
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang berjalan dihutan dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan dan avi seketika melihat kearah langit dan avi berkata.
"Hmmmm?."
"Apakah yang terjadi samaku ya?."
"Apa arti dari permindahan jiwa yang telah mati ketelempar ketubuh seseorang ya."
"Setahu tuhan tidak ada seperti ituan kepada seseorang."
"Tapi kenapa dengan diriku ya?."
"Hmmmm,mungkin tuhan yang lebih tau dariku ya."
Seketika avi tersenyum sambil melihat kearah langit dan tampaklah avi sedang berjalan-jalan dikota avi tinggali itu tersebut dan tampak avi berjalan bersama sevi dan tampaklah sevi yang begitu bahagia sekali dan sevi berkata sambil berjalan.
"Kita akan pergi kemana ayah?."
Avi berkata.
"Hmmmm?."
"Kemana ya?."
"Oh,mungkin itu saja gimana."
Sevi berkata.
"Kesana?dimana itu ayah?."
Avi berkata.
"Lihat saja nanti setelah sampai nantinya."
Sevi berkata.
"Begitu ya,ayah."
Tampaklah sevi begitu senang sekali karena avi akan mengajak kesuatu tempat dan tampaklah avi telah sampai yang avi tuju itu tersebut dan avi berkata.
"Itu dia."
"Inilah tempatnya yang ayah bilang itu tersebut."
Tampaklah sevi begitu terkagum-kagum dengan tempat itu tersebut karena tempat itu terdapat suatu acara dan yang mana membuat acara adalah para jenderal avi dan para bawahan avi lainnya yang meminta izin kepada avi untuk membuat acara tradisi mereka lakukan setiap tahunnya dan tampaklah acara itu begitu meriah sekali dan banyak yang berdagang dari makanan dan lain sebagainya dan avi berkata.
"Gimana kita pergi melihat-lihat kesana gimana,sevi?."
Sevi berkata.
"Baik,ayah."
"Ayo,ayah."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah sevi tidak kesabaran sekali dengan acara itu tersebut dan tampaklah sevi menikmati acara itu tersebut dan tampaklah sevi begitu bahagia sekali dengan acara itu tersebut dan tampaklah avi kebesokan harinya tampaklah avi ada diruang kerjanya dan tampaklah avi sambil makan keripik kentang goreng yang ada diatas meja kerja avi itu tersebut dan tampaklah avi makan keripik kentang akan tetapi sedang avi memikirkan sesuatu dan tampaklah para pelayan yang ada disamping avi kebingungan sekali dong karena avi tampak memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Hmmmm?."
"Apakah hal sesuatu kepadaku ini adalah haruskah?."
"Karena setiap kali aku berkata dan menatap seorang wanita."
"Seketika jatuh cinta kepada."
"Walaupun aku sudah menundukkan pandanganku biar tidak melihat wajah seorang wanita yang aku temui."
"Begitu juga perkataanku."
"Hmmmmm?."
"Apakah hal-hal tidak masuk akal dari sebuah biasakah?"
"Haaaaaaaaaaa."
"Tapi aku tidak bisa memikirkan begituanlah."
"Karena sama saja tidak ada gunanya sama sekalipun."
"Karena hanya tuhanlah yang tau dengan hal ini tersebut."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi seketika menyadari sesuatu yang akan kesitu dan avi berkata.
"Begitu ya."
"mereka telah datang ya."
Tampaklah para pelayan kebingungan sekali dong karena avi seketika berbicara sendiri dan serena berkata.
"Ada apa my lord?."
"Apa terjadi ya,my lord?."
Avi berkata.
"Tidak,tidak apa-apa."
"Hanya saja?."
"Kayaknya aku harus buang air besar deh."
"Karena kayaknya aku tidak dapat menahannya lagi deh."
Serena berkata.
"Be-begitu ya,my lord."
Tampaklah avi seketika berdiri dari kursi kerjanya itu tersebut dan avi seketika berpindah tempat dan tampaklah ada dua seseorang yang sedang berjalan kekota avi tinggali yang mana dua orang itu tersebut adalah pemimpin para jenderal dari para musuh dan yang mana satu laki-laki dan satu wanita dan seketika dua orang itu tersebut berhenti berjalan karena didepan mereka berdua ada seseorang yang berdiri didepan mereka berdua dan tampaklah seseorang itu berjubah hitam pekat dan menutupi kepalahnya dengan penutup jubahnya itu tersebut dan mengenakan masker berwarna hitam dan orang yang wanita berkata.
