Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Berkelahi dengan tiga orang kuat.chapter 84


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi menikmati sebuah teh sambil duduk dikursi kerjanya tersebut akan tetapi serena ada didepan avi dengan keadaan berdiri didepan avi yang lagi duduk dikursi kerjanya dan avi berkata.


"Jadi ada apa serena kamu datang kesini?."


Serena seketika cemberut dan serena berkata.


"Kenapa saya tidak hamil!!!."


"Kenapa hanya delapan orang istri anda saja yang hamil!!!."


"Kenapa saya tidak!."


"Walaupun ada yang tidakhami istri anda!!!."


"Kenapa saya tidak hamil!!!."


Seketika avi mencengkram kepalah serena dan avi seketika menatap tajam serena dan avi berkata.


"Bisa diam tidak?."


Tampaklah serena ketakutan sekali dan serena berkata.


"Ba-baik!."


Avi berkata.


"Kamu tau tidak,mungkin kamu belum bisa hamil tau."


Serena berkata dengan ketakutan sekali.


"Ba-baik,sa-saya mengerti m-my lord."


Avi berkata.


"Baiklah kalau begitu."


Tampaklah avi melepaskan cengkraman tangan avi dari kepalah serena dan avi duduk lagi semula dan avi berkata.


"Aku tidak tau kamu tidak bisa hamil."


"Tapi kamu sendiri pastih akan hamil."


"Walaupun perkataanmu sangat membingungkan sekali bagiku sendiri."


Serena berkata.


"Be-begitu ya,my lord."


Tampaklah serena begitu sedih sekali dan avi menyadarinya hal itu tersebut dan avi berkata.


"Kamu tau tidak."


"Mungkin tuhan belum bisa memberimu anak."


"Karena tuhan tau yang terbaik bagi makhluknya sendiri."


"Mungkin kamu akan hami dan mendapatkan anak yang cukup baik nantinya."


Seketika senang dengan hal tersebut dan seketika serena tersenyum dan serena berkata.


"Begitu ya,wahai my lord."


Avi berkata.


"Aku tidak tau kenapa kalian terlihat bagaikan seperti seorang budak saja pada dihadapanku."


"Tapi kalianlah seorang budak akan tetapi."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Aku sangat mencintai kalian walaupun kalin seperti budak pada saat dihadapanku."


Seketika serena malu dan seketika serena tersenyum dan serena berkata.


"Begitu ya,my lord."


"Begitu ya,wahai my lord."


Tampaklah sifat mesum serena telah keluar kembalik dan tampaklah avi pasrah saja dengan hal tersebut dan avi berkata.


"A-ada apa serena?."


"Ke-kenapa napasmu seperti berat begitu?."


Serena berkata.


"Tidak,tidak apa-apa wahai my lord."


"Hanya saja."


Seketika serena tersenyum dan seketika serena memeluk avi dan serena berkata ditelinga avi.


"Aku benar-benar mencintaimu,wahai my lordku."


Seketika avi panik dengan hal tersebut dan avi berkata.


"Be-begitu ya,serena."


Tampaklah setelahnya tampaklah avi yang lagi bersantai diruang kerjanya dan seketika vema masuk keruangan kerja avi tersebut dan vema berjalan mendekati avi dan vema mengasih sebuah surat keavi dan avi membaca surat tersebut dan avi berkata.


"Ehg?."


"Kerajaan dari kepulauan lain akan datang kemari?."


Vema berkata.


"Iya,my lord."


"Kerajaan dari kepulauan diseberang akan datang kemari."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi mereka akan datang kesini beberapa lama?."


Vema berkata.


"Ha,kalau tidak salah tujuh harilah my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kayaknya mereka tidak mungkin akan percaya kalau delapan belas pelayan menyambut mereka didepan."


"Karena kalian biasa melakukannya-kan?."


Seketika vema tersenyum dan vema berkata.


"Tenang saja,wahai my lord."


"Kalau tugas itu kami tugasi kepada bawahannya zers."


"Tapi kalau kami akan berdandan kayak mirip seperti seorang ratu negara."


Avi berkata.


"Begitu ya?."


"Apakah kalian dapat percayakah?."


