
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi kerjanya akan tetapi serena sedang cemberut didepan avi dan tampaklah avi mengetahuinya hal tersebut dan avi berkata.
"Ha,ada hal apa yang membuatmu cemberut begitu ya serena?."
Serena berkata.
"Kenapa anda pada pagi ini mencium nova pada pagi ini."
"Saya tidak pernah dicium oleh anda."
Tampaklah seketika avi tersenyum dan serena berkata.
"Kenapa anda mencium nova,my lord."
"Saya belum pernah dicium sama sekalipun."
Avi berkata.
"Ha,itu bukanlah nova sih."
"Tapi memaksaku menciumnya."
"Tapi aku hanya mencium dahinya saja."
"Tapi begitu ya."
Seketika avi tersenyum dan seketika avi menaruh mangkuk jagung meletusnya dan avi seketika berjalan kearah serena dan seketika avi mencium dahi serena,seketika terkejut dan seketika malu sekali,tampaklah serena begitu malu sekali dengan ciuman dari avi tersebut dan avi berkata.
"Jadi sudahkan."
"Jadi jangan cemberut lagi ya,serena."
Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah serena yang masih malu sekali dengan ciuman avi tersebut,tampaklah setelahnya tampaklah seketika muncullah seseorang itu yang mana seseorang itulah yang mengajak avi jalan-jalan kebeberapa dunia lain,tampaklah seseorang itu muncul didepan avi dan avi berkata.
"Ha,kenapa kamu datang kesini ya?."
"Ada keperluan apa kamu kesini ya?."
Seseorang itu berkata.
"Yah,aku tidak ada kerjaan sama sekali sih."
"Jadi aku datang kesini."
"Tapi aku ingin bertanyak denganmu."
Avi berkata.
"Tanyak apa?."
Seseorang itu berkata.
"Apalah boleh menikah dengan anak kandung atau nikah sedarah."
"Karena aku pada saat datang duniamu ini."
"Yang mana aku berkeliling beberapa negara kerajaan."
"Aku melihat pernikahan antar anak kandung dan seorang ayah kandung dari anak kandung tersebut."
Avi berkata.
"Ha,seharusnya tidak boleh sih."
"Karena akan mengalami sesuatu hal buruk bagi bayi yang dikandung anak dari ayah tersebut."
"Karena akan mendapatkan kelaina terhadap bayi yang dikandungnya."
"Tapi apalagi menikah dengan adik kandung saja tidak boleh."
"Karena mendapatkan beberapa masalah baru kalau menikah sedarah atau menikah dengan keluarga sendiri."
"Tapi kalau bukan anak kandung."
"Aku juga tidak tau sih."
"Karena aku masih belum ada jawabannya."
"Apakah itu boleh atau tidak."
"Tapi yang lebih baik janganlah menikah dengan orang yang masih ada hubungan keluarga walaupun dia seorang yang tidak hubungan darah dengan keluarga."
"Tapi kenapa kamu ingin bertanyak begini ya?."
"Padahal aku tau sendirikan menikah dengan sedarah tidaklah baik kalau dilakukan."
"Apalagi menikah dengan sesama kelamin."
"Karena itu hal sesuatu menjijikan sekali dan begitu tidak berguna."
"Karena untuk apa menikah dengan sesama kelamin."
"Dan pada akhirnya rasanya aneh saja kalau melakukan hubungan intim."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi."
"Gimana caranya memutar waktu ya?."
"Apalagi menghentikan waktu juga?."
Avi berkata.
"Ha,itu sangat mudah sih menurutku."
"Karena kamu bisa melakukannya."
"Yang mana kamu ambil jam itu."
"Dan kamu putarlah jarum jam tersebut dengan memutar."
"Dan jadi deh,memutar waktu."
"Yang mana waktu dijammu memutar kembalik."
Seseorang itu berkata.
"Ooo,begitu ya."
"Memang benar sih memutar waktu."
"Yang mana waktu memutar kembalik."
