Throwing Soul Youth Becomes NULL

Throwing Soul Youth Becomes NULL
Membahas.chapter 108


__ADS_3

Avi berkata.


"Apakah kalian taukah."


"Kalau zaman itu bisa mempengaruhi seseorang."


"Karena ulah seseorang dapat mempengaruhinya siapa saja karena zamannya."


"Seperti sebuah kelompok yang mana dikelompok itu semua orang-orang baik."


"Tapi suatu saat datanglah seseorang kelompok tersebut."


"Dan mempengaruhi kelompok orang-orang baik tersebut menjadi sesat."


"Yang mana seseorang tersebut menyebar dan mempengaruhi kelompok orang-orang baik tersebut dengan kesesatan yang disebarkan oleh seseorang tersebut."


"Jadi begitulah pada kota dibumi yang kalian tersebut."


"Yang mana ada orang bodoh yang menyebarkan kebodohan keseluruh dunia."


"Dan mempengaruhi kebodohannya keseluruh kota dibumi tersebut."


"Tapi kebodohan dan kebohongan adalah sesuatu yang buruk kalau disebarkan keorang lain."


"Mau itu dari orang terkenal maupun seseorang paling penting sekalipun."


"Yang mana dapat mempengaruhi seseorang disekitarnya."


"Kebodohan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh yang mana mereka berlagak bisa dan hebat dari apapun itu."


"Tapi mereka tetaplah bodoh."


"Karena perkataan mereka tidak sesuai dengan perilaku mereka sendiri maupun hati mereka sendiri."


"Mereka bodoh dalam ilmu dan mereka bodoh karena merasa paling hebat diantara yang lain apalagi mereka merasa paling benar."


"Padahal mereka sama sekalipun tidak ada benarnya sama sekalipun."


"Mereka menganggap kebodohan itu hal sesuatu yang hebat dan keren begitu?."


"Padahal tidak keren dan hebat sekalipun bagiku."


"Padahal dilihat bagaikan sedang telanjang tanpa pakaian yang mana seperti orang gila yang pakai pakaian sama sekalipun."


Seketika avi tersenyum dan tampaklah setelahnya tampaklah gamad yang lagi berdiri didepan jendelah disebuah ruangan sambil melihat kearah langit kekuning-kuningan yang mana sudah sore hari dan gamad berkata.


"Begitu ya."


"Dia sudah bergerak ya."


"Si korps tersebut ya."


"Padahal dia tidak pernah bergeraklah dari tempatnya?."


"Tapi kenapa dia sudah bergerak saja tanpa aku sadari ya."


"Sungguh mengagumkan ya."


"Wahai korps."


Seketika gamad tersenyum jahat dan tampaklah dibelakang gamad ada para bawahannya yang lagi berlutut dihadapannya dengan jumlah begitu banyak sekali,tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang dilantai disuatu ruangan terbuka bersama para bawahannya dan avi berkata.


"Hmmmmmm."


"Begitu ya."


Fahar berkata.


"Oh,begitu ya gamad."


"Sisety sedang hamil ya."


Gamad berkata.


"Iya."


"Dia sedang hamil sekarang."


Germa berkata.


"Apakah nanti kamu akan menjadi ayahkah,gamad?."


"Karena anakmu akan lahir dalam beberapa bulan nantinya."


Gamad berkata.


"Mungkin begitulah."


"Haaaaaaaaaaaa."


"Kayaknya menjadi ayah akan menjadi pekerjaan melelahkan bagiku."


"Karena mengurus rumah tangga,bertanggung jawab sebagai ayah bagi anakku nantinya dan lain sebagainya."


"Apalagi pekerjaanku akan membuatku pusing saja nantinya."


"Haaaaaaaaaa."


Avi berkata.


"Bukannya kamu bilang kamu suka bekerjakan?."


"Apalagi sampai pusingpun kamu bilang akan melakukannya karena kamu suka bekerja?."


Gamad berkata.


"Iya,itu benar wahai my lord."


"Tapi saya tidak paham atau tidak mengerti dalam menjadi seorang ayah?."


"Itu saja yang saya pusingkan."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Bukannya mudahkan menjadi ayahkan?."


"Menjadi seorang ayah itu sebenarnya sederhana sekali."


"Karena seorang ayah itu mengajari anak-anaknya tentang kebaikan dan mengajari untuk menjauhi keburukan."


"Menjadi seorang ayah itu harus bertanggung jawab atas seorang ayah bagi anakmu tersebut."


