
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi makan jagung melerus sambil duduk diatas dahan pohon akan tetapi seseorang itu juga ikut duduk diatas dahan pohon dan sambil makan jagung meletus dengan avi,tampaklah mereka berdua sekelompok petualang yang lagi mesra-mesraan disuatu desa dan seseorang itu berkata.
"Ha,kayaknya sekelompok petualang itu lagi ngapain ya?."
"Untuk apa datang kedesa tapi hanya untuk mesra-mesraan saja."
"Apalagi laki-laki itu."
"Penyuka ketiak!."
Avi berkata.
"Ha,penyuka ketiak ya."
"Apakah dia tidak bauankah dengan aroma baunya sebuah ketiak?."
Seseorang itu berkata.
"Ha,mungkin dia menahan bau ketiak waita itu tersebut."
Seketika sekelompok petualang yang avi bicara dengan seseorang itu seketika bersin dan tampaklah sekelompok petualang itu bersenang-senang sekali akan tetapi ada salah satu wanita yang ada dikelompok petualang itu menuntup matan satunya dan satunya terbuka,avi dan seseorang itu seketika terkejut,dan avi dan seseorang itu berkata.
"Dia meniru sosok tersebut!!!."
Seseorang itu berkata.
"Itu sangat begitu gawat untuk dia."
"Karena dia meniru sosok tersebut ya."
"Tapi."
"Kesenangan dengan seorang wanita itu memang menyenangkan."
"Akan tetapi kita tidak sadar kalau kita sedang dipermainkan oleh dunia."
"Karena bersenang-senang dengan seorang wanita itu tidak ada gunanya sama sekalipun."
"Apalagi terkadang akan membuat hawa hasrat seksualmu meningkat karena dia sering bersenang-senang dengan seorang wanita."
"Apalagi terkadang orang-orang dimereka yang mana mereka ingin terlihat hebat."
"Tapi padahal mereka sama dengan yang lainnya."
"Tidak ada bedahnya sama sekalipun."
"Walaupun ada peningkat bagian dari sesuatu."
"Tapi dia tetap sama orang umumnya."
"Apalagi orang merasa dia hebat atau ingin menjadi hebat."
"Maka sadari dulu diri sendiri sebelum mau menjadi sosok yang hebat."
"Karena orang hebat itu sadar diri sebelum menjadi sosok yang hebat."
"Seperti dia menyadari ada sesuatu kekurangan darinya atau hal lain sebagainya."
"Orang hebat itu bukanlah ditunjukan dari hal sesuatu tapi."
"Orang hebat itu ada pada diri sendiri sebelum ingin melakukan hal sesuatu yang hebat."
"Dan tidak berujung merugikan sekitarnya."
"Tapi banyak yang mengaku-ngaku orang hebat."
"Tapi dia kalah dengan suatu godaan wanita."
"Apalagi dia terkadang akan terjebak dengan jebakan hal mengerikan sekali."
"Karena dia terjebak dengan perbuatan yang dia perbuat."
"Dan pada akhirnya dia akan mendapatkan hal sesuatu mengerikan yang menantinya."
Seketika seseorang itu tersenyum dan seseorang itu berkata.
"Aku bukanlah ahlinya sih."
"Tentang siapa yang benar."
"Tapi kesenangan itu hanya sementara dan tidak abadi."
"Kenapa ya,manusia-manusia ingin sekali mencari kesenangan."
"Padahal kesenangan itu hanya sementara dan tidak akan lama akan hilang juga nantinya."
"Hahahahahaha!."
"Tapi manusia ini lucu ya,terkadang suka kali ingin mendapat hal sesuatu dari dunia ini tersebut."
"Padahal semau apapun dia mengejarnya atau mendapatkan yang dia inginkan."
"Dia tetap tidak akan mendapatkannya."
"Karena semakin lama dia mengejarnya atau mendapatkan."
"Maka makin jauh juga yang dia inginkan yang dia dapatkan."
"Karena dunia ini hanya mempermainkan para makhluk kalau hal sesuatu tidak akan mudah didapatkan."
"Tapi kalau dapat maka itu akan lama akan hilang juga."
"Karena itu hanya sementara."
"Dan juga hal sesuatu didunia ini memanglah sementara saja."
Avi berkata.
"Apalagi kesenangan itu hanya sebentar saja."
"Karena senangan hanya bisa sehari ataupun seminggu juga bisa."
