
Tampaklah disuatu hari tampaklah avi yang lagi makan jagung meletus sambil duduk diatas sebuah batu besar yang ada diatas bukit dan sambil melihat vily bersama para bawahan fahar yang wanita setengah robot dari jarak jauh,tampaklah vily sedang berbicara dengan para bawahan fahar dan vily berkata.
"Jadi semua."
"Apakah kalian sudah siapkah?."
Mereka menjawab.
"Iya!."
Tampaklah seketika vily dan para bawahan fahar berubah menjadi banyak mesin senjata anggih yang mana senjata mesin canggih itu ada dibelakang tubuh mereka yang muncul secara tiba-tiba,tampaklah avi terkejut sekali dengan hal tersebut karena dia sendiri tidak menyadarinya kalau mereka sudah berevolusi menjadi mengerikan sekali dengan senjata-senjata mesin canggih tersebut dan avi berkata.
"Apa!."
"Gimana bisa itu terjadi?!."
"Me-mereka berevolusi?!."
"Tu-tungguh sebentar."
"Ini cukup tidak masuk akal sama sekali."
"Karena tadi vily mengajak mereka untuk dilatih tapi kenapa mereka bisa mempunyai alat senjata itu tersebut?."
"Yang mana biasanya ada difilm-film."
"Kalau tidak salah biasanya difilm-film bisa mengeluarkan sebuah sayap besi tapi bisa terbang yang mana memakai mesin terbang kalau tidak salah dan masih banyak lainnya sih."
"Tapi merek sudah mempunyai alat-alat yang ada difilm-film ya."
"Memang tidak masuk akal apalagi ini ya."
"Padahal vily mengajak mereka berlatih dengan beberapa monster yang cukup kuat tapi."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Vily dan para bawahan fahar juga berevolusi ya."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Padahal aku sangat suka kalau alat-alat yang seperti film-film itu ada difahar sih karena fahar itu robot sebenarnya."
"Tapi kenapa bisa mereka memilikinya?."
"Tapi mereka juga tidak bisa bikin alat-alat mengerikan itukan?."
"Haaaaaaaaaaaa."
"Tapi yang penting aku tidak tau harus apa selanjutnya."
"Karena para bawahanku memang aneh-aneh semua."
"Tapi aku juga tidak bisa menyebut istriku aneh sih."
"Tapi begitulah sifat istri-istriku sudah aku ketahui walaupun aku hanya pasrah saja dengan hal tersebut."
"Haaaaaaaaaaaaaaaa."
Tampaklah kekaiti yang sangat begitu marah sekali karena wilayah-wilayahnya yang dijajah telah dihancuri oleh seseorang yang mana seseorang yang menghancurkan wilayah-wilayah kekaiti adalah avi yang tidak sengaja masuk kewilayah kekaiti tapi yang mana avi bertarung dengan monster-monster tapi avi bertarung dengan mobil perang lapis baja karena avi sendiri tidak ada kerjaan sama sekali dengan pertarungan tersebut dan kekaiti berkata.
"Kurang ajar dengan orang yang menyerang wilayahku!."
"Awas saja dia kembalik menyerang wilayah-wilayahku lagi!."
"Atau."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.
"Aku pakai saja rencana terakhirku ya."
"Wah,memang sungguh pintar sekali diriku karena aku memakai rencana terakhirku sebagai senjata terakhir miliku."
"Tapi."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan seketika kekaiti tertawak jahat dan kekaiti berkata.
"Kalau dia masih bisa menggagalkan rencanaku."
"Maka dia akan aku habisi sendiri oleh tanganku sendiri ya."
"Wah,memang pemikiran sungguh anggun sekali ya."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan kekaiti berkata.
"Wahai orang suka menggagal rencanaku."
Tampaklah kekaiti tersenyum jahat dan tampaklah para bawahan kekaiti ketakutan semuanya yang lagi berlutut dihadapan kekaiti yang lagi duduk dikursi singgasananya tersebut,tampaklah avi yang lagi menikmati sebuah teh sambil duduk dikursi kerjanya dan avi seketika teringat sesuatu dan avi berkata.
"Oh iya."
"Kalau tidak salah mata-mataku yang miliki."
"Semuanya sangat hebat sekali ya."
"Tapi."
"Haaaaaaaaaaaaaa."
"Kengerian mereka sangat begitu menakut sekali ya."
"Yang mana mereka berbedah dengan mata-mata lainnya."
"Yang mana mereka terkadang cepat dalam memutuskan tindakan yang mereka pilih tanpa mikirkan apapun tentang mereka yang mendapat suatu masalah."
