Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
75# Sah!


__ADS_3

Diusahakan baca chapter sebelumnya ya


***


Keesokan harinya...


pagi ini, terlihat Hasby, Nafsah dan Vanesa sudah bersiap untuk pergi ke kampus, dan seperti biasa, semenjak Vanesa tinggal dirumah, Hasby saat itu selalu naik kendaraan umum, sehingga Nafsah dan Vanesa lah yang pergi menggunakan motornya.


Berbeda dengan hari-hari biasa, secara tiba-tiba didepan rumah mereka sudah terparkir satu unit mobil berwarna hitam, entah siapa yang meletakan nya di sana, tapi tidak lama kemudian, ada seorang pegawai yang menghampiri ketiganya.


Setelah bertanya dan berbicara sejenak, ternyata mobil ini khusus diantarkan ke rumah Hasby atas perintah dari Jordan. Sebelumnya sih dia berniat memberikan mobil ini jauh-jauh hari, tapi karena kesibukan sehari-hari, hanya hari ini lah waktu yang dapat ia sempatkan.


mulanya Hasby menolak karena tidak ingin membebani Jordan, tapi pegawai itu memohon padanya agar ia menerima mobil ini. Sebelum mengantarkan mobil tersebut, Jordan berpesan bahwa mobil ini harus diterima oleh Hasby, jika tidak Jordan sebelumnya mengancam si pegawai akan mendapat konsekuensi. Dan akhirnya, Hasby, Nafsah dan Vanesa pun berakhir menerima benda itu dan menggunakannya untuk pergi ke kampus bersama.


siang harinya, pukul 13:00. Setelah pulang dari kuliah, Hasby, Nafsah dan Vanesa serta Firdan dan Ardi kini menuju suatu tempat. Tidak dengan keberadaan Savira, mereka berangkat ke kantor urusan agama untuk membicarakan Pernikahan Hasby dan Vanesa.


Sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil Ardi, kelimanya sampai di sana pada pukul 14:05, dan pada waktu itu juga Hasby langsung mengajak Vanesa dan yang lain untuk masuk.


Acara berlangsung dengan lancar selama beberapa waktu, dengan Hasby yang mengucapkan ijab kobul serta wali hakim yang mengawili Vanesa, pada detik dan hari ini juga, mereka berdua sudah dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama.


tidak lupa untuk melakukan satu hal lagi, setelah membiarkan Nafsah, Ardi dan Firdan keluar terlebih dahulu, Hasby dan Vanesa berbicara kepada salah satu staf di sana agar menyembunyikan data tentang pernikahan mereka, tentu saja keduanya juga telah menyiapkan hadiah untuk hal ini, dengan ancaman jika sampai terbongkar, maka staf itu akan menerima hadiah yang lebih besar lagi dari yang ia bayangkan.


Dengan keadaan takut karena ditatap tajam oleh Hasby, staf itu pun menyetujui permintaan keduanya serta mengambil hadiah yang telah tersedia. Tujuan Hasby dan Vanesa melakukan ini tentu saja ada alasannya, jika mata-mata yang selama ini mengintai masih mengikuti mereka, bukan tidak mungkin kelompok tersebut akan curiga ketika melihat Hasby dan Vanesa datang ke kantor urusan agama, dan mungkin saja mereka akan mengorek informasi tersebut.


tepat setelah semua urusannya selesai, Hasby, Vanesa dan yang lain pun pulang menuju rumah pada pukul 16:00 sore, mungkin karena terlalu banyak beban pikiran akhir-akhir ini, kepala yang awalnya baik-baik saja kini mulai terasa berat dan sakit, mungkin gejala demam penyakit Hasby akan muncul, dan tentu hal ini juga membuat khawatir teman-teman nya karena takut disadari oleh Vanesa.


Sesampai di rumah...


" Alhamdulillah... akhirnya kita nyampe juga, hah... cape banget ni badan, udah otak ke kuras karena belajar, harus pergi ke KUA lagi, mana jauh... tapi gak papa... kalau ada Nafsah cantik semua beban seolah ngilang semua " ucap Ardi.


" Halah... paling kak Ardi cuma omong kosong doang ". ujar Nafsah.


" Eh, orang beneran kok... aku ngeliat kamu itu seolah lagi mandang bidadari dari surga, seakan menghilangkan rasa penat yang sangat ini... hahaha...".


" Idih, Bidadari dari Hongkong?, ya kali aku kayak bidadari?, kak Ardi makin kesini gombalannya makin gak masuk akal.".


" Biarin, supaya kamu bakalan klepek-klepek sama aku... ".


" Tapi kasian kan yang lain, mereka ini lagi cape... ngedenger omongan kak Ardi kayak tadi, bisa-bisa kak Hasby bakal ngomel lho...".

__ADS_1


" Tuh ... dengerin omongan Nafsah, orang lagi capek juga " Ucap Firdan.


" Lah kok malah lo yang marah? ". tanya Ardi


" Lagian lo ngoceh mulu kerjaannya, kasian tu si Hasby, nanti kepalanya bisa___..." . Sebelum Firdan menyelesaikan kata-katanya, Ardi, Nafsah dan Hasby sudah menatap nya dengan lekat terlebih dahulu. Baru menyadari kalau di sana ada keberadaan Vanesa, Firdan kala itu tidak berniat melanjutkan kata-katanya.


" Hm... gimana kalau aku bikin makanan aja, abis perjalan jauh kan capek, ditambah bikin minuman dingin mau gak? " ucap Nafsah untuk mengalihkan pembicaraan.


" I...iya tu Naf, aduh... kebetulan aku haus banget " ucap Firdan.


