
" Hachih........"
Hasby kini sedang di kamarnya,sudah beberapa kalinya ia bersin seperti tadi,hidungnya memerah dan keningnya juga mulai hangat,mungkin ini efek karena kehujanan tadi.
saat ini,ia merasa kesulitan bernafas, karena hidungnya tersumbat sesuatu yang lengket dan berlendir,ini memang sering di alami oleh orang yang menderita flu.
sekitar 15 menit kemudian,Hasby masih belum bisa memejamkan matanya,ia kemudian bangun dan mengambil minyak angin di laci mejanya.setelah ia hirup sedikit demi sedikit,pernafasannya kini sedikit lancar walaupun masih sedikit tersumbat.
Hasby kemudian membaringkan tubuhnya lagi,kali ini ia menggunakan 2 bantal yang ditumpuk agar ia bisa lebih mudah untuk mengambil nafas. akhirnya setelah 20 menit menunggu lagi,ia pun tertidur walau sedikit terganggu dengan hidungnya yang tersumbat.
***
kini Vanesa sedang memainkan ponsel di kamarnya,sejak ia pulang setelah berbelanja,ia hanya memainkan terus ponselnya,entah apa yang ia lakukan tapi ibu jarinya terus menekan-nekan layar ponsel tersebut.
saat ia asyik dengan kegiatannya itu,ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dan di iringi suara perempuan.
tok ....tok....tok....
" Vanesa,ibu boleh masuk?" ucapnya yang ternyata orang itu adalah Zihan.
" Masuk aja...gak di kunci" ucap Vanesa.
Zihan kemudian masuk ke dalam kamar Vanesa,ia tidak sendiri melainkan bersama Jordan yang mengikutinya dari belakang.
" nak,kami mau bicara satu hal sama kamu" ucap Zihan setelah ia duduk di samping Vanesa.
" Ngomong apa?".
Vanesa tidak memandang ibu atau ayahnya melainkan masih berpusat pada ponselnya,seolah-olah ia tidak menganggap keberadaan Jordan dan Zihan.
"Nak,sekarang kamu kan udah besar.... seharusnya harus dilindungi dengan sepenuhnya,tapi kan secara ayah dan ibu udah berumur,jadi gak bisa jaga kamu lagi dengan maksimal....dan insa Allah kita akan carikan orang buat lindungin kamu..." ucap Zihan
Kini Vanesa menurunkan ponselnya dan melihat wajah Zihan,sebenarnya ia sedikit tidak mengerti makna ucapan yang Zihan katakan,kenapa mereka tidak bisa lagi melindunginya dengan maksimal? dan apa mencari orang untuk melindunginya?,saat ini hanya itulah yang ada dipikirannya.
" Terus......." karena tidak tahu apa yang dibicarakan, Vanesa hanya memilih mengikuti topik pembicaraan.
Zihan melihat Jordan sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya " Kami sudah memutuskan bahwa kamu akan di jodohkan dengan seseorang" ucap Zihan.
__ADS_1
" APA!!!!!!!!"
Vanesa kala itu langsung teriak,ia begitu terkejut dengan ucapan ibunya.
" Enggak!!! aku gak mau di jodohin,aku ini masih muda bu....masih banyak waktu buat ngomongin hal ini...". ucap Vanesa menunjukan penolakannya pada Zihan.
" Vanesa...walaupun usia kamu baru 19 tahun,tapi umur kamu ini sudah matang,dan rata-rata banyak yang sudah menikah di usia kamu". ucap Zihan.
" Ibu....pokonya aku gak mau dijodohin,mau ibu bujuk seribu kalipun aku ogah!!!". ucap Vanesa dengan meninggikan suara.
" Cukup Vanesa,ini sudah keputusan ayah dan ibu,dan kamu gak bisa nolak gitu aja" kali ini Jordan yang berkata seperti itu dengan nada tegas.
" Kenapa sih kalian suka banget ngambil kebahagiaan aku,waktu dulu suka sama laki laki....kalian larang,aku mau kuliah di Indonesia... kalian malah kirim aku keluar negri,tapi aku masih diem aja...terus sekarang kalian mau jodohin aku? sama siapa? sama direktur? sama insinyur?,walaupun Sultan juga gak bakalan mau aku di jodohin"
Vanesa kini melangkahkan kakinya berniat untuk keluar,saat ini pikirannya sangat kacau dan terasa panas,sejak dulu ia merasa bahwa Zihan dan Jordan terlalu mengekangnya,dari tempat dimana ia menimba ilmu,dimana ia harus bergaul, bahkan orang yang harus ia cintai juga tergantung hak mereka,menurut Vanesa mereka itu orang yang egois.
" Vanesa kamu mau kemana?" tanya Jordan dengan tegas.
" Terserah aku mau kemana,kalian gak perlu tau" ucap Vanesa dengan nada jengkel.
mendengar kata-kata itu,Vanesa kini menghentikan langkahnya,ia sedikit terkejut karena orang tua masih mengingat kejadian itu dan masih belum melepaskannya.
" Ayah...bisa gak,gak usah bawa-bawa Syam segala...dia itu udah jadi orang baik...lagian kejadian itu udah lama....".