"Tapi gimana menghentikan waktu ya?."
Avi berkata.
"Ha,tinggal hentikan jam atau matikan jam tersebut."
"Dan jadilah menghentikan waktu."
"Yang mana waktunya berhenti."
"Yang mana waktu jam tersebut mati."
Seseorang itu berkata.
"Ooo,kamu benar-benar hebat sekali ya."
"Jadi begitu ya,menghentikan waktu dan memutar waktu."
Avi berkata.
"Tapi buktikan kalau ada seseorang dapat memutar waktu dan menghentikan waktu."
"Pastih dia sudah benar-benar sesat sekali ya,karena dia dapat menghentikan waktu atau memutar waktu."
"Yang mana waktu itu sudah dikendalikan oleh tuhan dan tidak dapat dihentikan atau memutar waktu."
"Kecuali kecepatanmu benar-benar sudah cepat sekali."
"Dan waktupun dapat berhenti karena kecepatanmu benar-benar cepat sekali."
"Karena kecepatan juga akan dapat berpengaruhi dengan waktu."
"Tapi kalau memutar waktu adalah hal sesuatu tidak akan bisa."
"Karena secara nyata saja tidak akan bisa apalagi memakai hal begituan."
"Walaupun memakai hal begituan maka dia sudah benar-benar sudah gila sekali."
"Karena dia dapat membuat waktu berputar."
Seseorang itu berkata.
"Ha,tapi kenapa orang-orang dari berbagai dunia suka namanya ramalan atau lain sebagainya."
"Kan padahal tidak sepenuhnya tepat yang akan terjadi kepada seseorang tersebut."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah."
"Kenapa orang-orang suka ramalan."
"Karena orang-orang berpikir itu adalah sebuah takdir masa depan mereka."
"Walaupun sama saja mereka kenak ramalan tersebut."
"Karena orang-orang akan berpikir kalau suatu ramalan akan pastih dan itu akan pastih benar."
"Tapi itu salah menurunku."
"Karena suatu ramalan itu tidak sepenuhnya benar."
"Karena terkadang seseorang akan mempercayai suatu ramalan karena suatu saraf diotak mereka yang menganggap itu sama yang terjadi kepadanya."
"Padahal itu hanya sarafnya saja yang membenarkannya."
"Padahal itu tidak akan terjadi kepadanya dari suatu ramalan."
"Tapi ramalan itu adalah suatu hal kesesatan."
"Karena dapat mengetahui suatu takdir padahal takdir itu ada ditangan tuhankan."
"Tapi kalau ramalan itu benar,mungkin ada tapi itu jarang ada."
"Dan mungkin akan lama sekali karena tidak akan sepenuhnya ramalan itu pastih."
"Tapi kalau mata seseorang bisa melihat masa depan."
"Maka itu bukanlah ramalan tapi hal sesuatu yang diberikan oleh tuhan untuk menyelamati kita dari bahaya."
"Tapi itu jarang sih menurutku."
"Tapi aku juga tidak terlalu mempercayainya sepenuhnya."
"Dan terkadang kalau ada kepadaku maka terkadang aku akan bermain-main dengan pengelihatan masa depan tersebut."
"Sebelum sepenuhnya benar adanya."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Tampaklah seketika sety masuk keruangan avi berada dan setelahnya seketika sety berlutut dihadapan avi dan sety berkata.
"Lapor,my lord."
Avi berkata.
"Ada apa sety?."
Sety berkata.
"Kami sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan kepada kami semua."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Terima kasih banyak ya,sety."
Sety berkata.
"Iya,my lord."
Avi seketika bingung karena seseorang itu terdiam terbengong saja sambil melihat kearah sety dan avi berkata.
"Ha,kamu kenapa ya?."
"Apa yang membuat terbengong begitu ya?."
Seseorang itu berkata.
"Ti-tidak apa-apa sih."
"Hanya saja dia siapa ya?."
Avi berkata.
"Ha,dia sety."
"Salah satu tujuh jenderalku."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Kamu kenapa bertanyak begitu."