"Yah,walaupun aku tidak tau mereka tidak memikirkan tentang mereka yang akan mendapat masalah dengan keputusan mereka pilih."
"Tapi kalau mereka tidak ada kerjaan maka terkadang mereka main kelereng tapi mereka bisa sampai-sampai menghancuri satu kota kerajaan sekali main saja."
"Karena aku sudah pernah melihat mereka yang main kelereng dari dekat."
"Yang mana gunung saja bisa hancur karena yang mana mereka tidak peduli dengan sekitarnya karena hanya fokus pada permainan kelereng saja."
"Tapi aku juga pernah melihat mereka main kelereng didalam suatu kota tapi seketika kota tersebut hancur."
"Walaupun mereka main kelereng didalam skills dunia akhir."
"Yang mana aku menciptakan sebuah kota kerajaan yang mirip dengan kota kerajaan jomblo."
"Tapi seketika kota buatan itupun hancur karena cara bermain mereka begitu mengerikan sekali."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Tapi kalau mereka serius atau kekuatan asli mereka terbuka."
"Maka satu dunia saja sudah dianggap kelereng bagi mereka semua."
"Karena dunia itu bisa hancur bagaikan sebuah kelereng yang dijatuhkan sebuah palu dari jarak ketinggian seribu meter dan dengan kecepatan cahaya maka."
"Kelereng tersebut akan hancur lembur seketikanya karena rotasi gravitasi dan kecepatan cahaya yang tidak dapat dihindari oleh kelereng tersebut."
"Tapi begitulah mereka kalau kekuatan asli mereka dibukakan atau mereka yang lagi serius bertarung."
"Tapi mereka juga terkadang sangat begitu gila sekali ya."
"Dengan sebuah membunuh ya?."
"Tapi terkadang aku beri mereka sebuah nasihat sih."
"Karena mereka terlalu begitu gila sekali dalam hal pembunuhan."
"Karena yang mengajari mereka adalah bans dan xeza."
"Haaaaaaaaaaaaaaa."
"Yang mana mereka berdua suka melatih mereka semua dengan latihan begitu mengerikan sekali."
"Seperti dicelupkan digunung berapi,bertarung dengan monster laut tanpa alat pelindung atau senjata,mengantung mereka yang kepalaran dengan terbalik sambil menunjukan mereka sebuah makanan didepan mereka dan lain sebagainya."
"Tapi aku juga tidak tau sih,apa gunanya latihan yang diberikan oleh bans dan xeza."
"Karena dua orang ini terlalu gila kalau dalam hal pembunuhan."
"Walaupun terlihat anggun dan tenang sekali tapi sebenarnya penggila pembunuhan."
"Walaupun mereka semua adalah vampir-vampir waktu itu begitu juga ras yang mirip hantu tersebut."
"Tapi mereka sangat begitu ahli sekali dalam hal begituan ya."
Tampaklah avi seketika menyadari sesuatu dan avi seketika tersenyum dan avi berkata sama bans dengan telepati.
"Bans."
Bans berkata.
"Ada apa my lord?."
Avi berkata.
"Xeza dan yang lainnya suruh datang ketempatku berada."
Bans berkata.
"Baik,saya mengerti my lord."
"Baik,saya pamit memberitau mereka dulu ya my lord."
Avi berkata.
__ADS_1
"Iya."
Tampaklah xeza dan para bawahan avi sudah ada disitu dengan keadaan berlutut dihadapan avi yang lagi duduk dikursi kerjanya dan xeza berkata.
"Ada apa anda memanggil kamu semua kesini,wahai my lord?."
Avi seketika berdiri dari duduknya dan avi seketika berjalan kearah pintu keluar ruangan tersebut sambil berkata.
"Waktunya kita berangkat."
Seketika terkejut para bawahan avi lainnya dan mereka bingung dengan hal tersebut dan zers berkata.
"Tungguh sebentar my lord."
Avi seketika berhenti berjalan dan avi berkata.
"Ada apa?."
Zers berkata.
"Apa yang sedang terjadi,wahai my lord?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Tidak,tidak terjadi apapun."
"Tapi kita berperang."
"Karena dia sudah makin udah entah kemana-mana sang kekaiti tersebut."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
Avi berkata.
"Oh iya."
"Aku juga akan ikut dalam peperangan kali ini."
"Karena aku sudah mengetahui apa yang dia rencanakan nantinya."
"Tapi."
Seketika avi tersenyum dan avi berkata.
