
sedikit canggung jika seandainya Nafsah muncul sekarang, wanita ini berakhir dengan pergi ke kamarnya dan berniat kembali ke sini setelah Vanesa dan Hasby selesai. Tapi sebelum itu terjadi, baru saja sekitar beberapa langkah Nafsah berjalan, ada suara wanita yang memanggil dirinya dari belakang, dan diketahui orang itu tidak lain adalah Vanesa.
" Nafsah kamu udah pulang?, kapan nyampe nya? ".
Karena terlanjur ketahuan, niat Nafsah yang sebelumnya pun ia urungkan dan berakhir menuju dua orang yang ada di depannya itu." Baru aja nyampe kak, tadi liat kalian kayak lagi sibuk... jadi aku niatnya mau kekamar dulu ". ucap Nafsah yang saat itu sambil mencium tangan kakaknya dan Vanesa.
" Sibuk apanya?... orang kita lagi ngomong biasa aja kok ". ucap Hasby saat Nafsah sudah duduk di setelahnya.
" Apa bener iya? tapi aku liat kamu sama kak Vanesa kayak yang lagi diskusiin sesuatu ".
" Bukan diskusi, tapi lagi debat ".
" Debat apa? ".
" Nanti aja kakak jelasinnya... yang penting sekarang kamu masak dulu sana... kakak kamu ini belum makan ".
" Hah... kakak belum makan?, kok gak bilang dari tadi sih...emang kak Vanesa gak masak? .
mendengar hal ini, Vanesa yang saat itu menyimak pembicaraan memalingkan wajah saat Hasby menatapnya, terlihat agak canggung sikap mereka berdua, Nafsah kini mengerti situasi yang sedang mereka lalui.
" Udah, gak papa... biar aku masak sekarang, tapi kakak udah baikan kan? gak ada yang sakit lagi kan? ".
" Aku gak papa... Vanesa udah jaga aku dari tadi kok ".
" Oh, ya udah... tunggu bentar ya kalau gitu ".
setelah itu, Nafsah mulai melakukan pekerjaannya, sementara untuk Hasby dan Vanesa saat ini hanya duduk diam tidak berbicara satu sama lain.
' Kayaknya gua harus belajar masak dari Nafsah... 'Batin Vanesa.
°°°
" Apa?! Dia sakit? ".
" Iya om Bayu... dan...sakitnya ini gak biasa, terus setelah saya cek, dia punya penyakit stadium 3 ". Ucap pria yang diketahui seorang dokter di sampingnya Bayu.
" Hm... kamu tau gak Lyn apa jenis penyakitnya? ". ucap Bayu pada dokter muda itu yang diketahui sebagai Lyn, Dokter pribadi keluarga Lits yang baru.
" Dia ngidap penyakit Tumor om, terus Nafsah juga tau hal ini... cuma... kayaknya Vanesa aja yang gak tau tentang Hasby ".
" itu wajar... dia baru pindah kemarin-kemarin, mungkin aja Nafsah dan Hasby emang sengaja nyembunyiin hal itu kan? ".
" Betul juga kata om... ".
sekitar satu jam yang lalu, Lyn, Dokter yang kemarin memeriksa Hasby datang ke rumah keluarga Bayu untuk membicarakan sesuatu. Tujuan ia bertamu ke sini karena ingin memberi tahu tentang informasi yang ia dapat di keluarga Lits.
identitas Lyn saat ini, selain menjadi dokter, dirinya merupakan salah satu orang yang bekerja sama dengan Bayu, untuk mengumpulkan informasi di keluarga Lits.
__ADS_1
perlu kalian ketahui, Hany, bundanya Hasby dan Nafsah ini memiliki latar belakang yang bisa dibilang cukup misterius, ia berasal dari keluarga bermarga Syah, dan Lyn saat ini yang duduk di samping Bayu adalah keponakannya sendiri.
secara garis besar, keluarga Syah adalah salah satu keluarga terkuat yang paling terkenal, namun cara kerja mereka tersembunyi dan misterius, sehingga tidak jarang bagi banyak orang kalangan atas yang masih belum tau cara kerja keluarga ini.