"Yang mana kamu harus bertanggung jawab atas urusan-urusan anak-anakmu tersebut untuk mengajari anak-anakmu tersebut tentang kebaikan."


"Dan kamu janganlah kamu menyakiti perasaan anak juga dengan kata-kata yang kurang enak didengar."


"Apalagi janganlah kamu juga membunuh anak-anakmu sendiri."


"Karena anak-anakmu adalah hal sesuatu kebaikan kepada dirimu sendiri."


"Apalagi janganlah kamu memikirkan tentang masalah ekonomi keluargamu yang terus-menerus berkurang,apalagi janganlah kamu menganggap anak-anakmu tersebut sebagai penghabis ekonomi keluargamu."


"Kalau kamu pusing menjadi seorang ayah."


"Maka bersabarlah dan janganlah kamu melampiaskan amarahmu atau kepusinganmu terhadap anakmu sendiri."


"Karena itu akan membuatmu makin buruk saja dan tidak ada guna sama sekalipun bagimu sendiri."


"Jadi bersabarlah menjadi seorang ayah ya,gamad."


Tampaklah gamad hanya terdiam terbengong saja dengan perkataan avi tersebut dan seketika gamad tersenyum dan gamad berkata.


"Begitu ya,wahai my lord."


"Baik,saya mengerti wahai my lord."


Tampaklah hild berlari kearah avi dengan terengah-engah dan tampaklah hild seketika berlutut dihadapan avi dan avi berkata.


"Ada apa hild?."


"Kenapa kamu berlari terengah-engah begitu?."


"Apa yang sedang terjadi kepadamu?."


Hild menyerahkan sebuah surat kepada avi sambil berkata.


"Wahai my lord,ada surat dari kerajaannya vio dan zio."


Tampaklah avi mengambil surat tersebut dari tangan hild dan avi berkata.


"Dari kerajaan vio dan zio?."


"Apa yang sedang terjadi?."


Tampaklah avi membaca surat tersebut dan avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kayaknya aku harus kesana ya."


Tampaklah avi seketika berdiri dari duduknya dan tampaklah para bawahan avi kebingungan semuanya karena tidak tau apa yang sedang terjadi dan dery berkata.


"Wahai my lord,apa yang sedang terjadi?."


Avi berkata.


"Kayaknya satu negara kerajaan akan menjajah dan menghancurkan kerajaan vio dan zio."


"Yang mana negara kerajaan tersebut ingin menghancurkan agama zio dan vio."


"Yang mana mereka tidak suka dengan agama islam kayaknya."


Tampaklah para bawahan avi terkejut semuanya dan avi berkata.


"Kayaknya aku harus pergi kesana untuk menghentikan kerajaan tersebut menghancurkan agama islam disana tersebut."


Seketika xeza berdiri dan xeza berkata.


"Saya juga ikut dengan anda,wahai my lord."


"Karena saya ingin membantu anda untuk mengalahkan negara kerajaan tersebut yang ingin menghancurkan agama islam disana tersebut."


Rifer seketika berdiri dan rifer berkata.


"Iya,my lord."


"Saya juga ikut dan membantu anda untuk mengalahkan negara kerajaan tersebut."


Seketika berdiri para bawahan avi yang lainnya dan berkata.


"Iya,kami juga wahai my lord."


"Kami juga ikut dengan anda dan mengalahkan negara kerajaan tersebut juga,bersama anda."


Fahar berkata.


"Iya,itu benar."


"Kami mau ikut membantu anda untuk mengalahkan negara kerajaan tersebut."


"Karena mereka telah ingin menghancurkan agama islam."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kalian sungguh mengagumkan ya."


Tampaklah setelahnya tampaklah avi dan para bawahan avi yang lain telah digaris peperangan bersama pasukan kerajaan vio da zio apalagi vio dan zio ikut juga didalam peperangan tersebut,tampaklah walaupun pasukan vio dan zio tidak memiliki kekuatan sihir tapi mereka sangatlah kuat sekalipun walaupun ada yang memiliki kekuatan sihir tapi mereka tidak memakainya karena mereka takut akan melanggar larangan aturan tuhan yang ada diagama islam,tampaklah setelahnya peperanganpun dimulai dan tampaklah peperangan tersebut sangat begitu sengit sekali akan tetapi peperangan tersebutpun dimenangkan oleh kerajaan zio dan vio bersama para bawahan avi dan avi juga walaupun para bawahan avi tidak memakai kekuatan asli mereka tersebut,tapi para pasukan negara kerajaan itu tersebut masih menyerang dan berperang dengan kerajaan zio dan vio yang mana negara kerajaan tersebut ingin menghancurkan agama dinegara kerajaan vio dan zio,tapi avi dan pasukan vio dan zio masih memperangi negara kerajaan tersebut dan sampai-sampai sudah beberapa hari lamanya.