"Aku mungkin bisa membantu kalian juga."
Mereka menjawab.
"Baik,my lord."
Tampaklah kekaiti yang lagi duduk dikursi singgasananya akan tetapi seketika tempat dia berada diserang oleh seseorang dan tampaklah yang mana yang menyerang tempat kekaiti berada adalah para bawahan.
avi,tampaklah avi hanya berdiri saja didepan pintu gerbang tempat kekaiti berada dan tampak avi mengenakan jubah hitam,tampaklah para bawahan avi yang terus-menerus menyerang para bawahan kekaiti tersebut dan tampaklah kekuatan asli mereka telah dibuka oleh avi,tampaklah tanah-tanah yang ada dikota berhancuran semuanya karena.
tidak bisa menahan kekuatan serangan para bawahan avi semuanya,tampaklah tempat kekaiti berada telah berhancuran dan tampaklah kekaiti yang masih tenang sambil duduk dikursi singgsananya walaupun tempat bangunan yang dia berada telah hancur juga oleh serangan para bawahan avi.
Tampaklah kekaiti seketika berdiri dari duduknya dan seketika kekaiti berjalan dan seketika kekaiti mulai menyerang para bawahan avi satu persatu dengan kecepatan tinggih sekali,tampaklah avi hanya bisa melihat hal tersebut dari jauh dan avi seketika tersenyum dibalik penutup kepalah jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Apakah ini akan berakhirkah kalau dirinya tidak ada."
"Karena aku tidak suka namanya yang membuat diriku tidak mengerti."
"Karena hal beginian aku tidak mengerti dari dulu."
"Tapi."
Avi seketika tersenyum dibalik penutup kepalah jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Aku hanya percaya saja dengan tuhan karena diriku tidak mengerti dengan hal beginian."
Avi seketika berjalan mendekati kekaiti tersebut dan tampaklah kekaiti yang sudah mengalahkan para bawahan avi semuanya walaupun para bawahan avi tidak terbunuh karena kekaiti tidak mampu menembus tubuh para bawahan avi dengan senjatanya,tampaklah avi seketika berhenti berjalan karena avi sudah didepan kekaiti itu tersebut dan avi seketika membuka penutup kepalah jubahnya tersebut dan avi berkata.
"Hai,lama tidak berjumpah ya?."
"Kekaiti."
Seketika kekaiti tersenyum jahat dan seketika kekaiti tertawak jahat dan kekaiti berkata.
"Ha,begitu ya."
"Jadi kamu ya,orangnya yang menggagalkan rencanaku semuanya ya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Tapi bukan aku yang menggagalkan rencanamu semua."
"Karena tuhanlah yang menggagalkan rencanamu semuanya."
Seketika kekaiti tertawak dan kekaiti berkata.
"Begitu ya."
"Tuhan ya?."
"Apakah tuhan itu adakah?."
Avi berkata.
"Oh,begitu ya."
"Ha,kalau tidak percaya maka caritau sendiri dan tanyak kepadamu sendiri tentang tuhan itu ada atau tidak?."
Seketika kekaiti tertawak dan kekaiti berkata.
"Untuk apa aku susah mencari begituan?."
"Kan tidak gunanya bagiku?."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Kekaiti berkata.
"Baiklah,waktunya kita mulai sekarang peperangan ini tersebut."
Avi seketika melepaskan cincin yang ada ditangan kanannya yang mana ada dijari tengahnya dan avi berkata.
"Nah,aku buka saja cincin ini tersebut lah."
"Karena aku tidak mau cincin itu hancur."
"Apalagi cincin ini susah sekali dilepasi dari tanganku."
"Tapi untuk kali ini saja aku lepasi dari tanganku."
Tampaklah avi memasuki cincin tersebut kesaku jubahnya dan seketika aura avi terbuka dengan begitu mengerikan sekali dan sampai-sampai bisa dirasakan oleh beberapa orang dari dunia lain,tampaklah orang-orang yang merasakan aura mengerikan avi tersebut seketika terkejut dan seketika ketakutan sekali akan tetapi ada satu orang dari dunia lain yang seketika tersenyum karena dia kagum dengan aura mengerikan milik avi,tampaklah para bawahan avi yang ada disitu hanya terdiam ketakutan sekali karena aura avi memang benar-benar sangat begitu mengerikan sekali,tampaklah seketika kekaiti tersenyum jahat karena dia sudah merasakan seberapa kuat avi dan kekaiti berkata.
"Begitu ya."