"Tapi paling lama itu satu tahun kalau dia beruntung ya."
"Tapi dia sedang dipermainkan oleh dunia karena kesenangan yang dia dapatkan hanya permainan dunia saja kepadanya."
Seketika avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Kesenangan itu boleh tapi jangan berlebihan."
"Karena berlebihan akan menyakitimu diri sendiri."
"Karena kesenangan itu tidak harus digunakan."
"Walaupun dia berada ditempat yang begitu mewah sekali dan begitu indah sekali."
"Tapi kesenangan itu bisa diganti dengan senyuman saja."
"Tapi jangan berlebihan juga."
"Karena menyakitimu juga."
Seseorang itu berkata.
"Sehebat-hebat apapun dirimu."
"Tapi janganlah merendahkan seseorang mau dari penampilan,tulisan,cara kerjanya,keadaannya,dan lain sebagainya."
"Tapi kalau ada maka dia sangat begitu buruk sekali untuk disebut orang hebat."
"Untuk apa menjadi hebat tapi sekitarnya dia tidak perhatikannya."
"Yang mana dia bersenang-senang dengan kehebatannya."
"Tapi banyak orang-orang yang dia terus-menerus tidak perhatikannya."
"Yang mana misalnya ada seseorang yang tidak bisa jalan."
"Yang mana seseorang itu tidak mempunyai dua kaki dan dua tangan."
"Apakah dia menghormatinya dan membantunya ataukah membiarkannya?."
"Banyak orang-orang begitukan."
"Banyak orang-orang bersenang-senang tapi lupa dengan sekitarnya."
"Yang mana banyak orang-orang yang lagi kesusahan disekitarnya tersebut."
"Memang sungguh orang-orang mengaku hebat tapi sangat bodoh kalau diakui hebat."
"Karena tidak memperdulikan sekitarnya gimana."
"Apalagi hal sesuatu perkataan seseorang kepada dia."
"Tapi biasanya orang-orang umumnya akan selalu memikirkan perkataan seseorang tersebut."
"Untuk apa memikirkan hal sesuatu dari perkataan seseorang?."
"Padahal tidak haruskan dipikirin."
"Padahal kita hanya melupakannya saja."
"Misalnya dari perkataan seseorang kepada kita adalah."
"Kamu tidak makan dan nanti kamu akan kurus loh."
"Atau juga."
"Kamu sudah makan awan."
"Kan padahal kita tidak harus memikirkan hal dari perkataan seseorang secara terus-menerus."
"Karena kamu yang selalu akan mendapatkan masalah nantinya kalau kamu memikirkan perkataan seseorang."
"Yah,akan juga bisa menyakiti dirimu sendiri nantinya."
Avi berkata.
"Apalagi hal sesuatu dari perkataan seseorang itu."
"Tidak harus dipikirkan."
"Karena akan menyakiti diri sendiri saja."
"Apalagi kita akan mendapatkan terus-menerus masalah barunya dari kita yang memikirkan perkataan seseorang."
"Tapi."
Seketika avi dan seseorang itu tersenyum dan mereka berdua berkata.
"Kita juga bukanlah orang paling benar."
"Karena kita juga seseorang mempunyai dosa seperti dengan makhluk umumnya."
"Kita bukanlah orang paling benar."
"Tapi kitanya orang biasa pada umumnya."
Tampaklah avi dan seseorang itu sedang berjalan-jalan dihutan,tampaklah seketika avi berhenti berjalan begitu juga seseorang itu berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ha,kita sedang mau ngapain ya?."
"Kan kamu mengajakku-kan?."
Seseorang itu berkata.
"Ha,gimana kita jalan-jalan."
Avi berkata.
"Jalan-jalan?."
"Kemana?."
Seseorang itu berkata.
"Adalah."
"Yang pastih kita hanya jalan-jalan entah kemana saja."
Avi berkata.
"O-oh,begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Memang tidak ada kerjaan begini ya."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Padahal sudah beribadah kepada tuhan dan sudah melakukan aktifitas yang mana yang disuruh oleh tuhan."
"Haaaaaaaaaaaaa."
"Tapi tidak tau mau mangapain lagi."
