
Diusahakan baca chapter sebelumnya ya
***
esok harinya, setelah pulang dari kampus, Hasby dan Vanesa saat itu menuju kediaman keluarga Lits. Untuk beberapa jam yang lalu, Secara kebetulan Bayu yang biasa tidak hadir saat itu berada di kampus, dan itu adalah kesempatan Hasby untuk membicarakan masalah yang sudah ingin ia diskusikan.
saat berbicara, mereka berdiskusi di ruang pribadinya dan di sana Hasby meminta bantuan untuk menggali informasi tentang mata-mata yang selama ini mengintai. Respon dari Bayu cukup bagus, ia langsung menyetujui permintaan Hasby tanpa ada kata-kata lain, tapi di saat yang bersamaan, Hasby sedikit curiga karena Om nya ini terlihat agak tenang.
Biasanya, ketika mendengar hal yang dapat mencelakai Nafsah serta dirinya, Bayu akan merasa panik dan mencoba segala hal untuk membantu mereka, tapi berbeda dari sekarang, tidak bersikap cemas atau semacamnya, dia seolah biasa-biasa saja mendengar ceritanya,apa ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya?.
Di perjalanan menuju rumah keluarga Lits, Hasby dan Vanesa pergi berdua saja, sementara untuk Nafsah, Hasby meminta tolong pada Ardi dan Firdan supaya mengantar adiknya pulang.
ketibaan Hasby dan Vanesa di sambut hangat oleh orang yang tinggal di rumah itu, setibanya di sana, mereka berdua mendapati tiga orang baru yang belum mereka kenal, diantaranya satu orang pemuda dan dua lainnya remaja wanita.
Keduanya disambut oleh Jordan dan Zihan dengan senyum lebar, saat terakhir kali bertemu, Zihan dapat merasakan perbedaan raut wajah Vanesa, yang awalnya selalu memasang wajah datar tanpa ekspresi dan sensitif, kini berubah menjadi orang yang sedikit hangat. Hal ini bisa dilihat dari senyum tipis nya saat bertemu dengan mereka berdua.
" Wah... Vanesa, ini memang kenyataannya apa perasaan ibu aja ya, muka kamu jadi makin berseri aja, dan lagi kamu gak terlalu dingin kayak waktu itu ". ucap Zihan.
" Oh ya?, perasaan biasa aja deh ". ucap Vanesa dengan wajah datarnya.
" engga nak, ibu yakin kamu ada perubahan, iya gak Yah... ".
" Hm... kalau di liat-liat lagi... bener apa yang ibu bilang, terus badan kamu juga agak berisi, keliatannya gak terlalu kurus... apa kamu makan banyak ya semenjak tinggal di rumah Hasby?" ucap Jordan menggoda Vanesa.
" Ayah!!!.... ".
" Hehe... ayah becanda kok, ya udah... kebetulan Rini sama bu Sri udah siapin makan tuh, kalian sekalian makan bareng kita aja yuk " ajak Jordan.
" Bentar, Rini siapa tuan?". tanya Hasby.
saat Hasby menyebut Jordan dengan panggilan tuan, Zihan dan Jordan kini menatapnya dengan aneh, tentu saja tatapan itu membuat dirinya sekaligus Vanesa menjadi bingung.
" Rini itu pembantu baru kita, tapi.... Kamu masih nganggep saya majikan kamu? bukan calon mertua?" ucap Jordan.
__ADS_1
baru teringat setelah mendengar penjelasan nya, Hasby mengira bahwa Jordan merasa tidak nyaman jika dirinya memanggil dia dengan sebutan tuan, secara kan hubungan keduanya juga sudah terikat sebagai calon menantu dan mertua, seharusnya sih sudah boleh untuk memangil Jordan dengan sebutan ayah.
" Maaf tu_... bukan, maksud saya Ayah... mungkin karena jarang ketemu, jadi saya belum terbiasa " ucap Hasby.
" Gak papa, saya maklumin, tapi ini udah lama lho dari sejak pertunangan kalian, semoga kamu jangan ngulangin hal ini lagi... hati saya agak sakit dengernya ".
" Iya Yah... Hasby minta maaf ".