"Karena biasanya kalian memakai baju pelayan saja setiap harinya walaupun sudah menyuruh kalian pakai baju biasa saja tapi sedikit cantik sih."


Vema berkata.


"Tenang saja,wahai my lord."


"Biar kami yang mengatasi hal tersebut."


"Karena kami bisa berdandan layak seperti seorang ratu yang begitu cantik sekali."


"Walaupun kami sering memakai baju pelayan ini tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Seketika avi tersenyum dan beberapa hari kemudian hari dan tampaklah kerajaan-kerajaan dari kepulauan lain sudah datang kekota avi tinggali tersebut dan tampaklah orang-orang dari kerajaan-kerajan kepulauan lain tersebut diantari untuk menujuk tempat khusus untuk tamu,tampaklah raja negara jomblo ikut dengan hal tersebut karena dirinya sebagai pemandu saja bagi orang-orang kerajaan itu tersebut.


Tampaklah para istri avi yang tidak sengaja berjumpah dengan para tamu tersebut dan para istri avi memberi salam seperti seoran ratu atau putri kerajaan dan tampaklah seketika para tamu terkagum-kagum dengan kecantikan para istri avi tersebut dan para istri avi memakai gaun begitu cantik kalau dilihat dan itu membuat para istri avi terlihat cantik dan sampai-sampai para tamu membisik-bisikan satu sama lain dan raja negara jomblo begitu pasrah saja karena dia tau kalau para tamu tidak tau sifat ai para istri avi tersebut dan raja negara jomblo berkata didalam dirinya.


"Haaaaaaa."


"Mereka tidak mengetahui sifat istri avi."


"Karena sifat istri avi begitu sadis dan mengerikan sekali."


"Walaupun terlihat cantik jelita."


"Haaaaaaa."


Tampaklah para tamu tersebut sudah masuk kebangunan yang khusus untuk para tamu tersebut dan para tamu itu sudah duduk dikursi yang sudah disediakan oleh para bawahan avi dan avi sudah masuk kebangunan tersebut dan avi juga duduk dikursi yang sudah disediai oleh para bawahannya dan tampak para tamu sangat begitu menikmati sajian yang sudah diberikan oleh para bawahan avi dan avi berkata.


"Jadi ada apa raja dan ratu dari kerajaan kepulauan lain datang kesini?."


Salah satu raja disitu berkata.


"Ha,kami hanya ingin tau seperti apa negara ex tizio itu tersebut."


"Tapi kami sudah tau sekarang gimana kerajaan ex tizio tersebut."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi apakah masih ada lagikah?."


"Kenapa raja dan ratu dari kerajaan kepulauan lain datang kesini?."


Salah satu raja disitu berkata.


"Ha,mungkin kami ingin membahas perdangan."


Yang lain menganggu selain raja negara jomblo dan mereka berkata semua kecuali raja negara jomblo.


"Iya,itu benar."


"Kami ingin membahas perdagangan."

__ADS_1


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kenapa kalian mau berdagang dengan negaraku?."


"Padahal masih ada kerajaan lainkan selain negaraku?."


Tampaklah mereka semua tertunduk terdiam kecuali raja negara jomblo dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kalian tertunduk terdiam begitu?."


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian semua?."


Salah satu raja disitu berkata.


"Karena itu ulah tiga penguasa kuat."


"Yang mana mereka bertiga merebut kekuasaan kerajaan-kerajaan kami."


"Mereka bertiga sudah dikalahkan atau juga disingkirkan dari pulau kami tinggal."


"Dan yang mana juga mereka bertiga sudah berhasil menguasai beberapa tempat dan pulau lainnya."


"Dan mereka juga melarang kami berdagang dengan kerajaan-kerajaan lain yang ada dipulau ini tersebut."


"Yang mana kalau kami berdagang dengan kerajaan-kerajaan lain maka negara kami bisa dihancuri."


"Karena ada beberapa negara kerajaan telah dihancuri oleh tiga penguasa tersebut."


"Akan tetapi tiga penguasa tersebut tidak mengetahui kerajaanmu."


"Yang mana mereka mengira kerajaanmu hanya kerajaan kecil saja dan mereka mengira juga tidak bisa menganggu mereka bertiga."


Avi berkata.