"Karena tidak ada kerjaan yang tidak dapat dikerjakan."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah avi dan seseorang mulai berjalan-jalan diberbagai tempat dan negara dan sampai-sampai menonton suatu peperangan antar negara yang mana avi dan seseorang itu menganggap sebagai drama pertunjukan saja dan sampai-sampai makan-makanan ringan dipeperangan tersebut,tampaklah avi dan seseorang itu sedang berjalan dihutan,tampaklah seketika avi berhenti berjalan begitu juga seseorang itu berhenti berjalan juga dan avi berkata.
"Ha,apakah memang orang yang tidak ada kerjaan selalu ginikah?."
Seseorang itu berkata.
"Mungkin iya dan mungkin tidak."
"Tapi yang kita dua lakukan adalah karena tidak ada kerjaan sama sekalipun."
"Dengan kata lain adalah."
"Dua orang yang mencari pekerjaan!."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Be-begitu ya."
Seketik avi dan seseorang itu mendengar adanya suara seseorang yang ingin bunuh diri yang mana suara itu tentang keluhannya yang dia derita dan dia dapatkan,tampaklah seketika avi dan seseorang itu dengan sigap langsung ketempat suara tersebut dan seketika avi dan seseorang itu menahan tangan dan badan seseorang yang ingin bunuh diri tersebut,tampaklah seseorang yang ingin bunuh diri itu adalah seorang laki-laki dan tampaklah laki-laki itu hanya terdiam terbengong dengan apa yang dilihat didepannya yang mana tangannya yang memegang sebuah pedang yang menunuk jantungnya yang mana ditahan oleh avi dan badan laki-laki itu ditahan oleh seseorang itu tersebut,tampaklah avi dan seseorang itu mulai melepas tangan dan badan laki-laki tersebut dan avi berkata.
"Kenapa kamu ingin bunuh diri?."
Laki-laki itu berkata.
"Aku sudah tidak suka dengan dunia ini tersebut."
"Makanya aku ingin bunuh diri."
"Tapi kenapa kalian berdua menghalangiku ingin bunuh diri?!."
"Kenapa!."
"Kenapa kalian menghalangiku untuk bunuh diri!!!."
"Padahal dunia ini benar sudah busuk sekali tau!!!."
Seketika avi dan seseorang itu tersenyum dan avi berkata.
"Aku ingin bertanyak kepadamu."
"Apa gunanya bunuh diri karena sebuah dunia?."
Laki-laki itu berkata.
"Apa maksudmu?."
Avi berkata.
"Maksudku adalah."
"Kenapa gara-gara dunia kamu ingin sekali bunuh diri?."
"Padahal dunia memang begitu."
"Tapi janganlah bunuh diri juga."
Laki-laki itu berkata.
"Kalau itu iya kenapa."
"Kenapa kalian berdua menghalangiku untuk bunuh diri!!!."
"Padahal dunia memanglah tidaklah adil sama sekalipun!!!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Dunia memanglah begitu."
"Tapi dunia ini adil tapi kamu sendiri yang tidak mengetahuinya."
"Dunia ini memanglah tidak adil sama sekali untuk orang-orang yang mengetahuinya."
"Tapi bagi orang tau maka dia biasa-biasa saja."
"Tidak kaya maupun miskin."
"Orang yang mengetahui betapa mengerikan dunia ini tetapi dia biasa-biasa saja sikapnya."
"Yah,karena dunia ini memang tidak bagus dikejar maupun dicari."
__ADS_1
"Aku ingin bertanyak kekamu."
"Kenapa kamu ingin sekali bunuh diri?."
"Jelaskan kenapa kamu ingin bunuh diri?."
Laki-laki itu berkata.
"Ka-karena."
"Dunia ini memanglah tidak adil sama sekalipun!!!."
"Kenapa wanita yang sudah aku dapatkan!!!."
"Menghinatiku!!!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Woi-woi,apakah kamu tidak taukah."
"Untuk apa kamu mempermasalahkan tentang hal sekecil itu tau."
"Karena memang jelaslah dunia memang benar-benar sudah mempermainkanmu."
"Karena kamu berpacarankan?."
Laki-laki itu seketika terdiam dan avi berkata.
"Kamu taukah kamu."
"Orang bodoh mana menangis sejadi-jadinya karena soal cinta."
"Padahal cinta itu tidaklah segalanya."
"Orang bodoh mana yang ingin berbuat sesuatu hal yang tidak masuk akal karena sebuah cinta."
"Padahal terlalu percaya dengan seseorang."
"Yang mana dia bisa menghianatimu tau."