***
sudah habis kegiatan makan beberapa menit yang lalu, Zihan dan Jordan mulai menceritakan keadaan rumah ini setelah kepergian Vanesa ke rumah Hasby. Belum lama ini, mereka mempekerjakan dua orang asisten rumah tangga dan seorang supir.
diketahui, nama salah satu asisten baru yaitu Rini sedangkan yang lain bernama Ajeng, sementara untuk supir baru, Jordan dan Zihan menyebutnya dengan nama Devin.
mereka mungkin baru bekerja dari Minggu sebelumnya, menggantikan profesi yang dulunya di isi oleh Hasby, kinerja Devin mungkin bisa di bilang bagus, karena dirinya merupakan orang yang tepat waktu, sedangkan untuk kedua wanita tadi, mereka ini merupakan orang yang rajin.
Pembahasan tentang kapan Hasby dapat bekerja di group Nur dibahas di ruang kerja Jordan, dengan kehadiran Vanesa dan Zihan, mereka menetapkan bahwa Hasby dapat bekerja mulai besok, setiap selesai kuliah. Awalnya sih Hasby berencana untuk kerja sehabis ia lulus S1, tapi mengingat dirumahnya bertambah satu orang, ia tidak bisa terus bersantai dan harus mencari nafkah untuk menghidupi Vanesa dan Nafsah.
cukup terkejut karena rencana awal Hasby akan diangkat menjadi meneger, namun setelah bersusah payah meyakinkan Jordan, Hasby pun bekerja jadi karyawan biasa, bukan tidak mungkin karyawan yang lain akan beranggapan bahwa Jordan tidak adil dalam memilih orang di perusahaan.
" Gak papa kok, yang penting sekarang kami udah tau bahwa kamu itu udah siap buat kerja di group Nur, semoga kamu betah ya, dan lagi... sering-sering main ke sini biar kalau udah jadi menantu, kamu gak bakalan sungkan lagi ". ucap Jordan.
" I...iya Yah, makasih atas kerja sama nya ".ucap Hasby tersenyum canggung.
" Sama-sama ".
***
" Vanesa... sekarang udah jam berapa?" tanya Hasby sambil terus fokus mengemudi.
" Em... baru jam 4 sore ".
saat ini, Hasby dan Vanesa sedang di perjalanan menuju rumah, cukup lama mereka mengobrol setelah berdiskusi, awalnya sih ingin cepat-cepat pulang, tapi Zihan terus mendesak agak bisa berbicara dengan mereka sedikit lama, dan berakhir dengan Hasby yang sekarang ini sedikit ngebut saat mengemudi.
__ADS_1
" Perasaan lo bawa mobilnya ngebut amat, emangnya ada urusan? ". tanya Vanesa tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
" Iya... aku ada janji sama Ardi dan Firdan, mungkin Nafsah juga bakalan ikut, jadi... besar kemungkinan aku bakalan pulang telat ".
" hm... emang segitu pentingnya ya? ".
" Ya... bisa dibilang gitu ".
" Oh, ok...".
***
" Haduh... ini kakak kenapa belom dateng dih?" ucap Nafsah sambil terus mundar-mandir.
" Emangnya dia bilang bakalan pulang jam berapa? " tanya Firdan.
" Dia sih bilangnya kalau gak jam 3, bakalan oulang abis asar, tapi orangnya gak nongol-nongol...".
pada jam 3 sore tadi, Firdan dan Ardi sampai di rumah Hasby dengan menggunakan mobil, berniat ikut melihat bagaimana kemoterapi Hasby berjalan, mereka sudah sangat senang karena mendapat jalan alternatif untuk kesembuhan Hasby.
sebenarnya ide ini berawal dari papa Ardi yang mengusulkannya, dan kebetulan dokternya itu merupakan kenalan beliau sejak lama. Kalau tidak salah, dokter yang akan mereka temui ini adalah ayahnya Rafa, dokter kenalan Hasby.
Dokter Haris, adalah nama panggilan dari ayahnya Rafa, beliau ini merupakan salah satu dokter terkenal di kota, Hasby juga baru mengetahui hal ini dari Ardi, saat sebelum dirinya dan Vanesa masuk ke mobil, ia mendapat pesan bahwa dokter yang akan melakukan kemoterapi itu ayahnya Rafa.
sebenarnya sih bukan Haris langsung yang melakukannya, melainkan rekan kerja barunya yang baru-baru ini bekerja sama.
~
sambil menunggu dengan diiringi celotehan Nafsah, beberapa menit kemudian mobil yang Hasby naiki pun sampai.
" Nah... tu orangnya dateng " ucap Ardi.
__________________________________
__ADS_1
maaf kalau ada banyak kata yang salah ya
jumpa di chapter selanjutnya....