
Tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk dikursi panjang dan seketika mila,vema,serena ada berdiri dihadapan avi dan tampak avi tidak memperdulikan akan tetapi avi masih kebingungan dengan mereka yang berdiri didepannya dan avi berkata.
"Jadi ada apa serena,vema,dan mila datang kesini?."
Mereka bertiga saling melihat satu sama lain dan mila berkata.
"A-anu!."
"A-apakah kami boleh belajar tentang seperti pembuatan obat-obatan yang mudah dan gampang."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Kan kalian bisa belajar dengan fery dan vermakan?."
Mila berkata.
"Tidak!."
"Kami tidak akan belajar dengan mereka berdua!."
Tampak avi mangkin kebingungan dan avi berkata.
"Jadi apa dong?."
Serena berkata.
"Kami ingin belajar yang kami belum tau."
Dan seketika avi paham dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapikan kalian belajar disekolah?."
"Kenapa kalian mau belajar denganku?."
"Dan apa selama ini kalian tidak belajarkah?."
Kaget dong mereka bertiga dan seketika mereka bertiga malu dan serena menjawab.
"I-iya,my lord!."
"Ka-kami belum belajar."
"Ka-karena kami tidak sekolah!."
Kaget dong avi dan avi seketika paham dan avi berkata.
"Begitu ya."
Serena berkata.
"A-apakah bolehkah my lord?."
Avi berkata.
"Boleh kok."
"Apakah kalian seriuskah ingin belajar?."
Serena berkata.
"Iya,my lord!."
"Kami bertiga serius ingin belajar."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Tampak mereka senang sekali dan setelahnya tampak avi yang menjelaskan tentang unsur kimia dan tampak mereka bertiga duduk dikursi mereka masing-masing sambil mendengarkan avi dan avi berkata.
"Kisaran massa."
"1,67×10‐²⁷sampai dengan 4,52×10‐²⁵kg."
"Muatan listrik."
"Nol(netral) ataupun muatan io-."
Seketika serena berkata dengan nada suara kuat.
"Aaaaa!!!!."
"Kamu sangat pusing sekali!."
"Haaaa."
"Kenapa menjadi pusing begini!."
Avi berkata.
"Kan ini adalah pelajaran sekolah?."
Serena berkata.
"Aku pikir gampang!."
"Tapi?."
"Sangat susah sekali!."
Avi berkata.
"Kan ini masih sifat-sifat atom?."
Mila berkata.
"A-aha,my lord?!."
Avi berkata.
"Ada apa mila?."
Mila berkata.
"Kan ini pelajaran universitas?."
"Aku tidak tau tentang pelajaran universitas."
Serena kebingungan dan serena berkata.
"Universitas?!."
Mila berkata.
"Padahal aku masih sma."
"Kelas tiga!."
"Tapi aku belajar tentang pelajaran universitas!."
"Aku tidak tau sama sekali."
Avi berkata.
"Kan ini pelajaran sma kan?."
Kaget dong mila dan avi berkata.
"Apakah kamu tidak taukah?."
Tampak mila panik dong dan grogi dan mila berkata.
"Ehg!."
"So-soal itu?!."
Avi berkata.
"Ada apa mila?."
Mila berkata.
"Soal itu."
"Aku setiap kali tentang pelajaran kimia."
"Aku tidak mendengarkan guruku."
"Apalagi mencatat yang disuruh guruku."
"Hehehehehe!."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kamu harus belajarkan sekarang!."
Kaget dong mila dan avi berkata.
"Karena kalian bertigalah yang mau minta belajar."
"Jadi sekarang kalian harus belajar sekarang juga!!!."
Mereka panik dong dan mereka bertiga berkata.
"Baik,my lord!."
Dan tampak avi menjelaskan lagi dan belajar lagi dan tampak setelahnya tampak avi yang lagi bersantai diruangan kerjanya.
Akan tetapi fahar dan yang lain datang dan berjalan mendekati avi dan tampak mereka sudah berdiri didepan avi yang lagi duduk dikursinya dan avi berkata.
"Ada apa fahar?."
"Kenapa kalian semua datang kemari?."
Fahar berkata.
"Kami ingin menentukan siapa yang berhak menjadi jenderal terbaik bagi anda."
Tampak avi hanya terdiam tidak memperdulikannya dan avi berkata.
"Ehee,begitu ya."
"Tapi untuk apa aku memilih jenderal terbaik?."
Fahar berkata.
"Karena kami ingin siapa yang berhak menjadi orang terkuat bagi anda."
Tampak seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi untuk apa kalian bersaing menjadi terbai?."
"Aku bukanlah tujuan kalian."