"Siapa mereka tiga penguasa kuat tersebut?."


Salah satu raja disitu berkata.


"Mistik."


Avi berkata.


"Oh,mistik ya?."


Tampaklah seketika tatapan para istri avi yang ikut diperundingan tersebut menjadi tatapan tajam dan para istri avi berkata dengan naga suara kecil.


"Mistik ya?."


Seketika para istri avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Mistik merebut kekuasaan kalian dan mereka juga melarang kalian berdagang dengan negara lain ya."


"Memang aneh sih?."


Tampaklah avi mencoba memikirkan hal itu tersebut dan avi seketika mempunyai jawabannya dan avi berkata.


"Baik,aku akan berdagang dengan negara kalian."


"Dan aku juga membantu kalian kalau mendapatkan masalah dinegara kalian kalau kalian diserang tiga penguasa tersebut."


Seketika para tamu itu senang sekali dan para tamu mulai bahagia lagi kembalik dan kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi duduk dikursi kerjanya akan tetapi serena sedang berdiri didepan avi dan avi berkata.


"Jadi ada apa serena?."


"Ada apa kamu datang kesini?."


Tampaklah serena seketika cemberut dan serena berkata.


"Kenapa aku belum hamil juga!!!."


"Kenapa aku masih belum hamil sama sekalipun!."


Seketika avi menatap tajam serena dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Apakah masih urusan itukah?."


Seketika serena ketakutan sekali dan serena berkata.


"Ti-tidak,bukan i-itu my lord yang saya ma-maksud!."


Avi berkata.


"Jadi ada apa?."


Serena berkata.


"Ehem."


"A-apakah a-anda bisa mengajari saya berpedang?."


Avi berkata.


"Berpedang?."


"Untuk apa aku melatihmu?."


"Apalagi kamu seorang pahlawan."


Serena berkata.


"Ta-tapi sa-saya ingin mendapatkan cara berpedang yang baru."


"Ka-karena anda terlihat ahli berpedang."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Avi menyadarinya kalau serena masih ketakutan sekali karena tubuh serena masih bergemetaran ketakutan sekali dan avi berkata.


"Baiklah kalau begitu."


"Baiklah,aku akan melatihmu."


"Walaupun aku tidak tau melatih seseorang."


Seketika serena senang sekali dengan hal tersebut dan serena berkata.


"Terima kasih banyak,my lord."


Avi berkata.


"Iya,sama-sama."


Tampaklah avi sudah dipada rumput yang sangat luas akan tetapi didepan avi ada berdiri serena didepannya yang lagi memegang pedang kayu begitu juga avi memegang pedang kayu dan avi berkata.


"Baik,waktunya kita mulai sekarang."


Serena berkata.


"Ba-baik,my lord."


Avi seketika tersenyum jahat dan avi seketika bergerak begitu cepar sekali dan tampaklah avi yang terus-menerus menyerang serena dan akan tetapi serena masih belum bisa menyerang avi karena kecepatan avi yang begitu cepat sekali dan tampak serena hanya bisa menahan serangan avi saja dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kamu masih belum bisakah,serena?."


Seketika avi tersenyum jahat dan tampak avi yang masih menyerang serena terus-menerus walaupun avi hanya bercanda saja dan serena berkata.


"Sa-saya tidak bisa menyerang kembalik anda."


"Ka-karena kecepatan anda begitu cepat sekali bagi saya."


Avi seketika berhenti menyerang serena dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah,kita latihan seperti normal saja."


"Baiklah,waktunya kita mulai sekarang juga."


Seketika avi tersenyum jahat dan serena berkata.


"Ba-baik,my lord!."


Tampaklah serena bergerak begitu cepat sekali walaupun tidak secepat avi dan tampak avi masih mampu menyerang kembalik serena dan tampak avi dan serena berlatih berpedang secara normal walaupun memakai kecepatan tinggih sekali,tampaklah serena yang sudah kelelahan sekali dengan hal tersebut dan avi seketika tersenyum jahat dan avi seketika bergerak dengan cepat sekali dan tampak avi sudah ada dibelakang serena dan seketika avi tersenyum dan tampak avi hanya memukul kepalah serena dengan lembut menggunkan pedang kayunya.