Seseorang itu berkata.
"Ti-tidak apa-apa!."
Seketika sety berdiri dan sety berkata.
"Baik,kalau begitu saya pamit pergi dulu ya my lord."
Avi berkata.
"Iya."
Seketika sety berjalan kearah pintu keluar ruangan tersebut dan avi seketika tersenyum karena avi sudah menyadarinya kenapa yang terjadi kepada seseorang itu tersebut dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Kamu benar-benar menyukai sety-kah?."
Seketika seseorang terkejut karena avi mengetahuinya kalau dia suka kepada sety dan seseorang itu berkata.
"Ehg?!."
"Tu-tungguh sebentar."
"A-apa maksudmu tersebut?."
Avi berkata.
"Karena tadi dirimu terus melihat kearah sety dari tadi terus-menerus dan sampai keluar ruangan terus kamu melihat kearah sety."
"Jadi apakah kamu benar-benar menyukai sety-kah?."
Seseorang itu berkata.
__ADS_1
"H-ha,itu benar."
"Hanya saja aku penasaran sama wanita tersebut."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kalau kamu menyukai sety maka nikahilah dia."
"Tapi hanya penasaran dengan sety."
"Jangan terus-menerus melihat kearah sety karena itu akan berujung dapat dosa loh."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Jadi apakah kamu benar menyukai sety-kah?."
"Ngaku saja kalau kamu menyukai sety."
"Karena aku tidak memperdebat hal tersebut kalau kamu suka dengan sety."
Tampaklah seseorang itu terdiam saja dan seseorang itu berkata.
"Iya."
"Aku menyukai sety."
"Tapi aku menyukai sety bukan dari wajahnya."
"Tapi hatinya saja."
"Karena aku dapat melihat isi hatinya dari kdua mataku sendiri."
"Walaupun itu hanya sebuah skills saja yang aku dapat waktu dulu."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi gimana aku dan kamu akan bertanyak kepada sety tentang dirimu menyukai sety."
"Karena itu akan lebih baikkan dari pada menimbunnya dan berujung dapat penyesalan nantinya kamu terima kalau kamu menimbun rasa sukamu tersebut."
Seketika seseorang itu terdiam dan seketika seseorang itu terkejut sekali dan seseorang itu berkata.
"Woi,kamu siap tau!!!."
Avi berkata.
"Ha,itu terserah dirimu sih."
"Karena aku tidak memaksamu tentang kamu menyukai sety atau tidak sama sekali."
"Karena rasa suka itu ada pada dirimu sendiri."
"Bukan hal sesuatu ataupun seseorang."
"Tapi rasa suka itu bisa diungkapkan darimanapun itu."
"Jadi aku tidak memaksamu tentang hal tersebut."
Seseorang itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Mungkin waktu ini aku belum siap sih."
"Tapi mungkin aku akan memikirkan dengan matang dan aku siap kalau ada keberanian nantinya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang sedang mengajari para bawahannya tentang pengetahuan yang belum mereka pahami dan tampak mereka ada disuatu ruangan dan setelahnya avi berkata.
"Dan begitulah."
"Matematika mudah dan menyenangkan bukan?."
Mereka menjawab.
"Tidak."
"Matematika tidak mudah dan tidak menyenangkan sama sekali,wahai my lord."
Avi berkata.
"Habisnya kalian dari tadi kayak anak kecil baru pertama kali belajar tentang angka dan perkalian."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Tapi satu tambah satu saja kalian tidak tau."
"Mau gimana lagikan kalau kalian sebingung itu."
Zers berkata.
"Woi,tadikan satu tambah satu kenapa jadinya sebelas?."
"Kan seharusnya dua-kan?."
Avi berkata.
"Ha,kalian mengali dan menambahkannya sih."
"Padahal itu sangat mudahkan."
"Tapi satu tambah satu saja kalian masih belum tau ya."
"Padahal matematika itu sangat menyenangkan sekali dan mudah sekali."
