Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Lahirnya seorang anak dan tambahnya bawahan.chapter 42


__ADS_3

Tampaklah disuatu hari tampak avi sedang makan keripik kentang diatas dahan pohon sambil duduk dan sambil melihat tandingan bawahannya dan tampak terus melihat mereka semua dan fahar berkata.


"Jadi aku akan yang akan menang!."


Zers berkata.


"Tidak!."


"Tapi aku yang akan menang!."


Tampak yang lain sudah pasrah karena dari tadi mereka belum menyerah dan sety berkata.


"Haaaa."


"Memang mereka aneh ya?."


"Haaaa."


"Padahal ini hanya bertanding untuk menunjuk kemampuan masing-masing."


"Tapi mereka begitulah."


"Haaaa."


Seketika fahar dan zers berkata.


"Kami akan menunjukkan terbaik kepada my lord avi!."


Tampaklah mereka hanya tersenyum saja dan sety berkata.


"Haaaa,begitu ya."


Tampaklah avi yang masih makan keripik kentang diatas pohon dan avi berkata didalam dirinya.


"Sepertinya dari tadi mereka bertanding tidak jelas ya."


"Tapi kalau aku melihat kekuatan mereka."


"Cukup kuat."


"Tapi."


"Sepertinya mereka belum menunjukkan kekuatan mereka ya."


"Oh iya."


"Sepertinya mereka bertanding untuk memperebut sebuah senjata pedang."


"Yang cukup kuat."


"Sangking kuatnya pedang itu."


"Bisa membelah sebuah pulau satu tebasan saja kayaknya."


"Aku pernah mencoba pedang itu sih."


"Pada aku membuatnya dan mencobanya diskills dunia akhir."


"Dan aku mencobanya disalah satu pulau yang aku buat didunia akhir."


"Dan hal hasil terbelah menjadi dua pulau."


"Haaaaa."


"Mungkin begitulah."


"Oh iya."


"Kalau tidak salah pedang itu bersama dengan baju zirah yang sangat bagus dan keren."


"Kalau tidak salah itu aku membuatnya dari sebuah kartun yang alur ceritanya."


"Tentang peperangan zaman indonesia dulu."


"Kartun itu balik kemasa lalu memakai baju zirah dan pedang cukup modern."


"Cukup keren dilihat."


"Haaaa."


"Begitulah aku mengambil dari kartun itu."


"Tapi aku hanya melihat kartun itu hanya waktu sekolah dasar sih."


"Tapi begitulah."


Tampaklah keripik kentang avi telah habis begitu juga bawahan avi yang telah selesai bertanding dan tampak setelahnya tampak avi menyerahkan pedang itu kepada fahar dan tampak yang lain bersedih dan avi menyadarinya dan avi berkata.


"Tenang saja kalian."


"Kalian tetap dapat hadiah kok."


Tampaklah seketika mereka semua senang dan tampak senang dengan hadiah yang avi kasih berupa peralatan perang yang mereka inginkan.


Tampaklah avi membawak makanan kemeja untuk makan dan setelahnya avi duduk dimeja makan dan memakan makanan itu tersebut tampak avi makan dengan yang lain dan tampak serena kebingungan didepan avi duduk dan avi seketika menyadarinya dan avi berkata.


"Ada apa serena?."


Kenapa kamu tampak kebingungan begitu?."


Serena berkata.


"Ha,soal itu."


"Kenapa anda suka sekali makan menggunakan tangan dari pada pakai sendok?."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Serena berkata.


"Kenapa my lord?."


"Anda suka makan pakai tangan dari pada pakai sendok?."


"Saya banyak melihat anda makan menggunakan tangan setiap hari."


"Dan juga suka makan pakai sayuran-sayuran yang direbus saja dan dimakan dengan anda setiap hari?."


"Kenapa my lord?."


"Dan juga suka memakai kuah masakan dan mencampurnya dengan makanan anda?."


"Kenapa my lord?."


Tampaklah avi hanya tersenyum pada saat makan dan avi berhenti makan dan avi berkata.


"Ha,soal itu ya."


"Aku memang kebiasaanku sih."


"Hehehehe."


"Tapi aku juga suka menggunakan sendok."


"Jadi tenang saja ya serena."


"Kalau kenapa aku suka makan makanan sayuran rebus saja."


"Dan memakai kuah masakan dan mencampurnya dengan makananku."