"Aku tetaplah aku."
"Palingan juga?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Menghilang."
Dan seketika mereka terkejut semua dan fahar berkata.
"A-apa yang anda maksud?!."
Avi berkata.
"Yah,mungkin aku diganti sama orang lain."
"Ataukah tiada karena hal lain."
"Karena aku tidak abadi."
"Aku bukanlah tuan kalian."
"Tapi kalian sendirilah yang mau menjadi bawahanku."
Tampak mereka seketika sedih dan sety berkata.
"Begitu ya,my lord!."
Avi berkata.
"Dan dari waktu kita berjumpa."
"Kalian sendirilah yang mau menjadi bawahanku."
"Padahal aku tidak memintanyakan."
"Aku hanya terdiam saja kalau kalian mau menjadi bawahanku pada waktu kita bertemu."
__ADS_1
Dan seketika mereka semua tersenyum dan mereka semua berkata.
"Begitu ya."
Sety berkata.
"Kenapa anda berkata-kata begitu my lord?."
"Apakah kami tidak dibutuhkan?."
Avi berkata.
"Tidak,bukan."
"Tapi kalian carilah arti kata-kataku tersebut."
"Karena perkataanku adalah sebuah teka-teki untuk kalian."
Sety berkata.
"Begitu ya."
"Tapi?."
"Apakah anda tidak mau ada sesuatu tangan kanan andakah?."
Avi berkata.
"Aku takut kalian akan iri satu sama lain."
"Dan karena itu aku tidak mau ada begituan."
"Tapi itu terserah kalian memutuskannya."
"Karena aku tidak mengerti dengan apa itu menjadi seorang raja."
Dan mereka semua tersenyum dan mereka semua berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Anda orang yang baik ya!."
Refor berkata.
"Ya,anda orang sangat baik sekali!."
Seketika sety menepuk kedua tangannya dan berkata.
"Kalau begitu gimana kita memutuskan siapa yang menjadi jenderal terbaik!."
Mereka menjawab.
"Iya!."
Sety berkata.
"Gimana kita tanding pemilihan siapa yang menjadi orang terbaik."
"Bagi my lord avi."
Mereka berkata.
"Iya!."
"Kita harus tanding!."
Tampak avi kaget dong dan tampak pasrah dan avi berkata.
"Tanding ya?."
"Haaaa."
"Semoga saja tidak ada saling iri satu sama lain."
"Tapi jamgan juga bertanding sih menurutku?."
"Haaaa."
Tampaklah mereka semua sudah ada disebuah lapangan luas dan tampak avi sudah pasrah dan avi sudah sadar kalau mereka semua melihat avi untuk mengatakan sesuatu dan avi berkata.
"Baik!."
"Kalian sekarang akan bertanding satu sama lain."
"Untuk mendapatkan kedudukan siapa yang berhak menjadi seorang jenderal."
Tampaklah mereka seketika senang dan avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya ini tidak begitu penting."
"Karena untuk apakan."
"Hanya memilih seorang jenderal."
"Kan suatu hari aku akan tiadakan?."
"Haaaa."
Dan avi sadar kalau dia dilihati terus dan avi berkata.
"Baiklah."
"Pertandingan dimulai."
Mereka pun senang dan berkata.
"Baik,my lord!."
Tampak mereka bertanding dari kecepatan menyerang,pertahanan,dan lain sebagainya dan avi melihat lefa melihat pertandingan tersebut dan avi berjalan mendekatinya dan setelahnya avi berkata.
"Apakah kamu tidak ikutkah lefa?."
Lefa berkata.
"Tidak,my lord."
"Karena saya tau kalau saya belum bisa menjadi seorang jenderal."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Lefa berkata.
"Walaupun saya dulu seorang kepalah suku."
"Walaupun bukan seorang jenderal."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Dan avi seketika kaget dong dan avi berkata didalam dirinya.
"Se-sejak kapan sebuah pertandingan ada panjat tiang?!."
Dan avi langsung berjalan mendekati serena dan avi berkata sambil menujuk jari telunjuknya kearah pertandingan tersebut.
"Hei,serena."
Serena menjawab.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Se-sejak kapan itu ada?."
Serena menjawab.
"Apanya my lord?."
Avi berkata.
"Sejak kapan ada pertandingan panjat tiang dari sebuah pohon?."
Serena menjawab.
"Ha,soal itu."
Avi berkata.
"Ada apa serena?."
Serena menjawab.
"Sa-saya menaruh pertandingan itu tersebut."
"Hehehe."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Haaaa."
Serena menjawab.
"Anda kenapa my lord?."
