Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Jatuh cintanya serena ke avi,dokter jadi bawahan.chapter 5


__ADS_3

Terlihatlah jelas ada seorang kesatria yang lagi jalan menujuk hadapan sang raja,kesatria itu adalah seorang kesatria yang pernah datang kedesa avi tinggal.


Setelah itu kesatria itu melapor keraja untuk menyampaikan tugasnya telah selesai dan kesatria itu berkata dengan mulutnya.


"Wahai rajaku,aku telah selesai menyelesaikan tugas saya."


Kesatria itu berkata sambil berlutut dan si raja pun berkata.


"Begitu ya,baik kamu telah menyelesaikan tugasmu wahai kesatriaku."


Kesatri itu pun berkata.


"Ada yang aku sampaikan kepada anda."


Si raja pun berkata.


"Apa itu kesatriaku?."


Sikesatria itu berkata.


"Baik,pada saya pergi untuk menyampaikan perkataan anda kekerajaan seberang."


"Saya melewati hutan yang di julukin huta berdarah terbantai."


"Pada saya melewati hutan itu saya melihat banyak monster yang mengerikan."


"Aku dan prajurit lainnya kesusahan akan penyerangan monster yang ada di sekitar tersebut akan tetapi pada saat kami."


"Telah tidak mengetahui jalan keluar dari hutan tersebut pada saat bersamaan muncullah seorang wanita berambut kuning dan mata berwarna biru."


"Dan disampingnya adalah monster yang pernah membunuh para petualang zaman dahulu biasa mereka disebut dengan sang monster manusia binatang."


"Akan tetapi wanita itu membantai para monster dengan cepat dan begitu mudah."


"Pakaian dia pakai adalah pakaian pelayan kerajaan tapi sedikit berbedah dari pakaian pelayan kerajaan."


"Dan kalau tidak salah namanya adalah servi atau apa ya?."


Terlihatlah seseorang yang mendatangi mereka berdua dan orang itu berkata.


"Apakah nama serena?."


Dari perkataan wanita itu kesatria tesebut ingat nama serena dan dia berkata.


"Iya betul sekali."


"Tapi omong-omong kenapa anda tau namanya apakah anda mempunyai skills penglihat ingatan orang?."


Wanita itu berkata.


"Tidak,mana mungkin ada seperti itu?."


Sebenarnya dia memilikinya dan sebenarnya dia adalah anak pertama dari raja tersebut,dan terlihat dia berambut merah tua dan matanya berwarna kuning,rambutnya panjang di jepit oleh penjepit rambut yang berbentuk mahkota di depan rambutnya.


Jepitan tersebut sangat besar seperti mahkota asli,dan raja berkata.


"Wahai putriku kenapa kamu tau nama seorang itu sebelum orang tidak getahuinya?."


Wanita itu berkata.


"Apakah ayah tidak mengetahui siapa dia?."


Raja berkata.


"Tidak,aku tidak tau siapakah dia?."


"Sebenarnya siapa dia?."


Wanita itu berkata.


"Dia adalah pahlawan yang suka kali bergelut sama monster tingkat tinggih."


Mereka pun terkejut begitu juga kesatria itu dan wanita itu berkata.


"Dia adalah seorang pahlawan yang kejam,dia suka merampas dan mengambil uang orang-orang burunonan."


Seketika juga mereka makin terkejut pula dan wanita itu berkata lagi.


"Dia adalah pahlawan yang misterius dan dia setiap kali ada rapat antar pahlawan dia hanya mendengarkan perkataan kami dia hanya mendengarkan hanya tiga menit saja."


"Tapi tadi kamu bilang dia memakai pakaian pelayan?,apakah itu benar?."


"Kamu tidak bohongkan?."


Kesatria itu pun berkata.


Iya,itu benar dan saya tidak pernah berbohong akan beginian terhadap rajaku!."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi kenapa dia memakainya?."


Kesatria itu hanya menggelengkan kepalahnya saja dan berkata.


"Saya pun tidaklah tau akan tersebut."


"Dan apa lagi dia banyak membawak monster itu."


Wanita itu pun betkata.


"Begitu ya."


"Tapi setahuku dia hanya memakai jubah saja setiap harinya,tapi ini sedikit aneh kenapa di memakai pakaian pahlawan dan apa lagi dia di ikuti banyak monster."


"Yang mana monster ini adalah monster zaman dahulu yang membantai petualang sebanyak 70 ribu orang tingkat SR."


"Dan apa lagi kesambungan cerita ini apakah dia memalakmu?untuk mengambil uangmu?."


Ksatria itu pun berkata.


"Tidak."


