
Tampaklah avi yang sedang makan jagung meletus diruang kerjanya dan avi berkata.
"Ha,kalian mau membuat bangunan yang modern?."
Fahar berkata.
"Iya,my lord."
"Karena menurut saya bangunan ini tidak layak bagi tempat perkumpulan dengan tamu."
Avi berkata.
"Kan kita mempunyai bangunan khusus tamu sih."
"Tapi kebanyakkan kesini karena membahas tentang urusan perdagangan dan lain sebagainya."
Fahar berkata.
"Iya,memang benar sih my lord?."
"Tapi."
"Kami tidak enak kalau tempat ini tidak cukup bagus dilihat."
"Apalagi bangunan lainnya."
"Sebagaimana seperti bangunan-bangunan para warga yang kurang bagus bagi saya,my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi apakah para warga senang dengan itukah?."
Fahar berkata.
"Iya,mereka pastih sangat senang sekali my lord!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi."
Tampaklah avi menaruh tempat jagung meletus tersebut kemeja dan avi berkata.
"Setahuku itu tidak seperti begitu fahar."
"Karena pastih para warga terus-menerus menjadi tergila-gila dengan hal-hal baru."
Fahar berkata.
"Apa maksud anda?."
Avi berkata.
"Para warga akan terus serakah atau terus-menerus untuk mendapatkan hal baru lainnya."
"Intinya mereka rakus terhadap hal baru."
"Yah,kalau tidak paham tidak apa-apa sih."
Fahar berkata.
"Begitu ya,my lord?."
"Tapi kalau dipikir-pikir memang benar sih."
"Banyak para warga atau rakyat yang ramus dengan hal-hal baru yang mereka dapatkan."
"Dan kalau mereka tidak mendapatkannya."
"Maka tidak terima dengan hal tersebut."
"Dan menuntun para pemimpin negara yang salah."
"Haaaaaaaa."
"Kayaknya memang benar perkataan anda tadi ya."
"Haaaaaaa."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Kalau seorang pemimpin negara membuat negaranya maju."
"Pastih rakyatnya yang terus-menerus meminta hal-hal lain dari pemimpin negara."
"Para rakyat juga berlombah-lombah menjadi yang terbaik yang mendapatkan perhatian pemimpin negara."
"Tapi itu bisa sebaliknya."
"Pemimpin negara pastih juga berlombah-lombah menjadi negara yang terbaik dan maju."
"Tapi terkadang para pemimpin akan bangkrut akan kesalahannya."
"Begitu juga negaranya."
"Yah,aku sudah banyak mengetahuinya sih."
"Tapi begitulah."
Fahar berkata.
"Begitu ya,my lord."
"Tapi gimana kita berdagang dengan hal-hal khusus dari negara kita."
"Seperti pakaian,makanan,senjata,dan lain sebagainya."
"Dengan begitu kita terus mendapatkan keuntungan banyak sekali my lord."
"Apalagi kita terus menjadi pusat perdagangan paling besar dengan begitu,my lord."
Avi berkata.
"Haaaaaaaa."
"Woi,fahar."
"Perkataanmu itu bagaikan kamu seorang koruptor sajalah bagiku."
Kaget dong fahar dan avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya perkataan fahar ini bagaikan seorang pemimpin negara yang rakus ya."
"Dengan keuntungan negara dan keuangan."
"Dan juga ciri-ciri orang mendapatkan kerugian yang begitu banyak sekali ya."
"Haaaaaaaa."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Woi,fahar."
"Apakah kamu taukah kalau hal-hal yang ada dinegara kita ini kalau menjadi perdagangan."
"Maka itu adalah hal paling bahaya bagiku."
"Karena setiap negara akan ada tradisinya."
"Kalau ada tradisi dari negara luar,maka."
"Negara tersebut akan berpengaruh dengan tradisi negara luar tersebut."
"Apakah kamu tau kalau negara yang sudah berpengaruh dengan tradisi negara luar akan susah dihilangkan."
"Karena sudah sangat menyatu dengan negara tersebut."
"Sebaik-baiknya rakyat kalau sudah mempengaruhi tradisi luar kalau misal."
"Memakai hal-hal yang terlarang,melakukan hal-hal kotor dan lain sebagainya."
