Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Terpental kedunia lain karena salah kerja mesin.chapter 115


__ADS_3

Jadi,aku tanyak kepadamu kaden."


"Siapa dia yang kamu maksud tersebut?."


"Jadi siapa seseorang tersebut,kaden?."


Kaden berkata.


"Hahahahahahahaha!."


"Kamu masih menanyak dia ya?."


"Padahal dia sosok yang agung sekali loh."


"Tapi sudahlah,aku akan beritaumu deh."


"Dia itu,sosok yang bisa apa saja."


"Dia bisa memerintah apa saja dengan kata-katanya."


"Seperti menurunkan hujan dari langit dengan satu kata saja,apalagi itu bukanlah sihir."


"Apalagi dia bisa menumbuhkan tanah yang tandus,menjadi subur atau hidup dengan sekali kata saja."


"Dia sosok yang agung sekali loh."


"Kalau kamu bertemu dengan dia,maka kamu akan terkagum-kagum dengan dia."


"Yah,walaupun dia belum bisa keluar pada saat ini."


"Tapi suatu saat,dia pastih akan keluar dari tempatnya tersebut."


"Dan pada saat itulah,dia pastih akan menempati janji-janji atau keinginan-keinginan kami."


"Dia memberi apa saja kepada kami yang kami inginkan kalau kami menjadi bawahannya."


"Apalagi surga-neraka saja ada ditangannya."


"Yang mana surga ada ditangan kiri dia dan neraka ada ditangan kanannya."


"Aku tidak tau kenapa surga ada ditangan kiri dan neraka ada ditangan kanannya?."


"Dia mengatakan kalau tangan kiri lebih baik dari pada tangan kanan,tapi itu mendengarnya dari salah satu bawahan dia."


"Jadi begitulah yang dia katakan tersebut."


"Walaupun aku tidak maksudnya apa?."


"Tapi aku memahami apa yang dia katakan tersebut."


Gamad berkata.


"Tapi tidak gunanya bagimu sendiri kalau kamu mengikuti orang tersebut,kaden."


"Kamu tidak akan mendapatkan keutungan apapun loh,kaden?."


Kaden berkata.


"Hahahahaha!."


"Begitu ya,sungguh tidak percaya sekali ya!."


"Kamu mengatakan begituan ya."


"Yah,aku tidak bisa bilang keutungan apa yang aku dapatkan,tapi aku tau keutungan apa yang aku dapatkan dari dia."


"Apalagi gavior juga mengikuti dia loh."


Gamad berkata.


"Gavior?."


"Siapa?."


Kaden berkata.


"Tidak,bukan siapa-siapa."


"Yah,tapi ya sudahlah."


"Tidak gunanya berbicara denganmu dengan lama-lama."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah kaden seketika ketakutan sekali dan tampaklah avi yang sedang berjalan kearah gamad dan kaden,tampaklah seketika avi berhenti berjalan karena avi sudah didepan mereka berdua dan avi berkata.


"Apakah itu benar,kalau kamu mengikuti sosok yang kamu katakan dia?."


Kaden berkata.


"Ya-yah,begitulah."


"Tapi."


Tampaklah kaden menatap tajam kearah avi walaupun kaden masih ketakutan sekali dan sampai-sampai gemetaran sekali diseluruh tubuhnya dan kaden berkata.


"Gimana mungkin kamu mirip dengan orang itu?!."


"Gimana bisa?!."


Avi seketika kebingungan dengan perkataan kaden dan avi berkata.


"Siapa yang kamu maksud tersebut?."


Kaden berkata.


"Kamu sangat mirip dengan sosok manusia pada zaman dulu."


"Walaupun orang itu suda tiada."


"Tapi orang itu memiliki kekuatan yang membuat kami ketakutan semuanya,walaupun kami semua tidak kekuatan apa itu sebenarnya."


"Tapi setiap kali kami bertemu atau pada saat kami berjalan dan bertemu dengan orang itu,maka kami mencari jalan lain."


"Karena sosok orang itu,sungguh menakutkan sekali bagi kami semua."


"Walaupun aku berumur delapan miliar tahun lebih,tapi aku mengetahui cerita dari orang itu dan merasakan seberapa mengerikan orang itu tersebut."


"Apalagi kamu sungguh mirip dengan dia,tapi ada perbedaan dari orang itu tersebut."


"Apalagi kamu belum menunjukan taringmu."


"Kalau kamu menunjukan taringmu maka semua orang akan ketakutan sekali dengan dirimu."


"Sungguh kamu itu,memang melebih dari kami semua tau."


Tampaklah avi kebingungan dengan kaden maksud tersebut dan avi berkata.


"Apa yang kamu maksud tersebut?."