"Kesambuangan ceritanya,pada saat aku telah diselamatkan dia menyembuhkan aku dan prajurit lainnya dengan jetik jarinya."


Wanita itu pun terkejut apa yang dibilang kesatria itu dan dia berkata.


"Dia menjentik jarinya?."


Kesatria itu pun berkata.


"Yah,itu benar."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu berbohong?."


Kesatria itu berkata.


"Tidak,aku tidaklah berbohong."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Akan tetapi dia sudah menjadi kuat ya?."


Wanita itu tersenyum jahat dan kesatria itu berkata.


"Saya pun tidaklah tau apa yang terjadi?."


"Yang jelas ketika saya sudah disembuhkan dia menatapku tajam danbegitu juga monster-monster tersebut dan membuat prajuritku ketakutan dan lari."


"Tapi mereka dihadang akan kabur dari hutan,monster-monster itu gerakkan mereka sangatlah cepat itu setara gerakan seorang pahlawan."


"Dan seketika juga kami dibawak sebuah permungkiman desa,tapi warga desanya adalah monster zaman dahulu tersebut."


"Dan telah masuk di desa mereka,mereka menatap kami dengan tatap marah atau diskriminasi."


"Dan setelah kami telah sampai masuk kesalah satu rumah yang besar kami disilakan duduk sofa."


"Tapi kami di tatap tajam oleh mereka,dan setelahnya kami disuruh masuk kedalam salah satu ruangan dan terlihatlah seorang pemuda berparas tampan berambut putih menunggu kami sambil duduk di kursinya."


"Dan kami pun berbincang-bincang dan setelahnya dia minta maaf akan dilakukan bawahannya dan pelayannya tersebut."


"Aku pun terkejut apa yang dibicarakan dan dia bilang kalau aku boleh pergi ketempatku tuju waktu itu."


"Tapi tampaknya serena atau pelayannya memberontak akan keputusan yang dikatakan pemudah itu."


"Si serena memberontak akan hal itu dan serena bilang kepada pemudah itu untuk memikirkannya baik-baik."


"Dan pemuda itu tetap percaya akan ucapannya dan kami,dan serena pun setuju akan hal yang dibilang pemuda itu."


"Dan kami di pindahkan tempat ketempat kami tuju waktu itu."


Wanita itu berkata.


"Tungguh dulu,kamu bilang kamu dibawak kehadap pemudah itu dan di pindahkan tempat ketempat kalian tuju,dan apakah itu benar?."


Kesatria itu pun berkata.


"Yah,itu benar sekali."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya,tapi apakah laki-laki itu kuat yang aku maksud adalah apakah dia kuat akan kepemimpinannya?."


Kesatria itu berkata.


"Yah,dia sangat kuat sampai-sampai prajuritku ketakutan akan kekuatan laki-laki tersebut tapi kami hanya diam saja."


Wanita itu berkata.


"Begitu ya."


"Tapi apakah dia telah menuduki serena dengan kekuatannya."


Mereka pun terkejut akan hal itu dan kesatria berkata.


"Apa yang kamu maksud?."


Wanita itu pun berkata.


"Woi,yang aku maksud adalah apakah dia telah menduduki serena seorang pahlawan dengan kekuatannya dan menduduki monster itu tersebut."


"Ataukah dia menghasut atau dia menghipnotis olehnya dan monster tersebut?."


"Ataukah,woi,kamu bilang tampankan?."


Kesatria itu pun berkata.


"Iya,dia sangat tampan dan melebih ketampanku dan ketampanan orang lain."


"Jadi maksud anda apa?."


Wanita itu berkata.


"Apakah dia serena jatuh cinta akan ketampanannya dan kagum akan ketampanannya,dan dia melakukan apa saja untuk pria itu tersebut?."


Kesatria itu berkata.


"Jangan bercanda!,mana mungkin?."


Wanita itu berkata.


"Yah,aku tidaklah bercanda?."


"Yang detailnya aku tidaklah tau betul apakah dia jatuh cinta ataukah dia dihipnotis oleh pria tersebut?."


Kesatria itu berkata.


"Oh iya raja aku lupa bilang dan mengasihkan ini."


Terlihatlah kesatria itu mengeluarkan sebuah kain yang mana kain tersebut sangatlah indah dan kesatria tersebut mengasihkannya ke raja,dan raja berkata.


"Apa ini kesatriaku?."


Kesatria itu berkata.


"Itu adalah kain yang dikasihkan oleh pemuda tersebut untuk oleh-oleh."


"Dia bilang kamu bisa mengambil kain ini atau mengasihkannya ke raja ataukah kamu bisa menjualnya,itu lah dibilang pemuda tersebut."


