Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
25# Cika


__ADS_3

setelah Vanesa menutup telepon tadi, tanpa di sengaja ia melihat ada sekitar 30 panggilan tak terjawab di ponsel Hasby, dan di sana tertera nama seorang wanita yaitu Nafsah.


' Nafsah...cewek ini siapanya Hasby?...' Batin Vanesa.


saat itu, pikiran Vanesa kini dipenuhi dengan tanda tanya, Vanesa memang tidak tahu apa hubungan Nafsah dengan Hasby, sebelumnya karena ia tidak terlalu dekat dengan Hasby sendiri, ditambah ia baru beberapa hari datang dari luar negri, jadi wajar saja dia tidak mengetahui status Nafsah sebagai adik Hasby.


biasanya Vanesa akan serasa acuh dengan apa yang ia alami,dan tetap tidak akan pernah peduli, tapi beda dengan sekarang, perasaan yang melandai hatinya terasa tidak tenang, dan ia juga terus memikirkan tentang nama Nafsah itu, entah apa yang ia rasakan, namun jelas bahwa ini adalah rasa khawatir, tapi khawatir tentang apa?, itulah satu-satunya pertanyaan di benak Vanesa.


karena tidak ingin memikirkan hal itu lagi, Vanesa memutuskan untuk melupakan tentang panggilan dari Nafsah dan berniat segera masuk ke rumah sakit untuk menjenguk Hasby.


***


" Sebenarnya kamu mau ngapain malam-malam datang kesini?..." tanya Rafa pada wanita yang ada dihadapannya ini.


" Cuma mau nemuin kamu aja..." ucap Wanita itu.


sejak 15 menit yang lalu, datang seorang wanita imut ke ruangan Hasby, tujuannya bukan untuk menemuinya, melainkan ingin bertemu dengan si dokter,yaitu Rafa.


perempuan imut ini bernama Cika, ia adalah anak dari teman ayahnya Rafa, saat ini Cika kuliah di luar negri, dan baru pulang beberapa hari yang lalu karena mengambil cuti, kedatangan ia ke Indonesia karena ada suatu keperluan yang tidak bisa ia hindari di keluarganya, dan ini berhubungan dengan bisnis, walaupun paras Cika ini seperti anak SMA namun umurnya sudah 21 tahun dan cara berpikirnya terhadap bisnis sangat hebat, bahkan sepertiga dari perusahaan ayahnya dipegang olehnya.


Cika juga merupakan teman main Rafa sejak kecil, usia mereka tidak terlalu jauh, hanya 3 tahun dibawah umur Rafa serta satu tahun lebih tua dari usia Hasby dan saat ini Rafa sudah berumur 24 tahun. kedekatannya dengan Rafa dari kecil, menimbulkan benih cinta di hati Cika pada Rafa, pernah suatu kejadian ia mengutarakan perasaannya pada Rafa, namun laki-laki itu menolaknya, alasannya cukup sederhana karena Rafa sendiri sudah menganggap Cika sebagai adiknya, walaupun sudah di tolak, Cika tetap berusaha mengejar Rafa sampai sekarang, tidak mudah menyerah dan selalu mencari cara agar selalu dekat dengan Rafa .


" Oh iya...kita belum kenalan ya?...kenalin namaku Cika, kalau kakak namanya siapa ya?" tanya Cika pada Hasby sambil mengulurkan tangan.


sebelum menjawab pertanyaan Cika, Hasby terlebih dahulu melirik ke arah Rafa yang kini sedang menekuk wajahnya. ' kayaknya cewek ini si bocil itu deh...memang bener kata kak Rafa, dia orangnya agak...ah udahlah....' ucap Hasby dalam hati.


" Nama aku Hasby...juniornya kak Rafa..." ucap Hasby sambil tersenyum membalas jabatan tangan Cika.


" Oh, kak Hasby...kak Rafa sering cerita soal kamu tahu.....,katanya kamu itu orangnya ganteng dan baik, ternyata bener ya omongan kak Rafa...oh iya, kak Hasby temenan baik kan sama kak Rafa? gimana kesehariannya? apa berubah? atau masih sama kayak dulu?..." tanya Cika pada Hasby.

__ADS_1


" Kamu gak perlu panggil dia kakak..." ucap Rafa di tengah percakapan Cika dan Hasby.


" Hm, emangnya kenapa? " ucap Cika yang sedikit heran.


" Gak kenapa-napa sih...tapi kalau dalam umur dia ini adik kamu..." jawab Rafa.


" Loh...kok?..."


" Walaupun dia anak kuliahan tahun ke 4, tapi umurnya baru 20 tahun...tepatnya satu tahun di bawah umur kamu..." ucap Rafa menjelaskan.