Kaden berkata.


"Jangan bohong,kamu sebenarnya tau kalau kekuatanmu sudah melebihi dari semua makhluk yang ada disini."


"Apalagi kamu pastih tau kalau kamu itu sudah tidak terhitung lagi jumlah kekuatanmu tersebut."


Avi berkata.


"Aku,tidaklah sepenuhnya tau maksudmu apa?."


"Tapi aku,tidak terus memakai kekuatan yang aku miliki."


"Karena kekuatan ini sebenarnya,bukan milikku sepenuhnya."


Kaden berkata.


"Oh,begitu ya."


"Sungguh menarik sekali ya."


"Tapi,apakah itu benar?."


Seketika kaden bergerak menyerang kearah avi dengan kecepatan begitu benar-benar cepat sekali akan tetapi serangan kaden ditahan oleh pedang gamad karena gamad melindungi avi dari serangan kaden dan tampaklah kaden tampak marah sekali kalau serangannya ditahan oleh pedang gamad,tampaklah gamad menatap tajam kearah kaden dan gamad berkata.


"Kenapa kamu tiba-tiba menyerang tuanku,kaden?."


Kaden berkata.


"Cih!."


"Apa gunanya bagiku,memberitaumu apa alasannya tersebut."


"Tapi aku ingin membunuh tuanmu tersebut."


"Karena tuanmu-lah,penyebab hal sesuatu terjadi menjadi kacau."


"Karena tuanmu-lah,yang membuat hal sesuatu yang sudah aku ketahui."


"Seketika berubah menjadi hal lainnya."


Gamad berkata.


"Apakah hal seperti harus diperdebatkan,kaden?."


Kaden berkata.


"Berisik tau!."


"Diamlah kamu,kamu itu tidak tau apa-apa loh."


"Kamu tidak hal sesuatu yang kamu ketahui loh."


Gamad berkata.


"Apanya yang aku tidak ketahui,kalau aku sendiri tidak tau apa yang kamu maksud tersebut?."


Kaden berkata.


"Jangan berbicara kamu!."


"Kamu itu terlalu berisik tau!."


"Kamu itu hanya berbicara berisik tau!."


"Kamu itu tidak tau apa-apa loh!."


Gamad hanya tersenyum saja dan gamad berkata.


"Aku memanglah tidak tau apa-apa yang kamu maksud tersebut,tapi suara memanglah berisik dan mana ada suara yang tidak berisik-kan?."


Kaden berkata.


"Baiklah,kalau begitu yang kamu katakan."


"Tapi aku harus membunuhmu dulu,karena kamu menghalangiku saja untukmu membunuh orang itu atau yang kamu sebut sebagai tuanmu tersebut."


Gamad berkata.


"Kenapa kamu berkata begitu,kaden?."


Kaden berkata.


"Yah,karena kamu menghalangiku untuk membunuh orang itu atau yang kamu sebut orang itu sebagai tuanmu."


"Yah,sudah lama aku tidak bertarung denganmu lagi ya."


Gamad berkata.


"Berhentilah kaden,itu tidak gunanya bagimu."


"Aku tidak mau dengan seperti ini akan menumpahkan darah."


Kaden berkata.


"Kan hal seperti itu baguskan?."


"Malahan itu makin menjadi pertarungan paling mengerikan sekali."


Gamad berkata.


"Apakah hal seperti itu bagus bagimu?."


"Padahal sama sekali tidak bagus bagiku sendiri."


Kaden berkata.


"Berisik tau!."


"Kalau begitu kita mulai sekarang juga."


Seketika kaden menyerang gamad dengan begitu cepat sekali akan tetapi serangan kaden ditahan oleh gamad dengan pedangnya dan tampaklah kaden menyerang gamad dengan membabi buta tapi gamad masih bisa menahan serangan kaden dengan pedangnya,tampaklah kaden memprovokasi gamad dan mengejek gamad dengan beberapa hal akan tetapi gamad masih biasa-biasa saja karena gamad sudah terbiasa begituan,tampaklah kaden sudah tidak tau cara untuk membuat gamad marah dan kaden seketika mengetahui jawabannya,tampaklah kaden mengatakan kepada gamad dengan beberapa hal yaitu ejekkan untuk avi dan tampaklah kaden terus-menerus mengejek avi didepan gamad,tampaklah gamad marah sekali dan seketika gamad menjatuhkan kaden kelantai dengan begitu kuat sekali,tampaklah kaden diserang habis-habisan oleh gamad akan tetapi avi menyuruh gamad untuk tidak menyerang kaden lagi dan tampaklah kaden yang sudah tidak berdaya dilantai akan tetapi seketika muncullah bawahan kaden yang bernama ahoy tersebut yang mana bawahan kaden itu muncul didepan kaden,tampaklah ahoy terkejut kalau kaden sudah tidak berdaya dilantai dan ahoy berkata.


