata.
"Baik!."
Tampaklah para bawahan avi sedang berjalan kearah tempat sesuatu dan seketika mereka berhenti berjalan karena mereka sudah sampai dituju oleh mereka dan nizan berkata.
"Nah sudah waktunya ya!!!!."
Kiko berkata.
"Iya,ayo kita mulai pertarungan ini tersebut."
Seketika keenam belas orang itu tersenyum jahat dong dan seketika semua para bawahan avi menyerang suatu tempat wilayah para musuh berada dan tampaklah para jenderal avi juga menyerang para musuh itu secara membabi buta sekali dan tampaklah para bawahan avi semuanya menyerang para musuh begitu membabi buta tidak ampun sama sekalipun dan banyak.
tanah-tanah berlubangan dan batu-batu didalam dunia itu juga banyak yang retak karena dentuman dari serangan membabi buta dari para bawahan avi dan tampaklah para bawahan avi itu begitu bahagia sekali dan begitu senang sekali karena avi mengizinkan mereka bersenang-senang dengan kekuatan mereka miliki walaupun masih ada.
kekuatan asli mereka dikunci oleh avi tapi enam belas orang itu kekuatannya masih belum avi kunci sama sekalipun dan tampaklah dentuman-dentumanan dari yang lakukan oleh para bawahan avi banyak terdengar dan dirasakan oleh penjuru dunia akan tetapi selain wilayah avi karena dibawah dari wilayah avi itu bisa meresap dentumana keras dan suara yang begitu keras karena ada batu bernama penyerap gelombang radius.
Tampaklah para bawahan avi dan enam belas orang itu telah ada diruangan avi kerja dan tampaklah mereka semua berlutut dihadapan avi yang lagi duduk dikursi kerjanya dan avi berkata.
"Jadi ada apa kalian kemari lagi?."
Mereka semua berkata.
"Kami telah menyelesaikan yang apa anda perintahkan kepada kami."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baik,kalian boleh istirahat."
Mereka berkata.
"Baik,my lord."
Tampaklah seketika ada yang mengangkat tangan kanannya dan berkata.
"Anu?."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Orang itu berkata.
"Apakah kami boleh kami yang berjumlah enam belas boleh disini dulu tidak tuan?."
"Ada yang kami ingin katakan kepada anda."
Avi berkata.
"Hmmmm?,begitu ya."
"Baik,boleh kok."
Tampaklah keenam belas orang itu senang dong dan para bawahan avi mulai berkeluaran dari ruangan avi kerja selain enam belas orang itu tersebut dan setelahnya avi berkata.
"Jadi ada apa yang kalian mau katakan kepadaku ya?."
Midy berkata.
"Tuanku."
"Kami sudah mengetahuinya kalau anda benar-benar sudah berubah banyak ya."
"Karena kami tidak biasa anda tersenyum dan tertawak pada saat kami masuk kesini."
"Akan tetapi apakah itu wujud anda yang aslikah,tuanku?."
Avi berkata.
"Tidak,ini bukanlah wujud asli sama sekalipun."
Midy berkata.
"Jadi wujud anda asli anda bagaimana?."
Avi berkata.
"Baiklah,aku akan menunjukkannya kepada kalian semuanya."
Avi seketika berubah kewujud aslinya yaitu wujud sosok hitam pekat dan mata berwarna putih bersih dan tampaklah enam belas itu hanya terbengong saja dan mereka semua seketika tersenyum dong dan mereka semua berkata.
"Begitu ya."
"Anda memang benar-benar asli ya."
"Wahai raja kegelapan null."
Avi berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya."
Kiko berkata.
"Saya sudah tau kalau anda banyak berubah ya."
"Kami pada saat dulu andalah yang mengadopsi kami pada kami waktu kecil."
"Anda banyak mengajarkan kami banyak hal pada saat kami waktu kecil."
"Banyak membuat kami tertawak lepas,tersenyum dan membuat kami bahagia sekali."
"Anda terkadang tidak membedah-bedahkan oleh anda sama sekalipun."
"Dan kami dikasih sayangi oleh anda tanpa dibedah-bedahkan sama sekalipun."
"Wahai tuanku."
Avi seketika senang dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah ada dua seorang wanita yang lagi duduk dikursi meja dan tampaklah mereka berdua ada dikafe dan tampaklah mereka sedang meminum teh dan memakan makanan ringan dan mereka berdua adalah dua orang pernah avi tolong pada waktu itu yang mana avi menyamar jadi kakek-kakek tua dan mereka berdua saling berhadap-hadapan dan orang sebelah depan berkata.