"Seberapa berharga dia tapi dia akan menghianatimu."
"Karena hati manusia itu akan berubah-ubah oleh tuhan."
"Tapi apakah kamu taukah seberapa kamu sedih terhadap hal sesuatu yang hilang darimu."
"Semakin memperburuk dirimu tersebut."
"Apakah kamu taukah."
"Kamu tidak boleh menangis karena hal sesuatu yang hilang darimu."
"Tapi menangislah atas dosa-dosamu yang kamu lakukan didunia ini tersebut."
"Yang mana termasuk pacaran."
"Apakah kamu taukah kamu."
"Seorang wanita itu memanglah mengoda tapi kamu tidak bisa lepas dari godaan wanita."
"Karena godaan wanita itu lebih mengerikan dari godaan lainnya tau."
"Apalagi seorang wanita itu tidak harus dikejar ataupun didapatkan."
"Akan tetapi kalau kamu ingin seorang wanita."
"Kamu harus menjaga harga dirimu dulu tau."
"Sebelum harga dirimu hilang terhadap seorang wanita."
"Harga dirimu lebih berharga dari seorang wanita."
"Karena wanita itu bisa didapatkan yang lainnya dan mendapat yang lebih baik lagi dari sebelumnya."
Tampaklah laki-laki marah sekali karena dia mengira avi sedang mengejeknya dan laki-laki itu berkata.
"Kurang ajar kamu!!!."
"Jangan kamu berlagak suci ataupun baik tau!!!."
"Kamu sendiri tidak pernah merasakan rasa sakit dihianati seorang wanita!!!."
Avi seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Rasa sakit ya."
"Atas seorang wanita ya."
"Cukup menarik."
"Akan tetapi apalah kamu taukah kamu."
"Lebih rasa sakit mana."
"Dihianati seseorang atau dijauhi oleh tuhan?."
Seketika laki-laki itu terdiam dan avi berkata.
"Dihianati seseorang itu hanya sementara saja."
"Tapi kalau dijauhi tuhan maka kamu sendiri tidak bisa apa-apakan."
"Karena tuhan menjauhimu dan tidak memperdulikanmu lagi."
Laki-laki itu berkata.
"So-soal itu."
Avi berkata.
"Kamu pilih mana."
"Dihianati seseorang atau dijauhi oleh tuhan?."
"Apakah kamu taukah kamu."
"Sehebat-hebat apapun kamu kalau hanya ingin terlihat hebat terhadap seorang wanita."
"Maka sungguh bodoh sekali."
"Karena ingin terlihat hebat tapi hanya untuk seorang wanita."
"Yah,yang mana tidak ada gunanya sama sekalikan."
"Kalau kamu hebat,tunjukanlah kesemua orang dan ajarilah kebaikan terhadap semua orang."
"Akan tetapi kalau kamu hanya mengharap pujian seseorang dan kesesatan."
"Maka kamu tetap sama bodoh tau."
"Karena kamu hanya ingin terlihat keren tapi hanya ingin dapat pujian seseorang."
"Apalagi kesesatan yang kamu ajari akan membuat orang yang kamu ajari akan terlihat seperti orang gila yang tidak pakai celana."
"Woi,apakah kamu taukah kamu."
"Kalau kamu hanya ingin mendapatkan seorang wanita."
"Kamu hanya meminta ketuhan."
"Tapi kamu janganlah terlalu mudah sekali dengan godaan seorang wanita."
"Apalagi kamu harus menjaga harga dirimu juga tau."
"Apakah kamu taukah kamu."
"Kalau kamu bunuh diri maka kamu akan terus mendapatkan masalah yang begitu berat sekali nantinya ketika kamu melakukan bunuh diri."
"Apalagi bunuh diri itu tidak gunanya dan tidak mendapatkan keuntungan sama sekalipun."
"Apalagi itu tidak bisa membuatmu tenang nantinya tau."
"Apalagi kamu akan terus-menerus mendapat masalah begitu berat sekali ketika kamu bunuh diri."
"Tapi kalau tiada karena bunuh diri."
"Jadi tenang kamu akan dapat masalah begitu berat yang menantimu."
"Jadi janganlah kamu bunuh diri karena hal sekecil itu."
"Seberapa sakit hati karena sebuah penghianatan atas seseorang."
"Tapi lebih sakit lagi kalau tuhan menjauhimu tau."
Laki-laki itu berkata.