Raja berkata.


"Begitu ya,ini kainnya motifnya bagus tapi aku tidak tau motif kain apa ini?."


Kesatria menjawab.


"Itu adalah kain buatan desa tersebut."


Raja berkata.


"Begitu ya,jadi desa tersebut ahli membuat motif kain tersebut ya."


Kesatria menjawab.


"Yah,benar sekali raja."


Wanita itu berkata.


"Tetapi ayah,apakah jangan-jangan mereka membuat kain itu beracuni seseorang melalui kain tersebut ataukah itu penyadap?."


Raja berkata.


"Tidak,mana begituan?


"Kesatriaku."


Kesatria itu berkata.


"Ada apa raja."


Raja berkata.


"Tolong sampaikan kalau aku akan kesana,kamu harus mengirim perkataanku melalu surat dan diantar merpati pos."


Kesatria menjawab.


"Baik raja."


Wanita itu berkata.


"Tetapi ayah itu terlalu bahaya kalau begitu saya yang akan pergi atau mengikuti ayah pergi."


Raja berkata.


"tidak,tidak begituan kamu terlalu curiga terhadap seseorang kamu tidak boleh begitu."


"Kamu tidak boleh ikut apalah mengikutiku dari belakang?."


Wanita itu pun berkata.


"Baik ayah."


Wanita itu berkata sambil berlutut,dan terlihatlah avi telah selesai dengan tugasnya dan berkata.


"Ahaha,akhaa."


"Baiklah ini telah selesai."


Serena menjawab.


"Apakah anda lelah kalau begitu saya akan membuatkan teh."


Pada saat serena mau jalan dan avi berkata.


"Tidak,tidak usah."


Serena terkejut apa yang dibilang avi dan serena menjawab.


"Ehg."


"Apakah tidak usahkah?."


Avi menjawab.


"Ya."


Serena menjawab.


"Tapikan anda lelah jadi sebaik ya meminum teh untuk menghilangkan lelah anda?"


"Jadi-."


Avi menjawab.


"Tidak,habis ini aku diminta tyga mencari material yang dia cari."


Serena menjawab.


"Kan anda bisa menyuruh anak buah anda yang lain?tapi kenapa tyga yang meminta anda mencari material?."


"Kan tyga bisa sendiri ataukah dia bisa menyuruh orang lain misalnya temannya tapi kenapa anda yang disuruh?."


Avi menjawab.


"Yah,dikarenakan yang lain tidak bisa dikarenakan aku meyuruh yang berkerja untuk membangun bangunan yang aku minta."


Serena menjawab.


"Begitu ya."


Serena menjawab dengan suara manis dan lembut tapi ternyata,serena berkata didalam dirinya.


"Aheh,kurang ajar memang tyga itu lebih baik aku menghukumnya juga!."


Begitulah serena didalam dirinya dengan nada suara yang mengerikan dan avi pun menyadarinya,avi berkata.


"Eah."


Avi mengeluarkan kata karena terkejut akan hal mengerikan yang ada didalam serena dan serena berkata.


"Ada apa my lord?."


Serena menjawab dengan suara lucunya dan avi berkata.


"TIDAK KOK."


"HAAAHA."

__ADS_1


Avi berkata didalam dirinya.


"gawat mengerikan sekali serena marah tetapi itu masih didalam dirinya kalau dia marah bukan didalam dirinya maka akan mengerikan."


Serena menjawab.


"Anu,apakah yang telah terjadi my lord?."


Avi menjawab dengan mulutnya.


"Ah,perut sangat sakit!."


"Ahh,aduh sakitnya"


"Kalau begitu aku kekamar mandi dulu ya!."


Serena menjawab.


"Baik my lord!."


Serena menjawab dengan suara imutnya tapi avi berpura-pura saja karena dia telah ketahuan,dan avi berkata didalam dirinya.


"Haa,lebih baik kalau ada orang seperti serena lebih baik."


"Makan."


Serena pun terkejut akan hal dibilang avi,serena tampa sadar telah mendengar isi hati avi dan serena pun terkejut akan hal di isi hati avi.


Avi sebenarnya masih di pintu keluar ruangan dia bekerja tapi tampa sadar serena mendegarkan isi hati avi,dan serena pun berkata kepada avi yang keluar.


"A-anu."


Avi menjawab.


"Hmm,ada apa serena?."


Avi pun berhenti berjalan dan serena berkata.


"Apakah anda tidak menghu-kum saya dan makan?!."


Avi menjawab.


"Apa yang kamu maksud serena?."


"Kamu sama seperti tyga perkataanmu aneh sekali?."