"Jadi apakah kamu taukah kalau raja negara ex tizio sudah merebut kembalik kekuasaan kerajaan lain dari musuh."
Orang pada sebelah belakang berkata.
"Tidak,aku tidak tau tentang soal itu tersebut."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Apalagi waktu itu kita hampir dibunuh oleh orang-orang kuat."
"Yang mana orang-orang kuat itu duduk ditumpukan mayat-mayat para musuh."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi kita dibolehin pergi dari kota itu tersebut."
"Tapi kalau tidak diberi kesempatan pergi pastih kita akan tewas ditempat itu tersebut."
Sebenarnya yang orang itu katakan adalah ceritanya yang menandangi sebuah kota akan tetapi dia sendiri ketakutan karena ada orang-orang duduk ditumpukan mayat-mayat yang mana orang-orang yang duduk ditumpukan mayat-mayat adalah para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya dan orang sebelah depan berkata.
"Begitu ya."
"Tapi untunglah pada saat itulah kita dibolehin pergi."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Tapi siapa ya,nama raja negara ex tizio ya?."
"Hmmmmmm?."
"Aku masih tidak tau sih."
"Karena aku mendengarnya sudah sungguh hebat kali dia dan dia juga masih muda sih."
Orang sebelah belakang berkata.
__ADS_1
"Oh,namanya adalah avi day lict ya."
Terkejut dong mereka berdua karena seketika teringat sesuatu pada nama avi itu tersebut dan orang sebelah depan berkata.
"Ehg?!."
"Tungguh sebentar."
"Kayaknya tidak asinglah nama ini tersebut?."
Orang sebelah belakang berkata.
"Ehg?!."
"Benar juga,aku tidak asing dengan namanya itu tersebut."
"Walaupun namanya seperti kita mengenalnya sejak dulu ya."
Orang sebelah depan berkata.
"Ehg?!."
"Memang begitu sih."
"Tapi siapa ya nama itu tersebut."
"Seolah kita mengingat nama itu tersebut."
"Hmmmmmm?."
"Siapa ya?."
Orang sebelah belakang berkata.
"Gimana kita pergi ex tizio?."
Orang sebelah depan berkata.
"Ehg!."
"Pergi keex tizio?."
Orang sebelah belakang berkata.
"Iya."
"Aku juga ingin tau gimana kota negara itu tersebut."
"Karena aku ingin mencaritau siapa avi day lict itu tersebut."
Orang sebelah depan berkata.
"Oh,baiklah kalau begitu."
"Aku juga ikut."
"Jadi palingan dia seorang playboykan."
"Karena dia masih muda."
Orang sebelah belakang berkata.
"Begitu ya."
"Benar sih,tapi aku cari dululah siapa avi day lict ini tersebut."
Tampaklah dua hari berlalu tampaklah dua orang wanita itu tersebut sudah ada dikota avi tinggali itu tersebut dan tampaklah mereka berdua sedang berjalan-jalan dikota avi tinggali itu tersebut dan tampaklah mereka begitu bersenang-senang dikota avi tinggali tersebut dan tampaklah mereka berdua begitu senang sekali dengan hal-hal yang ada dikota avi itu tersebut dan orang sebelah kanan berkata sambil berjalan.
"Hmmmm!."
"Enaknya!."
"Disini semua begitu menyenang sekali ya."
"Banyak hal-hal begitu menyenangkan sekali ya."
"Dan banyak hal-hal aku belum kita ketahui ya."
Orang sebelah kiri berkata.
"Iya,kamu benar ya."
"Banyak yang belum kita ketahui ya."
"Disini begitu menyenangkan sekali ya."
"Tapi?."
"Kenapa disini tidak ada kastil atau istana ya?."
"Tapi hanya bangunan putih berbentuk kota itu sajalah yang ada."
"Tapi istana atau kastil tidak ada sama sekalipun."
"Apakah disini tidak ada sistem pemeritahan kerajaankah?."
"Atau pembangunan kastil atau istana begitu besar sekalikah untuk raja negara ini."
"Jadi mereka membangun bangunan kota yang berwarna putih itu tersebut untuk mengantikan kastil atau istana kerajaankah?."
"Akupun masih belum begitu tau sih."
"Haaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah ada seseorang laki-laki itu tersebut sedang berlari begitu terburu-buru dan tampaklah laki-laki itu tersebut tidak sengaja kesentuh badan wanita yang sebelah kiri dan tampaklah wanita sebelah kanan itu marah-marah dong.
tapi laki-laki itu sudah meminta maaf kepadanya dan tapi wanita itu tetap tidak mau memaafkan orang itu tersebut dan wanita itu masih marah-marahi laki-laki itu tersebut dan dua wanita itu pergi karena sudah tidak nyaman dengan laki-laki itu tersebut dan laki-laki itu hanya.
terbengong saja dengan hal itu tersebut karena masih bingung dengan hal itu tersebut dan tampaklah laki-laki barang sesuatu dari dua wanita itu jatuhi dan laki-laki itu mengambil barang itu tersebut dan laki-laki itu tersebut hanya tersenyum saja dan sebenarnya laki-laki itu adalah avi yang sedang nyamar dan dua wanita itu adalah wanita yang tadi itu tersebut.
Tampaklah wanita sebelah kiri itu masih marah-marah dong tentang hal itu tersebut dan wanita sebelah kanan itu mencoba meredahkan amarah wanita sebelah kiri itu tersebut dan seketika ada seseorang berhenti berjalan dibelakang mereka dan dua wanita itu menyadarinya seseorang itu tersebut dan mereka berdua juga berhenti.
berjalan juga dan tampaklah dua wanita itu masuk kesuatu ruangan dan tampaklah dua wanita itu berjalan mendekati sebuah kursi meja dan tampaklah seketika wanita itu berhenti berjalan dan tampaklah seketika seseorang memutarkan kursinya kearah wanita itu tersebut dan tampaklah dua wanita itu kaget dan terkejut dong karena itu adalah avi tapi masih menyamar dong dan wanita sebelah kanan berkata.
"Kenapa kamu masih disini!."
"Hah!."
"Kamu tidak tau diri menabrak tubuhku!."
Avi berkata.
"Kan aku sudah minta maafkan?."
Wanita sebelah kanan berkata.
"Jadi kenapa kami dipanggil kesini?."
"Apakah kamu marah tidak terimakah karena aku marah-marah terhadap dirimu?!."
Avi berkata.
"Tidak,bukan itu kok."
"Tapi aku masih tidak mengerti kenapa kamu marah-marah begitu kepadaku?."
"Padahal aku sudah minta maafkan?."
Wanita sebelah kanan berkata.
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Begitu ya."
"Jadi ada apa kamu memanggil kami kesini?."
"Siapa kamu sebenarnya?."
"Kenapa kamu bisa ada dibangunan tempatnya sang raja negara ini tersebut?."
Avi seketika tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
Seketika avi menghilangkan serbuk penyamarnya dan tampaklah wujud manusia avi sebenarnya sudah muncul dan tampak dua wanita itu hanya terbengong saja dong karena mereka tidak tau kalau avi itu tampan sekali dan tampaklah serena masuk keruangan avi berada dan serena berjalan kearah avi dan seketika serena berhenti berjalan dan serena berkata.
"Lapor my lord."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
Terkejut dong dua wanita itu dan serena berkata.
"Lapor my lord."
"Sistem yang anda perintahkan telah selesai."
Avi berkata.
"Begitu ya,serena."
Serena berkata.
"Tapi my lord?."
"Siapa mereka berdua ya,my lord?."
Avi berkata.
"Ha,mereka berdua adal-."
Wanita sebelah kanan berkata.
"A-apakah a-anda nona serenakah?."
"Pahlawan peringkat kesatukah?."
Serena berkata.
"Iya,itu memanglah aku."
"Jadi ada apa ya?."
"Kalian berdua siapa ya?."
Wanita sebelah kanan berkata.
"Ha,kami berdua adalah."
"Aku adalah vina dan dia."
Wanita sebelah kiri berkata.
"Aku adalah resy."
Serena berkata.
"Oh,begitu ya."
Wanita sebelah kanan berkata.
"Jadi kenapa siapa orang ini,nona serena?."
Serena berkata.
"Oh,soal itu."
"Dia adalah my lord avi."
"Dia adalah avi day lict."
"Dia merupakan pemimpin disini."
Terkejut dong mereka berdua dan mereka berdua berkata.
"Apa!!!."
"Ra-raja a-a-avi day lict!."
Serena berkata.
"Iya,itu benar."
"Jadi kalian siapa ya?."
"Kenapa kalian ada disini ya?."
Wanita sebelah kanan berkata.
"Ha,soal itu?."
Wanita sebelah kanan berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Dia seorang raja negara ini!!!!!!."
"Kenapa aku marah-marah kepadanya!."
"Gawatlah!."
"Pastih aku akan tewas disinilah!."
"Kenapa menjadi seperti ini!!!!!!!!!."
__ADS_1