"Begitu ya."
"Sekarang aku tau apa yang lebih sakit dari sebuah penghinatan atas seseorang."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
Tampaklah laki-laki itu pamit pergi keavi dan seseorang itu tersebut dan setelahnya tampaklah avi seketika tersenyum dan seseorang itu berkata.
"Ha,kita mau kemana lagi ya?."
Avi berkata.
"Akupun tidak tau sih."
"Tapi kamu tau monster bernama the warden itukah?."
Seseorang itu berkata.
"The warden ya?."
"Aku tau."
"Tapi kenapa?."
Avi berkata.
"Ha,pada waktu itu tidak sengaja menemukan tempat the warden tinggal."
"Tapi aku menemukannya sedikit tidak masuk akal sih."
"Tapi kayaknya the warden itu cukup lemahlah menurutku."
"Karena kekuatan saja besar menurut orang lain."
"Tapi tunduk terhadapku?."
"Tapi aku masih bingung sih,kenapa mereka tunduk terhadapku."
"Padahal pertama kalilah,aku melihat mereka."
Seseorang itu berkata.
"Begitu ya"
"Iya,sih."
"Kuatan cukup besar menurut seseorang tapi dia sangat begitu lemah sekali."
"Apalagi dijatuhkan dari ketinggian seribu meter lebih."
"Dia tewaspun karena jatuh dari ketinggian seribu meter."
"Biasanya monster-monster tidak akan tewas kalau dijatuhkan seribu meter lebihlah."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
Seseorang itu berkata.
"Ha,omong-omong kenapa kamu tidak mempunyai sayap ya?."
Avi berkata.
"Sayap?."
"Untuk apa?."
Seseorang itu berkata.
"Yah,untuk terbanglah."
"Untuk apalagikan selain terbang."
Avi berkata.
"Apakah itu haruskah?."
"Apalagi itu ada setiap orangkah?."
Seseorang itu berkata.
"Ha,biasanya ada pada orang-orang tertentu sih."
"Yang mempunyai sayap."
"Tapi biasanya raja kegelapan itu mempunyai sayap loh."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Tapi kamu mempunyai sayapkah?."
Seseorang itu berkata.
"Tentu ada."
"Karena aku juga raja kegelapan tau."
Avi berkata.
"Ha,kayaknya aku tidak ada sayaplah?."
"Karena tidak tau cara mempunyai sayap."
"Tapi setau bisa mempunyai sayap."
"Yaitu adalah."
"Menempelkan bulu-bulu ayam dibelakang badan dengan menggunakan perekat yang cukup kuat sekali."
"Saking kuatnya,tidak bisa dilepas sama sekalipun."
Seketika seseorang itu terdiam dan seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi kalau kamu mau mengeluarkan sayap."
"Maka fokuslah terhadap badanmu."
"Yang mana seperti membuang air besar."
Avi berkata.
"Ehg!."
"Be-begitu ya."
Avi berkata didalam dirinya.
"Gawat!."
"Sebenarnya aku tidak yakin mempunyai sayap!!!."
"Karena tidak mungkinlah ada sayap seketika muncul begitu saja."
"Kan tidak masuk akalkan."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Baiklah,aku akan lakukan."
Tampaklah avi mulai memfokuskan tubuhnya untuk mengeluarkan sayapnya walaupun avi hanya berpura-pura saja akan tetapi seketika keluarlah sayap avi dari belakang tubuh avi akan tetapi sayap avi itu berukuran begitu besar sekali dan membentang dari timur kebarat,sampai-sampai juga melewati beberapa dunia lainnya karena saking besarnya dan seseorang terdiam terbengong karena saking besarnya sayap avi keluarkan dari diri avi dan tampaklah avi hanya pasrah saja dengan hal tersebut dan seseorang itu berkata.
"I-itu tidak mungkinkan?."
"Gimana bisa?."
"Ini tidak mungkinkan?."
"Gimana mungkin kamu meniru sosok besar tersebut!!!."
"Yang mana dia mempunyai sayap yang begitu besar sekali dan sampai-sampai menutupi barat dan timur!."
"Gimana bisa itu terjadi?."
"Ini tidak mungkinkan?."
Avi berkata.
"Aku juga tidak tau sih."
__ADS_1
Seseorang itu berkata.
"Apakah kedua sayapmu itu beratkah bagimu?."
Avi berkata.
"Ha,tidaklah."