Serena pun terkejut akan hal avi bilang dan berkata.


"Apakah anda marah kepada saya karena saya kurang bagus atau kah saya kurang menarik?."


Serena berkata sambil malu-malu telihat pipinya serena berwarna merah dan mengeluarkan suara imutnya,avi berkata.


"Apa maksudmu?."


"Tapi baiklah,kamu sebenarnya bagus akan tetapi kamu harus lebih bagus lagi dan tidak mencurigai seseorang dengan dalam."


"Dan lagi kamu sangat menarik dan terlihat imut,lucu,dan cantik."


Sebenarnya avi berkata begitu untuk menenangkan serena,sebenarnya avi tidak ada rasa cinta terhadap serena kareana serena dianggap avi hanya teman.


Dan serena pun seketika malu-malu kucing dan terlihat serena tersipu malu yang dibilang avi dan hati serena berketuk atau disebut jatuh cinta,dan serena berkata dengan sura malu.


"A-a-apakah itu benar?."


Avi menjawab.


"Yah,itu benar."


Serena pun mangkin malu dan mangkin jatuh cinta kepada avi,terlihat serena setiap menatap mata avi pun malu-malu.


Avi berkata.


"Kalau begitu aku pergi ketempat tyga."


Serena menjawab dengan malu.


"I-iya."


Avi pun pergi ketempat tyga dan telah sampai ketempat tyga berkerja,dan avi berkata.


"Kalau begitu saya pergi untuk mencari material kamu minta."


Tyga menjawab.


"Yah,maaf tuan aku menyuruh anda mencari material,saya minta maaf."


Avi menjawab.


"Tidak,tidak apa-apa kok,kalau begitu saya pergi."


Avi pun telah jalan dan terlihatlah dari tadi serena mengikuti avi secara diam-diam,dan serena berkata didalam dirinya.


"Ke-kenapa aku mengikuti my lord avi,engaku memang bodoh yang membuatku jatuh cinta tapi aku tidak membenci hal itu."


Serena mengeluarkan suara imutnya dan setelah avi pergi menjauh tyga membalikkan badanny dan berjalan,dan seketika serena dengan cepatan tinggih dia memukul tyga sampai melayang.


Terlihatlah avi telah selesai mencari material dan kembalik pulang akan tetapi mau dia balik pulang dia mendengar ada suara tangisan,avi pun mencarinya dan mengira itu suara hantu dan karena itu avi dengan semangat menacari sumber tangisan tersebut.


Dan seketik avi telah menumukan seseorang tapi yang satu sedang terluka parah,avi pun menyamparinya dan seketika orang yang nangis terkejut akan


Kedatangan avi dan berkata.


"Ka-kamu siapa apakah kamu seorang diutus untuk membunuh kami?."


Orang itu pun berkata begitu dikarenakan mereka diserang orang misterius dan avi menjawab.


"Tidak,tapi apakah itu abangmu?."


Orang itu mengangguk sambil melihat orang terluka dan avi berkata.


"Ini,ambilah ini obat penyembuh luka."


Ora itu mengambil obat itu tapi dia curiga akan obat karena dia menganggap itu racun dan orang itu berkata.


"A-a-apakah inih obat racun?."


Orang itu berkata berpatah-patah dan avi menjawab.


"Tidak,kalau tidak percaya minumlah untuk mengetesnya."


Orang itu meminum sedikit dengan dengan perasaan pasrah,udah tau obat itu aman maka dia meminumkannya abangnya.


Sketika sembuh dan abangnya telah dan berdiri melihat sekitar dan dikarenakan abang telah sadar dia memeluk abangnya yang telah sadar sambil menangis,dan abangnya pun mengulus kepalah adiknya.


Avi tersenyum doang dikarenakan dia senang kalau abang adik saling perhatian dan avi berkata.


"Kalau begitu aku pamit dulu ya."


Abang itu berkata.


"Tungguh sebentar"


Avi pun tersenyum dan berbalikkan badanny,avi berkata.


"Ada apa?."


Abang itu berkata.


"Apakah kamu yang menolongku?."


Avi pun mengangguk dan berkata.


"Iyah."


Abang itu pun legah dan adiknya berkata.


"Iya abang dialah yang menolong abang dan mengasihkan obat penyembuh untuk menolong abang."


Abang itu berkata.


"Begitu ya."


Adik seketika memeluk abang lagi dan abangnya mengelus kepalah adiknya,dan avi berkata.


"Baik kalau sudah selesai maka aku pamit undur diri."


Tapi abang itu berkata sebelum avi berbalikkan badannya.


"Tungguh sebentar."


Avi pun diam dan berkata.


"Ada apa?."