Panji, lebih tepatnya Panji Syah Aditya, pria ini adalah kakak kandung dari Hany sendiri, dan yang lebih tepatnya lagi, dia memiliki dua orang anak laki-laki, satu adalah Lyn, dan yang satunya lagi bernama Rendi.
hal ini memang sedikit membuat kebanyakan orang terkejut jika mereka tahu tentang kebenarannya, Hasby dan Nafsah yang dikenal sebagai anak yatim piatu yang tidak memiliki saudara ternyata berasal dari keluarga besar, keturunan dari keluarga Nur dan Syah, ini sama sekali tidak pernah terbayangkan.
jika saja suatu hari identitas mereka akan terungkap, mungkin saja baik itu di kampus maupun diarea komplek akan gempar, terlebih lagi Nafsah dan Hasby sendiri memang tidak tahu.
~
" Oh iya om... tadi saya dapet surat dari bawahan om, katanya ini dateng dari keluarga Lits ". ucap Lyn sambil memberikan sebuah amplop berisi surat.
menerima amplop yang diberikan oleh Lyn, Bayu sedikit mengerutkan dahinya ketika melihat isi surat tersebut, tulisan yang berada di kertas ini adalah tulisan tangan yang langsung diukir oleh Jordan sendiri, walaupun hanya sekitar lima baris kalimat yang tertulis, tapi pernyataan itu membuat Bayu terdiam tanpa kata-kata.
mengerti bahwa Bayu membutuhkan waktu untuk sendiri, Lyn akhirnya pamit berniat untuk menjalankan tugasnya kembali. Setelah kepergian Lyn, ruangan kini menjadi hening, hanya ada suara detak jam dinding, Bayu saat ini sedang larut dalam pikirannya.
walaupun ia tahu kalau Jordan telah melakukan hal yang sangat salah dengan mengambil hak Risyad, tapi ia tahu persis sifat orang itu, sering kali Bayu selalu meyakinkan diri untuk percaya bahwa Jordan benar sungguh-sungguh telah menyesal dan ingin memperbaiki diri, tapi ingatannya selalu membuat keputusannya menjadi goyah, ingatan tentang cara yang Jordan lakukan sangat licik dan tanpa ada rasa bersalah ketika merebut hak milik sahabatnya.
' Moga aja apa yang ditulis bakalan lo lakuin, dan mohon... tolong jangan kecewain gua lagi... Jodi... '. batin Bayu dengan tatapan sendu.
°°°
malam ini, pukul 20:00 dirumah Savira, terlihat dirinya, Firdan dan Ardi sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, berbeda dengan kedua laki-laki ini yang fokus bermain catur, Savira saat itu nampak sedang melamun sambil menghadap ke arah jendela.
beberapa menit kemudian, Savira masih dalam posisi seperti tadi, sedangkan untuk kedua temannya, mereka sudah bermain sebanyak 2 ronde dan berakhir Firdan yang memenangkan permainan dengan skor keseluruhan 3-1.
" Lo curang ya Dan?... masa gua kalah banyak si? ". ucap Ardi sedikit curiga.
" Ah... emang lo aja yang kurang pinter, tapi... gua hari ini hebat juga ya bisa menang banyak... ". ucap Firdan sedikit bangga.
" Ealah...paling lo kalah kalau Hasby yang maen ".
" Itu si beda lagi ceritanya... ".
" Sama aja... ".
" Beda lah, Di... ".
" Iya, iya... terserah lo dah... tapi liat cewek itu deh Dan, kayaknya dia galau lagi ". ucap Ardi kali ini sedikit berbisik.
" Pasti mikirin si Hasby... " Ucap Firdan berbisik juga.