"Anda tampak terkejut sekali begitu?."
Avi berkata.
"Karena pertandingan ini mengingatkanku waktu kecil."
Serena menjawab.
"Waktu kecil?."
Avi berkata.
"Yah,aku waktu kecil hanya melihatnya saja dari jarak jauh."
"Tapi?."
"Kayaknya aku ingat dulu aku pernah ikutan kayaknya."
Serena menjawab.
"Begitu ya."
"Sebenarnya."
"Saya mengambil pertandingan ini dari perkataan anda yang anda waktu itu."
"Yang mana waktu itu saya mendengar anda mengatakan tentang pertanding yang anda sukai."
"Yang mana anda menyukai memanjat sebuah batang kayu pohon."
"Yang diberdirikan dan diberi pelicin."
"Untuk menjadi tantangan."
"Kalau tidak salah anda menyebutnya panjat pinang."
"Kayaknya?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Iya,itu benar."
"Namanya panjat pinang."
Avi berkata didalam dirinya.
"Walaupun itu bukan permainan khas indonesia."
"Tapi memang mengasikkan."
"Setahuku permainan panjat pinang itu."
"Perlombaan yang diadakan oleh belanda."
"Yang mana perlombaan tersebut diadakan acara-acara besar."
Dan tampak avi yang lagi makan jagung meletus diatas pohon sambil melihat pertandingan tersebut berada dan avi berkata.
"Hmmm."
"Kayaknya pertandingan ini masih lanjut ya."
"Tapi kayaknya belum ada yang menyerah sepertinya."
Tampaklah avi masih melihati terus sambil makan diatas pohon dan tampak setelahnya tampak avi sudah menyadari siapa yang akan menang.
Akan tetapi belum ada yang menang karena dery dan rifer belum mau menyerah dan avi sudah menyadarinya dan mereka berdua ada didepan avi dan avi berkata.
__ADS_1
"Kayaknya kalian belum menyerah ya?."
Rifer berkata.
"Iya,my lord."
Dery berkata.
"Jadi apa pertandingan terakhir my lord?."
Tampak avi memikirkannya dan avi berkata.
"Sepertinya memang benar sih."
"Tapi pertandingan apa ya?."
Dan seketika avi tersenyum jahat karena avi sudah mendapatkan pertandingan terakhir dan tampak rifer dan dery tampak kebigungan karena avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Baik!."
"Aku sudah mendapatkan tentang pertandingan terakhir apa."
"Pertandingan terakhir adalah?!."
"Bawaklah lahar gunung berapi kemari."
"Menggunakan wadah yang khusus membawak lahar gunung berapi."
"Dan menggunakan wujud asli kalian untuk mempermudah kalian kesana dan kemari!."
Mereka berdua berkata.
"Baik,my lord!."
Tampak avi kebingungan karena mereka berdua serius dan avi berkata didalam dirinya.
"Ehg!."
"Apakah memang serius itukah?."
"Haaaa,memang setiap orang berbedah-bedah sih."
"Haaaa."
Dan setelahnya mereka berubah kewujud asli mereka dan membawak wadah itu menggunakan mulut mereka dan avi berkata.
"Satu,dua,tiga!."
"Mulai!!!."
Seketika mereka terbang dengan sangat cepat dan yang lain hanya terdiam dan avi berkata.
"Ehg!."
"Apakah mereka secepat itukah?."
Dan tampak mereka berdua masih terbang sangat cepat untuk mencari gunung berapi dan tampak para warga desa yang telah mereka berdua lewati hanya terdiam dan mereka berkata.
"Apakah tadi raja naga lagi bertandingkah?."
Tampak mereka berdua masih cepat terbang mencari gunung berapi dan mereka berdua sudah menemukan gunung berapi dan mengambil lahar gunung berapi sebelum mengeras menjadi batu.
Tampak setelahnya mereka terbang lagi dengan cepat akan tetapi mereka tidak sadar lahar mereka bawak mengenai desa-desa mereka lewati dan tampak rumah-rumah desa kebakaran dan tampak mereka masih terbang dengan cepat.
Akan tetapi seketika raja naga menyadari kalau mereka berdua telah melewati wilayahnya dan raja naga berkata.
"Tidak mungkin ini terjadi!."
Naga bawahanya berkata.
"Ada apa raja?."
Raja naga berkata.
"Gimana mungkin,gimana mungkin,gimana mungkin!."
"Dua malapetaka telah terbangun!."
"Naga paling ditakuti!."
"Siapa orang yang berani membangunkan mereka berdua!!!."
Naga bawahan tampak kebingungan dan naga bawahan berkata.
"Siapakah mereka raja?."