"Karena aku merasa seperti bawak tas saja dibelakang tubuhku."
Seseorang itu berkata.
"Oh,begitu ya."
Seketika avi mulai mengembalikan semula belakang tubuh avi yang mana sayap besar milik avi menghilang,tampaklah avi lagi sedang duduk dengan gubernur negara feresdy tapi duduk duduk berhadap-hadapan dan avi berkata.
"Jadi ada apa kamu memanggilku kesini?."
Wanita itu berkata.
"Ha,aku ingin bertanyak kepada anda."
Avi berkata.
"Tanyak apa?."
Wanita itu berkata.
"Gimana menjadi seorang sehebat anda dalam memimpin negara?."
"Karena anda belum menjawab pertanyaan saya waktu itu."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya karena avi mengenakan topeng diwajahnya dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah itu suatu hal haruskah?."
Wanita itu berkata.
"Iya,itu harus."
"Karena saya masih belum tau memimpin hal sesuatu dengan baik dan benar."
"Seperti anda."
Avi seketika tersenyum jahat dibalik topengnya dan avi berkata.
"Kamu ingin taukah?."
Wanita itu berkata.
"Iya,saya ingin tau."
Avi berkata.
"Ingin tau atau?."
"Ingin tau banget?."
Wanita itu seketika terdiam karena perkataan avi tersebut dan avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Kalau memimpin hal sesuatu dengan baik dan benar adalah."
"Bayangkan didalam dirimu tentang kematian yang akan datang kapan saja."
"Dan selalu bayangkan kalau dirimu bukanlah seseorang paling tinggih dari lainnya."
"Karena dirimu bukanlah seorang tuhan."
"Kamu hanya orang biasa umumnya dan akan tiada suatu saat nantinya."
Wanita itu berkata.
"Oh,begitu ya."
"Terima kasih banyak tentang gimana menjadi pemimpin yang baik dan benar."
Avi berkata.
"Yah,tapi itu masih dasar saja sih."
"Tapi masih ada yang lain gimana menjadi pemimpin yang baik dan benar bagiku."
"Tapi kenapa kamu ingin sekali menjadi pemimpin yang baik dan benar?."
"Padahal setiap orang akan berbedah-bedah dalam memimpin hal sesuatu."
Wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berkata.
"Karena aku hanya ingin membuat penduduk kota ini hidup damai dan nyaman ditinggali."
"Jadi begitulah tapi walaupun aku bentar lagi akan ditarik jabatanku ini oleh raja tersebut."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Tapi aku akan membantumu yang masih dalam masa jabatanmu masih ada dengan cara sembunyi-sembunyi."
Wanita itu seketika tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Tapi kenapa anda tidak masih belum melepasi topeng anda tersebut?."
Avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Oh,masalah topeng ini ya?."
"Padahal tidak usah kamu memikirkan hal begituan."
"Anggap saja topeng ini tidak ada diwajahku."
Wanita itu berkata.
"Tapi aku sangat penasaran wajahmu gimana."
"Aku juga belum menemukan wajahmu dari beberapa gambaran yang mana setiap raja negara akan digambar wajahnya."
"Tapi anda tidak digambari wajah anda tersebut."
Avi berkata.
"Ha,sebenarnya aku tidak suka wajahku digambar sih."
"Jadi tidak usah dipikirin ya."
Wanita itu seketika cemberut dan wanita itu berkata.
"Tidak,aku tetap ingin melihat wajah anda sebenarnya gimana."
Avi berkata.
"Ha,tapi wajahku biasa-biasa saja."
"Untuk apa dilihat."
"Apalagi apa itu ada gunanya-kah,melihat wajahku?."
Wanita itu seketika terdiam dan avi seketika tersenyum dibalik topengnya dan avi berkata.
"Baiklah kalau begitu."
"Aku akan menunjukan wajah asliku."
Seketika avi melepasi topengnya dari wajahnya dan avi menaruh topengnya keatas meja,seketika wanita itu kagum dengan ketampanan wajah avi dan sampai-sampai membuatnya malu sendiri dan avi berkata.
"Dahkan,tidak ada gunanya aku menunjukan wajah asliku?."
Wanita itu berkata.
"Ti-tidak,masih ada gunanya."
"Ta-tapi aku tidak kira kalau wajahmu setampan itu ya."
Avi berkata.
"Ha,begitu ya."