Tampaklah avi,vio,zio dan para bawahan avi dan pasukan dari kerajaan vio dan zio yang mana mereka sedang membahas gimana menghentikan peperangan tersebut karena makin lama makin banyak yang berguguran dipeperangan tersebut,tampaklah mereka membahas tersebut disuatu ruangan terbuka dikerajaan vio dan zio dan tampaklah avi hanya diam saja karena avi hanya tidak mau menganggu pembahasan mereka tersebut,zio berkata.


"Gimana kita menurunkan raja negara tersebut dari jabatannya?."


"Yang mana itu akan bisa jugakan?."


"Untuk menghentikan peperangan ini tersebut dan kita dapat menyebarkan agama islamkan kesuluruh negara-negara kerajaan lainnya."


"Karena kita merebut negara kerajaan tersebut dengan cara yang baik."


"Dan membuat negara-negara kerajaan lainnya akan ketakutan semuanya karena yang mana kita dapat mengalahkan kerajaan paling kuat ketiga."


Bans berkata.


"Tapi pakai cara itu sedikit tidak mungkin sih."


"Karena akan cukup berbahaya juga bagi pasukanmu."


Zio berkata.


"Oh,begitu ya."


"Tapi kita tanyak saja langsung my lord gimana?."


Tampaklah semua orang melihat kearah avi dan zio berkata.


"Wahai my lord,apakah bisakah kita merebut kerajaan tersebut dengan cara tersebutkah?."


Avi berkata didalam dirinya.


"Begitu ya."


"Kayaknya makin mirip saja ya,dengan cerita orang paling mulia tersebut ya."


"Apalagi dengan para sahabatnya."


"Memang aku tidaklah tau apa yang dilakukan tuhan terhadapku ya."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Tapi apakah kamu yakinkah zio?."


"Ingin merebut kekuasaan negara kerajaan tersebut dari raja negara kerajaan tersebut?."


Zio berkata.


"Iya,saya yakin wahai my lord."


Avi seketi tersenyum dan avi berkata.


"Tapi akan berbahaya bagi pasukanmu-kan?."


"Karena pertempuran ini harus pintar dalam hal mengambil tindakan yang kita pilih."


"Jadi apakah kamu yakinkah,zio?."


Zio berkata.


"Iya,saya yakin wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


Seketika avi tersenyum dan avi berkata.


"Apakah kamu sudah mendapatkan kepintaranmu dalam pertempuran inikah,zio?."


Zio berkata.


"Iya,saya sudah mendapatkan jawaban tersebut padan peperangan ini tersebut, wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


Zio berkata.


"Kenapa anda tidak merebut kekuasaan dari negara kerajaan lainnya,wahai my lord?."


"Kan negara anda kuatkan?."

__ADS_1


Avi berkata.


"Sebenarnya merebut sebuah tahtah adalah hal sesuatu tidak ada gunanya sama sekalipun kalau dilakukan."


Zio berkata.


"Oh,begitu ya wahai my lord."


"Tapikan anda bisa menyebarkan agama ini tersebut keseluruh negara kerajaan lainnya kalau merebut kekuasaan negara kerajaan lainnya?."


Avi berkata.


"Sebenarnya itu bisa tapi itu terlalu berlebihan kalau dilakukan."


"Karena merebut tahtah atau kekuasaan untuk kebaikan maka itu bisa lakukan."


"Tapi jangan setiap saat merebut tahtah atau kekuasaan dari orang lain."


"Karena tidak ada guna sama sekalipun bagimu sendiri."


"Dan akan memperburuk dirimu sendiri."


"Sebenarnya bukan soal kuatnya negaraku yang mana dapat menunduki kerajaan-kerajaan lain."


"Tapi sebenarnya soal menunduki sebuah kerajaan lain maka aku harus memikirkannya dengan cepat biar tidak ada orang-orang dikerajaan aku tunduki ketakutan kepadaku dan menyebarkan agama ini dengan cara yang baik."


"Tapi walaupun ada orang-orang yang tidak menyukai agama ini."


Zio berkata.


"Oh,begitu ya wahai my lord."


"Tapi saya ingin bertanyak kepada anda."


"Tapi saya minta maaf kalau perkataan saya ini kurang sopan kalau didengar."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa zio."


"Kamu tanyak apa zio?."


Zio berkata.


