Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
91# Di tepi sungai


__ADS_3

disarankan untuk baca chapter sebelumnya ya...


_______________________


" Kak Ardi... hiks... gimana ini? kak Ardi Sama kak Vanesa gak ketemu-ketemu... padahal tim penyelamat udah lama nyarinya... ".


" Tenang Nafsah... aku yakin mereka pasti selamat, Hasby itu orang kuat, kak Ardi yakin kalau mereka bakalan gak papa... jadi kamu jangan nangis lagi ya... ".


saat ini, sekitar beberapa jam setelah jatuhnya Hasby dan Vanesa ke sungai, tim penyelamat sudah mengerahkan semua kemampuan mereka untuk mencari keduanya.


dan sejak itu pula, tidak pernah Nafsah dan Savira berhenti menghawatirkan mereka. Meski Ardi sebelumnya bersikap tenang dan berusaha membujuk Nafsah untuk tidak panik, sebenarnya dirinya juga merasa sangat khawatir dengan keadaan temannya.


" Firdan... lo mending bawa Nafsah sama Savira ke penginapan, biar gua ikut tim penyelamat buat nyari Hasby sama Vanesa ". ucap Ardi.


segera menyetujui perkataan Ardi, kini Firdan membujuk Nafsah dan Savira untuk kembali ke penginapan, mungkin karena masih khawatir, awalnya kedua gadis itu menolak untuk pergi, namun setelah mendengar bujukan Firdan, mereka hanya menghela nafas dan mengikuti ajakannya, toh tidak ada yang berubah jika mereka tepat tidaknya menetap disini.


' Hasby... gua mohon... moga lo gak apa-apa '. Batin Ardi.


di sisi lain, ketika Ardi melanjutkan pencarian bersama tim penyelamat, kini Syam yang sedang duduk di sebuah gubuk di bawah bukit tengah merinding ketakutan. Sejak jatuhnya ketua orang itu, Syam yang awalnya memiliki niat jahat ini mulai menyesali perbuatannya, ini mungkin sangat-sangat terlambat, tapi mau bagaimana lagi.


setiap detik, pikirannya selalu diselimuti oleh ketakutan dan rasa bersalah, bagaimana pun Jordan akan menyelidiki hal ini lebih lanjut kalau terjadi sesuatu pada Vanesa, dan apa yang akan terjadi bila ayahnya tahu bahwa dirinya yang sebagai anak dari salah satu keluarga ternama melakukan hal yang sememalukan ini?.


' Gua harus gimana?! gua harus gimana?!... terus apa jadinya kalau om Jordan tau kalau gua yang ada dibalik semua ini... ". Batin Syam.


***


Di suatu tempat...


" Ayo Vanesa... kamu jangan kayak gini, buka mata kamu!... ".


saat ini, tidak jauh dari sungai, Hasby sedang mencoba membangunkan Vanesa. Beberapa menit yang lalu, ia baru saja selamat dari bahaya yang hampir merenggut nyawanya.


Dengan bersusah payah, dalam keadaan terseret aruh sungai, Hasby mencoba membawa Vanesa yang tidak sadarkan diri ke tepian, tidak sebentar waktu yang ia butuhkan saat itu, sambil berusaha untuk menjaga kesadarannya, kepala dan tubuhnya bahkan tidak sekali dua kali terbentur batu besar, sehingga nampak ada beberapa luka berdarah dan memar di kepalanya.


melakukan CPR, Hasby menekan-nekan dada Vanesa karena menemukan bahwa pernapasan nya berhenti, setelah semenit kemudian, kondisi Vanesa tidak ada kemajuan apapun, sehingga saat itu, Hasby mencoba memberikan nafas buatan pada Vanesa.


" Uhuk, uhuk, uhuk ... ".


hal yang Hasby lakukan saat itu membuahkan hasil, air yang menutupi saluran pernapasan Vanesa kini keluar dari mulut nya, cukup banyak air yang masuk ke dalam, itu membuktikan bahwa durasi wanita ini tenggelam cukup lama.


" Alhamdulillah... Vanesa... akhirnya kamu bangun ".


pada saat itu juga, Hasby sangat bersyukur sampai memeluk Vanesa cukup lama, mungkin masih dalam keadaan lemah, wanita itu tidak terlalu menyadari nya.