"Kurang ajar kalian!!!."


"Berani-beraninya kalian melakukan tersebut kepada tuanku!!!."


Gamad berkata.


"Oh,apakah kamu selamat dari bawahanku yang itu?."


Ahoy berkata.


"Kalau iya,kenapa?!."


"Aku sudah mengalahkan mereka semua."


Gamad berkata.


"Oh,kamu selamat dari mereka ya."


"Sungguh menarik sekali ya."


Seketika gamad tersenyum jahat dan tampaklah kaden berdiri walaupun tubuhnya masih tidak berdaya dan kaden berkata.


"Larilah,ahoy."


"Larilah,segera ahoy."


"Mereka sungguh kuat sekali."


"Kamu tidak akan bisa menghadapi mereka berdua tau."


"Larilah segera ahoy."


"Larilah ahoy!."


Ahoy berkata.


"Ta-tapi tuan!."


"Gi-gimana mungkin saya bisa lari kalau anda terluka parah sekali."


Kaden berkata.


"Larilah segera ahoy!."


"Larilah dari sini ahoy!."


"Aku tidak mau kamu dibunuh oleh mereka berdua!."


"Larilah segera,ahoy!."


"Beritau mereka kalau aku diserang oleh mereka berdua."


"Larilah ahoy!."


Ahoy berkata.


"Ba-baik tuan,saya akan mematuhi perintah anda tersebut."


Seketika ahoy menghilang dari situ dan gamad berkata.


"Kejarlah orang yang bernama ahoy tersebut,wahai bawahanku."


Tampaklah dibelakang gamad ada para bawahannya dan seketika menghilang dari belakang gamad,tampaklah kadennya tertawak dan kaden berkata.


"Sungguh kamu segitu kali ya."


"Tapi sungguh kamu akan dapat penyesalan dari dia."


Gamad berkata.


"Sadarlah kaden,itu semua tidak berguna bagimu."


"Sadarlah,kaden."


Kaden berkata.


"Hahahahahahaha!."


"Kamu masih mengatakan begituan ya."


"Tapi aku tetap dengan keyakinanku tersebut."


"Aku tidak berubah pikiran dengan keyakinanku tersebut!."


"Aku sangat yakin dengan dia,dibanding kamu!."


"Kamu itu hanya pemboho-."


Seketika gamad sudah menusukan pedangnya ketubuh kaden pada bagian jantungnya dan kadenpun tewas,tampaklah avi hanya bisa terdiam saja dan avi berkata.


"Kenapa kamu membunuh dia,gamad?."


"Kan tidak segitu kali kamu kalau marah kepada dia."


Gamad berkata.


"Saya tidak tau kenapa,saya menusukan pedang ini ketubuh dia."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Jangan kamu lakukan itu lagi,dan tahanlah ingin membunuhmu tersebut gamad."


Gamad berkata.


"Baik,my lord."


"Saya mengerti."


"Saya akan mematuhi apa yang anda perintahkan tersebut."


"Saya akan menahan rasa ingin membunuh yang ada didalam diri saya."


Tampaklah avi yang sedang duduk disebuah kursi pada tempat ruangan sistem pengendali kapal induk terbang milik avi dan yang mana kapal induk terbang milik avi sedang berjalan kearah pulang kedunia avi,tampaklah pada dalam diri avi yang mana avi sedang duduk berhadap-hadapan dengan raja kegelapan null yang sedang bermain catur yang ada diatas meja didepan mereka berdua dan raja kegelapan null berkata.


"Apakah yang kamu lakukan tersebut,hanya ingin mengganggu urusan makhluk itukah?."


"Kalau kamu hanya ingin mengganggu urusan makhluk itu,maka kamu tidak seharusnya melakukan tersebut."


"Karena tidak guna bagimu sendiri."


Avi berkata.


"Aku melakukan hal tersebut,karena ada alasan lain."


"Aku bukan bermaksud mengganggu urusan lain,akan tetapi aku ada maksud lain dari hal tersebut."


"Aku mengetahui kalau mengganggu urusan orang lain itu tidak berguna sama sekali."

__ADS_1


"Tapi aku melakukan hal ini tersebut ada maksud tertentu."


"Ini bukan hasrat atau kesombongan."


"Tapi ada hal lain dengan yang aku lakukan tersebut."


"Itupun bukan dariku dan bukan dari siapa-siapa."


"Tapi kamu sendiri taukan?."