"Itu karena sangat enak."


"Menurutku."


Tampaklah serena kebingungan dong dan serena berkata.


"Enak?."


"Apakah itu enakkah?."


Avi berkata.


"Iya."


"Itu sangat enak."


"Kamu tau tidak."


"Tempat tinggalku suka makan yang menggunakan makan seperti aku makan."


Tampaklah serena masih kebingungan dong dan serena berkata.


"Tempat tinggal anda?."


Avi berkata.


"Iya."


"Karena tempat tinggalku suka makan begitu."


"Apalagi anak-anak."


Tampaklah seketika serena paham yang dimaksud avi dan serena berkata.


"Begitu ya."


"Baik,saya mengerti my lord."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Jadi kamu sudah paham serena?."


Serena menjawab.


"Iya,my lord."


"Walaupun sebagian tidak aku mengerti my lord."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampak avi makan lagi dan avi berkata didalam dirinya sambil makan.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah ini sudah tujuh bulan mila dan vema hamil."


"Tapi."


"Tampaknya mereka belum ada gejalah apapun kayaknya."


Tampaklah beberapa hari berlalu dan tampak vema dan mila ada dikamar karena mereka tidak enak badan dan tampak avi ada disamping tempat tidur mereka dan avi berkata.


"Kalian sudah baik-baik sajakah dengan sakit kalian berdua?."


Mereka berdua berkata.


"Iya,baik-baik saja my lord."


Vema berkata.


"Tapi."


"Kayaknya kami sangat mengidam buah-buahan atau makanan tertentu."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kayaknya buah yang aku bawak itu sudah cukupkan?."


"Yang ada diatas meja itu."


"Karena biasanya orang-orang hamil banyak keinginan banyak makan buah."


Tampaklah vema tersenyum dan vema berkata.


"Iya,itu sudah cukup my lord."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


Mila berkata.


"Iya,my lord!."


"Jadi anda jangan khawatirkan berlebihan my lord."


"Jadi tenang saja my lord."


Tampaklah avi tersenyum avi dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,aku pamit keluar sebentar ya."


Mereka menjawab.


"Iya,my lord!."


Tampaklah avi berjalan menujuk keluar ruangan dan tampaklah beberapa setelahnya tampak avi bersantai diruangan kerjanya sambil makan jagung meletus dan seketika fahar masuk keruangan avi dan tampak fahar panik dan tampak fahar kebingungan dong karena fahar kebingungan dan avi berkata.


"Ada apa fahar?."


"Kenapa kamu panik begitu fahar?."


Fahar berkata.


"Gawat my lord!."


Avi berkata.


"Ada apa fahar?."


Fahar berkata.


"Nona mila dan nona vema mau melahirkan!."


Tampak kaget dong avi karena avi tidak tau apa-apa hal tersebut dan avi berkata.


"Melahirkan!."


Fahar menganggukkan kepalahnya dan berkata.


"Iya,my lord."


Avi berkata.


"Kalau begitu,kita kesana segera."


Fahar berkata.


"Iya,my lord."


Tampaklah avi dan fahar berlari diruangan rumah sakit dan mencari ruangan vema dan mila melahirkan dan setelahnya avi menemukannya dan masuk keruangan itu dan berjalan mendekati mila dan vema.


Tampak disitu ada serena yang lagi menggendong anaknya vema yang telah lahir dan tampak disitu ada ada fery,verma,gersy,dan lain sebaginya.


Tampak avi melihat anaknya mila yang digendong mila dan tampak mila tersenyum dan mila berkata.


"My lord anak kita telah lahir."


Avi berkata.


"Ehg!iya."


"Apakah aku boleh menggendongnya?."


Mila berkata.


"Iya,my lord."


Tampaklah avi menggendong bayi itu dan tampaklah avi tersenyum dan avi membisikan sesuatu ketelinga bayi itu yang berupa azan dari agamanya avi dan setelahnya avi telah selesai dan tampak mila kebingungan dong dan mila berkata.


"My lord,apa yang ada bisikan kebayi kita?."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Aku membacakan lantunan yang harus dibayi telah lahir."


Tampaklah mila tersenyum dan mila berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi melihat keanak vema dan avi berkata.


"Hei,serena."


"Berikan anak itu kepadaku?."


Serena berkata.


"Baik,my lord."