"Memang sungguh kamu begitu mengerikan sekali ya."
Avi berkata.
"Begitu ya."
Kekaiti berkata.
"Waktunya kita bertarung."
Seketika kekaiti bergerak menyerang avi begitu cepat sekali begitu juga avi yang seketika bergerak menyerang kekaiti dengan kecepatan tinggih sekali walaupun hanya sepuluh persen saja,tampaklah pertarungan mereka berdua memang benar-benar mengerikan sekali karena setiap kali hantaman pedang mereka berdua bisa membuat kehancuran didunia tersebut,tampaklah avi masih tenang saja tapi kekaiti tampak makin tertarik saja dengan kekuatan avi miliki,tampaklah kecepatan mereka berdua memang benar-benar sudah tidak masuk akal sama sekalipun walaupun avi hanya menggunakan kecepatan sepuluh persen saja,tampaklah avi begitu tenang sekali dengan pertarungan tersebut.
Tampaklah avi seketika berhenti bertarung karena kekaiti menghilang begitu saja,tampaklah avi melihat sekitarnya dan tampaklah seketika avi ditusuk dari belakang,tampaklah seketika para bawahan avi terkejut.
dengan hal tersebut dan tampaklah para bawahan avi sangat begitu marah dengan hal tersebut walaupun mereka masih tidak berdaya ditanah,tampaklah avi seketika tersenyum karena avi sudah menyadarinya dan tampaklah yang menusuk avi adalah kekaiti yang.
menusuk avi dari belakang dengan menggunakan tangan kanannya karena kuku-kuku tangannya begitu tajam sekali seperti kuku harimau,tampaklah seketika kekaiti menghilang dari belakang avi dan tampaklah seketika kekaiti muncul didepan avi dan.
tampaklah avi seketika jatuh ketanah tapi avi seketika tersenyum jahat sambil muntah darah,tampaklah avi berdiri dari tanah walaupun avi sudah memuntah darah dari mulutnya dan tampaklah avi seketika tersenyum dan kekaiti bingung dengan hal tersebut dan kekaiti berkata.
"Apa yang membuat lucu?."
"Hah?."
"Kekuatanmu sudah aku ambil semuanya loh."
"Kenapa kamu tersenyum begitu?."
"Padahal kamu akan tewas nantinya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku ingin tanyak kepadamu."
Kekaiti berkata.
"Tanyak apa?."
Avi berkata.
"Apa yang membuatmu menjadi jahat begitu?."
__ADS_1
"Padahal kamu dulunya baikkan?."
"Kenapa kamu bisa menjadi jahat?."
"Apa yang membuatmu menjadai jahat begitu,kekaiti?"
Kekaiti berkata.
"Tidak,tidak ada yang membuat menjadi jahat."
"Karena aku tetaplah aku."
"Tidak ada yang membuatku jahat dari sesuatu hal."
"Tapi aku sendirilah bisa menjadi jahat begini."
"Apa maksudmu dari perkataanmu tersebut?."
Avi berkata.
"Karena aku tau kalau orang bisa menjadi hal sesuatu."
"Seperti dicuci otaknya,lingkungan sekitarnya buruk dan lain sebagainya."
"Kenapa kamu bisa jahat begitu kekaiti?."
Seketika kekaiti tertawak dan kekaiti berkata.
"Begitu ya."
"Aku tidak satupun yang membuatku bisa menjadi jahat begini."
"Kecuali dari diriku sendiri bisa begini."
Avi berkata.
"Begitu ya."
"Apakah kamu masih percaya tuhankah,kekaiti?."
Tampaklah avi menatap tajam kearah kekaiti dan kekaiti seketika tertawak dan kekaiti berkata.
"Ha,begitu ya."
"Tuhan ya?."
"Ha,sebenarnya aku tidak percaya sih."
"Tapi kenapa aku tidak percayai tuhan?."
"Apa yang terjadi?."
"Hah?."
"Kamu marahkah kalau aku tidak percayai tuhan?."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Begitu ya."
"Aku tidak ada marah adanya kamu kalau tidak percaya tuhan."
"Tapi."
Avi seketika menutu matanya dan avi seketika tersenyum dan avi membuka matanya lagi dan avi berbalikan tubuhnya kearah bulan purnama dan avi berkata.
"Lihatlah baik-baik tentang adanya tuhan."
Avi seketik menjulurkan jari telunjuk tangan kanannya kearah bulan dan seketika bulan purnama itupun terbelah menjadi dua dan avi menaruh disisih bulan tersebut kearah kanan dan kiri,tampaklah avi seketika tersenyum dan avi membalikan tubuhnya kearah kekaiti dan avi berkata.