Abang itu berkata.


"Terima kasih banyak telah menolongku tadi."


Avi menjawab.


"Yah,sama-sama."


"Baik kalau sudah selesai maka aku pamit."


Abang itu berkata.


"Tunggu sebentar."


Avi menjawab.


"Ada apa?."


Abang itu berkata.


Avi menjawab.


"Karena aku tinggal disini."


Orang itu pun terkejut begitu juga adiknya dan dia berkata.


"Mana mungkin kamu bisa hidup sendiri dihutan ini dan apalagi daerah ini rawat banyak monster terutama monster kelas SR."


Avi menjawab.


"Tidak aku tidak hidup sendiri karena aku tinggal desa sekitar hutan ini."


Orang itu pun terkejut kalau ada didaerah ini dan berkata.


"Mana mungkin ada desa didaerah ini?."


Avi menjawab.


"Ada tapi itu tergantung kepadamu mau percaya atau tidak?."


Orang itu hanya memikirkan apakah itu benar dan dia berkata.


"Siapakah namamu?."


Avi menjawab.


"Namaku adalah avi day lict."


Orang itu berkata.


"Namamu avi day lict ya,begitu ya?."


"Namaku adalah fery marko dan dia verma adik laki-lakiku walaupun dia terlihat perempuan sebenarnya dia laki-laki."


Avi menjawab.


"Begitu ya."


Avi pun tersenyum paksa dan berkata didalam dirinya.


"Woii,tadi bilang laki-laki aku kenak tipu dan ternyata dia seirang pria!."


Avi berkata.


"Oh iya,kenapa kamu ada disini dan sini jarang ada petualang lewat kecuali burung?."


Fery menjawab.


"Sebenarnya aku adalah seorang suka menguji obat-obat biasa disebut drug tester."


"Tapi aku sebenarnya adalah scientist,tapi pada aku meneliti obat-obatan aku dikepung oleh prajurit kerajaan dan aku pun kabur tapi."


"Aku tertusuk pedang salah satu prajurit tapi aku masih bertahan sambil berlari sama adik."


"Dan kami kabur dan datang kehutan ini kami meresa aman pada hutan ini,tapi kami malah salah kami diserang monster habis-habisan."


"Dan aku mencoba lindungi adik dari semua serangan monster tapi sayang terluka parah dan malah aku pingsan dan aku tidak mengetahui selanjutnya?."


Adiknya berkata.


"Pada saat pingsan aku membawak abang dengan perlahan."


"Tapi untunglah abang selamat."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


Terlihat adiknya nangis dan abangnya mengelus kepalah adiknya,dan avi tersenyum doang dan berkata.


"Baiklah apakah aku boleh pamit?."


Orang itu menjawab.


"Yah,boleh."


Avi menjawab.


"Baiklah kalau begitu."


Orang itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Avi menjawab.


"Ada apa,apakah ada masalah?."


Orang itu berkata.


"Apakah kamu salah satu mereka dan kamu menyamar jadi orang baik?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku yah aku."


Orang itu berkata.


"Begitu ya."


"Apakah kamu mempercayaain orang lain?."


Avi menjawab.


"Yah,aku sangat percaya menurutku prajurit kerajaan sangat tidak adil akan mereka lakukan."


Orang itu berkata.


Begitu ya,terima kasih banyak."


Orang itu berkata didalam dirinya.


"Hmm,orang ini mempercayaain apa yang aku katakan."


"Padahal akulah orang jahat karena aku meneliti obat-obatan terlarang."


Avi berkata.


"Baiklah kalau begitu aku pamit."


Orang itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Orang itu berdiri dan membersihkanb bajunya yang kotor dan berkata.


"Apakah aku boleh ikut kedesamu?."


Avi menjawab.


"Boleh,tapi kenapa kamu mau ikut?."


Orang itu berkata.


"Apakah didesa tidak mempunyai ilmuan?."


Avi menjawab.


"Kenapa kamu tau akan hal itu padahal aku belum membilangnya."


Orang itu berkata didalam dirinya.


"Sudahku aku duga tidak mempunyai ilmuan tapi kenapa bisa benar padahal aku mengasal saja."


Orang itu berkata.


"Apakah orang desamu tidak melaporkan kekerajaan kah?."


Avi menjawab.


"Tidak."


"Apakah ini masalah terkait dirimu?."


Oran itu menjawab.


"Hmm,yah."


"Apakah boleh ikutkah?."


Avi menjawab.


"Iya."


"Tapi kamu harus santai dan bekerja keras."


Orang itu berkata.

__ADS_1


"Yah."