"Maka rakyat sendiri akan menjadi musuh negaranya sendiri tersebut."
"Karena rakyat sendirilah yang menjadi musuh terberat bagi negara."
"Karena rakyat akan terus-menerus yang mereka inginkan dan mendapatkan dengan cara apapun itu."
"Seperti saling membunuh dengan orang yang sama tinggal dengannya."
"Tapi begitulah yang kamu harus ketahui fahar."
"Kamu mengangap dunia ini adalah hal yang harus diraikah?."
"Apakah kamu tidak sadar kalau dunialah yang memperbudak kita semua."
"Saling membunuh dengan yang lain untuk mendapatkan apa yang kita cari."
"Walaupun itu caranya membunuh keluarganya sendiri."
"Yah,begitulah."
"Kamu tidak paham tidak apa-apa kok."
"Jadi apakah kamu masih mau melakukan perdagangankah?."
"Dan melakukan pembangunankah?."
Fahar berkata.
"H-ha,soal itu."
"Saya akan memikirkannya lagi my lord."
Avi berkata.
"Begitu ya,fahar."
Tampaklah avi yang ada diatas dahan pohon dan tampaklah avi yang sedang memikirkan sesuatu dan avi berkata didalam dirinya.
"Haaaaaaaa."
"Tampaknya kekaiti sedang melakukan sesuatu ya."
"Haaaaaaaaa."
"Rasanya mangkin bosan dan biasa saja ya?."
"Haaaaaaaaa."
"Cerita pada didunia ini kayak aku merasa garing saja."
"Haaaaaaaa."
"Peperangan yang dilakukan kekaiti rasanya tidak masuk akal saja ya?."
"Membosankan sekali ya."
"Hmmmmm?."
Seketika terbukalah suatu gerbang kegelapan dan avi terkejut dong dan ada yang berkata.
"Hahahahahaahaha!."
"Kamu merasa bosan ya?."
"Berarti dirimu tidak merasa menyenangkan sekali ya?."
Tampaklah ada dua orang yang keluar dari gerbang tersebut dan tertutup gerbang tersebut dan tampaklah avi kebingungan dong karena avi tidak tau siapa mereka berdua dan avi berkata.
"Ha,kalian siapa ya?."
Tampaklah mereka berdua tersenyum jahat dan orang itu(orang yang ke satu)berkata.
"Kami menantangmu!."
"Raja kegelapan yang paling ditakuti."
Tampaklah mereka berdua tersenyum jahat dan tampaklah avi kebingungan dong karena avi tidak tau siapa mereka berdua dan avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya siapa berdua ya?."
Avi berkata dengan mulutnya.
"Tidak,aku tidak mau ada pertengkaran."
__ADS_1
Tampaklah seketika mereka tersenyum jahat dan avi berkata.
"Siapa kalian sebenarnya?."
Tampaklah mereka berdua tersenyum dan orang yang kesatu berkata.
"Kami datang karena ada aura yang sangat menakutkan yang lepas kendali."
"Yaitu berada pada dirimu."
"Kami datang dari dunia lain."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Dunia lain?."
"Oh!."
"Berarti kalian dari bumikah?."
Tampaklah avi yang masih kebingungan sekali dan orang kedua berkata.
"Bumi?."
"Apakah ada nama dunia bumi?."
"Hmmmm?."
"Kayaknya tidak ada lah?."
"Tapi."
Tampaklah orang kedua tersenyum jahat dan orang kedua berkata.
"Kami datang karena aura kuat dari dirimu tersebut."
"Kami tidak bisa bilang kepadamu yang sebenarnya tentang kami."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kalau begitu."
"Aku terima perkataanmu tadi itu sebelumnya."
Tampaklah mereka berdua tersenyum jahat dan mereka berdua berkata.
"Baik,kami terima perkataanmu tadi."
"Wahai raja kegelapan terkuat."
Orang kesatu berkata.
"Kalau kami menang kamu harus menerima permintaan kami ya."
"Begitu juga kalau kami kalah tapi kamu tidak akan kami kabulkan permintaanmu."
"Tapi permintaan kamilah yang harus kamu kabulkan."
Tampaklah avi kebingungan dong dan avi berkata.
"Ehg?."