Raja kegelapan null berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah disuatu hari avi yang sudah kembalik kedunianya yang itu(bukan bumi)dan tampaklah avi yang sedang duduk dibawah pohon dan tampaklah fery berjalan kearah avi,seketika fery berhenti didepan avi yang sedang duduk dibawah pohon dan avi berkata.


"Ada apa fery?."


"Kenapa kamu mendatangiku?."


Fery berkata.


"Wahai my lord,ferka-dorty-dety dan sefa."


"Mereka sudah menyelesaikan suatu alat,wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Jadi apakah begitu saja?."


Fery berkata.


"Tapi mereka ingin anda untuk melihat alat tersebut untuk biar anda mengetahui seberapa hebat alat tersebut."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baiklah,aku akan kesana sekarang."


Tampaklah avi berdiri dari duduknya dan avi pergi ketempat orang-orang tersebut berada bersama fery dan sebenarnya nama-nama fery katakan tadi adalah nama-nama dari orang-orang yang mati suri karena dibunuh oleh avi seperti kekaiti,tampaklah ahoy sudah berhasil ketempat yang dimaksud kaden dan ahoy berkata.


"Semuanya,kaden telah tewas terbunuh oleh dua orang misterius."


Tampaklah orang-orang ditempat tersebut terkejut semua dan salah satu berkata.


"Itu tidak mungkin!."


"Kaden itu sangat kuat loh."


"Gimana mungkin dikalahkan begitu mudah sekali!."


"Kekuatannya saya bisa menggecilkan dunia loh."


"Apalagi bisa mengubah-ubah gravitasi sebuah dunia dengan sesuka hatinya."


"Gimana mungkin dia dikalahkan begitu mudah sekali oleh dua orang saja?!."


Ahoy berkata.


"Kalian percaya atau tidak,itu ada pada kalian saja."


"Aku mengatakan apa adanya saja yang aku lihat dari mataku sendiri."


Salah satu berkata.


"Bukannya kamu bisa mengetahui masa depan dari suatu ramalan yang kamu buat?."


"Seperti kamu meramalkan suatu raja pada dunia lain?."


"Kan semua ramalanmu benar adanya?."


"Kenapa kamu tidak mengetahui masa depan?."


Ahoy berkata.


"Kalau itu benar."


"Tapi ramalan tersebut berubah karena entah kenapa?."


"Tapi itu semua sudah terjadi pada hari ini."


Sebenarnya ahoy itu norka yang disebut-sebut oleh kekaisaran torbot sebagai sang peramal dan tampaklah para raja naga terkejut kalau lord rangga sudah tewas terbunuh dan kematian kaden sebagai teman kerja mereka,sebenarnya kaden dan para naga itu bekerja sama untuk menguasai dunia secara halus dengan cara kaden memberikan kekuatannya kepada raja naga dan salah satu raja naga berkata.


"Gimana mungkin si rangga tewas dibunuh?!."


"Karena si rangga itu sebagai perantara antar kerja sama dengan kaden."


"Tapi kenapa juga kaden tewas terbunuh juga?."


"Gimana bisa?."


"Apa yang sedang terjadi sekarang ini ya?."


"Siapa ya,membunuh mereka berdua?."


"Padahal mana ada orang sekuat itu,membunuh mereka berdua?."


"Kalau itu mengetahui rencana kita."


Tampaklah para raja naga memikirkan hal tersebut dan tampaklah avi sudah ada didalam tempat pengujian alat-alat yang mana ada dibawah tanah,tampaklah avi sudah berdiri didepan alat yang dimaksud fery dan tampaklah empat orang yang membuat tersebut sudah ada berdiri disamping alat tersebut dan avi berkata.


"Jadi,ini alat apa yang kalian buat?."


Ferka berkata.


"Ini adalah!."


"Alat pembuat besi!."


Tampaklah avi kebingungan sekali dengan hal tersebut dan avi berkata.


"Tungguh sebentar."


"Alat pembuat besi?."


"Gimana bisa besi dibuat sebuah alat?."


"Bukannya besi itu tidak bisa dibuat karena besi sendiri saja berasal dari tanah?."


"Gimana bisa besi dibuat?."


Dorty berkata.


"Sebenarnya itu bisa,wahai my lord."


"Tapi sedikit susah,karena penyusunan komponen dan senyawa sangat susah disatukan untuk menjadi suatu benda yang nyata."


"Apalagi pembentukannya juga susah."


Avi berkata.


"O-oh,begitu ya."


Avi berkata didalam dirinya.


"Gawat,ini sama sekali tidak masuk akal!."


"Gimana bisa besi dibuat kalau pencipta besi sendiri adalah tuhan."


Avi berkata dengan mulutnya.