"Kenapa anda berpenampilan biasa-biasa saja?."


"Kan anda seseorang paling terkenal dan kayakan?."


"Kenapa anda berpenampilan biasa-biasa saja begitu,wahai my lord?."


Avi berkata.


"Apakah itu pentingkah zio?."


"Apakah itu harus katakankah zio?."


Zio berkata.


"Ehg!."


"Ti-tidak bukan itu maksud saya wahai my lord."


"Sayakan tadi sudah saya katakan kalau pertanyaan ini tersebut kurang sopan kalau didengar."


Avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Begitu ya."


"Kamukan berpenampilan biasa-biasa jugakan zio?."


Zio berkata.


"Ehg?!."


"H-ha,pakaian ini terpaksa saya pakai karena pakaian saya pakai sedang dicuci,wahai my lord."


Avi berkata.


"Kamu taukah kamu."


"Apakah haruskah berpenampilan yang mewah-kah?."


"Berpenampilan bermewah-mewah begitu tidak ada gunanya."


"Karena akan membuatmu lupa kepada tuhan."


"Dan tidak baik juga untukmu kalau berpenampilan bermewah-mewah begituan."


"Kan lebih baik berpenampilan biasa-biasa saja."


"Dari pada berpenampilan bermewah-mewah akan membuatmu makin buruk bagimu sendiri."


"Aku berpenampilan begini karena aku sangat ingin seperti mereka."


"Yang mana mereka adalah sosok diatas dari seorang raja."


"Yang mana mereka berpenampilan biasa-biasa saja dan tidak berpenampilan mewah sama sekali."


"Apalagi ada perkataan dari seseorang tukang roti yang pernah aku temui."


"Yang mana dia berkata,untuk apa berpenampilan bermewah-mewah kalau itu adalah sebuah dari hasil mengutang saja."


Zio berkata.


"Oh,begitu ya wahai my lord."


"Tapi andakan kenapa memiliki harta begitu banyak sekali,wahai my lord?."


"Tapikan anda jarang sekali berdagang secara besar-besarankan,wahai my lord?."


Avi berkata.


"Oh,aku memang jarang sih berdagang secara besar-besaran dengan negara kerajaan lainnya."


"Tapi aku tidak tau kenapa bisa begitu."


"Tapi aku biasanya mengeluarkan kekayaanku miliki sampai nol tidak tersisah,hanya untuk membantu orang-orang yang lagi kesusahan sekali dan anak-anak yatim."


"Yang mana rata semua dapat bantuan dari kekayaanku tersebut."


"Tapi aku merasa kayak mengungkit-ungkit yang apa aku lakukan inilah."


"Aku merasa tidak ada gunalah kalau menceritakan hal tersebut."


Zio berkata.


"Ehg?."


"Tidak apa-apa,wahai my lord."


"Saya tau maksud anda apa."


"Tapi apakah anda selama ini mengeluarkan kekayaan anda sampai habis hanya untuk membantu orang-orang yang lagi kesusahan dan anak-anak yatim ya,wahai my lord."


"Tapi bagaimana kekayaan anda kembalik menjadi sebanyak begitu?."


Avi berkata.


"Ha,akupun tidak tau kenapa."


"Tapi kekayaanku kembalik secara tanp aku tidak ketahui,aku tidak tau kenapa bisa terjadi tapi."


"Aku melakukan hal tersebut hanya ingin menghabisi kekayaanku tersebut dari diriku sendiri."


"Karena aku tidak mau ada uang dari diriku,karena aku tida suka adanya uang sebanyak begitu."


"Aku hanya ingin hidup biasa-biasa saja tanpa adanya uang."


"Tapi itu tidaklah lama karena kekayaanku kembalik lagi apalagi dengan jumlah begitu banyak sekali."


"Aku tidak tau harus mengapain dengan uang-uang tersebut dan aku mencoba menghabisinya sampai nol tidak tersisah yang mana biasa aku lakukan untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan."


"Tapi kembalik lagi kekayaanku tersebut dan makin banyak saja kekayaanku tersebut,aku melakukan lagi tapi balik lagi kekayaanku,aku melakukannya lagi tapi kembalik lagi kekayaanku tersebut."


Zio berkata.