Tampaklah avi menaruh anak bayi mila dan avi menggendong bayi milik vema dan avi membisikan lantunan azan ketelinga bayi milik vema dan tampak avi melihat bayi itu dengan tersenyum dan seketika mila teringat sesuatu dan mila berkata.


"Oh iya,my lord!."


Avi berkata.


"Ada apa mila?."


Mila berkata.


"Nama apa yang anda berikan kepada bayi ini dan bayi yang anda ngendong itu?."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Nama?."


Mila berkata.

__ADS_1


"Iya,karena anda ayah mereka."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi masih kebingungan dong karena tidak tentang hal begituan dan avi seketika paham dan avi berkata.


"Kalau begitu,nama mereka berdua adalah!."


"Zaly dan symia."


"Gimana apakah sukakah nama itu?."


"Kalau tidak suka bisa aku ganti sih."


"Hehehe."


Tampaklah vema dan mila saling melihat satu sama lain dan tampak mereka tersenyum melihat avi dan mila berkata.


"Bagus kok my lord."


Avi berkata.


"Begitu ya."


"Karena anaknya mila adalah perempuan dan anak vema laki-laki."


"Maka namanya symia dan zaly."


Mila berkata.


"Iya."


Tampaklah beberapa harinya tampak avi bersantai diruangan kerjanya sambil makan jagung meletus dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.


"Oh iya."


"Kalau tidak salah."


"Haaaaa."


"Biasanya orang-orang yang mempunyai anak akan disibutkan dengan anaknya."


"Kayak pada para pahlawan yang telah ada sebuah anak."


"Aku banyak melihat film kartun pahlawan yang mempunyai anak."


"Akan bosan dengan misinya karena lelah dengan anaknya."


"Walaupun dia tokoh jahat."


"Tapi."


"Dia akan dikalahkan dengan anaknya."


"Karena kesibukan menjaga anaknya untuk menggantikan istrinya."


"Walaupun sekuat apapun orangnya."


"Mereka akan malas dan tidak mau lagi menjadi kuat."


"Karena anaknya itu."


"Haaaa."


"Tapi begitulah para pahlawan yang aku ketahui."


"Mereka menganggap bertanggung jawab sebagai ayah akan mudah."


"Dan menjaga anak."


"Tapi mereka seketika menyerah bagaikan sudah menyerah dengan musuh dengan kekuatan sangat besar."


"Haaaa."


Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata dengan mulutnya.


"Lebih baik aku kesana saja kayaknya."


Tampak avi menaruh mangkuk telah kosong dengan jagung meletus avi makan tadi dan avi seketika berdiri dari kursinya dan berpindah tempat.


Tampaklah setelahnya tampak serena masuk keruangan avi tapi serena kebingungan dong karena avi tidak ada diruangannya dan tampak serena sudah mengetahuinya dan tampak serena sudah pasrah dan serena berkata.


"Haaaa."


"Kayaknya my lord pergi ya."


"Haaaa."


Tampaklah serena pergi keluar ruangan dan tampaklah avi berjalan-jalan dihutan dan tampaklah seketika avi berhenti berjalan dan avi melihat sebuah kelompok yang dikepung dengan kelompok yang mau membunuh mereka dan tampak avi melihat mereka dibelakang sebuah pohon dan tampak kelompok itu sudah pasrah disebuah lapangan rumput dan avi menatap tajam mereka dan avi berkata didalam dirinya.


"Kayaknya aku harus bantu mereka kayaknya."


"Tapi."


"Kenapa ada monster-monster tingkat atas disitu?."


"Hmmm."


"Tapi?."


Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Lebih baik membunuh mereka semua saja?!."


Tampaklah avi menatap tajam mereka dari jarak jauh sambil tersenyum jahat dan tampak para pemimpin dari kelompok yang dikepung tampak sudah pasrah karena tidak ada cara lain dan salah para pemimpin kelompok itu berkata.


"Gimana ini?!."


"Tidak ada cara lain kita kabur lagi?!."


Akan seketika para kelompok yang mengepung mereka terbantai habis dan kepalah-kepalah mereka putus semua dan tampak para pemimpin yang dikepung kaget dan terkejut dong dan tidak percaya yang mereka lihat dan salah satu pemimpin kelompok itu berkata.


"Ha!a-apa yang terjadi sebenarnya?!"


"Si-siapa yang membunuh mereka semua?!."