"Ha,gimana cara alat kerja tersebut?."


Dety berkata.


"Cara kerja alat tersebut sangat susah kalau disebutkan karena cara kerjanya saja pastih anda sangat kebingungan."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


Dety berkata.


"Tapi anda bisa melihat cara kerja alat tersebut dengan saksama."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Aku paham,aku akan melihatnya dengan teliti."


Tampaklah ferka menghidupkan alat tersebut akan tetapi ada salah satu yang rusak bagian mesin alat tersebut dan sefa berkata.


"Ke-kenapa alatnya berperilaku aneh begitu?!."


Fery berkata.


"My lòrd,larilah segara dari sini!."


"Karena alat tersebut akan meledak!."


Tampaklah itu berguna karena alat tersebut meledak dengan gelombang cahaya kebiru-biruan dan tampaklah alat tersebut berhenti akan tetapi avi sudah tidak ada disitu,tampaklah mereka berlima terkejut dan kaget kalau avi sudah tidak ada disitu dan fery berkata.


"Di-dimana my lord menghilang?!."


Ferka berkata.


"Apanya fery?."


Fery berkata.


"My lord menghilang dari sini!."


Ferka berkata.


Fery berkata.


"Itu tidak mungkin,ferka!."


"M-my lord menghilang dari sini!."


"Karena aku dapat merasakan aura my lord."


"Tapi auranya tidak ada diseluruh tempat didunia ini!."


"Karena jarak aura my lord sangat begitu luasa sekali walaupun dia ada diujung timur dari sini."


"Kita harus gimana sekarang!."


"Pastih kita akan dipenggal oleh mereka!."


Mereka berempat berkata.


"Ini sudah kondisi gawat!."


"Kondisi sangat tidak mengguntungkan sama sekalipun!."


"Kita harus cari my lord berada sekarang juga!."


Fery berkata.


"Iya,kita harus cari my lord sekarang juga kalau tidak mau dipenggal oleh mereka-mereka tersebut."


Tampaklah avi ada disuatu tempat yang begitu banyak teknologi-teknologi canggih dimana-mana dan tampaklah avi terbangun dari pingsannya karena dia pingsan pada saat ledakan tersebut,tampaklah avi berdiri dan melihat sekitarnya dan avi berkata.


"Ha,ini ada dimana ya?."


"Aku tidak tau,aku ada dimana sekarang ini?."


"Bukannya tidak ada tempat secanggih inilah didunia yaitu?."


"Ini ada dimana ya,sekarang ini?."


"Hmmmmmm?."


"Baiklah,kalau begitu aku caritau saja."


"Tempat apa ini sebenarnya?."


Tampaklah avi berjalan untuk mencaritau tempat apa dia berada sekarang ini dan tampaklah avi berjalan sambil mengenakan sebuah topeng yang dia beli waktu itu,tampaklah avi berjalan melewati seorang wanita berambut putih kebiru-biruan dan tampaklah seketika wanita itu terkejut pada saat melewati avi yang sedang berjalan berawanan arah dengan dia,wanita itu seketi berhenti berjalan dan berkata.


"Tungguh sebentar orang misterius."


Avi seketika berhenti berjalan dan avi membalikan badannya kearah wanita itu dan avi berkata.


"Iya,ada apa ya?."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu!."


"Raja iblis waktu itu!."


Tampaklah avi hanya diam saja dan tampaklah avi melihat kearah kanan dan kiri dan avi berkata.


"Aku?."


"Siapa yang kamu maksud?."


Wanita itu berkata.


"Iya,kamu!."


"Kamu pikir kalau aku melupakan dirimu yang memiliki aura semengerikan itu!."


"Aku mengetahuinya dari alat disamping telingaku ini."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Yah,mungkin kamu salah orang?."


"Mana mungkin aku?."


Wanita itu berkata.


"Kamu pikir aku tidak ingat apa-apa tentangmu?."


"Walaupun pada saat itu aku tidak bisa melihat jelas wajahmu,tapi data-data informasi auramu sudah ada didalam alat ini tersebut."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kamu orang itu ya."


"Berarti aku ada didunia waktu itu ya."


Wanita itu berkata.


"Kenapa kamu ada disini?."


"Bukannya kamu raja iblis-kan?."


"Kenapa kamu ada disini?."


"Dimana bawahan-bawahanmu tersebut?."


Avi berkata.


"Yah,aku tidak mau menceritakan tentang kenapa aku ada disini."


Wanita itu berkata.


"Tapi bukannya kamu sedang mengincar orang yang kamu maksud waktu itu?."


"Apakah pengincaran tersebut berhasil-kah?."


Avi berkata.


"Iya,itu berhasil."