"Woi,siapakah dirimu sebenarnya?!."
"Berani-beraninya dirimu menghalangi jalan kami lalui ini tersebut!."
Seseorang itu berkata.
"Apakah benar-benar akan menyerang negara ex tizio?."
"Wahai pemimpin para jenderal kabra."
Seketika terkejut dong mereka berdua karena seseorang itu mengetahui siapa mereka itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Eheh,begitu ya."
"Oke,baiklah kalau begitu."
"Jadi kamu juga dari salah satu prajurit negara ex tizio ya?."
"Oh,suatu hal menarik sekali ya."
Seketika seseorang itu tersenyum dibalik maskernya itu tersebut dan seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Apa guna menghancurkan negara tapi kalian sendirilah dimanfaati seseorang yang menyuruh kaliankan?."
Seketika wanita itu kesal dong dan wanita itu berkata.
"Apa kamu bilang?!."
"Oh,begitu ya."
"Palingan juga lemah sekalikan."
"Sekali tebas sudah tewas ditempat."
"Eheh,memang benar lemah sekali."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi apakah kalian tidak sadarkah kalian sedang dimanfaati dari seseorang yang menyuruh kalian berdua itu tersebut?."
Wanita itu berkata.
"Eheh,dimanfaati ya?."
"Itu tidak akan deh."
"Karena kami sudah mengetahui kejahatan negara kamu itu tinggali itu tersebut."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
Seketika seseorang itu mengambil pedangnya dari suatu gegelapan yang muncul disampingnya dan sebenarnya seseorang berjubah hitam itu adalah avi yang lagi memakai jubah hitam pekat dan tampaklah avi sudah mengambil pedangnya itu tersebut dari skills ruang hitamnya itu tersebut dan tampaklah avi seketika bergerak dan tampaklah avi menyerang orang-orang itu tersebut.
dengan kecepatan delapan puluh persen kecepatanannya dan tampaklah kecepatan avi memang benar-benar melebihi dari cahaya dan suara tapi lebih-lebih-lebih melebihi itu semua dan tampaklah orang-orang itu tersebut tidak berdaya sama sekali dengan serangan avi kenai kepada mereka berdua dan tampaklah setelahnya tampak orang-orang itu tersebut sudah tidak berdaya lagi ditanah akan tetapi masih bisa bertahan dengan kondisi telungkup ditanah dan tampaklah avi melihati mereka berdua yang masih bisa bertahan dari serangan avi tersebut karena avi hanya menyerang mereka berdua hanya bercanda saja dan tampaklah mereka berdua berdiri dari telungkup mereka ditanah dan tampaklah mereka belum bisa seimbang berdiri karena mereka berdua masih tidak berdaya sama sekali dan wanita itu berkata.
"Kurang ajar dirimu!."
"Berani-beraninya dirimu menyerang kami!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Ha,baiklah kalau begitu."
"Jadi kenapa orang yang memerintahkan kalian melakukan perang keseluruh negara kerajaan?."
Avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya aku sudah mengetahui kenapa mereka melakukan perang keseluruh negara kerajaan."
"Haaaaaaaa."
"Aku sebenarnya malas sekali kalau hal tidak masuk akal sama sekali."
Wanita itu berkata.
"Eheh,begitu ya."
"Tapi kami tetap tidak akan memberitau kepada orang lain."
"Kenapa orang memerintah kami berdua melakukan perang."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Begitu ya."
"Woi,apakah selama ini kamu terpaksa mengikuti perintah seseorang itu tersebutkah?."
"Apakah kamu tidak melupakan orang tua kami cintaikah?."
"Aku mengetahui siapa yang kamu cintai."
"Yaitu orang tuamu-kan?."
Seketika wanita itu terdiam dan terjatuh ketanah dengan keadaan kedua lutut kaki dilipat kebelakang dan wanita itu terdiam terbengong saja karena wanita itu seketika teringat lagi dengan orang tuanya karena avi mengatakan itu tersebut dan seketika leher bagian belakang wanita mengeluarkan petir kecil berwarna ungu karena wanita itu telah dihipnotis oleh sebuah alat dibelakang leher bagian belakangnya karena yang melakukan itu adalah pemain peperangan itu tersebut dan avi berkata.
"Apakah kamu masih mencintai orang tuamu-kah?."
__ADS_1
Seketika petir dileher bagian belakang mangkin besar saja dan seketika orang laki-laki itu panik dong karena dia bekerja sama dengan pemain peperangan itu tersebut untuk memghipnotis wanita itu tersebut dan orang itu berkata.