"Kalau dikerjakan secara sepenuhnya."
Mereka menjawab.
"Oh,begitu ya my lord."
Avi berkata.
"Tapi kalian belum tau tentang kuadrat dan bagaiman dengan yang lainnya."
"Jangan seolah kalian hebat dengan matematika."
"Apalagi kalian masih belum paham dengan metematika-kan."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Tapi aku tidak membenci kalian kalau kalian tidak pandai kali-kali atau tambah-tambah."
"Tapi kalian harus belajar banyak ya."
"Kalau kalian mau pintar dan hebat disebuah pelajaran."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
"Kami akan belajar sepenuhnya biar kami pintar dalam suatu pelajaran seperti pelajaran matematika ini tersebut."
Tampaklah avi yang lagi berjalan dihutan dan tampaklah seketika tanah tempat avi berjalan runtuh kebawah,tampahlah avi jatuh kebawah dengan tanah-tanah yang berjatuhan kebawah tanah,tampaklah avi seketika bangun dari pingsannya dan melihat sekitarnya,avi seketika terkejut dengan sekitarnya dan avi berkata.
"Ehg!."
"Ini tidak mungkinkan?."
"I-ini ada didalam kedalaman satu juta meter dari permukaan tanah."
"Gimana bisa ini terjadi?."
"Ini seharusnya jarang ada tanah yang runtuh atau hancur kebawah karena tanah didalam tanah terjadinya gempa."
"Tapi gimana bisa kedalam satu juta meter bisa ikut juga."
"Tapi seharusnya satu juta meter kalau tidak salah sudah sangat panas sekali ya."
"Karena dekat dengan inti dunia dan banyak dengan lahar atau lava dengan jarak kedalam seginilah."
"Tapi kenapa sedalam ini tidak panas sama sekali?."
"Dan juga kenapa kedalam segini ada tumbuh-tumbuhan didalam sini?."
"Apalagi kenapa suatu bangunan begitu misteius sekali dan cukup luas sekali."
"Kayaknya aku melihat-lihat sajalah bangunan apa itu sebenarnya."
Tampaklah avi berjalan kearah bangunan yang avi maksud tersebut dan tampaklah avi seketika berhenti berjalan karena avi seketika menyadari kalau ada gelombang suara biru yang barusan lewat didepannya,seketika ada suara yang begitu keras sekali dan mengerikan sekali yang terdengar oleh avi,avi berkata.
"Apa yang terjadi?."
"Bunyi apa itu?."
Seketika muncullah beberapa sosok dari dalam tanah dan tampaklah sosok itu adalah monster bernama the warden,tampaklah avi terdiam saja karena monster-monster itu muncul dari dalam tanah dan mereka berjumlah sepuluh saja,avi berkata didalam dirinya.
"Ehg?."
"Kenapa monster-monster itu terdiam ya?."
"Ha,mungkin aku lebih baik menjelajahi bangunan itu tersebut saja."
"Karena monster-monster itu masih terdiam saja."
Tampaklah avi seketika berjalan lagi dan seketika monster-monster itu berlutut dihadapan avi,tampaklah avi seketika terkejut dengan hal tersebut dan tampaklah avi masih berjalan kearah bangunan tersebut walaupun monster-monster tersebut sedang berlutut kearah avi,tampaklah avi mulai melihat-lihat bangunan tersebut dan avi seketika berhenti berjalan karena suatu material didepan kaki avi dan avi mengambil material tersebut dan avi berkata.
"Ini material apa ya?."
"Aku tidak pernah melihat material sekuat inilah?."
"Ini material apa ya?."
"Tapi lebih baik aku simpat sajalah dulu karena mungkin aku caritau tentang material apa ini tersebut."
Tampaklah avi masuki material tersebut kedalam skills ruang hitam milik avi,tampaklah avi mulai menjelajahi seluruh bangunan tersebut dan mulai melihat bangunan tersebut dengan keseluruhannya,tampaklah avi berhenti berjalan dan avi seketika melihat kearah sebuah dinding yang mirip dengan pintu gerbang tapi itu ada diatas tanah dan dikelilingi api-api biru sekelilingnya,tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Aku tidak tau tempat dan bangunan apa ini."