Mereka berdua pun senang dan bahagia dan tidak lama avi dan kedua orang ini pun berjalan menujuk kedesa avi tinggal,tapi tidak lama fery berkata.


"oh,omong-omong kamu mengasihkan obat itu apakah ada orang yang pandai bikin obat penyembuh kah?."


Avi menjawab.


"Tidak."


Orang itu berkata.


"Begitu ya,apakah didesa membeli dari kota seberang atau meminta kekerajaan meminta mengirimkan obat-obatan?."


Avi menjawab.


"Tidak,kami tidak ada kaitannya sama hal begituan."


Orang itu berkata.


"Jadi siapa yang bikin,dan dari mana kalian mempunyai obat pemyembuh kamu sendiri yang dapat?."


Avi menjawab.


"Sebenarnya aku sendiri yang bikin obat tersebut."


Orang itu berkata.


"Jadi kamu seorang ilmuan obat-obatan kah?."


Avi menjawab.


"Tidak,aku hanya membuatnya pertama kali."


Orang itu berkata.


"Begitu ya,tapi seingatku tidak ada lah tumbuhan penyembuh yang disekitar ini kecuali jamur penyembuh tapi itu sangat langkah?."


Avi menjawab.


"Haa,soal itu menggunakan rumput liar."


Mereka dua terkejut dan fery berkata.


"Ehg,apa yang kamu bilang pakai rumput liar!."


Avi menjawab.


"Iya."


Fery berkata.


"Tapi mana mungkin seorang bisa membuat obat penyembuh memakai rumput liar?."


Avi menjawab.


"Sebenarnya aku membuat obat itu dari hasil gak ada kerjaanku."


"Yah,bisa dibilang aku tidak ada kerjaan."


"aku membuatnya hanya memasukkan rumput tiga lembar dan mengisihnya air,oh,aku tidak lupa aku mengocoknya dulu dan seketika beruba warna seketika."


Sebenarnya daunnya adalah:sirih merah,daun binahong.dan untuk melarunkan adalah:batang daun talas.


Mereka pun terkejut dan diam saja,mereka telah sampai tapi fery dan verma mereka diam dan berkeringat dingin dan fery berkata.


"Woi,ini bukanny monster yang pernah membunuh 70ribu petualang dan kenapa kamu mengajak kami kesini."


Fery berkata begitu dan menarik pakaian avi tapi orang yang ada disitu menatap tajam fery dikarenakan fery menarik baju avi,avi berkata.


"Inilah desanya akukan sudah kubilang kalau kalian kesini harus santai saja."


Fery berkata.


"Katakan dari awal kalau tujuanmu kedesa ini!."


Avi menjawab.


"Ah,soal itu sudah aku bilang dari kata-kataku ada kode tapi kalian malah tidak memecahkannya."


Fery pun melepaskan pakaian avi dan mereka berjalan dan avi disapa tapi mereka menatap tajam fery karena fery menarik baju avi,setikanya udah didalam rumah dan memasuki ruangan akan tetapi saat avi membuka pintu maka serena langsung lari dengan cepat tapi avi tau tersebut dan dia melompat dan serena pun jatuh.


Dan tau dia tidak berhasil memeluk avi maka pipinya serena membulat karena ngambek dan berkata.


"Oohmm,avi jahat gak mau dipeluk."


Avi pu bingung keheranan dan terlihat avi menaruh tangan kekepalah,dan avi berkata.


"Woi,serena apa maksudmu?."


"Tapi baiklah?,sudahi bercandamu apakah kamu lihat ada tamu?."


Serena pun malu ketika dia jatuh kebawah dan bicara begitu belum berdiri,dia setika malu karena dia lihat tamu karena kejadian tersebut.


Seketikanya didalam ruangan mereka berbincang tapi mereka terkejut kalau avi adalah pemimpin desa ini dan fery berkata didalam dirinya.


"Ah,tadi aku kurang ajar kenapa pemimpin desa ini adalah manusia?."


"Tidak tungguh dulu aku tadi mengejeknya,sebenarnya dia karena dia adalah orang yang mampu meluluhkan si pahlawan yang kejam si serena pahlawan paling kejam."


"Orang yang mampu meluluhkan serena merarti dia kuat dan membuat dan memimpin monster tersebut?."


Serena berkata.


"Woi,apakah kamu tidak percayakah?."


Fery menjawab.


"Tidak,aku percaya aku hanya memikirkan hal tersebut dikarenakan aku sangat terkejut akan hal monster tersebut."


Serena berkata.


"Apakah kamu memikirkan monster itu karena takut?."


Fery menjawab.


"Yah,benar."


Serena berkata.