" kamu gak tau apa-apa Vanesa,dia itu masih kayak dulu".
" Aku yakin dia udan berubah,waktu itu__...."
" Cukup Vanesa!!!".
sebelum Vanesa menyelesaikan kata katanya,Jordan sudah memotong terlebih dahulu sampai-sampai Vanesa terkejut mendengarnya karena Jordan kali ini berkata dengan nada yang keras.
" Kamu gak tau apa-apa,sejak awal...ayah sama ibu udah nyuruh seseorang buat mantau dia di kejauhan setiap hari,alhasil sifatnya belum berubah sama sekali malahan sikapnya makin menjadi....setiap malam ia selalu minum-minum,selalu berjudi, dan pernah suatu hari kita kaget waktu itu,dia ternyata sering tidur sama wanita-wanita di rumah hiburan,apa itu yang kamu katakan sudah berubah?....." ucap Jordan.
suasana dikamar kini menjadi sepi,kali ini Vanesa hanya terdiam dan menunduk, ia cukup terkejut mendengar perkataan ayahnya,setahu dirinya orang yang bernama Syam itu sudah berubah dan menjadi baik,tapi beda hal nya dengan apa yang dikatakan Jordan.
setelah 15 menit lamanya keheningan menghiasi kamar,Zihan kemudian menghampiri Jordan membisikan sesuatu sebelum menghampiri Vanesa yang sedang mematung.
__ADS_1
" Vanesa...ibu ngerti perasaan kamu gimana, tapi maaf...ibu dan ayah kamu udah membulatkan tekad dan gak bisa di ubah lagi..tapi kami gak maksa kalau kamu tetep gak mau dijodohin,tapi sebagai imbalan...orang yang dulu kamu cintai itu akan masuk penjara...kami akan kasih kamu waktu buat mikirin hal ini".
setelah berkata hal itu,Zihan kemudian pergi ke luar diikuti oleh Jordan di belakangnya, sebelum keluar,Jordan juga berkata pada Vanesa satu dua kata " Vanesa...ayah harap kamu gak kecewain ayah sama ibu".
sama seperti Zihan,Jordan juga pergi keluar setelah berkata seperti itu. kini hanya tinggal Vanesa seorang yang mematung tanpa ada pergerakan sedikit pun.
***
keesokan harinya.......
Hasby sekarang sedang fokus dengan Laptopnya, sejak 30 menit yang lalu,ia sudah mandi dan solat subuh lebih awal,hal yang dilakukan Hasby sekarang adalah memeriksa tugas yang ia kerjakan kemarin malam, tujuannya hanya sederhana,agar tidak ada kesalahan yang ada.
sampai saat ini,Hasby masih terkena flu,sedari tadi sebenarnya ia sudah bersin berkali-kali,tenggorokannya kini terasa agak kering dan gatal,sehingga ia akan batuk setiap merasakan sensasi itu...hidungnya juga masih merah walaupun jika dilihat dari kejauhan tidak akan ada yang menyadarinya bahwa Hasby terkena flu.
setelah merasa semuanya baik-baik saja,kini Hasby melihat ke arah jam dinding yang sekarang sudah menunjukan pukul 05:20,saat ini hanya dapur saja yang terlintas di pikiran Hasby, ia pun akhirnya memutuskan pergi ke dapur saat itu.
di dapur,terlihat sudah ada seseorang yang tidak asing lagi bagi Hasby,orang itu tidak lain adalah Nafsah,terlihat ia sedang memasak kali ini,dan dilihat dari pakaiannya,ia juga sepertinya sudah membersihkan diri,dan tercium aroma parfum yang sering ia pakai walaupun sedikit samar karena tercampur oleh bau bumbu masakan.
Hasby duduk di meja makan tanpa sepengetahuan adiknya,ketika sedang masak...Nafsah baru menyadari keberadaan Hasby setelah mendengarnya bersin dan batuk berkali kali.
" eh...kakak ada disini?...aku kira gak ada orang" ucap Nafsah yang kini sudah memasak dan sedang menghidangkan makanan.
" aku juga baru nyampe..." ucap Hasby, walaupun terdengar biasa,namun Nafsah kini mengetahui kalau suara Hasby sedikit berat,meskipun bisanya suara Hasby besar dikarenakan ia laki-laki,tapi Nafsah mengetahui kalau hidung Hasby tersumbat, dugaannya kini semakin kuat setelah melihat hidung Hasby yang memerah.
" kak,kamu abis nangis ya?...hidung kamu merah tuh...".ucap Nafsah.
" enggak...aku gak nangis,cuman flu dikit..."
" emang flu bisa sedikit?" kini Nafsah bertanya lada Hasby.
" ya...coba aja kamu pikirin...kan kamu pinter..."
Nafsah terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan,ia tahu makna tersirat dari perkataan Hasby,nada yang kakaknya lontarkan menandakan bahwa ia tidak ingin terlalu banyak bicara. Mereka pun makan seperti biasa,tidak ada suara percakapan,hanya dihiasi oleh suara benturan sendok,dan sesekali suara batuk Hasby yang terdengar.
___________________________________________
jangan lupa like and komen ya....
__ADS_1