Tampaklah serena kesakitan dengan hal tersebut walaupun sudah sangat lembut sekali dipukul kepalah serena dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kamu masih mau berlatih denganku lagi tidak?."


"Atau sudah menyerahkah?."


"Beginilah caraku melatih seseorang."


"Aku tidak akan memberi peluang sampai orang tersebut menjadi hebat sekali."


Serena berkata.


"Sa-saya ma-masih belum menyerah."


"Sa-saya masih bisa berpedang lagi dengan anda."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Menarik sekali ya."


Seketika avi tersenyum jahat dan setelahnya serena sudah menyerah saja karena sudah tidak berdaya lagi dengan latihan yang avi berikan tersebut dan avi seketika ingat sesuatu dan avi seketika avi tersenyum jahat,tampaklah avi yang lagi berjalan menujuk kesuatu tempat dan tampak avi mengenakan jubah hitam pekat dan avi seketika berhenti berjalan dan tampaklah ada tiga orang didepan avi dan seketika melihat kearah avi,tampaklah tiga orang itu menatap tajam kearah avi dan tampak mereka bertiga seorang wanita dan akan tetapi yang mana mereka seorang laki-laki berjumlah dua orang dan wanita hanya satu orang.


Tampaklah laki-laki bagian tengah marah sekali karena seseorang didepannya hanya terdiam saja dan laki-laki bagian tengah berkata.


"Siapa kamu sebenarnya?."


"Kenapa kamu hanya terdiam saja didepan kami?."


Avi berkata.

__ADS_1


"Apakah kalian mistikkah?."


Laki-laki bagian tengah berkata.


"Iya,kenapa?."


"Ada masalah denganmu!."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baik kalau begitu."


Laki-laki bagian tengah makin marah sekali dan laki-laki bagian tengah berkata.


"Kurang ajar!."


"Kamu seolah hebat ya!."


"Orang asing!."


"Lihatlah kekuatanku sebenarnya!!!."


Tampaklah kekuatan laki-laki itu dapat menerbangkan satu kota miliknya bersamaan dan laki-laki bagian tengah berkata.


"Nah bagaimana?."


"Kamu sudah ketakutankah?."


"Orang asing."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Wanita itu berkata.


"Nah bagaimana bermain."


Avi berkata.


"Bermain?."


"Kenapa harus bermain?."


Wanita itu berkata.


"Karena kamu sangat begitu berguna karena kamu cukup kuat kalau menjadi budak kami."


Avi berkata.


"Kamu sama saja bermain tapi bertaruh."


"Aku tidak mau bertaruh."


"Aku tidak butuh bertaruh."


"Aku disini hanya numpang lewat saja."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baiklah kalau begitu."


"Kita tetap akan bermain tapi bertaruh."


"Kalau kamu hanya numpang lewat kamu harus bermain dengan kami dulu."


"Baru kamu bisa lewat dari sini."


"Kami mempertaruhkan kami sebagai budakmu dan kamu bisa lewat dari sini kalau kamu menang dalam permainan itu tersebut."


"Tapi kalau kamu kalah maka kamu menjadi budak kami."


"Jadi gimana setujukah?."


Tampaklah tiga orang itu sepakat satu sama lain dan tampaklah bingung dengan perkataan mereka yang tidak dimengerti oleh avi dan avi berkata.


"Aku tidak mau taruhan."


"Kalau begitu aku mutar jalan saja untuk ketempat tujuanku sebenarnya."


Wanita itu berkata.


"Tidak,kamu tetap akan bertaruh."


"Kalau kamu tidak mau maka kamu akan mendapat balasannya dari kami."


Seketika avi tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Mendapatkan balasannya ya."


"Oke,baiklah kalau begitu."


"Memang sungguh kalian terlalu manis sekali ya."


Tampaklah seketika tiga itu marah karena perkataan avi tersebut seolah mengejek mereka bertiga dan laki-laki bagian kiri berkata.


"Oh,begitu ya."


"Sungguh manis ya,kami bertiga?."


Avi seketika tersenyum dibalik penutup jubahnya tersebut dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Baik,kita mulai permainan yang kalian buat tersebut."


Laki-laki bagian tengah berkata.