"Oh,begitu ya my lord."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan tampaklah disuatu hari tampaklah avi sedang memasuki sebuah kota kerajaan yang mana avi lagi menyamar jadi orang lain,tampaklah avi berkeliling-keliling dikota kerajaan tersebut yang mana kota tersebut adalah kota yang menyerang kerajaan vio dan zio,tampaklah yang mana avi berjalan-jalan dikota itu tersebut hanya ingin tau saja negara kerajaan tersebut walaupun para bawahan ingin menemani avi dikota tersebut hanya untuk mengawalnya tapi avi tidak mau karena avi tidak mau dikawal walaupun avi tidaklah sedang mencari informasi dikota tersebut,tampaklah avi kebingungan sekali ditepi jalan dikota tersebut karena avi bingung untuk ketempat perpustakaan disitu walaupun hanya ingin mencari sejarah saja pada kota tersebut dan tampaklah avi melihat sebuah salah satu prajurit pada kota tersebut yang mana lagi diam ditepi jalan yang mana disedang mencari sesuatu pada tas kecil yang dia bawak tersebut,tampaklah avi berjalan mendekati salah satu prajurit tersebut dan tampaklah avi sudah ada didepan salah satu prajurit tersebut yang mana tampaklah prajurit tersebut adalah seorang wanita cantik sekali dan avi berkata.


"Ha,permisi."


"Apakah anda tau dimana perpustakaan pada kota ini tersebut?."


Prajurit itu berkata.


"Ehg?."


"Perpustakaan ya?."


"Aku juga tau sih."


"Karena kota ini begitu luas sekali memang."


"Tapi biasanya aku melihatnya dari peta sih."


"Untuk melihat semua jalan disini."


"Tapi aku minta maaf,karena aku juga tidak tau dimana perpustakaan tersebut berada?."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa."


"Kalau begitu saya pamit pergi ya."


Prajurit itu berkata.


"Ha,tungguh sebentar."


Avi berkata.


"Iya,ada apa ya?."


Prajurit itu berkata.


"Kalau kamu ingin perpustakaan,aku bisa mengantarmu kesana."


"Tapi aku harus mengambil peta lagi pada komandan."


"Karena aku petaku yang aku bawak hilang."


"Jadi tidak apa-apakan kalau aku mengambil peta dulu pada komandanku?."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa."


"Aku juga tidak lagi terburu-buru juga."


"Jadi tidak apa-apa."


Prajurit itu berkata.


"Begitu ya."


"Oh iya."


"Namaku sumira."


Avi berkata.


"Sumira?."


Prajurit itu berkata.


"Iya,itu nama asliku."


"Yah,walaupun untuk mengenal diriku saja."


"Kalau kita bertemu lagi."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Salam kenal juga ya,sumira."


Sumira berkata.


"Iya."


"Kalau begitu kita pergi dulu kekomandan ya."


Tampaklah avi dan sumira berjalan pergi kekomandan yang dimaksud sumira tersebut,tampaklah seketika mereka berdua berhenti berjalan karena mereka berdua sudah ada didepan komandan tersebut yang mana komandan tersebut adalah seorang kakek-kakek berjanggut putih dan sumira berkata.


"Komandan apakah saya bisa minta peta lagikah?."


"Karena miliku hilang entah kemana komandan."


Avi berkata.


"Ha,siapa dia sumira?."


Sumira berkata.


"Ha,dia adalah kamil."


"Komandan tertinggih dikota ini tersebut."


"Dan dia juga seorang menteri pertanian disini."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Salam kenal komandan kamil."


"Saya orang biasa yang lagi mencari perpustakaan tapi saya tidak tau dimana tempatnya tersebut."


Kami itu berkata.


"O-oh,begitu ya."


"Ini petamu sumira."


Tampaklah kami itu mengasih peta kesumira dan kamil berkata.


"Jangan hilang lagi ya,sumira."


Sumira berkata.


"Baik,komandan."


Tampaklah orang yang bernama kamil tersebut tampak ketakutan sekali walaupun tidak tau apa penyebab dia ketakutan sekali dan sumira berkata.


"Baik,kalau begitu kami izin pergi ya komandan."


Kami berkata.


"Iya."


Tampaklah sumira dan avi berjalan pergi dari situ dan tampaklah orang yang ada disamping kamil tersebut yang mana dia kebingungan sekali karena kamil ketakutan sekali pada saat didepan avi,orang itu berkata.


"Ha,kenapa anda ketakutan sekali begitu?."


"Apa yang sedang terjadi,wahai komandan?."


"Kenapa anda setakut itu,apa yang anda takuti wahai komandan?."


Kamil berkata.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak menyadarinya-kah?."


"Kalau orang yang bersama sumira itu yang mana banyak sekali orang-orang yang ada pada dari luar dinding kota ini tersebut yang mana seketika mengarahkan senjata-senjata mereka kearah kita semua."


