Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
55# Rendi dan Kamil


__ADS_3

" Eh, eh... tu ada apaan ***? ". ucap salah seorang mahasiswa.


" Hm... itu... hah?!, itu kecelakaan woi!, ayo cepet kita tolongin ada yang ketabrak tuh ". ucap orang yang satunya lagi.


" Iya, iya, iya... ".


dua pemuda ini, kemudian berlari ke sebrang jalan yang disana terdapat satu orang laki-laki dan perempuan sedang terkapar. Beberapa menit yang lalu, semua orang disekitar persimpangan dikejutkan oleh pengendara truk yang melaju kencang ke arah laki-laki dan perempuan yang terkapar tadi, walaupun diperkirakan tidak ada korban selain mereka berdua, namun pengendara itu langsung kabur setelah melakukan aksinya.


selain dua mahasiswa tadi, banyak orang-orang yang berkerumun melihat keadaan, sedangkan untuk kendaraan yang awalnya lalu-lalang sebagian besar menghentikan perjalanan mereka dan ingin juga melihat keadaan.


akibatnya, jalanan saat ini menjadi padat dan tidak terkendali, beberapa menit setelahnya polisi datang karena mendapat laporan bahwa ada sebuah kecelakaan. Petugas keamanan berakhir membubarkan keramaian dan mengatur kembali alih jalan raya, selain dua mahasiswa tadi dan polisi, tidak ada yang boleh mendekat atau pun sekadar melihat.


kejadian ini bahkan mengundang beberapa media yang ingin mengetahui informasi. karena tidak ingin melibatkan korban, polisi pun berinisiatif untuk mengehadapi mereka. Beberapa saat dari situ, ambulans pun datang dan membawa dua korban ini, kebetulan yang menelepon ambulans itu salah satu dari mahasiswa tadi, untuk menjaga agar tidak ada masalah dengan korban, polisi mengijinkan dua mahasiswa tadi untuk ikut pergi ke rumah sakit.


***


" KYAAA!!!... "


dengan sigap, Hasby memeluk Vanesa dari belakang dan menyeretnya untuk menghindari tabrakan, sayangnya dia tidak terlalu cepat, pada saat mengelak, bahu Hasby terbentur keras oleh body truk depan yang kebetulan permukaannya tajam, sehingga ia mendapat sejumlah luka.


setelah terbentur oleh truk tadi, tubuh Hasby yang memeluk Vanesa terlempar sekitar 1 meter dengan badannya yang mendarat terlebih dahulu dari tempat ia sebelumnya. Secara samar juga, Hasby dapat melihat si pengendara truk langsung melarikan diri dengan melajukan kendaraannya secara cepat, sehingga tidak butuh waktu lama, truk itu pun langsung hilang dari pandangan.


Sakit yang semakin meningkat dibagian bahu, itulah yang Hasby rasakan saat ini, sedikit terkejut ketika melihat Vanesa yang tidak sadarkan diri, Hasby mencoba bangkit namun terjatuh kembali, rasa sakit yang ia derita saat ini semakin menjadi ketika ia mengerakan bahunya, belum lagi sakit dibagian kaki yang menurutnya terkilir.


" Vanesa...ba...bangun Vanesa " ucap Hasby ketika dirinya sudah dalam posisi duduk dengan kepala Vanesa yang berada dipangkuannya.


walaupun sudah dengan berbagai cara, Vanesa masih tetap tidak sadarkan diri, hal ini pun membuat Hasby menjadi khawatir. Setahu dirinya, Vanesa saat ini tidak mengalami luka atau terbentur saat terlempar tadi, satu hal yang mungkin pasti, tidak sadarkan Vanesa kali ini karena dia syok dengan kejadian beberapa saat yang lalu.


tidak lama setelah itu, ada dua orang pemuda yang menghampiri Hasby dan Vanesa, nampaknya mereka terlihat khawatir saat menemukan kondisi Hasby yang terluka dan Vanesa yang terbaring pingsan.


salah satu dari mereka langsung mengambil ponselnya, yang mungkin sedang menelepon ambulans, sedangkan yang satunya lagi memeriksa luka bahu Hasby. " Kak... lukanya ini parah banget, kalau boleh biar saya kasih pertolongan pertama ya, kebetulan saya ngambil jurusan kedokteran ". ucap pemuda itu.


" Saya gak papa kak, kalau anda gak keberatan, tolong kakak periksa tunang__... bukan, temen saya... saya khawatir soalnya " ucap Hasby.


" Loh? tapi luka kakak sendiri lebih parah... nanti bisa infeksi kalau didiemin ".


" Saya mohon kak, gak papa kalau saya luka yang penting temen saya ini baik-baik aja... saya mohon sekali lagi buat tolong dia dulu ".

__ADS_1


pemuda ini terdiam sejenak sebelum menyetujui permintaan Hasby, awalnya ia tidak habis pikir kalau Hasby ini adalah orang yang sangat baik, dapat dinilai olehnya kalau Vanesa mungkin adalah orang yang sangat penting bagi Hasby.


pemuda ini kemudian memeriksa nadi Vanesa, awalnya Hasby menaikkan halis karena tidak ada reaksi, namun setelah mendapat kabar dari pemuda tadi, dirinya menghela nafas lega karena Vanesa hanya pingsan karena terkejut saja.


" Dia gak papa, sekarang luka kakak saya obatin duli ya...".


" Iya, makasih udah bantu saya ".


" Sama-sama, kakak gak perlu sungkan ".


' Kok manggil saling kakak kayak gini ya?, dia manggil kakak... gua juga manggil dia kakak, tapi untungnya dia orang baik ' Batin Hasby.