"Eheh,sungguh menarik sekali ya."


"Orang asing."


"Waktunya sudah tiba."


Seketika kekuatan mereka bertiga sudah diaktifkan tampak kekuatan mereka bertiga benar-benar mengerikan sekali akan tetapi avi masih tenang saja dan avi melihatnya sebagai sebuah video melukis saja,tampaklah mereka bertiga mulai menyerang avi dengan kekuatan mereka miliki tersebut akan tetapi avi dapat menghindari serangan mereka bertiga dengan begitu mudah sekali,tampak mereka bertiga tidak percaya yang mereka lihat tersebut karena gerakan avi begitu cepat sekali bagi mereka lihat tersebut.


Tampaklah mereka bertiga mulai marah karena avi terus-menerus menghindari serangan mereka bertiga lakukan tersebut dan tampaklah mereka bertiga masih terus-menerus menyerang avi tanpa henti walaupun serangan yang mereka timbulkan kehancuran dimana-mana yang mana membuat lubang-lubang ditanah dengan ukuran begitu besar sekali.


Tampaklah mereka bertiga makin marah sekali karena avi dapat menghindari serengan mereka terus-menerus,tampaklah mulai menyerang beberapa skills dan sihir lainnya akan tetapi avi dapat menghindari dengan mudah sekali walaupun kehancuran yang mereka perbuat begitu mengerikan sekali,tampaklah mereka tiga mulai kelelahan sekali dan mereka bertiga berhenti menyerang avi lagi dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kelelahankah dengan begituan?."


Mereka bertiga seketika marah sekali dan wanita itu berkata.


"Kurang ajar dirimu!."


"Kamu siapa sebenarnya!."


"Kenapa bisa dapat menghindari serangan kami bertiga yang begitu mengerikan sekali?!."


Avi berkata.


"Ha,soal itu ya."


"Aku tidak melakukan apapun?."


"Apakah ada yang salahkah?."


Seketika makin marah mereka bertiga dan wanita itu berkata.


"Kamu kurang ajar!."


Tampaklah seorang wanita yang mempunyai telinga kelinci,tampaklah wanita itu melihat tuannya yang begitu tidak berdaya didepan seseorang berjubah hitam yang mana seseorang berjubah itu adalah avi dan wanita itu berlari mendekati tuan dia dan wanita itu berkata.


"Tu-tuan apakah tidak apa-apakah?!."


"A-apa yang terjadi sebenarnya?."


Wanita yang bukan telinga kelinci berkata.


"Kami tidak apa-apa."


Tampaklah wanita telinga kelinci itu marah sekali dan melihat kearah avi dengan begitu marah sekali dan wanita telinga kelinci berkata.


"Kurang ajar dirimu!."


"Berani-beraninya dirimu membuat tuanku terluka!."


Avi seketika teringat sesuatu dengan wanita bertelinga kelinci tersebut dan avi berkata.


"Bukannya kamu wanita bertelinga kelinci waktu itu?."


"Yang mana kamu duduk diatas dahan pohon."


"Yang mana aku kira sebagai kelincilanak."


Seketika makin marah wanita bertelinga kelinci tersebut karena avi menyebutnya sebagai kelincilanak dan wanita bertelinga kelinci berkata.


"Kurang ajar!."


"Berani-beraninya dirimu mengejekku!."


Avi berkata.


"Baik,kalau soal itu aku minta maaf."


"Tapi aku harus pergi sekarang."


"Karena dari tadi aku ingin pergi tapi malah diaja main oleh mereka bertiga."


"Memang keseruan yang tidak masuk akal sama sekalipun."


Seketika bingung wanita bertelinga kelinci tersebut karena wanita bertelinga kelinci tersebut tidak tau apa yang avi maksud tersebut dan wanita bertelinga kelinci berkata.


"Ehg?."


"Diajak main?."


Avi berkata.


"Baik,dah sampai jumpah lagi."

__ADS_1


Tampaklah avi berjalan yang avi tuju tersebut dan tampak wanita bertelinga kelinci tersebut masih kebingungan sekali begitu juga tiga orang yang juga kebingungan karena avi tidak memperdulikan taruhan yang buat tersebut.


__ADS_2