Tampaklah para orang-orang yang mengepung mereka telah tewas semua dan tampak mereka melihat seseorang yang berjalan mendekati mereka dan salah satu pemimpin kelompok itu berkata.


"Si-siapa orang itu?!."


"A-apakah itu se-seorang manusia?!."


Salah satu pemimpin kelompok itu berkata.


"I-iya."


"Itu benar sekali?!."


"I-itu seorang manusia."


dan tampak manusia itu sudah berhenti berjalan dan manusia itu berdiri didepan mereka dan sebenarnya manusia itu adalah avi yang menyerang orang-orang yang mengepung mereka dan salah satu pemimpin kelompok itu berkata.


"Ka-ka-kamu siapa manusia?!."


"Se-sejak kapan kamu sekuat ini?dan datang apa kamu kemari?."


Avi berkata.


"Aku hanya menolong kalian saja."


"Tapi kenapa kalian berkata begitu?."


"Aku apakah aku kuatkah?."


Tampaklah mereka masih ketakutan dan tampak kebingungan yang apa dikatakan avi dan avi pun sadar dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi kenapa kalian diserang?."


Salah satu pemimpin mereka berkata.


"Kami serang pada wilayah kami."


"Pada saat kami ada diwilayah kami."


"Para monster-monster dan para iblis menyerang kami."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Wilayah?."


"Apakah wilayah kalian diserangkah?."


Salah satu pemipin mereka berkata.


"Iya,itu benar."


"Tapi kami berbedah tempat tinggal."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Berbedah?."


"Iya."


"Kami setiap ras disini berbedah tempat tinggal."


"Kami yang ada disini serang sama seperti kami ini."


"Seperti salah satunya ada dirawa-rawa,dihutan,ditepi laut,dan digunung."


"Tapi."


"Kami diserang semua dan kami tidak ada tempat lain."


"Selain tempat ras aku tinggal."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi memikirkan hal tersebut dan tampak seketika paham masalah hal tersebut dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.


"Gimana kalian baliklah ketempat tinggal kalian."


"Karena disini sedikit tidak bagus untuk kalian."


Seketika mereka semua terkejut dong dan salah satu pemimpin mereka berkata.


"Ta-tapi?!."


"I-i-itu cukup bahaya untuk kembalik?!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Tenang saja soal itu."


"Kalian tetap aman kok."


"Tenang saja."


Tampak mereka masih belum percaya yang dikatakan avi dan salah satu pemimpin mereka berkata.


"Ta-tapi?!."


"I-itu mustahil?!."


Tampak seketika pandangan mereka semua seketik aneh pada saat mereka melihat avi dan tampak mereka melihat avi yang berubah sosok hitam dan berubah lagi kesosok manusia dan tampak kebingungan dong dan avi berkata.


"Ada apa?."


"Kenapa kalian diam saja begitu?."


Mereka berkata.


"Ehg!bukan apa-apa?!."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata."


Begitu ya."


Salah satu pemimpin mereka berkata.


"I-iya,tenang saja."


"Kami paham kok."


"Maksudmu itu."


"Jadi tenang saja ya."


Tampaklah avi tampak kebingungan karena mereka tampak panik begitu dan avi berkata.


"Begitu ya."


Dan tampak avi tersenyum dan avi seketika mendekati mereka dan setelahnya avi mengeluarkan sebuah kalung yang ada sebuah batu kristal berwarna biru muda yang mana batu itu ada sebuah teknologi berupa pelacak yang dibikin avi yang tampak seperti batu kristal biru muda yang besar.


Tampaklah mereka kebingungan dong dan salah satu pemimpin mereka berkata.


"Ehg!."


"Apa ini?."


Avi berkata.


"Ini ya."


"Ambilah ini kalau kalian diserang lagi."


Tampaklah avi mengasih kalung itu ketangan salah satu pemimpin kelompok itu dan tampak pemimpin yang memegang kalung itu kebingungan dong dan orang itu berkata.


"A-apa ini sebenarnya?!."


Avi berkata.


"Tenang saja."


"Kalau begitu,aku pamit pergi ya."


Tampaklah mereka terkejut dong dan avi tampak sudah berbalikkan badannya dan pergi berjalan untuk pulang dan tampak mereka masih kebingungan dong dan tampak mereka terus melihat avi yang masih berjalan dan mulai menjauh.


Tampaklah avi yang lagi mengerjakan sebuah surat-surat dan tampak setelahnya avi sudah menyelesaikannya dan avi berkata.