"Tapi kayaknya aku tidak usah daritau lanjut lagi tentang tempat apa ini dan bangunan apa ini tersebut."
"Tapi aku tau kalau ini bagaikan bangunan sudah kuno."
"Tapi kayak aku benar-benar tidak tau apa-apa sih."
"Tentang tempat dan bangunan didunia ini tersebut."
"Tapi aku bukanlah tokoh utamanya didunia ini tersebut."
"Karena aku bukanlah berasal ini jadi aku tidak mau mencaritau."
"Karena melelahkan sekali mencaritau yang ada didunia ini tersebut."
"Karena aku tidak suka ikut campur dengan urusan didunia ini tersebut."
Tampaklah avi seketika tersenyum tapi dibelakang avi banyak the warden-warden yang sedang berlutut dihadapan avi,tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi kerjanya dan avi berkata.
"Ehg?."
"Gubernur dari negara fresdy mengundangku datang kesana?."
Tampaklah serena ada berditi didepan avi dan serena berkata.
"Iya,my lord."
"Gubernur dari negara fresdy mengundang anda datang kesana."
Avi berkata.
"Kan negara fresdy tidak menyukaiku-kan?."
"Jadi untuk apa gubernur negara fresdy mengundangku datang kesana?."
Serena berkata.
"Ha,tapi my lord."
"Gubernur negara fresdy itu menyuruh anda datang kesitu secara sembunyi-sembunyi."
"Karena biar oleh raja atau petinggih negara fersdy kalau anda datang."
"Walaupun negara fersdy mempunyai delapan kota."
"Tapi kayaknya delapan kota tersebut tidak akur satu sama lain tentang bedah pendapat saja."
"Tapi kayaknya gubernur negara fresdy ini ingin bekerja sama dengan anda secara sembunyi-sembunyi kayaknya,wahai my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya,serena."
"Hmmmm,kayaknya aku akan datang kesana."
Serena berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Baik,saya mengerti wahai my lord."
Tampaklah kebesokan harinya tampaklah avi sudah ada ditempat gubernur dari negara fersdy,tampaklah avi sudah duduk berhadap-hadapan dengan gubernur negara fersdy dikursi meja disuatu ruangan dan tampak avi mengenakan topeng diwajahnya yang dia beli waktu itu dan avi berkata.
"Jadi ada gubernur negara fresdy mengundangku datang kesini?."
"Kan raja negaramu tersebut sangat membenciku-kan?."
Tampaklah gubernur itu adalah wanita dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku mengundangmu tidak ada maksud apapun."
"Apalagi membunuhmu."
"Tapi aku ingin tau."
"Gimana caramu menjadi seorang raja yang paling hebat dan ada diperingkat pertama."
"Padahal sudah beberapa hari saja sudah peringkat pertama."
"Tapi itu waktu dulu."
"Tapi gimana caramu bisa menjadi seorang raja sehebatmu?."
Avi berkata.
"Aku ingin bertanyak."
Wanita itu berkata.
"Tanyak apa?."
Avi berkata.
"Kenapa kamu ingin bertanyak hal begituan?."
"Padahal menjadi seorang pemimpin yang hebat itu mudah sekali dilakukan loh."
Seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Aku hanya ingin tau saja."
"Tapi kenapa kamu memakai sebuah topeng diwajahmu?."
__ADS_1
"Kan kamu bisa lepasi sekarangkan topengmu sekarangkan?."
"Dan kenapa seorang raja sepertimu suka memakai topeng diwajahmu tersebut?."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Aku hanya tidak ada kerjaan sih memakai topeng ini."
"Tapi mungkin aku hanya ingin mirip dengan suatu novel."
Wanita itu berkata.
"Novel?."
"Novel apa itu?."
Avi berkata.