"Dah,kalau begitu aku pergi dulu ya."


Wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar!."


Tampaklah avi berhenti berjalan dan wanita itu berkata.


"Kamu pergi kemana?."


"Apakah kamu mau menghancurkan dunia ini lagikah?!."


Avi berkata.


"Kenapa kamu ingin tau kali dengan begituan?."


"Padahal aku hanya berjalan-jalan sajalah?."


Wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


"Aku tanyak lagi kepadamu,kenapa kamu memakai topeng?."


Avi berkata.


"Ha,aku hanya tidak kerjaan sama sekalipun memakai topeng ini tersebut."


Wanita itu berkata.


"Tolong,lepasi topengmu tersebut."


Avi berkata.


"Baiklah."


Tampaklah avi melepasi topengnya dari wajahnya dan tampaklah wanita itu terkejut sekali kalau wajahnya avi begitu tampan sekali,tampaklah wanita itu malu sendiri dan tampaklah orang-orang yang melihat avi terpesona oleh wajah tampan avi dan apalagi sampai-sampai banyak menabrak tiang listrik,sebenarnya wanita yang yang berbicara dengan avi tersebut adalah pemimpin dari pasukan khusus waktu itu dan tampaklah wanita itu hanya terdiam malu sekali,tampaklah avi menyadari kalau dia terus diperhatikan oleh orang-orang dan tampaklah avi memakai topengnya lagi kewajahnya dan avi berkata.


"Kalau begitu,aku pamit pergi ya."


Tampaklah avi berjalan akan tetapi wanita itu berkata.


"Tungguh sebentar."


Avi seketika berhenti berjalan dan avi membalikan badannya kearah wanita itu dan avi berkata.


"Iya,ada apa lagi?."


Wanita itu berkata.


"Apakah kamu mau masuk sekolah bersamaku-kah?."


Tampaklah avi kebingungan sekali dengan hal tersebut dan tampaklah wanita malu sekali kalau dia akan mengatakan seperti itu dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Oh,sekolah ya?."


"Baiklah,aku akan masuk kesekolahmu tersebut."


Tampaklah wanita itu terkejut dengan hal tersebut dan wanita itu berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kamu akan masuk sekolah ya."


Avi berkata.

__ADS_1


"Kenapa tertunduk terdiam begitu?."


Wanita itu berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Oh ya,namaku iza."


"Salam kenal ya."


Tampaklah itu kebingungan sekali kalau avi tidak mau berjabat tangan dengannya dan iza berkata.


"Kenapa kamu tidak mau berjabat tangan denganku?."


Avi berkata.


"Aku dilarang untuk memegang tangan seorang wanita."


Iza kebingungan sekali dengan hal tersebut dan iza berkata.


"Siapa yang melarangmu tersebut?."


"Apakah kamu malukah berjabat tangan dengan seorang wanita?."


Avi berkata.


"Tidak,tapi aku memang dilarang untuk menyentuh tangan seorang wanita."


"Karena yang melarang diriku adalah tuhan."


Seketika iza terdiam saja dan iza berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah kebesokan harinya avi mendaftar disekolah yang dimaksud iza dan tampaklah avi sudah menjadi murid disitu,avipun dikenalkan kesemua murid-murid dikelas ditempati dan tampaklah avi belajar seperti sekolah umumnya akan tetapi disekolah tersebut ada namanya pelajaran bertarung dengan alat-alat canggih,avipun hanya diam melihat pelajaran tersebut sambil duduk dikursi ditempat latihan tersebut karena avi tidak tau apa-apa dengan hal tersebut dan tampaklah ada salah satu berkata dengan avi.


"Woi,kenapa kamu diam saja."


"Bertarunglah denganku kalau kamu berani."


Avi berkata.


"Tidak,aku lebih baik diam saja disini."


"Karena aku masih tidak tau apa-apa dengan begituan?."


Orang yang berbicara dengan avi berkata.


"Apakah kamu lemah?."


"Eheh."


"Kalau kamu lemah,bilanglah dari tadi tau."


"Aku tetap menantangmu bertarung denganku."


Tampaklah avi hanya diam saja dan orang yang berbicara dengan avi itu langsung tantangan dengan avi dan dengan cara membilangi keguru,avipun sudah ada diarea tempat bertarung tersebut dan avi berkata.


"Apakah aku bisa keluar dari area ini?."


"Karena aku tidak tau apa-apa tentang bertarung?."


Orang yang menantang avi berkata dengan teknologi canggihnya berupa senjata laser mematikan.


"Hah?."


"Kamu bilang tidak tau tentang bertarung?."


"Katakan dari tadi kalau kamu itu lemah!."


"Seranglah aku dengan apa saja,karena kamu itu lemah."