"Apa yang kamu katakan?."
"Aku tidak mengerti maksudmu tersebut?."
Orang kedua berkata.
"Kamu terlalu berisiklah?!."
"Kamu kabulkan apa susahnya?."
Tampaklah avi masih kebingungan dong dan avi berkata didalam dirinya.
"Sebenarnya aku saja tidak mengerti apa yang dia katakan tadi dan juga permintaannya yang setiap menang dan kalah?."
"Hmmmm?."
Tampaklah avi dan mereka berdua bersiap-siap mau menyerang dan orang kesatu berkata.
"Baik."
"Kalau begitu,kita mula sekarang juga."
Tampaklah orang itu tersenyum dan seketika mereka berdua bergerak dengan sangat cepat sekali dan tampak avi menyadarinya dan seketika tampaklah avi dengan gampang sekali menaham serangan mereka pakai ranting pohon saja.
Tampaklah mereka berdua menyadarinya dan seketika mereka mundur menjauh dan orang kedua berkata.
"Hahah!."
"Begitu ya."
"Kamu cukup kuat sekali ya."
"Kalau begitu kami akan membunuhmu sek-."
Avi berkata.
"Aku harus cepat pulanglah karena aku mau membuat putu bambulah."
Seketika avi bergerak dengan sangat cepat sekali dan tampaklah mereka berdua terjatuh ketanah dengan sangat kuat sekali karena avi menghatam kepalah mereka berdua ketanah dan avi berkata.
"Haaaaaaaaa."
"Kayaknya sudah selesailah pada urusan mereka berdua ini tersebut."
Tampaklah avi membalikkan badannya dan berjalan menujuk pulang akan tetapi orang kedua berkata.
"Tungguh sebentar!."
Tampaklah avi berhenti berjalan dan tampaklah mereka berdua mengangkat kepalah mereka dan tubuh mereka berdua dan tampaklah orang kedua menatap tajam avi dan orang kedua berkata didalam dirinya.
"Gimana bisa dia sangat begitu cepat sekali tadi?!."
"Lebih cepat dari cahaya dan suara."
"Siapa orang ini sebenarnya."
Avi berkata.
Seketika mereka berdua ketakutan dong karena aura avi muncul sangat begitu mengerikan sekali dan tampaklah seketika mereka berdua tersenyum dan orang kesatu berkata.
"Apakah kamu lupa dengan permintaan kamikah?."
"Kan mau itu kalah atau menang permintaan kami harus dikabulkan."
"Tidak ada bagian pemenang yang boleh meminta selain kami berdua."
Tampaklah seketika tersenyum jahat dan avi berkata.
"Oh,begitu ya?."
"Jadi apa kalian minta?."
Tampaklah mereka seketika tersenyum dan seketika berlutut dihadapan avi dan mereka berdua berkata.
"Tolong jadikan kami bawahanmu!."
"Kami mohon!."
Tampaklah avi tersenyum jahat dan avi berkata.
"Apakah kalian yakinkah?."
Mereka berdua menjawab.
"Iya,kami sangat yakin sekali!."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi untuk apa kalian mau menjadi bawahanku?."
Tampaklah mereka berdua tersenyum jahat dan mereka berdua berkata.
"Kami mengakui kamu yang paling kuat sekarang."
Avi berkata.
"Kenapa kalian mau menjadi bawahanku karena aku kuat?."
Mereka berdua berkata.
"Karena kami tidak tau pastih kenapa kami berkata begini."
"Tapi."
"Kami merasa andalah yang layak dilayani oleh kami berdua."
Avi berkata.
"Begitu ya?."
Mereka berdua berkata.
"Apakah kami boleh menjadi bawahanmukah?."
Tampaklah seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Iya."
"Boleh kok."
"Tapi aku tidak memaksamu ya?."
Mereka berdua berkata.
"Baik,terima kasih banyak raja kegelapan."
Avi berkata.
"Oh iya."
"Kalian kembar ya."
Tampaklah avi membalikkan badannya dan avi berkata didalam dirinya.
"Hmmmm,kayaknya memang benar mereka kembar."
"Karena rambut mereka sama berwarna biru tua dan mata mereka sama berwarna kuning."
"Begitu juga wajah mereka berdua yang sama persis."