"Huhaaaa."


"Akhirnya selesai juga."


Seketika avi terkejut dong dan avi berkata.


"Itu tidak mungkin!."


Tampaklah seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah seketika tujuh jenderal avi masuk keruangan avi kerja dan tampak kebingungan dong karena mereka datang ruangan avi tidak disuruh datang dan tampak mereka berlutut dihadapan avi dan avi berkata.


"Ha,ada kamu kalian datang kemari?."


"Padahal aku tidak memanggil kalian?."


Rifer berkata.


"Lapor my lord!."


Avi berkata.


"Ada apa rifer?."


Rifer berkata.


"Apakah kami boleh anda ajarkan tendang skills yang belum kami ketahui."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Apa maksudmu rifer?."


"Skills?."


Rifer berkata.


"Iya,my lord."


"Apakah bisa ajari kami skills yang kami tidak ketahui."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah avi masih kebingungan dong dan seketika avi paham yang rifer katakan dan avi berkata.


"Baik,aku akan mengajari kalian."


Seketika mereka senang dan tampak avi tersenyum dan setelahnya tampak avi dan yang lain sedang berjalan yang mereka tuju dan tampak orang-orang pernah ditolong avi waktu itu tampak mereka sedang panik disebuah ruangan dibawah tanah dan tampak para pemimpin kelompok itu sedang berkumpul disebuah meja dan duduk kursi meja.


Dan tampak mereka panik sekali dan salah satu pemimpin(pemimpin dari ras rawa)berkata.


"Gi-gimana ini?!."


"Kita tidak bisa begini terus!."


Salah satu pemimpin(pemimpin dari ras tepi laut)berkata.


"Iya,kita tidak bisa menang."


"Apalagi sebuah kalung yang dikasih manusia itu tidak bisa berguna."


Pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Tapi aku tetap percaya dengan manusia itu."


"Karena mungkin belum bisa hidup kemampuan kalung itu."


Pemimpin(dari ras tepi laut)berkata.

__ADS_1


"Mana mungkin itu!."


"Apakah dia hari itu pernah berkata begitukah?!."


Pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Iya,karena perkataannya itu ada maknanya."


"Aku yakin akan bisa berguna kalung itu."


Tampak para pemimpin lain menatap tajam pemimpin(dari ras hutan) dan pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Haaaa."


"Tapi kenapa ya?."


"Raja kegelapan kita yang menjadi tuan kita."


"Kenapa dia menyerang kita ya."


"Kayak waktu itu yang diserang oleh salah satu bawahan raja kegelapan itu tersebut."


Pemimpin(dari ras tepi laut)berkata.


"Aku pun tidak tau juga?."


"Kenapa raja kegelapan menyerang kita semua."


"Dan apa tujuan raja kegelapan menyerang kita semua?."


Tampak seketika dinding ruangan mereka hancur dan tampak ada yang masuk keruangan itu dari hancur dinding ruangan itu dan mereka kaget dong dan pemimipin(dari ras tepi laut)berkata.


"Gimana mungkin!."


"Iblis bawahan raja kegelapan itu sudah mengetahui tempat tinggal kita!."


Tampaklah mereka mulai diserang berbabi-buta iblis itu dan tampak mereka semua telah terkepung oleh bawahan raja kegelapan itu dan tampak para pemimpin mereka telah terluka parah sekali dan tampak pemimpin dari ras hutan mengangkat tangan kanannya sambil memegang ditangan kanannya sebuah kalung yang pernah avi kasih dan pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Aku mohon bergunalah!!!."


Tampak seketika sebagian orang-orang yang mengepung mereka tewas menjadi debu karena sebuah sihir dan tampak mereka kaget dong dan mereka melihat seseorang bertopeng yang berjalan dengan tujuh orang yang memakai baju aneh dan pemimpin(dari ras tepi laut)berkata.


"Gimana mungkin!."


"Apa jangan-jangan!."


Tampak mereka belum percaya sama sekali dan orang bertopeng itu berhenti berjalan begitu juga yang lain dan orang bertopeng berkata.


"Bunuh mereka semua,kecuali mereka itu."


Mereka menjawab.


"Baik,my lord!."