"Yang mana orang-orang itu tersebut begitu banyak sekali dan sampai-sampai mengelilingi kota ini tersebut."


"Yang mana mereka bersembunyi pada samping-samping pohon dihutan pada daerah luar kota ini tersebur,pada diatas pohon yang mana masih hutan didaerah luar kota ini tersebut,pada diatas udarah yang mana mereka sedang terbang yang mana mereka menyembunyikan wujud mereka,dan pada didalam tanah."


"Yang mana pada saat orang itu berbicara padaku,mereka semua seketika mengarahkan senjata-senjata mereka kearah kita berdua."


"Yang mana orang itu seperti ingin berperang dengan kita."


Orang itu berkata.


"Jadi apakah kita harus menangkap orang itukah?."


"Dan menyuruh prajurit-prajurit yang ada disini untuk menyerang orang-orang yang ada pada daerah luar kota ini tersebutkah?."


Kamil berkata.


"Tidak,itu jangan lakukan."


"Apakah kamu tidak menyadarinya-kah,kalau mereka berjumlah dua ratus triliun."


"Apalagi mereka sudah setingkat raja kegelapan atau raja iblis."


"Apalagi orang itu juga ada pelindung yang melindungi dia."


"Yang mana pelindung tersebut tidak bisa dilihat dengan mata biasa."


"Yang mana pelindung tersebut bukanlah skills ataupun kekuatan orang itu tersebut."


"Karena kekuatan pelindung tersebut itu sudah melebihi kekuatan pahlawan maupun raja kegelapan sekalipun."


"Yang mana pelindung itu tersebut seperti bukan dari dunia ini tersebut."


"Karena pelindung seperti bukanlah kekuatan dari orang tersebut."


"Yang mana seperti pelindung dari tuhan karena pelindung itu tidak bisa dilihat dari mata biasa."


"Karena pelindung itu dapat membuat ketakutan semua monster-monster berjumpah dengan dia,apalagi pelindung itu dapat melindungi dia dari serangan apapun itu."


"Walaupun setajam apapun mata seseorang miliki tapi itu tetap tidak akan bisa dilihat pelindung tersebut."


"Aku mengatakan ini tersebut karena aku melihat pelindung tersebut dengan mata sendiri walaupun hanya sebentar saja."


"Aku tidak tau siapa dia,tapi dia sepertik


k88


Iieb fe!!+÷² sosok paling menakutkan sekali kalau dia menjadi raja kegelapan."


"Dan akan susah untuk mengalahkan dia."


Tampaklah avi yang lagi diam ditepi jalan karena sumira lagi berbicara dengan salah satu prajurit disitu karena ada masalah terjadi disitu tersebut dan tampaklah seketika bans muncul dihadapan avi dengan keadaan berlutut dihadapan avi dan bans berkata.


"Lapor my lord."


"Yang mana zio dan vio sudah memutuskan untuk menyerang kerajaan ini tersebut."


"Jadi sebaiknya anda jauhi-lah kerajaan ini tersebut,wahai my lord."


"Karena lima jam lagi akan ada peperangan disini."


"Jadi sebaiknya anda menjauhi peperangan ini tersebut,wahai my lord."


Avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Baik,aku mengerti."


"Laporkan kepada mereka untuk tidak orang-orang sudah menyerah dibunuh atau menyiksanya juga."


"Karena itu terlalu berlebihan sekali kalau dilakukan."


Bans berkata.


"Baik,saya mengerti wahai my lord."


"Baik,saya akan memberitau mereka semua."


"Baik,saya permisi pergi ya,wahai my lord."


Avi berkata.


"Iya."


Seketika bans menghilang dari hadapan avi dan tampaklah sumira sudah selesai berbicara dengan salah satu prajurit disitu tersebut,tampaklah sumira berjalan mendekati avi dan sumira berkata.


"Maaf menungguh lama!."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa."


"Aku juga terlalu terburu-buru juga."


Sumira berkata.


"Begitu ya."


"Baiklah kalau begitu."


"Kita pergi sekarang keperpustakaan segera."