"Novel yang aku maksud adalah."
"Seorang pemimpin negara yang suka menyamar jadi orang biasa."
"Seperti memakai topeng,masker,Kaca mata hitam dan lain sebagainya."
"Yah,tapi begitulah."
"Tapi ada alasan lain sih kenapa aku memakai topeng ini tersebut."
"Tapi aku tida mau menunjukan wajahku semua orang."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Jadi gimana anda bisa menjadi ahli dalam perdagangan antar benua atau kepulauan lainnya?."
Avi berkata.
"Ha,kalau tidak salah kenapa aku ahli dalam berdagang."
"Mungkin karena masa laluku sih."
"Yang mana pada aku waktu lima tahun,aku suka berteman dengan bapak-bapak."
Seketika wanita itu terdiam dan wanita itu berkata.
"O-oh,begitu ya."
"Tapi habis itu apalagi?."
Avi berkata.
"Ha,terkadang aku suka ikut berbagai tempat dengan bapak-bapak yang aku anggap sebagai teman."
"Terkadang aku suka ikut berdagang dengan mereka."
"Terkadang aku juga dianggap anak dari bapak-bapak yang aku anggap teman tersebut."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi berkata.
"Aku juga belajar dari mereka tentang berdagang,cara berdagang dan cara berdagang yang baik dan benar."
"Yah,walaupun ikut-ikut dengan bapak-bapak itu tersebut sih karena aku tidak ada kerjaan sama sekalipun."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Baik,aku sekarang mengerti gimana anda ahli berdagang ya."
"Tapi gimana menjadi sehebat anda, menjadi seorang pemimpin negara?."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Kamu tau tidak."
"Aku menjadi seorang raja bukanlah keinginanku."
"Karena tidak memperdulikan dengan dunia berikan kepadaku."
"Tapi aku terpaksa menjadi pemimpin negara karena banyak hal-hal aku ketahui dengan kondisi-kondisi beberapa orang."
"Tapi aku bukanlah tuhan yang mengetahui semua kondisi-kondisi makhluk hidup."
"Tapi aku hanya memahami yang terjadi dengan kondisi didunia ini tersebut."
"Walaupun aku tidak sepenuhnya."
"Tapi ada satu orang yang aku kagum-kagumkan dengan satu seseorang tersebut."
"Yang mana dia seorang pemimpin yang adil bagi seluruh makhluk dan baik hewan juga."
"Dia seseorang pemimpin yang pintar dan jenius sekali."
"Tapi walaupun cara aku dan dia berbedah dalam memimpin."
"Walaupun berbedah tapi aku tetap akan menerapkan cara dia memimpin."
"Walaupun ada perbedaan dalam kepemimpinan."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kalau ada yang anda kagumi,maka anda terobsesi ya?."
Avi berkata.
"Mungkin begitulah."
"Tapi aku hanya mengikuti cara dia memimpin sih."
"Tapi bukan terobsesi juga sih menurutku."
"Karena aku hanya mengikuti saja."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi saya mengetahui kalau anda itu masihlah muda sekali untuk seorang raja negara."
"Tapi kenapa anda mendapatkan beberapa wanita?."
"Mungkin bagi laki-laki umumnya begitu-kan?."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Aku tanyak kekamu."
"Untuk apa mengejar wanita atau mencari beberapa wanita?."
"Kan pada akhirnya hanya mendapat suatu masalah."
"Untuk apa mencari dan mendapat seorang wanita hanya ingin melepas hawa nafsu saja."
"Atau mengunakan nafsu saja untuk mendapatkan seorang wanita seperti dari beberapa tubuh wanita."
"Tapi menurutku itu tidak gunanya sama sekalilah."
"Karena memakai hawa nafsu kalau mencari atau mendapat seorang wanita."
"Apalagi mengejar atau mencari saja tidak gunanya sama sekali loh."
"Karena kamu akan makin lama makin lama akan tidak akan mendapatkannya sama sekalipun."