Tampaklah bawahan orang bertopeng itu bergerak dengan sangat cepat dan membantai habis semua orang-orang yang mengepung mereka dan sebenarnya orang bertopeng dan bawahannya adalah avi yang memakai jubah hitam dan memakai topeng yang pernah dibelinya dan tujuh jenderalnya.


Tampak tujuh jenderal avi tampak senang dan tampak mereka tersenyum jahat pada saat membunuh musuh-musuh itu dan pemimpin musuh ketika ketakutan dan panik karena dia sudah tau siapa yang menyerang mereka dan pemimpin musuh berkata.


"Gimana mungkin!."


"Gimana mungkin!."


"Gi-gimana mungkin!itu terjadi!!!."


"Kenapa tujuh jenderal sadis dari negera ex tizio ada disini semua!!!."


"Dan siapa laki-laki bertopeng itu sebenarnya?!!!."


"Apakah dia pemimpin para jenderal itu!."


"Karena mereka tampak tunduk dan patuh dengan perkataannya!."


Tampaklah fahar ketawak dong dan fahar berkata.


"Woi!."


"Apa kamu sudah tau tentang kamikah?!."


"Dan dari mana cerita itu menyebar?!."


"Ha."


Seketika pemimpin musuh sangat begitu ketakutan dan panik sekali karena tujuh jenderal avi ada didepannya dan pemimpin musuh berkata.


"Eheh,itu adalah sebuah rahasia negara."


Bans berkata.


"Begitu ya."


Tampak bans tersenyum jahat dan tampak pemimpin musuh itu mangkin ketakutan dong dan zers berkata.


"Baik,kalau begitu kita bunuh dia."


"Habis itu,tugas kita telah selesai."


"Dan my lord akan mengajari kita skills baru dengan cepat karena tugas kita telah selesai."


Dery berkata.


"Iya,itu benar sekali kayaknya."


"Karena ini akan memakan waktu saja menungguhnya menjawab pertanyaan kita."


Bans seketika ketawak jahat dan berkata.


"Iya,itu benar sekali."


Tampaklah tujuh jenderal avi menatap tajam pemimpin musuh itu dan tampak pemimpin musuh mangkin ketakutan dan pemimpin musuh mempunyai cara dan tampak pemimpin musuh itu tersenyum jahat dan tujuh jenderal avi kebingungan dong dan zers berkata.


"Ada apa,kenapa kamu tersenyum begitu?."


Pemimpin musuh berkata.


"Eheh,kalian mau kali tunduk kepada orang lemah itu."


"Lebih baik tunduk kepada tuan le-."


Seketika kepalah putus karena tampak bans telah bergerak menebas kepalah pempimpin musuh itu dengan cepat sekali dan bans berkata.


"Haaaaa."


"Memang bodoh mereka ya."


Tampaklah tujuh jenderal avi berjalan menujuk avi dan setelahnya berlutut dihadapan avi dan mereka berkata.


"Lapor my lord!."


"Kami sudah menyelesaikan tugas kami!."


Avi berkata.


"Iya."


Tampak avi melihat keorang-orang itu dan tampak mereka ketakutan dan avi berjalan mendekati mereka dan setelahnya avi berhenti berjalan dan tampak avi ada didepan mereka dan avi berkata.


"Apakah kalian baik-baik sajakah?."


Tampaklah mereka sangat ketakutan dan mereka mengangguk semua dan tampak avi kebingungan dong dan avi seketika pun paham yang terjadi dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalau begitu,aku pamit pergi dulu ya."


Tampak avi berbalikkan badannya dan berjalan akan tetapi pemimpin(dari ras rawa)berkata.


"Tolong berhenti sebentar!."


Seketika avi berhenti berjalan dan avi berbalikkan badannya dan avi berkata.


"Ada apa?."


Pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Apakah kamu manusia waktu itu?."


Pemimpin(dari ras rawa)berkata.


"Woi!jangan seenaknya berbicara dan malahan kamu yang berbicara."


Tampaklah avi tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.


"Begitu ya."


Tampaklah mereka terdiam dong dan avi melepas topengnya dan membuka penutup kepalah jubahnya dan kaget dan terkejut dong mereka dan pemimpin(dari ras rawa)berkata.


"Gi-gimana mungkin itu?!."


Tampaklah pemimpin dari ras hutan hanya tersenyum saja dan avi berkata.


"Kalau begitu,aku pemit pergi ya."


Tampak avi membalikkan badannya dan berjalan lagi akan tetapi pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Tolong berhenti sebentar."