Tampaklah avi dan sumira berjalan pergi keperpustakaan dan tampaklah avi sudah sampai diperpustakaan,tampaklah avi masuk kepurpustakaan tersebut tapi avi bingung karena sumira tampak kebingungan sekali dan avi menanyakan kepada sumira tentang kenapa dia begitu kebingungan sekali begitu,sumira mengatakan kalau dia juga ingin tau tentang sejarah pahlawan terdahulu tapi sumira mengatakan kalau dirinya tidak bisa masuk sembarangan keperpustakaan karena ada aturan dinegara tersebut kalau prajurit negara tidak boleh masuk keperpustakaan kalau dia ada perlu dengan seseorang atau diajak oleh seseorang biar dapat izin,tampaklah avi bingung sekali dengan hal tersebut tapi avi menyadari kalau sumira ingin sekali membaca buku sejarah tentang pahlawan terdahulu dan avi mengatakan kalau si sumira boleh ikut kedalam keperpustakaan,tampaklah sumira begitu senang sekali dengan hal tersebut dan sumira berterima kasih kepada avi.


Tampaklah avi dan sumira membaca buku begitu banyak sekali diperpustakaan dan membaca buku-buku disitu dengan begitu serius sekali,tampaklah setelahnya tampaklah avi sudah keluar dari perpustakaan dan tampaklah avi sudah berdiri didepan perpustakaan tersebut bersama sumira dan avi berkata.


"Terima kasih banyak ya,nona sumira."


"Yang mana anda sudah menunjukan saya jalan keperpustakaan ini tersebut."


"Walaupun ini hal sesuatu yang tidak seharusnya dikerjakan oleh seorang prajurit kerajaan."


Sumira berkata.


"Tidak,tidak apa-apa."


"Malahan aku juga berterima kasih terhadapmu."


"Karena aku dapat membaca buku sejarah pahlawan terdahulu."


"Walaupu permintaanku tadi sedikit memalukan sekali."


Avi berkata.


"Iya,tidak apa-apa."


"Kan seharus kita harus tolong-menolongkan?."


"Jadi tidak apa-apa-kan."


Sumira berkata.


"Oh,begitu ya."


Tampaklah avi seketika menyadari kalau waktu peperangan akan dimulai dua jam lagi dan tampaklah ada sebuah angin ****** beliung begitu besar sekali yang mana angin tersebut menghantam kota tersebut,tampaklah orang-orang berlarian untuk menghindari angin tersebut akan tetapi avi dan sumira terkejut sekali kalau ada angin ****** beliung kearah mereka berdua dan avi bingung sekali tentang adanya angin ****** beliung tersebut karena itu bukan dari kekuatan avi maupun bukan ulah para bawahan avi yang melakukan karena avi tidak merasakan adanya para bawahannya,tampaklah sumira lari dari situ dan tampaklah sumira bingung sekali karena avi diam saja yang mana angin ****** beliung tersebut begitu dekat sekali dengan avi,tampaklah sunira menarik tangan avi untuk lari dari angin tersebut walaupun tetap sama kalau itu tidak bisa yang mana mereka tertarik oleh angin tersebut dan dipental kesuatu tempat.


Tampaklah mereka berdua pingsan disuatu tempat dan tampaklah seketika sumira bangun dari pingsannya,tampaklah dia begitu bingung sekali karena dia tidak tau ada dimana dan tampaklah dia terkejut sekali karena avi pingsan dipangkuan kaki sumira dan sumira berkata.


"Kenapa dia bisa ada dipangkuan kakiku?."


"Bagaimana itu bisa terjadi?."


"Tapi?."


"Hmmmmmm?."


Tampaklah sumira begitu bingung sekali karena ada suatu batu kecil tergantung pada suatu magnet kecil disaku celana avi dan sumira mencoba mencabut batu kecil tersebut dari magnet tersebut tapi seketika dia terkejut sekali karena wujud berubah menjadi wujud manusianya yang berambut putih dan mata berwarna merah tersebut,tampaklah sumira hanya terdiam terbengong saja dan seketika dia begitu malu sekali karena dia tidak tahan menahan melihat wajah avi yang begitu tampan sekali,seketika sumira mencoba memasangnya lagi batu kecil tersebut kemagnet disaku celana avi secara semula dan tampaklah sumira masih malu sekali dengan hal tersebut walaupun wujud avi berubah lagi kewujud orang lainnya,tampaklah avi seketika bangun dari pingsannya tersebut dan avi seketika terkejut dan panik sekali karena dia sedang dipangku dikaki sumira,tampaklah seketika avi begitu cepat menjauh dari sumira dan tampaklah avi bingung sekali karena sumira tampak wajah sumira memerah sekali dan avi berkata.


"Kenapa dengan wajahmu,sumira?."


"Kenapa wajahmu memerah begitu?."


"Apakah kamu sakitkah,sumira?."


Sumira berkata dengan begitu malu sekali.


"Ti-tidak apa-apa!."


"Ke-kenapa kamu berkata begitu?."


Avi berkata.