Mereka berdua berkata.
"Begitu ya,raja kegelapan."
"Terima kasih banyak pujian tersebut."
"Iya,kami memang benar kembar."
Tampaklah avi tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi siapa nama kalian berdua?."
"Aku tidak tau nama kalian berdua?."
Orang kesatu berkata.
"Kami tidak mempunyai nama."
"Kami memang benar dari dulu tidak ada nama sekali pun."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Kalau begitu,nama kalian berdua adalah."
"Germa dan germy,gimana?."
Mereka menjawab.
__ADS_1
"Baik!."
"Nama kami sekarang adalah germa dan germy sekarang!."
Tampaklah mereka sangat senang sekali dan kebesokan harinya tampaklah avi makan putu bambu diruang kerjanya dan avi berkata.
"Hmmmm!."
"Enak sekali putu bambu ini!."
"Udah lama sekali tidak memakannya!."
"Jadi ada apa kalian kemari?."
Germa berkata.
"Apakah kami boleh ikut perang dengan para jenderal anda?."
Avi berkata.
"Ha,ikut perang?."
Germa berkata.
"Iya."
"Apakah bolehkah?."
Avi berkata.
"Kenapa kalian mau ikut perang?."
Germa berkata.
"Karena saya menyadari adanya ancaman besar yang akan datang kemari."
"Jadi saya memberitau para jenderal anda."
"Dan sekarang aku dan germy mau ikut perang juga,my lord!."
"Apakah bolehkah my lord?."
Avi berkata.
"Haaaaaaaa."
"Baiklah,kalian boleh ikut perang."
Tampaklah mereka berdua sangat senang sekali dan germa berkata.
"Terima kasih banyak my lord!."
Avi berkata.
"I-iya."
"Haaaaaaa."
Avi berkata didalam dirinya.
"Kayaknya mereka berdua merasakannya ya."
Tampaklah avi tersenyum dan tampaklah para jenderal avi dan germa,germy tampak begitu senang karena membantai para kekaiti dan tampaklah sekarang mereka beristirahat ditumpukkan mayat-mayat dipara kekaiti.
Tampaklah germy merasakan sesuatu adanya pasukan yang begitu besar yang menujuk kesitu dan germy berkata.
"Kayaknya para kekaiti sudah datang ya."
Tampaklah mereka berdiri dari duduknya dan mereka berkata.
"Begitu ya."
"Baiklah,kita akan menang dalam peperang ini tersebut."
Tampaklah mereka berperang sangat begitu senang sekali dan tampaklah para jenderal kekaiti ketakutan semua dan salah satu jenderal kekaiti berkata.
"Gi-gimana bisa manusia biasa sekuat ini!!!."
"Ini bagaikan tujuh raja kegelapan dan dua raja kegelapan paling kuat dari yang lain!!!."
Tampaklah setelahnya mereka sudah membunuh para pasukan kekaiti dan tampaklah kekaiti ketawak dan tersenyum karena sudah menyadarinya dan zers berkata.
"Haaaaa!!!."
"Kayaknya kita sudah menang lagi ya!."
"Kayaknya para kekaiti bukan apa-apanya bagi kita ya."
Tampaklah seketika mereka semua tersenyum jahat dan mereka berkata.
"Iya,itu benar sekali."
"Kayaknya mereka hanya sebuah kutu sajalah bagi kita semua."
Tampaklah mereka semua tersenyum jahat dan tampaklah ada seorang laki-laki yang dikelilingi wanita begitu banyak sekali dan tampak seketika germy ketawak dan tampaklah germa dan germy sedang memata-matain seorang laki-laki itu dari jauh dan tampaklah mereka duduk disebuah dinding batu dan mereka menggunakan jubah hitam dan germa berkata.
"Kayaknya orang-orang itu bodoh ya."
Germy berkata.
"Iya,itu benar sekali."
"Mereka bodoh sekali."
Tampaklah laki-laki itu sangat senang sekali karena dikelilingi banyak wanita dan laki-laki itu berkata.
"Begitu ya."
Salah satu wanita yang mengelilinginya berkata.
"Kamu sangat hebat sekali kavis!."
"Sangking hebatnya membunuh naga jahat dengan sekali serang!."
Laki-laki itu berkata.