"Ha,kayaknya aku pakai balik topeng inilah."
"Karena sudahku tunjukan wajah asliku-kan?."
Wanita itu berkata.
"Ti-tidak-tidak-tidak!."
"Itu tidak usah."
"Karena ingin tau sekali dengan wajahmu tersebut."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Ingin tau dengan wajahku?."
"Woi-woi-woi,apakah kamu orang-orang gila seperti itukah?."
Wanita itu berkata.
"Ehg?."
"Orang gila?."
Avi berkata.
"Iya,orang gila."
"Yang mana orang gila aku maksud adalah."
"Orang gila dengan begitu terobsesi sekali dengan wajah tampan seorang laki-laki."
"Yang mana wajah tampan harus diterobsesikan."
"Apalagi masih banyak lagi sih,orang-orang gila dengan terobsesi dengan satu tujuan tidak ada gunanya."
"Seperti satu orang gila yang menurutku aneh."
"Yang mana seseorang itu menganggap hal sesuatu kebodohan itu keren."
"Padahal tidak ada gunanya tau."
"Apalagi orang menyebar kebodohan maka dijuga bodoh."
"Karena saking bodohnya,mudah sekali dibudak dengan kebodohannya tersebut."
"Orang yang menganggap kebodohan itu keren,apakah dirinya keren?."
"Padahal hal suatu kebodohan jangan dianggap keren tapi sebaliknya."
"Kebodohan tetaplah kebodohan karena bodohan tidak ada gunanya dan manfaatnya sama sekalipun."
"Orang bodoh mana yang menganggap suatu kebodohan itu keren."
"Dan orang bodoh mana yang menganggap kebodohan dan kesesatan itu keren?."
"Ha,tapi orang-orang bodoh itu tidak tau kalau mereka sedang dimanfaati oleh kebodohan mereka sendiri."
"Yang mana kebodohan mereka itu berasal dari dunia yang mana dunia membudak mereka untuk menjadi bodoh."
"Ingat kebodohan itu bukanlah kesuatu yang keren."
"Tapi yang keren sejati adalah."
"Kalau kamu menjaga harga dirimu dari tempat dan dimana saja."
"Apalagi terus beribadah kepada tuhan."
"Maka dia seseorang terkeren sejati menurutku."
"Jadi kebodohan bukanlah hal seuatu keren ya."
Seketika wanita terdiam terbengong saja dengan perkataan avi tersebut dan seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
"Anda memang sungguh masih belum bisa pikiran asli anda diketahui ya."
Avi berkata.
"Ha,pikiran asli hanya selalu mengingat nama tuhan saja sih."
"Apalagi selalu mengingat kematian saja."
"Tidak ada hal sesuatu pikiranku selain itu."
Wanita itu seketika terdiam dan seketika wanita itu tersenyum dan wanita itu berkata.
"Begitu ya."
Wanita itu berkata didalam dirinya.
"Memang orang ini masih menutupi kepintaran aslinya ya."
"Dia masih belum menunjukan kepintaran aslinya ya."
"Baiklah kalau begitu."
"Sudah aku putuskan."
"Kalau aku akan menikahinya!."
Wanita itu berkata dengan mulutnya.
"A-anu?."
Avi berkata.
"Ada apa?."
Wanita itu berkata.
"Apakah kita bisa menikah?."
Seketika avi terkejut dan avi berkata.
"Ehg?."
"Tungguh sebentar."
"Menikah?."
Wanita itu berkata.
"Iya,menikah."
"Apa bolehkah?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Kenapa kamu ingin menikah denganku?."
Wanita itu berkata.
"Ka-karena aku menyukai cara bicaramu dan caramu berpikirmu tersebut."
Avi berkata.
"Ehg?."
"Woi,padahal cara bicaraku dan cara pikirku biasa-biasa sajalah?."
"Kenapa kamu menyukai hal tersebut?."
Wanita itu berkata.
"So-soal itu."
"A-aku menyukai cara bicaramu yang sopan sekali dan aku menyukai cara bicaramu yang sopan sekali itu tersebut."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku terima perkataanmu tersebut."
Seketika wanita itu terkejut dan avi berkata.
"Aku akan menikahimu segera."
Wanita itu berkata.
"Ba-baik!."
"Mohon kerja samanya!."
"Terima kasih banya telah menerima perkataanku tersebut!."
Avi berkata.
__ADS_1
"Iya,sama-sama."