Tampaklah avi mengambil sebuah bumerang kayu dari skills ruang hitamnya dan avi berkata.


"Kalau begitu,aku pakai ini saja."


"Karena aku tidak mau menyakiti seseorang dengan sebuah senjata."


Tampaklah avi melempar bumerang itu kearah orang itu akan tetapi bumerang itu membuat orang yang menantang avi marah sekali dengan hal tersebut dan tampaklah orang itu dibuat kesal oleh bumerang kayu tersebut,tampaklah orang itu menyerah karena saking tidak bisanya menangkap dan menghancurkan bumerang tersebut,tampaklah avi kebingungan dengan bumerangnya sambil melihat bumerangnya ditangan kanannya dan tampaklah yang sedang berjalan diarea sekolah,avi melihat kalau iza sedang berjalan berdua seorang laki-laki yang mana laki-laki tersebut pacarnya dan setelahnya avi melihat kalau iza sedang duduk dikursi taman sekolah,avipun berjalan kearah iza dan avi berkata.


"Kenapa duduk sendirian disini?."


"Bukannya tadi kamu sama seorang laki-laki ya?."


Iza berkata.


"Iya,itu benar."


"Kalau aku tadi berjalan bersama seorang laki-laki."


"Ha,kenapa kamu masih memakai topengmu tersebut?."


Avi berkata.


"Kamu taulah kalau aku membuka topeng ini tersebut."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


Avi berkata.


"Apakah laki-laki berjalan bersamamu itu,pacarmu?."


Iza terkejut kalau avi mengetahui kalau dia berpacaran dengan laki-laki tersebut dan iza seketika tersenyum dan iza berkata.


"Iya,itu benar."


"Kalau dia memang pacarku."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Apakah kamu tau yang apa yang kamu lakukan hal tersebut,adalah hal sesuatu yang buruk bagimu sendiri loh."


Iza berkata.


"Hahahahahaha."


"Begitu ya."


Avi berkata.


"Kalau kamu memang menganggap ini sebuah candaan,maka kamu akan merasakan keburukan tersebut disuatu hari nanti."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


"Kenapa kamu berdiri saja dari tadi?."


"Kenapa kamu tidak duduk disampingku?."


Avi berkata.


"Aku dilarang untuk dengan seorang wanita yang bukan siapa-siapaku."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


Avi berkata.


"Apakah kamu melihat orang disana?."


Iza berkata.


"Iya,kenapa?."


"Kan hanya ciuman saja?."


Avi berkata.


"Ketahuilah,apa yang mereka lakukan tersebut akan dapat balasannya oleh tuhan."


"Kamu pikir ciuman saja?."


"Padahal mereka berdua itu,bukanlah suami-istri loh."


"Untuk ciuman kalau itu mereka berdua bukan suami-istri?."


"Kamu pikir kalau apa yang kamu lakukan tidak dilihat oleh siapa-siapa."


"Tapi kamu harus tau,kalau tuhan melihatmu setiap kali kamu melakukan suatu kelakuan."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


"Aku tanyak kepadamu."


"Apa yang kamu lakukan kalau kamu jatuh miskin?."


"Apakah takutkah dengan hal seperti itu?."


Avi berkata.


"Kemiskinan?."


"Apa maksudmu tersebut?."


Iza berkata.


"Ha,ada dulu ada temanku jatuh miskin."


"Saking takutnya dengan kemiskinan,dia bunuh diri."


"Aku tidak tau kenapa dia setakut itu?."


"Apakah kamu seperti itukah?."


Avi berkata.


"Untuk apa aku takut miskin,kalau tuhanku maha kaya dan maha pemberi."


"Aku malahan ingin hidup miskin,karena ada satu orang yang aku kagumi.'


"Karena dia miskin tapi dia terus taat kepada tuhan dan sampai terkenal dipenduduk langit."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


Avi berkata.


"Apa yang membuatmu sebingung itu?."


Iza berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Hanya saja,aku tidak tau apa tujuanku ada didunia ini sebenarnya?."


"Itu yang membuatku kebingungan."


Avi berkata.


"Kenapa kamu harus bingung?."


"Kan tuhan sudah pernah berkata kalau tuhan menciptakan manusia agar beribadah kepadanya."


"Apakah kamu tidak tau kalau tuhan berkata begitu?."


"Jadi untuk apa kamu sebingung itu dan sedih begitu?."


"Kalau tuhan berkata begituan?."


Iza berkata.


"Tapi didunia ini ada namanya,yang lemah dimakan oleh yang kuat."


Avi berkata.


"Orang bodoh mana yang bilang begitu,kalau tuhan menciptakan makhluk-makhluknya untuk beribadah kepadanya."