"Be-begitu ya."
"Hehehehehe."
"Aku apa-apa sih dengan begituan."
Tampaklah germy tersenyum dan seketika ada yang berkata.
"Kamu tidak begitu hebat sekali bagiku."
"Karena kamu begitu mudah sekali tergoda oleh godaan wanita ya."
Terkejut dong mereka semua dan tampaklah mereka melihat dua seseorang yang memakai jubah hitam diatas sebuah menara kuil dan sebenarnya mereka berdua adalah germa dan gemy yang memakai jubah hitam dan tampaklah laki-laki itu kesal dong dan laki-laki itu berkata.
"Apa maksudmu!."
"Berani-beraninya dirimu berkata begituan!!!."
"Kalian iri bilang dong!."
Tampaklah germa dan gemy ketawak dan germy berkata.
"Gapain kami iri dengan hal begituan?."
"Itu adalah hal bodoh sekali bagi kami."
"Mau kalian menjual harga diri kalian ya."
"Apalagi wanita yang mengelilingimu itu."
"Mereka sangat bodoh sekali."
"Sangking bodohnya berkata yang tidak ada gunanya sekali?."
"Apakah kalian tau kalau para wanita itu sangat mahal sekali loh."
"Kenapa kalian berani sekali menjual harga diri kalian?."
"Hah?."
"Wanita!."
"Apakah kalian tidak ada rasa malukah bagi kalian semua?."
Tampaklah germy tersenyum jahat dan germy berkata.
"Menurutku dirimu itu tidaklah hebat sekali."
"Karena kamu mudah sekali tergoda dengan godaan wanita."
"Kamu tidaklah hebat karena orang paling hebat itu adalah orang yang bisa menahan godaan wanita dan godaan lainnya."
"Kalau wanita-wanita disana."
"Untuk apa kamu mengelilinginya?."
"Kalau kamu menyukainya menikahlah dengannya."
"Kebanyakkan orang yang dikelilingi wanita itu."
"Tidak menikahi wanita-wanita yang mengelilinginya."
"Karena kebanyakkan wanita akan menyukai orang-orang yang dianggapnya hebat dan baik."
"Tapi kebanyakkan tidak berani menikah karena malu dan lainnya."
"Apa susahnya menikah?."
"Kalau menikah ya menikahkan?."
"Kalau tidak mau keluar uang banyak janganlah kamu membuat pernikahanmu itu begitu mewah sekali."
"Kebanyakkan orang-orang yang menikah begitu mewah akan pusing dengan keuangannya."
"Tapi kenapa kamu begitu malu menikah?."
"Kamu melakukan itu,kamu tidak mempunyai rasa malu?."
"Kenapa?."
"Apakah kalian menyadarinyakah?."
"Sebagian orang akan sadar tapi sebagian dari kalian hanya menganggapnya candaa belaka sajakan?."
"Tapi begitulah manusia."
"Mereka yang dianggapnya keren itu tidak baik baginya."
"Tapi sebaliknya yang dianggapnya buruk baginya akan baik baginya."
"Tapi begitulah manusia."
"Menganggap yang buruk itu keren baginya."
"Tapi itu akan membuatnya mangkin buruk saja baginya?."
Tampaklah germy tersenyum dan germy berkata.
"Tapi sepertinya membuat kesalahan ya."
Tampaklah germy tersenyum jahat dan germy berkata.
"Sepertinya kamu membuat kesalahan ya."
"Membuat perang terus melanjut."
"Kamu menerima bekerja sama kekaiti ya."
"Cukup bodoh ya."
Seketika germy langsung melempar pisau kearah laki-laki itu tersebut dan tewaslah laki-laki tersebut itu dan germy berkata.
"Baik."
"Sepertinya dia sudah tewas."
"Sepertinya peperangan ini akan berhenti segera."
"Karena kita akan membuat my lord avi menjadi sosok yang paling ditakuti."
Tampaklah mereka berdua tersenyum jahat dan seketika menghilang dan tampaklah wanita-wanita yang mengelilingi laki-laki tersenyum panik dong dan ketakutan sekali dan tampaklah ada seorang wanita yang terus memperhatikan germy dan germa dari tadi dan tampaklah wanita tersebut tersenyum.
__ADS_1