"Jangan kamu lakukan!."
Avi berkata.
"Apakah kamu masih benar-benar mencintai orang tuamu-kah?."
Seketika petir dilehar bagian belakang wanita itu tersebut mangkin membesar saja dan orang itu berkata.
"Aku bilang jangan lakukan itu tersebut!!!."
Seketika orang itu menyerang avi dengan kecepatan cepat sekali melebihi suara akan tetapi avi menyadari hal itu tersebut dan avi seketika mencengkram kepalah orang itu tersebut dengan tangan kanannya dan tampaklah seketika orang itu ketakutan sekali dong karena avi menatap tajam orang itu tersebut dan avi berkata.
"Apakah seorang anak mencintai orang tuanya harus dipisahkan oleh alat itu tersebutkah?."
"Apakah seorang anak yang mencintai orang tuanya harus dipisah oleh orang tuanya?."
"Apakah kamu taukah kamu."
"Kalau seseorang yang memisahkan seorang anak yang begitu mencintai orang tuanya."
"Maka dia memang bodoh sekali."
"Seharusnya seorang anak yang mencintai orang tuanya."
"Harus ada bersama orang tuanya tersebut."
"Bukan dipisah dari orang tuanya."
"Orang-orang sepertimu bagaikan orang bodoh saja loh."
Seketika avi tersenyum jahat dibalik mskernya itu tersebut dan tampaklah orang itu seketika mangkin ketakutan saja dan avi berkata.
"Baik,waktunya aku akan menghabisimu."
"Karena aku sangat tidak suka dengan hal begituan."
Tampaklah seketika orang itu tewas karena avi sudah menusukan pedang kerisnya ketubuh orang itu tersebut bagian jantungnya dan tampaklah avi melepaskan mayat orang itu dari cengkraman tangan kanan avi dan seketika alat yang ada dileher bagian belakang wanita itu seketika hancur lembur menjadi debuh dan seketika wanita itu pingsan dan seketika wanita terbangun lagi kembalik perlahan dan tampaklah wanita itu duduk ditanah dan wanita itu melihat sekitarnya dan wanita itu kaget dong wanita itu karena avi ada didepan wanita itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Siapa kamu ya?."
"Dan kenapa aku ada disini?."
Avi berkata.
"Apakah kamu tidak ingat apapunkah yang terjadi padamu?."
Wanita itu berkata.
"Hal yang terjadi kepadaku?."
"Aku tidak mengingat apa yang terjadi barusan kepadaku."
"Hanya saja yang aku ingat adalah."
"Aku pada saat bersihin rumah orang tuaku."
"Aku membuka pintu karena ada tamu tapi."
"Tamu itu seketika memukul leherku bagian belakang."
"Akupun tidak mengingat lagi apapun setelahnya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Dah,sampai jumpah lagi."
Seketika avi berjalan pulang kekota avi tinggali akan tetapi wanita itu berkata.
"A-anu?!."
"Mohon tungguh sebentar."
Avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"A-apakah kamu bisa antarkan aku kembalik kerumah orang tuaku-kah?."
"Ka-karena aku tidak tau tempat apa ini sebenarnya?."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu."
"Aku akan mengantarimu kerumah orang tuamu."
Wanita itu berkata.
"Terima kasih banyak."
Avi berkata.
"Iya,sama-sama."
Tampaklah avi yang sedang berjalan dipadang rumput luar dan tampak avi berjalan dengan wanita itu tersebut dan tampaklah avi sesuatu dari kejauhan dan tampaklah ada sebuah desa yang telah hancur sekali karena kebakaran begitu parah sekali dan tampaklah avi sudah ada didesa itu tersebut dan tampak avi masih berjalan bersama wanita itu tersebut karena wanita itu memcari rumah orang tuanya dan.
tampaklah seketika avi dan wanita itu berhenti berjalan karena yang avi tuju sudah sampai dan yang mana rumah orang tua wanita itu tersebut ada didesa hancur itu tersebut dan tampaklah rumah orang tuanya wanita itu tesebut sudah hancur parah sekali dan tampaklah wanita itu terdiam terbengong saja karena dia tidak percaya yang dia lihat itu tersebut dan wanita itu berkata.
"I-ini tidak mungkinkan?."
Seketika wanita itu menangis dan menutup kedua matanya yang sedang menangis dengan menggunakan kedua tangannya dan wanita itu berkata.
"Berapa lama aku tidak sadar begini?!."