Setelah selesai, bahu Hasby kini tidak mengeluarkan darah lagi, tertutup kain perban memang memiliki sedikit fungsi menghambat pendarahan. Mahasiswa yang satunya lagi juga sudah memberi tahu Hasby bahwa dirinya telah memanggil ambulans dan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.


sekitar 15 menit dari situ, ambulans pun datang membawa Hasby dan Vanesa yang masih dalam keadaan pingsan, kedua pemuda itu juga ikut, berjaga-jaga agar tidak terjadi yang diinginkan, polisi menyuruh mereka ikut serta ke rumah sakit.


diperjalan, pemuda ini memperkenalkan diri sebagai Rendi dan Kamil, mereka ini adalah mahasiswa universitas tahun ke 3. Keberadaan Rendi dan kamil di persimpangan jalan tadi, karena baru selesai belajar bersama di rumah temannya.


" Oh iya... kalau boleh tau, nona ini siapanya kak Hasby ya?... ". ucap Kamil.


mendengar hal itu, Hasby terdiam sejenak sedangkan Rendi menarik lengan baju Kamil. " Lo ngapain nanya kayak begituan si?! gak sopan tau ".


" Em... gimana ya, kami ini cuma temen sekelas doang, lagian... saya, gak punya hubungan apa-apa sama dia " ucap Hasby tersenyum canggung.


" Hm? masa sih kak?, saya liat kalian ini udah kayak___... emh! ". Kamil tidak melanjutkan kata-katanya karena mulutnya sudah lebih dulu dibungkam oleh tangan Rendi.


" Maaf ya kak, temen saya yang satu ini emang agak rese, terus orangnya ceplas-ceplos juga, jadi kakak mohon ma'lum ya ". ucap Rendi yang masih membungkam mulut Kamil.


" Lo apa-apaan si?!, gak perlu sampe kayak gitu juga kali ". Ucap Kamil.


" Ya lagian lo nanya yang aneh-aneh si dama kak Hasby, kan gak enak dia dengerinnya ". ujar Rendi menasihati.


melihat kedua sedikit beradu mulut, Hasby menghentikan Rendi dan Kamil agar mereka tidak lagi saling bertengkar. Dipandang dari sisi akrab mereka, Hasby menilai bahwa Rendi dan Kamil ini adalah teman sekarib, walaupun cara berteman mereka mungkin bisa dibilang sedikit unik.


Sesampainya di rumah sakit, Rendi dan Kamil masih setia menemani Hasby dan Vanesa, bahkan mereka berdua juga yang membayar administrasi rumah sakit, sedikit kurang enak hati ketika Hasby menerima bantuan dari mereka, padahal dirinya ini bukan siapa-siapa mereka berdua.


" Kak Rendi, kak Kamil... saya ucap terima kasih banyak ya atas bantuan kalian, sebenernya saya gak enak hati sampai-sampai kalian berdua yang bayar administrasi ". ucap Hasby.

__ADS_1


" Oh, gak papa kok kak, saya sama Kamil ikhlas kok tolong kak Hasby, iya gak Mil? ". ucap Rendi.


" Iya, jadi kak Hasby jangan ngerasa sungkan ".


" Sekali lagi makasih ya, saya bakalan inget pertolongan kalian... dan... boleh gak kalau kalian berdua jangan panggil saya... kakak, em...rasanya gimana gitu...kan lebih enak langsung panggil nama aja ". ucap Hasby.


" Oh itu... iya ya, ya udah kita panggil kak__... maaf, maksud saya Hasby aja". ucap Rendi.


" Kalau misalkan boleh...bisa gak ngomongnya gak usah formal?, em... bukan maksud belajar gak sopan si, tapi... saya gak biasa ngomong kayak gini ". ucap Kamil


" Gak papa, malah lebih enak kayak gitu ".


" Ah... akhirnya... gua gak perlu ngomong kayak gitu lagi ".


***


Malam, pukul 19:15...


" His... kak Hasby kok belum pulang-pulang ya " ucap Nafsah yang terus mundar-mandir.


Tidak hanya dirinya seorang, Nafsah kali ini ditemani oleh Savira, Ardi serta Firdan, beberapa jam yang lalu, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Hasby setelah makan kue bersama Belina.


Awalnya Nafsah bertanya pada Firdan kenapa kakaknya tidak ikut kembali bersamanya, dan dijawab oleh Firdan bahwa Hasby mendapat telepon dari Nonanya untuk bekerja.


" Udahlah Nafsah... Kakak kamu itu gak bakalan kenapa napa, paling juga dikerjain sama si Vanesa ". ucap Firdan.


" Tapi kan kak, walaupun kak Vanesa itu suka bikin susah Kak Hasby... dia itu gak bakalan mungkin ngerjain kakak sampe malem, lagian dia juga apa untungnya buat kayak gitu? ".


" Hm... omongan kamu bener juga, terus dia sekarang lagi ngapain? ".


" Apa jangan jangan... dia lagi dinner sama Vanesa?! ". ucap Ardi tiba-tiba.


" APA!!! ".


_________________________


terima kasih buat kalian yang sudah menunggu cerita ini. Semoga di tahun yang baru ini, di tahun 2021, kalian bisa meraih apa yang kalian impian dan harapan.

__ADS_1


dan jangan lupa buat dukung karya Author ya.... karena satu dukungan kalian, ibarat seribu bantuan bagi Author, ibarat ya gaess bukan kenyataan.


sampai jumpa di Chapter selanjutnya...


__ADS_2