Raja naga berkata.
"Mereka adalah salah satu malapetaka seperti raja kegelapan null."
"Mereka tercipta dari kecandaan raja kegelapan null."
"Pada saat dia mencoba menggabungkan kekuatannya."
"Dengan batu permata hitam."
"Tapi malah tercipta dua sosok paling mengerikan."
"Dua sosok itu ada yang menetas dari telurnya."
"Tapi dia langsung dirantai dan disimpan."
"Dan yang satu dirahasiakan."
"Entah kemana."
Naga bawahan berkata.
"Begitu ya."
"Tapi siapa yang membangunkannya?."
Raja naga berkata.
"Entahlah,siapa yang membangunkannya."
"Karena kedua sosok ini sangat susah dipanggil atau dibangunkan."
"Tapi kalau orang yang membangunkan mereka."
"Pastih orang itu sangat berbahaya sekali."
Dan tampaklah setelahnya dery dan rifer telah datang dan langsung manaruh lahar itu ketempat yang disediakan ditanah dan tampak avi sudah pasrah dan kebingungan dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya mereka masih seimbang ya?."
"Haaaa."
"Tapi sepertinya aku harus mengangkat mereka sebagai jenderal sepertinya."
"Oh,kalau begitu."
Dan seketika avi tersenyum jahat dan mereka semua melihat avi karena avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Baiklah!."
"Kalian masih seimbang ya."
"Tapi sepertinya lebih baik aku akan mengangkat beberapa jenderal lainnya."
Dan seketika mereka kaget dong dan terkejut karena perkataan avi dan fahar berkata.
"Ehg!."
"Apa anda maksud my lord?!."
Avi berkata.
"Aku akan mengangkat tujuh jenderal."
Dan seketika mereka semua terkejut sekali dan tampak mereka terdiam dan avi berkata.
"Aku akan mengangkat orang-orang bisa menjadi jenderal."
"Tapi?."
Tampak mereka kebingungan karena avi tampak memikirkan sesuatu dan avi berkata.
"Kayaknya."
"Aku akan mengangkat siapa yang akan menjadi pemimpin para jenderal."
"Tapi orang itu tetap aku kendalikan."
"Karena aku yang mengendalinya."
"Tetap bekerja."
Tampak mereka kaget dong dan setelahnya tampak yang menjadi jenderal sudah ada didepan avi dalam keadaan berlutut dihadapan avi dan yang mana menjadi jenderal adalah fahar,zers,refor,sety,rifer,dery,bans dan avi berkata.
"Jadi kalianlah yang menjadi seorang jenderal sekarang!."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord!."
Avi berkata.
"Walaupun aku belum bisa menemukan yang kuat yang menjadi pemimpin para jenderal."
"Tapi sepertinya akan aku beritau siapa yang akan menjadi pemimpin para jenderal."
Mereka semua berkata.
"Baik,my lord!."
Tampaklah mereka semua senang dan hild berkata.
"Yah,aku tidak menjadi ajudan my lord ya."
"Akan tetapi?."
"Kenapa sibans sikurang ajar itu menjadi seorang jenderal?!."
"Haaaa."
"Tapi zers juga jadi jenderal sih?."
"Haaaa."
"Tapi sepertinya aku akan merebut kursi pemimpin para jenderal."
Tampak hild tersenyum akan tetapi dia seketika teringat sesuatu dan wajahnya berubah murung dan hild berkata.
"Sepertinya tidak usah sepertinya."
"Karena."
Seketika hild tersenyum jahat dan hild berkata.
"Sidia adalah lebih kuat dariku."
"Walaupun aku dijuluki yang paling baik."
"Tapi aku sangat lemah terhadapnya."
"Karena sosok itu sangat tau tentang my lord avi."
"Karena dia sangat mencintai my lord avi."
Dan kebesokan harinya tampak avi yang lagi bersantai diruangan kerjanya dan avi berkata didalam dirinya.
"Oh iya!."
"Serena pernah berkata."
"Kalau zers yang mengendalikan pasukan udarah."
"Dan mendapatkan banyak keuntungan dari penjelajahannya waktu itu."
"Tapi kayaknya zers tampak seperti penjahat saja."
"Karena zers seperti seorang kapten bajak laut saja."
"Haaaa."
"Tapi kalau fahar ditempatkan dipengamatan daerah dan lain-lain sebagainya."
"Kalau yang lain aku tidak tau?."
"Karena serena gak ada memberitau tentang yang lain sih?."
"Tapi?."
"Sepertinya aku akan lebih sibuk lagi ya."
Tampak avi senang sekali.
__ADS_1