" Ya udah, kalau gitu kak Firdan sama kak Ardi bantuin aku yuk ".


" Asiap!!!... " ucap Ardi fan Firdan bersamaan.


setelah kepergian ketiganya, kini hanya ada Hasby dan Vanesa yang tersisa di ruang tamu, berbeda dengan biasanya, Vanesa yang terlihat sangat suka memainkan ponsel, kini malah ikut termenung.


" Vanesa, aku mau minta maaf...". ucap Hasby.


di tengah keheningan, Hasby berbicara tanpa mengalihkan pandangannya, ini mungkin cukup tiba-tiba, tapi Vanesa merasa heran dengan ucapan maaf Hasby, secara kan dia tidak punya salah terhadap dirinya.


" Lo minta maaf soal apa? " tanya Vanesa yang kini mencuri pandang pada Hasby.


Hasby menjelaskan bahwa ia meminta maaf karena harus mengikat Vanesa dengan dirinya, padahal dia tahu bahwa wanita ini sangat tidak ingin tinggal bersamanya, tapi entah kenapa Vanesa malah menuruti permintaan Jordan dan rela bertunangan.


" Aku juga punya pertanyaan, apa ayah kamu waktu itu pernah ngancam sesuatu, kalau-kalau kamu nolak perjodohan kita? " tanya Hasby.


" Gua...em... ".


" Gak papa, bilang aja ".


belum menjawab pertanyaan Hasby, Vanesa saat ini sedikit ragu untuk menceritakan penyebabnya, tapi tidak lama kemudian dia pun membuka suara. Vanesa menjelaskan bahwa ayahnya mengancam akan memenjarakan seseorang jika ia tidak menyetujui permintaannya, tidak rela jika orang itu harus masuk ke sel tahanan, akhirnya ia pun menyetujui permintaan itu, asalkan Jordan tidak mengusik orang yang bersangkutan dan membiarkannya tinggal dan kuliah fi Indonesia.


" Emangnya orang itu punya salah apa, sampai-sampai ayah kamu mau menjarain dia? ".


" Dia... dia mau ngelecehin gua " ucap Vanesa dengan nada sendu.


sedikit kaget karena Vanesa memiliki pengalaman yang buruk, Hasby merasa tidak enak hati karena telah membiarkan Vanesa mengingat kembali masa-masa kelamnya.


" Maaf, aku gak bermaksud buat__..."

__ADS_1


" Lo gak usah minta maaf, gua udah ngelupain kejadian itu... lagian dia itu pernah jadi pacar gua " ucap Vanesa.


" Pacar?! ".


" Ya...".


seiring berjalannya waktu, Vanesa mulai menceritakan pengalamannya dulu bersama dengan Syam, dari awal berjumpa sampai kejadian yang menimbulkan luka dalam di hatinya. Ketika bercerita, Vanesa seakan mengutarakan seluruh isi hatinya kepada Hasby, tidak ada sesuatu yang ia pendam saat itu, dan Hasby pun mendengarkannya dengan seksama.


pada saat mendengar bagian hubungan antara Vanesa dan Syam sangat mesra, entah kenapa hati Hasby merasa jengkel jika mengingat kata-kata itu, jauh di lubuk hatinya ada perasaan tidak suka jika Vanesa membahas laki-laki lain selain dirinya.


' Kok gua jadi kesel gini ya dengernya?, padahal kan Vanesa bilang kejadian itu udah lama... tapi malah jadi sewot gini sih? ' batin Hasby.


" Mungkin... kalau dipikir-pikir lagi, sifat dingin gua ini muncul setelah kejadian itu ". ucap Vanesa mengakhiri ceritanya.


" Tapi... menurut aku kamu gak terlalu dingin juga, ya... walaupun waktu pertama kali ketemu, aku anggap kamu duplikat nenek sihir...". ucap Hasby.


Mendengar hal ini, Vanesa menatap Hasby sejenak yang laki-laki itu pun sedang menatapnya, namun beberapa detik kemudian mereka tertawa karena merasa lucu ketika mengingat kejadian waktu itu.


" Kalau di inget-inget lagi... gua ternyata galak juga ya " ucap Vanesa masih sambil tertawa pelan.


" Iya... Badan aku waktu itu sampai pegel bawa semua barang-barang kamu ".


" Terus lo juga malah diem kan waktu gua omelin... ".


" Haha... iya ".


tidak terasa oleh satu sama lain, mereka sudah berbincang membicarakan ini dan itu kira-kira kurang lebih 1 jam, dilihat dari raut wajah keduanya, mereka nampak rileks dan enjoy saat mengobrol. Tersenyum satu sama lain, serta tertawa tanpa ada rasa beban, dan saat itu pula, ternyata Nafsah, Ardi dan Firdan sudah mengintip sejak beberapa waktu kebelakang.


" Hihi... mereka keliatan serasi ya ". ucap Ardi tertawa kecil.


" Iya lah... namanya juga pengantin baru, udah punya ikatan ". ujar Firdan.


melihat kakaknya bisa tersenyum sepenuh hati seperti itu, Nafsah yang awalnya resah menjadi lega. Sebelum pernikahan Hasby di lakukan, Nafsah sempat merasa khawatir jika Vanesa akan menolak secara kasar, tapi ia bersyukur karena bukan hanya tidak menolak dengan kasar, tapi kakak iparnya ini malah bersikap biasa-biasa saja.


' Gua seneng liat mereka berdua kayak gini, moga aja pernikahan mereka langgeng...Amin... ya Allah... '.


____________________________


mohon maaf bila ada kata yang salah ya.

__ADS_1


jumpa di chapter selanjutnya...!!!!


__ADS_2