Seketika avi berhenti berjalan dan avi berkata.


"Ada apa?."


Pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Ada yang kami mau katakan kepadamu."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Ada yang mau dikatakan?."


Pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Iya."


Tampak avi tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.


"Begitu ya."


Dan avi berbalikkan badannya dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Jadi apa yang mau dikatakan?."


Tampaklah pemimpin dari ras hutan tersenyum dan dia berkata.


"Iya."


"Tapi bisa jangan disini?."


Avi berkata.


"Iya,baiklah."


Tampak setelahnya tampak avi ada disebuah ruangan dan duduk disebuah kursi bersama pemimpin kelompok itu dan tampak tujuh jenderal avi ada berdiri dibelakang avi dan avi berkata.


"Jadi kalian mau berbicara apa?."


Tampaklah para pemimpin tersenyum dan pemimpin(dari ras hutan)berkata.


"Yang kami bicarakan adalah."


"Apakah anda benar-benar bukan raja kegelapan atau pahlawan dari manusia?."


Avi berkata.


"Tidak,bukan."


"Tapi kenapa kamu berkata begitu?."


Pemimpin itu berkata.


"Kami adalah makhluk monster dari partikel dari raja kegelapan zaman dulu."


"Yaitu raja kegelapan null."


Avi berkata.


"Begitu ya."


Pemimpin itu berkata.


"Kami biasa disebut flora."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Flora?."


Pemimpin itu berkata.


"Iya,itu benar."


Seketika avi paham dan seketika avi tersenyum jahat dan tampak tujuh jenderal avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Tapi apakah ada fauna?


Tampaklah pemimpin itu terkejut dong dan kebingungan dong karena perkataan avi dan pemimpin itu berkata.


"Fauna?."


"Fauna itu apa?."


Tampaklah avi tersenyum jahat karena avi sedang bercanda dan avi berkata.


"Fauna adalah sebuah kata yang harus bersamaan dengan flora."


"Biasa orang-orang berkata flora dan fauna adalah sebuah tumbuhan dan sebuah hewan."


Kaget dong pemimpin itu begitu juga pemimpin lainnya dan tampak pemimpin itu kebingungan dong dan peminpin itu berkata.


"Ehg!."


"Be-begitu ya."


Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.


"Jadi apa masalah yang kalian ingin mau dikatakan?."


"Kan kalian sendiri yang ada yang mau dikatakan?."


Tampaklah para pemimpin itu saling melihat satu sama lain dan tampak mereka tersenyum dan seketika mereka berdiri dari kursi mereka dan berjalan menujuk avi dan seketika mereka berlutut dihadapan avi dan tujuh jenderal avi kaget dong dan tampak avi kebingungan dong dan para pemimpin itu berkata.


"Sekarang kami tunduk kapadamu,wahai my lord!."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.


"Ehg!."


"Apa maksud kalian?."


Mereka menjawab.


"Kami sekarang akan tunduk kepadamu,wahai my lord!."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi pun paham hal tersebut dan avi berkata.


"Haaaa,baiklah kalau begitu."


"Apakah kalian yakinkah akan menjadi bawahanku?."


"Padahal aku tidak ada maksud apapun apalagi menjadi kalian bawahanku?."


Mereka menjawab.


"Karena kami mengakui kalau anda berhak menjadi tuan kami yang baru!."


Tampaklah avi kebingungan dong dan avi pun sudah paham hal tersebut dan avi berkata.


"Haaaaa,begitu ya."


"Baiklah,kalian sekarang adalah bawahanku sekarang."


"Jadi mohon kerja samanya ya."


Mereka menjawab.


"Baik,my lord!."


"Kami akan berkerja dengan harapan anda!."


Seketika avi teringat sesuatu dan avi berkata.


"Kalau begitu."


"Kalian akan akan bekerja dengan fahar."


"Jadi kalian ada dibawah kendali fahar ya."


Mereka berkata.


"Baik,my lord!."


Tampaklah fahar mendekati telinga avi dan fahar berkata.


"Apa maksud anda?."


Avi berkata.


"Karena kamu bagian pada urusan pembangunan dan kelautan."


"Jadi cocok denganmu."


Fahar berkata.


"Baik,my lord!."


Tampak fahar kembalik lagi dibarisannya dan tampak avi tersenyum jahat sambil bergaya seperti orang jahat

__ADS_1


__ADS_2