" Hasby... ". sekitar lima menit dari situ, kini Vanesa membuka suara.


" Iya, kenapa? apa ada yang sakit? apa kamu masih sesak? kalau ada keluhan bilang aja... " ucap Hasby dengan banyak melontarkan pertanyaan.


" Enggak... tapi bisa lo lepas pelukannya? gua gak bisa nafas ".

__ADS_1


masih dalam posisi memeluk, Hasby sadar bahwa dirinya tidak menahan diri sehingga lupa dengan keadaan Vanesa.


" Ma... maaf, tadi aku gak sengaja ".


" Sekarang... kita ada dimana?" tanya Vanesa yang saat ini beranjak duduk.


" Kita ada di hilir sungai, ini mungkin jauh dari tempat kita jatuh... sementara ini, lebih baik kita agak jauhan sedikit dari sini, takutnya hujan tambah deras, bukan enggak mungkin bakalan banjir nantinya".


Segera menyetujui pernyataan Hasby, kini mereka berdua berjalan menjauh dari sungai sambil mencari tempat aman untuk berteduh. Beruntungnya, peralatan kemah mereka masih tetap utuh walaupun basah kuyup. Ini mungkin jadi pertanyaan, bagaimana Hasby dapat membawa beban yang begitu berat? sementara dirinya sedang dalam bahaya sambil berusaha menyelamatkan orang lain.


mungkin sekitar 20 meter mereka menjauh dari sungai, Hasby dan Vanesa menemukan tempat yang cocok untuk berteduh. Tempat yang mereka temukan ini merupakan gua yang tidak terlalu besar serta berada di bawah tebing yang lumayan tinggi, cukup tinggi karena mungkin akan kekusahan ketika menaikinya.


" Kita malam ini istirahat disini aja... sambil nunggu tim penyelamat datang, moga aja gak ada ular ataupun hewan buas disini... ". ucap Hasby.


" Terus... lo mau kemana? ". tanya Vanesa sambil memegang tangan Hasby yang hendak pergi.


" Aku mau cari kayu bakar, mungkin bakalan susah kalau nyari yang kering di waktu hujan kayak gini, tapi gak papa... aku bakalan cari supaya kita bisa buat perapian "


" Tapi_..."


" Tenang aja... aku gak bakalan lama ".


tidak menahan Hasby lebih jauh, Vanesa mengijinkan Hasby untuk pergi karena takut akan membuat pria itu kerepotan, belum lagi ia menyadari kalau ia tetap menahan pria itu, malam ini mungkin akan menjadi malam yang dingin tanpa ada perapian.


***


" Iya, di sebelah sini... ".


Setelah mencari beberapa kayu bakar, Hasby datang sekitar setengah jam kemudian. Mungkin karena durasi pergi Hasby lumayan lama, Vanesa sempat khawatir takut terjadi apa-apa pada pria ini.


" Kenapa lo lama banget, gua khawatir tau... gk terjadi apa-apa kan? " tanya Vanesa, sambil memberikan handuk yang ia ambil dari ranselnya.


" Enggak apa-apa... tadi aku cuma balik lagi ke sungai buat ninggalin tanda " jawab Hasby.


" Emang apa gunanya? ".


karena Vanesa bertanya, Hasby menjelaskan alasan ia melakukan hal tersebut. Seperti yang diketahui, ketika seseorang jatuh ke sungai, tim penyelamat akan kesulitan menemukan korban karena tidak tahu akan kondisinya, entah itu si korban yang terseret sampai ke hilir, atau tersangkut di dasar sungai dan lainnya.


untuk membantu tim penyelamat, Hasby meninggalkan sebuah tanda berupa jaket yang ia kenakan lalu diikat di batang pohon dekat sungai, tidak sampa di situ saja, ia bahkan meninggalkan jejak di sepanjang jalan menuju gua ini.


" Terus, lo dapet kayu kering ini dimana? " tanya Vanesa.


" Gak jauh dari sini, aku nemu lagi satu gua kayak yang kita tempati ini... tapi ukurannya lebih kecil, dan disana kayaknya ada bekas sarang hewan yang udah lama ditinggal, ya udah... aku ambil aja kayunya ".