"Kenapa bisa jadi seperti ini?!."
"Kenapa bisa jadi seperti ini?!."
"Kenapa?!."
"Seharusnya aku tidak membuka pintu orang-orang itu tersebut!."
"Niscaya tidak akan seperti ini jadinya!."
Avi berkata.
"Janganlah kamu berkata-kata tidak seharusnya."
"Kamu janganlah terlalu dalam mengingat masa lalu."
"Karena itu akan menjadi hal tidak baik bagimu itu tersebut."
Seketika wanita terkejut dengan perkataan avi itu tersebut dan tampaklah wanita terdiam saja dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Kamu tidak boleh terhanyut oleh masa lalumu itu tersebut."
"Karena akan menyakitkan sekali bagimu."
"Dan apalagi kamu lebih baik tidak memikirkannya."
"Karena akan membuatmu pikiranmu tersiksa saja tersebut."
Wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Avi berkata.
"Kalau begitu aku pamit pergi ya."
Wanita itu berkata.
"Tungguh sebentar orang misterius."
Avi berkata.
"Ada apa ya?."
Wanita itu berkata.
"A-anu?!."
"A-apakah bisakah aku ikut denganmu-kah?."
"Ka-karena aku tidak tau kemana lagi habis ini."
"Dan juga aku tidak mempunyai tempat tinggal lagi."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Oke,baiklah kalau begitu."
"Kamu boleh ikut denganku."
Wanita itu berkata.
"Benarkah demikian?!."
Avi berkata.
"Iya."
Wanita itu berkata.
"Terima kasih banyak tuan orang misterius!."
Avi berkata.
"I-iya,sama-sama kok."
Tampaklah avi sedang berjalan dikota avi tinggali akan tetapi bersama wanita itu juga dan tampaklah wanita malu sekeli karena dia malu perkataannya tadi itu tersebut dan wanita itu berkata sambil berjalan.
"A-anu?!."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"A-apakah memang bolehkah orang desa sepertiku tinggal dikota sebagus inikah?."
Avi berkata.
"Iya,tidak apa-apa kok."
"Tentang kamu yang dari desa."
Wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
Tampaklah seketika avi berhenti berjalan begitu juga wanita itu tersebut karena serena,vema,mila berlari kearah avi dan setelahnya tampaklah serena,vema,mila sampai dan mereka sudah ada berdiri didepan avi dan avi berkata.
"Ada apa serena?."
__ADS_1
"Kenapa kalian bertiga lari kearahku?."
Serena berkata."
"Ka-karena!."
"Kami ingin sesuatu kepada anda!."
Avi berkata.
"Sesuatu?."
"Apa itu?."
Serena berkata.
"Ra-ha-sia kami."
Tampaklah avi tersenyum dong(avi tidak memakai maskernya)dan avi berkata.
"Begitu ya,serena."
Tampaklah wanita itu kebingungan dong karena dia melihat avi sedang berbicara dengan tiga pelayan wanita dan wanita itu berkata.
"Anu?."
"Apakah anda mempunyai urusankah?."
"Kalau ada urusan saya pamit pergi dulu ya."
"Biar saja saya mencara penginapan disini."
Avi seketika bingung dong karena perkataan wanita itu tersebut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Aku tidak ada urusan kok."
Wanita itu berkata.
"Tapi anda berbicara dengan seorang pelayan wanita?."
Seketika serena tersenyum dong dan serena berkata.
"My lord biar saya yang mengantar dia kepenginapan."
Avi berkata.
"Ehg?."
"I-iya."
Serena mendekati wanita itu tersebut dan serena berkata.
"Baik,saya akan mengantarkanmu kepenginapan."
Wanita itu berkata.
"Ta-tapi a-anda punyai urusan lain."
"A-aku takut mengangu urusanmu."
"Biar aku saja yang pergi."
Serena berkata.
"Tenang saja soal itu tersebut."
"Karena tidak mempunyai urusan kok."
"Jadi ayo."
Wanita itu berkata.
"I-iya."
Seketik serena menarik tangan wanita itu tersebut dan berlari menujuk penginapan itu tersebut dan tampaklah seketika avi tersenyum dong dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi sedang minum teh sambil duduk dikursi meja disebuah tempat ditaman bunga disekitar biasanya kerja dan tampaklah wanita itu melihat avi yang sedang duduk disebuah kursi meja ditaman bunga dan tampaklah wanita itu kebingungan sekali dong dan wanita itu berkata didalam dirinya.