"Karena wajahmu memerah sekali begitu?."


"Apakah kamu sakitkah,sumira?."


Sumira berkata.


"Ti-tidak apa-apa!."


"Ha-hanya saja."


Avi berkata.


"Ada apa sumira?."


Tampaklah avi bingung sekali karena sumira tampak malu sekali dan sumira berkata.


"A-apakah selama ini kamu mempunyai wajah setampan itukah?."


Avi berkata.


"Ehg?."


"Wajah tampan?."


"Apanya?."


Sumira berkata.


"Aku tadi tidak sengaja mencabut batu kecil dari saku celanamu tersebut."


"Dan aku sengaja melihat wajah tampanmu tersebut."


"A-aku tidak tau kalau kamu mempunyai wajah setampan itu."


Tampaklah avi seketika tersenyum dan avi berkata.


"Oh,begitu ya."


"Aku sebenarnya tidaklah tampan."


"Kalau dilihat wajahku biasa-biasa saja yang mana seperti wajah-wajah orang-orang umumnya."


Sumira berkata.


"Tidak wajahmu tidaklah seperti wajah-wajah orang umumnya."


"Tidak ada wajah setampan kamu dari orang-orang biasanya."


"Walaupun kamu mengatakan kalau wajahmu biasa-biasa saja."


"Tapi kenapa kamu tidak menunjukan wajah tampanmu tersebut secara langsung?."


"Kan sama saja berbohong kalau kamu mempunyai wajah setampan itu?."


Avi berkata.


"Aku tidaklah suka menunjukan wajahku yang kamu anggap tampan ini tersebut."


"Karena aku tidak mau menjadi pembicaraan orang-orang tentang wajahku."


"Yah,walaupun aku mengatakan tersebut bagaikan ingin menghindari pembicaraan orang lain terhadapku."


"Sebenarnya bukan itu yang sebenarnya."


"Aku tidak menunjukan wajahku ini tersebut karena aku hanya tidak ada kerjaan sama sekalipun."


"Apalagi aku tidak mau membuat dia cemburu tentang aku terus jadi bahan pembiraan."


Sumira berkata.


"Siapa orang hal tersebut,yang kamu tidak mau membuat dia cemburu terhadap tersebut?."


Avi berkata.


"Orang tersebut adalah tuhan sendiri."


Tampaklah sumira terkejut dengan hal tersebut dan sumira berkata.


"Ehg?!."


"Gimana bisa tuhan cemburu?."


Avi berkata.


"Bisa,tuhan bisa cemburu loh."


"Yah,walaupun akan susah dikatakan gimana tuhan bisa cemburu."


"Tapi tuhan tidak suka kalau ada hambanya menjadi pembicaraan karena masalah ketampanan hambanya tersebut."


"Jadi begitulah,walaupun itu hanya sebagiannya saja."


"Jadi untuk apa menunjukan wajah tampan kalau dia tidak mengajak kebaikan."


"Untuk apa wajah tampan kalau dia tidak melarang orang-orang berbuat kejahatan."


"Dan untuk apa wajah tampan kalau dia tidak beribadah terhadap tuhan."


"Jadi begitulah,sebagian dari hal tersebut."


"Jadi sudahkan?."


Sumira berkata.


"O-oh,begitu ya."


"Tapi aku ada yang membuatku kebingungan sampai sekarang."


"Yang mana dulu aku diperintahkan oleh raja untuk memata-matain disuatu kota kerajaan."


"Yang mana aku berpura-pura menjadi budak akan tetapi disuatu hari tempat aku menjadi budak diserang oleh seseorang."


"Yang mana ada satu orang yang menutupi mulutnya dengan kain hitam."


"Dan banyak membebasi budak ditempat tersebut."


"Aku melihatnya terus dan dia menyadarinya hal tersebut."


"Dan aku memalingkan wajahku dari dia tersebut."


"Akan tetapi dia seketika membuat budak-budak disitu tertidur semuanya begitu juga aku."


"Akan tetapi orang itu menyadari aku kalau aku seorang yang lagi berpura-pura saja."


"Akan tetapi sebelum aku tertidur karena ulah orang itu yang mana orang itu mengatakan sesuatu kepadaku."


"Yang mana perkataannya adalah aku sudah mengetahuimu."


"Aku masih sekarang tidak mengetahui hal tersebut."


Avi berkata.


"Kenapa kamu berbicara hal begituan?."


"Maksudmu?."

__ADS_1


Sumira berkata.


"Cari saja sendiri maksud perkataanku tersebut."


__ADS_2