" Lo udah bener-bener mastiin kan? ".


" Tenang aja, pas aku cek tadi, sarangnya dingin dan udah lembab... jadi semua aman ".


tidak berbicara lebih lanjut, Hasby dan Vanesa berencana mempersiapkan perapian untuk nanti malam. Setelah dilihat-lihat, gua ini cukup untuk mendirikan dua buah tenda dome. Disisi lain Hasby menyiapkan perapian, Vanesa kini sedang memilah barang yang setidaknya masih kering dengan yang sudah basar. Ia mungkin membawa banyak barang, namun yang sekarang ini sedang ia cari adalah pemantik api, benda itu mungkin akan sedikit membantu Hasby yang sedang membuat api unggun.

__ADS_1


" Nah!... akhirnya ketemu, Hasby... ini gua punya pemantik_...".


belum selesai ia melontarkan ucapannya, ketika berbalik, ia sudah menemukan api yang sedang membara dan api yang dihasilkanpun cukup besar untuk menghangatkan tubuh serta sekedar mengeringkan pakaian.


" Itu, pemantik apinya kan... kok apinya dah nyala? " tanya Vanesa mematung.


" Oh... tadi ada korek api, ya udah aku pake aja... untuk ada beberapa yang kering ".


hanya menatap Hasby dengan kesal, Vanesa kini kembali memilah barang tidak melanjutkan pembicaraan, Hasby yang melihat hal itu hanya diam kebingungan, rasanya ia tidak melakukan kesalahan, namun kenapa sikap Vanesa seperti itu?.


' Hah.... emang ya, gua gak bakalan pernah tau pikiran cewek ' Batik Hasby sambil menggelengkan kepala.


malam harinya...


" Hasby! lo demam?! ".


sekitar pukul 8 malam, Vanesa dikejutkan dengan Hasby yang terbaring dengan suhu tubuhnya tinggi, mungkin karena lelah yang menumpuk serta dirinya yang kehujanan saat mencari kayu bakar, wajah Hasby nampak terlihat pucat.


untuk mencegah lebih parah, Vanesa mengambil kain untuk mengompres Hasby dengan air yang beberapa waktu lalu ia ambil dari sungai bersamanya.


untuk lebih berjaga-jaga lagi, Vanesa menawarkan beberapa obat yang ia bawa di kotak p3k untuk Hasby minum, namun bukanya diterima, Hasby malah menolak untuk mengonsumsi nya.


" Lo harua minum obat Hasby... nanti demamnya nambah parah " ucap Vanesa menegaskan.


" Enggak Vanesa, sakit aku ini gak boleh sembarang minum obat, nanti_... urghk.... ".


tidak sempat berbicara lagi, rasa sakit yang menusuk di kepala mulai menyerang saat itu juga. Hasby berdecak kesal, kenapa penyakit nya harus kambuh di waktu yang seperti ini, terlebih ia tidak memiliki obat pereda sakit saat itu.


" Hasby... kepala lo kenapa? sakit banget kah? apa gua bilang... lo seharusnya minum obat dulu " ucapnya sambil terlihat khawatir.


" Gk papa Van... ini gak bakalan lama kok, minum obat juga gak bakalan mempan... saki kepala ini... perlu obat khusus buat redain sakitnya " ujar Hasby menenangkan Vanesa meski dirinya nampak lemas.


" What?, apa maksud lo Hasby?... ".


" Sebenarnya... aku... ".


tidak langsung menjawab, Hasby agak ragu untuk memberitahu kenyataannya, sudah sangat lama ia merahasiakan hal ini dari Vanesa, dan mungkin akan agak berat untuk mengungkapkannya, terlebih Hasby takut Vanesa akan merasa jijik terhadap orang yang penyakitan sepertinya, bukan tidak mungkin ia akan menjauh dan tidak lagi memperhatikan nya, padahal hubungan mereka sudah mulai membaik dari jauh hari.


" Lo kenapa Hasby?... "


" Sebenarnya... aku punya rahasia yang kamu gak tau " ucap Hasby.


" Apa?! ".


________________________


aku minta maaf buat segalanya ya...


insa Allah bakalan up lebih rajin deh

__ADS_1


__ADS_2