" Wah...baru umur 20 tahun udah tahun ke 4,kak Hasby hebat banget...kayaknya kamu orang yang populer deh di kampus..."


mendengar Cika malah memuji Hasby, membuat Rafa sedikit heran, tujuan ia memberitahu Cika bahwa umurnya lebih tua dari Hasby berniat untuk membuatnya sedikit malu, sebelumnya ia mengira bahwa Cika akan sedikit mengurangi bicaranya ketika mengetahui hal itu, tapi berbeda dengan kenyataan, bukan hanya tidak merasa malu, Cika malah merasa kagum dengan Hasby yang sudah kuliahah tahun ke 4 tapi baru berumur 20 tahun.


" Udah aku bilang kamu gak perlu___...." sebelum Rafa menyelesaikan kata-katanya, Hasby sudah lebih dulu menghentikannya berniat untuk meredakan suana.


" Tuh kan... kak Hasby nya juga gak masalah...ngapain kamu yang protes?..." ucap Cika.


mendengar ucapan dari Cika, Rafa kini sedikit menekuk dan memalingkan wajahnya, walau Cika menyukai Rafa, namun wanita ini punya sikap tersendiri, dan sikapnya ini sering membuat Rafa merasa kesal, tapi walaupun sering beradu omongan, keduanya memiliki cara akrab yang dibilang cukup istimewa.


" Ayo kak Hasby...ceritain dong gimana sifat kak Rafa sekarang? apa masih kayak dulu?..." tanya Cika yang kedua kalinya pada Hasby.


" Aku kan gak tau sifat kak Rafa dulu kayak gimana?..." ucap Hasby yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Oh, kak Rafa itu orangnya kayak-----" Cika kemudian mulai menceritakan kebiasaan yang Rafa sering lakukan, dari mulai makanan yang dia suka, gaya berpakaian yang dia selalu kenakan dan lain lain.


Hasby kini dapat menilai Cika bahwa dirinya cukup mengenal Rafa, hampir setiap detilnya ia tahu dan kata-kata nya itu benar adanya, Cika berkata bahwa Rafa tidak terlalu suka makanan pedas, karena dulu ia pernah mengidap riwayat penyakit tipus ringan, walau penyakitnya itu sudah sembuh total, namun kebiasaannya ini terus berlanjut sampai ia beranjak dewasa.


kalimat demi kalimat yang Cika ucapkan, kini tidak terasa sudah 30 menit ia membicarakan tentang gaya hidup Rafa, sebenarnya Hasby mulai sedikit risih dengan bicara wanita yang ada disampingnya ini. Cara bicara Cika sedikit cepat, dan terkadang ada sedikit emosional yang terkandung di dalamnya.

__ADS_1


saat Cika masih sedang bercerita, ada suara seseorang yang sedang mengetuk pintu ruangan ini sehingga membuat pembicaraan Cika terhenti.


" Hm? perasaan ini udah larut, tapi kenapa sih banyak orang yang mau masuk ke ruangan ini?" keluh Rafa.


" Udah...cepet bukain pintu...mungkin aja itu orang penting..." ucap Cika.


Rafa kemudian berjalan menuju pintu berniat untuk membukanya. Setelah pintu itu terbuka, yang pertama kali Rafa lihat adalah seorang wanita cantik berambut hitam sedang berdiri di sana, wanita ini tidak asing baginya, namun ketika melihat orang itu menatap wajah Rafa, bulu kuduk Rafa langsung berdiri entah karena apa.


" Ma...malam nona..." ucap Rafa pada orang itu.


" Malam..."


ternyata wanita yang ada dihadapannya adalah Vanesa yang kini tujuannya untuk menjenguk Hasby, saat itu ia hanya menjawab singkat ucapan Rafa dan masuk kedalam setelah Rafa mempersilahkan nya untuk masuk ke ruangan.


saat melihat mimik wajah Vanesa yang datar, Rafa sedikit merinding dengan hal itu, walau terkesan biasa-biasa saja, namun ketika melihat matanya yang tajam, entah kenapa ia sedikit merasa takut.


' perasaan ini cewek makin serem aja kalau malem...hie....horor banget...'.


Vanesa kemudian masuk ke kedalam dan mendekati kasur yang di sana terdapat Hasby dan Cika serang duduk tidak jauh darinya.


" Se...selamat malam non..." ucap Hasby


" Malam juga...gimana keadaan kepala lo? apa masih sakit? " tanya Vanesa dengan


ekspresi wajah yang datar.


" Saya udah baikan kok non...".


setelah Hasby berkata seperti itu, Vanesa tidak bertanya lagi, melainkan duduk di samping Hasby lebih tepatnya di dekat Cika, suasana di sana cukup hening, tidak ada orang yang mengawali pembicaraan termasuk Cika, dirinya merasa sedikit canggung ketika ada Vanesa.

__ADS_1


__ADS_2