"Lihatlah kalau tuhan ada."
Tampaklah seketika kekaiti hanya terbengong saja,tampaklah seketika kekaiti marah dengan hal tersebut karena kekaiti mengira avi masih mempunyai kekuatan sihir dan kekaiti berkata.
"Mana mungkin kamu masih mempunyai kekuatan sihir?!."
"Padahal aku sudah mengambil kekuatanmu sepenuhnya!."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Aku memang tidak mempunyai kekuatan sihir yang kamu maksud tapi."
"Aku tau kalau itu tidak punyaku kekuatan sebesar itu."
"Apalagi aku tau kalau kekuatanku akan diambil lagi dari tubuhku."
"Tapi kamu harus tau kalau ini benar hal suatu yang hanya bisa tuhan sajalah yang bisa melakukan hal ini tersebut."
"Jadi apakah kamu masih mempercayai tuhankah?."
Tampaklah kekaiti makin marah saja dan kekaiti berkata.
"Kurang ajar dirimu!!!!!."
"Apa maksudmu aku harus mempercayai adanya tuhan?!."
"Hah?."
Avi berkata.
"Aku sudah mengetahui dari beberapa rencana yang kamu lakukan adalah."
"Biar kamu diakui sebagai tuhankan?."
"Tapi aku hanya menunjukan siapa tuhan sesungguhnya."
"Kamu tau tuhan sesungguhnya ada tapi kamu tidak mengetahui yang aslikan?."
"Tapi kamu hanya mempercayai perkataan orang-orang tentang tuhan seperti ini dan seperti ini."
"Tapi kamu sendiri tidak tau tentang tuhan sesungguhnya."
"Jadi janganlah mengaku sebagai tuhan tapi bisa tiada?."
"Kan aneh kalau tuhan bisa tiadakan?."
"Apalagi yang menggali kuburanmu saja hanya tertawak kalau seorang mengaku tuhan harus dikubur olehnya?."
"Kan aneh kalau begitu."
"Apalagi janganlah kamu mengaku-ngaku tuhan atau lebih hebat dari tuhan."
"Kalau dirimu akan direndahkan oleh tuhan sungguhnya derajatmu."
"Janganlah kamu mengaku lebih hebat dari tuhan dengan hal sesuatu hal."
"Karena kamu sendiri akan tiada nantinya."
"Untuk apa kamu mengaku hebat tapi kamu sendiri yang mudah sekali dibodohi oleh dunia ini tersebut."
Seketika makin marah kekaiti dan kekaiti berkata.
"Kurang ajar kamu!!!!."
"Tewaslah dirimu!!!!!!."
Seketika kekaiti menyerang avi tapi avi seketika menahan serangan kekaiti dengan begitu mudah sekali dan terkejut kekaiti dengan hal tersebut,seketika juga avi membunuh kekaiti sambil berkata.
"Sudah saatnya ya?."
Seketika tewas kekaiti dan kekaitipun jatuh ketanah tapi sebelum tewas kekaiti,kekaiti mendengar avi berkata.
"Kamu taukan aku siapa?."
"Aku adalah lubang hitam yang bergerak ditanah."
"Tapi lubang hitam akan hilang ketika massanya kalau sudah habis."
"Tapi ada satu partikel yang bisa membuat satu dunia hancur walaupun hanya satu partikel kecil tersebutpun bisa menghancurkan satu dunia."
"Aku juga bukanlah tuhan tapi melainkan hanya orang biasa saja."
"Hanya seseorang yang terobsesi dengan seseorang yang aku kagum saja walaupun berbedah jalur jalannya untuk memberitau semua makhluk kalau dunia itu harus menyembah tuhan dan bukan bermain-main dengan dunia."
"Dan aku hanya tidak suka hal sesuatu kesesatan didepanku kalau masih ada walaupun jiwaku sebagai taruhannya."
Tampaklah avi seketika tersenyum dan tampaklah kekaiti yang tergeletak ditanah dan avi berkata.
"Inilah akhir cerita kali ini ya."
"Sungguh aneh sekali ya."
"Pada beberapa tahun ini ya."
Avi seketika tersenyum dan avi berkata.
"Tapi beginilah aku."
"Aku tetaplah aku."
"Tapi kali ini sudah sampai akhir ini saja."
"Karena aku tidak menyukai hari ini."
__________________
Akhir musim ketiga bagian dua
__ADS_1