"Begitu ya,tapi menurutku mereka sama imutnya manusia binatang tapi berbulu lebat."


Fery berkata.


"Be-begitu ya."


Fery berkata didalam dirinya.


"Kepalah bapakmu mereka imut,mana mungkin mereka sama seperti manusia binatang yang imut."


"Tapi dia bilang sedikit berbulu,kau pikir kayak seorang wanita yang cantik jelita tapi berjenggot,tumbuh bulu ketiak yang panjang,dan badannya berbulu tapi tidak lebat,kau pikir begitu ha wanita aneh!."


Seketika serena menatap tajam si fery karena serena mendengarkan isi hati fery dan fery pun ketakutan dan berkata sambil berdiri.


"A-aku ingin bilang."


Avi menjawab.


"Bilang apa?."


Adiknya pun bingung apa yang dilakukan abang dia berdiri dan mau mengucap kata tapi fery berkata.


"Tolong jadikan aku bawahanmu my lord."


Avi pun terkejut don begitu juga adiknya dan adiknya berkata.


"A-anu jadikan aku bawahanmu juga my lord."


Avi pun mangkin bingung dong apa yang mereka lakukan tapi serena tau mereka akan melakukan itu dan avi berkata.


"Apa maksudmu wahai fery?."


Fery berkata.


"Maksudku adalah jadikan aku bawahanmu."


Adiknya berkata.


"Aku juga my lord avi jadikan aku bawahanmu."


Avi menjawab.


"Woi,apa sedang terjadi kenapa kalian bertingkah begini?."


Avi menyadari kalau itu ulah serena untuk memaksa mereka menjadi bawahan avi,avi pun langsung melihatnya tapi serena memalingkan wajahnya dan avi menjawab.


"Woi,apakah kamu memaksakan dirimu kedalam masalah ini?."


Fery menjawab.


"Tidak."


Avi berkata.


"Jadi kenapa kamu bilang jadi bawahanku apakah kamu memaksakannya?."


Fery berkata.


"Tidak,karena anda adalah orang dikarena itu lah aku lebih baik aku menjadi bawahanmu my lord."


Adiknya berkata.


"Saya juga begitu my lord."


Dikatakan fery adalah benar karena pada saat menujuk desa di berfikir untuk menjadikan avi gurunya karena avi mampu membuat obat tanpa tanaman obat yang namanya 'aku sari',begitu juga adiknya fery yang berfikir untuk menjadikan avi gurunya tapi sekarang mereka tau siapa avi dan avi berkata.


"Baiklah kalau kalian memang benar akan tetapi kalian tidak boleh memaksakan diri kalian,oke."


"Kalau kalian berubah pikiran lagi dan tidak mau menjadi bawahanku maka aku tidak memaksa kalian karena yang minta."


Fery dan adiknya berkata bersamaan.


"Baik my lord."


Avi menjawab.


"Baiklah kalau begitu istirahatlah."


Mereka berdua berkata.


"Baik."


Mereka pun pergi dan avi berkata.


"Hei serena."


Serena menjawab dengan tegas.


"Siap."


Avi menjawab.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu."


"Tadi kamu berlari sangat kencang dan berkata aneh,apakah kamu sakitkah sama seperti azre yang tergila-gila akan pertaniannya."


Seketika serena memengang tangannya avi dan berkata.


"Yah,aku memang sakit tapi."


"Ahaahha,haa."


"Tapi aku sakit bukan sakit seperti azre yang gila akan kesambelangnya."


Seketika azre bersin dipertaniannya dengan kuat sampai-sampai wortel yang sudah tumbuh malah keluar seketika,serena menjawab.


"Aku sakit karenamu my lordku."


Avi pun sadar kalau godaan perempuan memang besar,terlihat serena memengang kepalah avi dan tiba-tiba serena mendekatkan kepalah kebadan avi.


Avi pun manik dong karena dia gak mau mendapatkan dosa tampaklah avi lepas dari serena tapi tangan dan badannya tidak bisa lepas dari badan avi dan avi mangkin panik dong karena serena mengeluarkan suara aneh avi memikirkan sesuatu yaitu sakit ini lebih habat dari sakit azre yang tergila-gila akan pertaniannya,avi berkata didalam dirinya.


"Woi,ini siapa yang mengubah alur ceritanya malah keromantis malah."


"Haaa."


Avi berkata.


"Se-serena tolong lepaskan tulang dah mau patah karenamu."


Serena menjawab.


"Oh begitu ya,tapi ini adalah pelukan rasa cintaku kepadamu my lord."


"Haaa,ahaa,haa."