"Kalau itu dapat maka akan mendapat suatu masalah nantinya yang mereka akan dapatkan nantinya."
"Jadi menurutku tidak gunanya sama sekali mengejar atau mendapat suatu wanita."
Wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi apa yang anda tidak sukai?."
"Seperti makanan,minuman atau hal sebagainya?."
Avi berkata.
"Aku paling tidak sukai adalah."
"Seseorang yang menangis karena cinta."
"Karena itu sangat-sangat menjijikan sekali menurutku."
"Tapi aku juga tidak menganggap diriku sebagai orang yang benar."
"Karena aku juga pernah salah juga."
"Tapi orang yang menangis karena cinta maka disudah benar-benar menjadi sampah."
"Karena berlebihan sekali kalau cinta mereka tidak didapatkan oleh mereka."
"Apalagi terkadang orang yang menangis karena cinta,suka kali ingin bunuh diri atau hal sebagainya."
"Padahal cinta loh."
"Untuk apa ditangisi."
"Karena cinta itu hanya permainan dari hawa nafsu tubuh sendiri."
"Apalagi mereka terkadang berlebihan sekali menganggap cinta itu adalah segalanya."
"Padahal tidak,karena cinta tidaklah segalanya."
"Karena cinta terhadap sesuatu itu hanya sementara dan juga tidak harus juga menurutku."
"Tapi kalau mencintai hanya sebatas suka atau merasa orang itu keren,seperti guru sekolah."
"Yang mana pertama kali melihatnya saja sudah menganggapnya keren sekali."
"Tapi kamu taukah."
"Cinta abadi itu adalah cinta terhadap tuhanmu sendiri."
"Karena mencintai tuhan itu tidak akan hilang."
"Karena tuhan akan mencintainya juga."
Seketika wanita terdiam terbengong dan wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi aku ingin tanyak kepada anda."
Avi berkata.
"Tanyak apa?."
Wanita itu berkata.
"Benda apa atau hal sesuatu apa yang paling dekat kalau ditemukan."
"Seperti magnet besi yang menempel satu sama lainnya kalau didekatkan satu sama lain."
Avi berkata.
"Ha,paling dekat ya?."
"Kenapa kamu ingin bertanyak tentang itu ya?."
Wanita itu berkata.
"Aku masih penasaran dengan hal sesuatu yang paling dekat sekali kalau ditemukan satu sama lainnya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Hal paling dekat kalau ditemukan satu dengannya adalah."
"Kematian."
Seketika wanita terdiam dan wanita itu berkata.
"Ehg?!."
"Kematian?."
Avi berkata.
"Yah,kematian."
"Karena kematian benar-benar sungguh dekat sekali loh."
"Kalau ditemukan satu sama lain."
"Karena kematianku bagaikan magnet yang begitu kuat sekali kalau ditemukan dengan diri kita maka kematian sangat cepat sekali mendekati kita."
"Tapi kematian adalah hal sesuatu jangan ditakutkan."
"Karena kematian memang sudah ditakdirkan kepada kita."
"Mau itu muda atau tua sekalipun."
"Tapi coba pikirkan."
"Apakah ada seseorang bisa menghindari kematian?."
"Pastih tidakkan?."
"Karena kalau bisa maka dibelum saatnya tiada."
"Karena tuhan masih memberi dia kesempatan kepada dia."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Avi seketika berdiri dari duduknya dan avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Saya pamit dulu ya."
"Karena kamu hanya ingin menanyai tentang hal tersebut."
"Dan tidak ada hal lain."
"Maka saya pamit dulu ya."
Seketika avi menghilang dari hadapan wanita itu dan tampaklah wanita terdiam terbengong saja dan seketika wanita tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Dia sungguh mengagumkan ya."
"Tidak aku ketahui."
"Kalau dia masih menyembunyikan kepintarannya dariku ya."
__ADS_1
"Kamu memang benar tidak mau menunjukan kepintaranmu ya."
"Memang sungguh kamu orangnya sangat begitu menarik sekali ya."