"Kenapa orang yang kemarin duduk dikursi meja tempat ditengah taman bunga itu tersebut ya?."
"Kan seharusnya itu tempat seorang raja negara ini tersebutkan?."
"Apakah dia seorang kesatria negara inikah?."
"Ataukah seorang pahlawan negara ini tersebut?."
"Akan tetapi?."
Seketika wanita itu tampak sedih begitu dan dia seketika memegang badannya tepat pada jantungnya dan wanita itu berkata.
"Kenapa ya,pada saat berpisahnya kemarin begitu tidak nyaman sekali begitu."
"Walaupun aku sudah tau siapa orang itu tersebut karena wanita pelayan kemarin memberitauku siapa orang itu tersebut."
"Walaupun terdengar berbohong."
"Tapi."
"Keperasaanku tidak nyaman sekali kalau tinggalnya ya?."
Avi mendengar perkataan wanita itu dari jauh karena avi bisa mendengar suara hati wanita itu dari jauh sekali dan avi berkata didalam dirinya.
"Waw,drama yang cukup bagus sekali."
Wanita itu berkata didalam dirinya.
"Tapi aku tidak bisa berpikiran begitu."
"Karena orang juga bilang kalau memikirkan yang tidak berguna untuk dipikirin."
"Hmmm,mungkin begitulah."
Seketika wanita itu tersenyum dan avi juga seketika tersenyum dari jarak jauh dan tampaklah kebesokan harinya tampaklah wanita itu sedang jalan-jalan dikota avi tinggali itu tersebut dan tampaklah wanita itu seketika berhenti berjalan karena avi sedang berjalan kearahnya dan avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Jadi gimana kamu sudah terbiasakah dikota inikah?."
Wanita itu berkata.
"I-iya."
"Aku sudah terbiasa dengan hal-hal yang aku belum pernah mengetahuinya sama sekali."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Wanita itu berkata.
"Hanya saja."
Tampaklah avi kebingungan sekali dong karena wanita itu seketika menunduk begitu kepalahnya dan avi berkata.
"Ada apa?."
"Apakah kamu baik-baik sajakah?."
Wanita itu berkata.
"Iya,aku baik-baik saja."
Seketika avi ketakutan sekali dong karena sifat mesum wanita itu keluar dan tampaklah wanita itu menarik nafas begitu berat sekali karena sifat mesum wanita itu begitu besar sekali dan avi berkata.
"Ehg?!."
"Be-begitu ya."
"Kalau begitu aku pa-."
Wanita itu berkata.
"Tungguh sebentar."
Avi berkata.
"I-iya,ada apa ya?."
Tampaklah wanita itu masih berusah menahan sifat mesumnya itu tersebut dan tampaklah avi yang sudah pasrah saja dengan hal itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Wanita berambut cokelat muda dan mata berwarna merah ini."
"Begitu mesum sekali!!!!!!."
"Seperti dia!!!!!."
Tampaklah wanita itu sudah tidak tahan lagi sifat mesumnya dong dan wanita itu berkata dengan malu tapi ada sifat mesumnya.
"A-apakah a-aku bo-boleh me-menikah denganmukah?!."
Seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Apakah kamu yakinkah?."
"Karena pernikahan itu sangat susah loh."
"Kalau dirimu benar-benar yakin maka itu tau lagi."
"Karena pernikahan bukanlah perkara mudah loh."
Wanita itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Tapi?."
Seketika wanita itu tersenyum dong dan wanita itu berkata.
"Sangat begitu menyukaimu!."
"Maka menikahlah denganku!."
"Jadikan aku istrimu juga!."
Tampaklah avi terkejut dong dengan hal itu tersebut dan seketika avi tersenyum dong dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu."
"Baik,aku terima permintaanmu itu tersebut."
Seketika senang sekali dong wanita itu tersebut dan wanita itu berkata.
"Hore!!!."
"Akhirnya!!!."
Seketika memeluk avi akan tetapi sifat mesum wanita itu belum hilang sama sekalipun dan tampaklah avi menyadari hal itu tersebut dan tampaklah avi sudah pasrah saja dengan hal itu tersebut dan avi berkata didalam dirinya.
"Kenapa setiap kali aku harus dipeluk oleh wanita yang bukan istriku sama sekalipun!!!!!!!."
"Dan kenapa aku bisa membuat seorang wanita mesum sih!!!!!!."
"Ha!!!!."
"Aku mohon jangan ada hal beginian lagi!."
"Karena aku tidak mau dipeluk kecuali istriku sendiri!!!!!."
__ADS_1