Seketika avi panik dong mangkin lama suara dikeluarkan serena mangkin mesum dan ternyata kebohongan avi tidaklah berhasil malahan membuat serena sesat,dan tidak lama tyga datang untuk menunjukkan pedang terbaik kepada avi.


Ketika tyga masuk tyga melihat suatu pemandangan gak biasa tapi serena sigap dan bergerak cepat kemudian tyga berjalan kemeja avi dan mengeluarkan pedangnya dari sebuah alat penyimpan dia buat avi nama alat itu adalah ruang penyimpanan besar,tyga berkata.


"Ini pedang aku bilang itu,lihat pedang ini mantap."


"Lihat kalau diayunkan maka terlihat bagus dimata orang sebenarnya,pedang ini belum palah bagus karena kesakitan yang diberikan tidaklah besar malah jauh dari pedang tingkat bawah."


"Aku benar minta maaf."


Avi menjawab.


"Tidak,tidak apa-apa kok."


"Aku senang melihatmu senang karena kamu bisa membuat pedang sama aku minta."


"Walaupun demikian aku tak peduli karena itu adalah tugasmu karena kamulah seorang penempa pedang."


Tyga menjawab.


"Terima kasih banyak tuan atas pujiannya,aku berjanji akan selesaikan masalah ini."


Avi menjawab.


"Iya,sama-sama."


Terlihatlah serena cemburu akan perkataan avi yang berkata 'aku senang melihatmu senang,serena cemburu akan hal tersebut karena dialah yang pantas kata-kata itu dan serena berkata didalam dirinya.


"Kurang ajar kakek-kakek busuk,awas saja aku hukum dia."


Setelah tyga pergi seketika juga serena mulai mendekat ke avi tapi menyadarinya dan berdiri dan avi mau lari untuk menghindari serena tapi,dia malah ditarik serena dan avi pun duduk semula tapi serena ada dipangkuan avi.


Avi hanya pasrah akan hal beginian dan serena berkata.


"Apakah anda tadi mau kemana my lordku?."


"Ahaah,aha."


Avi ketakutan akan perkataan serena tapai avi memilih menjawab dan avi berkata.


"Ha,soal itu aku hanya ingin keluar sebentar karena aku ingin cek dengan bangunan yang aku suruh mereka apakah sudah selesai atau belum?."


Serena menjawab.


"Begitu ya,tapi anda tidak usah repo-repot kesana tapi merekalah yang akan kesini untuk melaporkannya."


"Hahah,aha,nikmati aja akan hal beginian."


"Apakah anda tidak sukakah atau anda menyukai saya lakukan?."


Avi menjawab.


"Aku suka kok tapi namun kamu terlalu berlebihan malah."


Serena menjawab.


"Begitu ya,tapi biasanya para pelayan yang aku tau mereka melayaani majikannya atau raja nya dengan semangat."


"Dan ada sampai-sampai ada yang melakukan hubungan tu-."


Avi menjawab.


"Woi,serena itu terlalu berlebihan akan begituan."


"Seingatku mereka memang melaiyaani tapi namun mereka tidak melakukan seksual malah."


"Malah lebih tepatnya mereka melayani tuannya atau majikannya dengan senang dan bahagia dan tidak sampai melakukan hal begituan malah."


"Sudah jelaskan?."


Serena menjawab.


"Begitu ya,aku tidak begitu tau akan hal begituan tapi."


"Aku tidak akan melakukan hal bodoh tersebut,aku melayaani anda dengan caraku sendiri malah."


"Hmm."


Terlihatlah serena tersenyum sambil jarik telunjuknya keatas dada avi,dan avi berkata dengan mulutnya.


"Jadi bisa lepasi aku?."


Serena menjawab.


"Ogah,tidak,aku tidak akan melepasi avi karena avi terlalu kekar dan wangi."


Avi berkata didalam dirinya.


"Kepalah bapak kaulah aku wangi yang jelas aku sama seperti manuasia umumnya mana wangi."


"Haa,sebenarnya siapa yang mengajari serena menjadi sesat."


Avi berkata.


"Kenapa kamu gak mau melepasi aku,akuka gak pergi kemana?."


Serena menjawab.


"Tidak,anda pastih pergi kalau aku berjumpa pasti anda kabur,sayangku."


Terlihatlah jari telunjuk serena memutari dada avi dan avi berkata didalam dirinya.


"Gila amat dah kalau seorang yang sudah mesum."


"Kamu pikir aku suamimu tidakkan."

__ADS_1


"Ahh,baiklah memang godaan wanita memang dahsyat aku pun tidak mampu melakukaan apa pun selain hanya berdoa."


"Aku tidaklah suka hal begian malahan aku benci hal beginian,haa."


__ADS_2