Ardi dan Firdan kini menatap Savira dengan sedikit rasa iba, heran dengan tingkat kepekaan Hasby yang rendah, mereka setelah itu berniat pergi ke rumah Hasby jam 20:00 malam nanti, tujuan mereka pergi ke sana karena ingin memberi tahu hal yang seharusnya dia ketahui, dan mungkin saja Hasby dapat menerima Savira ketika sudah mengetahui kenyataannya.
saat sedang berdiskusi, pintu kamar yang ketiganya tempati terdengar suara ketukan pintu diiringi suara pria yang terdengar sedikit serak, dan setelahnya pintu tersebut pun terbuka sebelum terlihat seorang remaja pria disana.
__ADS_1
" Kakak... mama suruh turun tuh... sekalian Ardi sama Firdan juga ajakin buat makan malem ". ucap pria itu.
" Iya... lo duluan aja No, gua nanti juga ke bawah ". Jawab Savira.
" Ih, jangan ngomong nanti-nanti, mama udah konser noh... lagian tuh dua tikus belom pada makan ".
seketika itu juga, Firdan dan Ardi sedikit terkejut, mendengar pria itu berkata dua tikus yang belum makan, keduanya mengerti bahwa panggilan itu diungkapkan khusus untuk mereka berdua.
" Woi Giano!...siapa lo bilang tikus hah?! " ucap Ardi pada pria itu yang diketahui namanya sebagai Giano.
" Kira aja sendiri... ". jawab nya.
" Lo lama-lama makin ngelunjak ya... heh, asal lo tau ya... kita berdua ini seumuran sama kakak lo... sopan dikit ke ". ucap Firdan kali ini.
" Iya, iya... maaf ya Dan... Ardi... gua gak bakalan ngulangin lagi ".
selepas dari hal ini, Giano yang lebih tepatnya adik Savira pun keluar, remaja ini adalah anak bungsu dari Belina, usianya baru menginjak 18 tahun, saat ini dirinya masih duduk di bangku SMA tahun ketiga, merupakan anak yang humoris di kalangan sebayanya, Giano dikenal sebagai anak ramah baik itu di sekolah maupun sekitar rumahnya.
walaupun seperti itu, sifat Giano yang sebenarnya seperti beberapa menit yang lalu, sedikit usil dan sering membuat Firdan dan Ardi merasa jengkel, tak heran jika ketika mereka bertemu akan terjadi perang antara kucing dan anjing.
" Savira, lo mau turun gak nih? " tanya Firdan.
" Lo berdua duluan aja... gua masih mager ". jawabnya.
" Jangan galau mulu dong... maka lo udah kayak lemon tau gak, asem banget... ". kali ini Ardi yang berbicara.
" Udah gua bilang juga... lo berdua kalau mau turun duluan aja... ".
" Gak usah ngegas juga kali Neng... marah-marah mulu jadi cewek... entar cepet tua lho... " ucap Ardi dengan nada mengejek.
" Bodo amat... ".
" Ya udah kalau gitu... kita duluan ya ke bawah, lo juga nanti harus nyusul... awas aja kalo enggak " ucap Firdan sambil melangkah keluar.
" Iya... bawel amat si lu berdua ".
______________________________
jangan lupa tinggalkan jejak...
aku mau ngingetin sama kalian buat baca ulang chapter sebelumnya ya, biar alurnya nyambung dan gak bikin bingung, tapi kalau gak mau juga gak papa...
sebelumnya aku minta maaf lagi karena gak bisa up tiap hari, karena kan aku ini masih pelajar dan harus bagi waktu, jadi mohon maaf buat kalian yang ngasi saran untuk up tiap hari...
Tapi jangan kecewa, sesekali aku bakalan rajin nulis kalau gak ada kerjaan... mudah-mudahan kalian masih tetep betah baca di sini ya...
jumpa di Chapter selanjutnya...
__ADS_1
sory kalau banyak kosa kata salah...