"Bukan saling menunjukan siapa yang terkuat didunia ini."


"Didunia ini bukan tempat menunjukan siapa terkuat,tapi didunia ini hanya tempat untuk beribadah kepada tuhan."


"Untuk apa menjadi kuat didunia kalau itu tidak berguna dihadapan tuhan sesungguhnya?."


"Janganlah kamu mudah dibodoh-bodohi oleh dunia,karena dunia ini seperti bos penjahat tingkat tinggih."


"Apalagi apa yang dilakukan duniapun tidak disadari satupun oleh semua makhluk."


"Orang yang bilang dia harus menjadi kuat didunia,maka dia dibodoh-bodohi oleh dunia dan mau kali dibudak oleh dunia."


Iza berkata.


"Bukannya dunia itu bukan sebuah makhluk ya?."


Avi berkata.


"Apakah kamu yakin begitu?."


"Dunia ini sebenarnya sebuah makhluk,yang mana seperti makhluk-makhluk umumnya."


"Tapi kamu tidak tau kalau dunia ini bisa berbicara akan tetapi suaranya hanya bisa didengar oleh orang-orang diberi izin oleh tuhan saja."


Tampaklah iza hanya terdiam terbenging saja dan iza berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan tampaklah hari demi haripun berlalu,tampaklah avi sudah bersekolah disitu begitu lama sekali dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang berjalan berdua dengan iza tapi avi berjalan dibelakang iza dengan jarak satu meter,tampaklah avi kebingungan sekali karena iza seketika berhenti berjalan dan avi berkata.


"Kenapa kamu berhenti berjalan?."


Iza berkata.


"Apakah kamu bisa tungguh sebentar disinikah?."


"Karena aku harus mendatangi orang disana."


"Karena aku ada urusan dengan orang itu tersebut."


Avi berkata.


"Iya,aku akan menungguhmu disini."


Tampaklah iza berjalan kearah orang yang iza maksud dan izapun berbicara-bicara dengan orang tersebut dan avi berkata.


"Aku harus mengapain ya,sekarang?."


"Hmmmmmm?."


"Ha,buat itu saja!."


Tampaklah iza sudah selesai berbicara dengan orang itu dan izapun berjalan kearah avi lagi akan tetapi dia terkejut dan kaget sekali kalau ada sebuah tank dibelakang avi dan iza berkata.


"Ke-kenapa ada sebuah tank militer disini?!."


Avi berkata.


"Tank militer?."


"Ha,maksudmu ini?."


Iza berkata.


"Kenapa ada sebuah tank disini?."


"Itu tank siapa?."


Avi berkata.


"Tank ini punyaku."


"Aku buat barusan tadi."


Iza terkejut sekali dengan hal tersebut dan iza berkata.


"Gimana mungkin kamu bisa buat tank?."


"Apalagi buatnya barusan?."


"Buat tank itu lama sekali loh!."


"Gimana mungkin buat tank secepat itu?!."


"Apalagi tank itu sudah melebihi tank modern loh."


"Gimana mungkin kamu bisa membuat tank secepat itu?."


Avi berkata.


"Bukannya ada itu?."


"Kan dibelakangku ada tumpukan mobil-mobil bekas yang sudah tidak pakai lagi?."


"Aku membuatnya dari tumpukan mobil bekas tidak dipakai lagi."


Iza berkata.


"Itu manalah mungkin,mesin tank saja susah dibuat apalagi beberapa komponen tank yang susah dibuat dengan secepat itu?."


Avi berkata.


"Bukannya itu bisa?."


"Aku menggabungkan beberapa mesin dari mobil-mobil bekas tidak dipakai itu."


Iza berkata.


"Apakah,jangan-jangan!?."


"Apakah kamu pakai sihir?."


Avi berkata.


"Tidak,aku tidak pakai kekuatan seperti itulah?."


"Aku memang menggabung beberapa mesin dari mobil-mobil bekas tidak dipakai itu tersebut."


"Aku menyatukan komponen-komponen mobil-mobil bekas itu,menjadi suatu komponen untuk tank ini."


"Yah,aku harus memakai alat pemanas besi untuk membuat komponen tank tersebut,apalagi memakai alat penyatu komponen besi-besi tank."


"Yah,itu mungkin sedikit susah dikatakan karena sangat panjang sekali cara buat tank ini."


Iza berkata.


"Oh,begitu ya."


"Tapi kenapa kamu membua tank itu?."


Avi berkata.


"Ha,karena aku tidak ada kerjaan sama sekali."


"Jadinya aku buat inilah,apalagi kamu berurusan dengan begitu lama."

__ADS_1


__ADS_2