Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
101#Reuni


__ADS_3

Hal yang pertama Hasby dan Vanesa lakukan setelah ditemukan adalah pergi ke kantor pusat tim penyelamat, pada saat mereka di angkut oleh helicopter, keduanya mendapatkan penanganan pertama berupa handuk tebal untuk menghangatkan tubuh, pada saat sudah sampai ditempat, baru mereka diberikan minuman hangat dan beberapa makanan yang cukup aman untuk kondisi perut mereka yang beberapa hari ini tidak makan dengan benar.


Sekitar 2 jam setelah tim penyelamat melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berhubungan, Hasby berharap bahwa orang yang pertama Ia temui adalah adiknya Nafsah, meskipun ia juga ingin bertemu dengan ketiga sahabatnya, namun wajah Nafsah lah yang paling sering muncul dalam benaknya beberapa hari yang lalu.


“ Hasby... “ Ucap Vanesa di tengah lamunannya.


“ Iya, kenapa? “


Hasby menoleh ke arah wanita yang memanggilnya, Ia cukup kaget melihat wajah datar Vanesa, seharusnya saat ini adalah moment yang bahagia untunya bukan?, lalu apa yang terjadi dengan tatapannya yang kosong itu?.


“ Vanesa, kamu kenapa? Apa ada hal yang ganggu pikiran kamu? “ Tanya Hasby sambil sedikit membungkukan badan mencoba melihat wajah Vanesa lebih jelas.


“ Aku gak papa, Cuma... aku baru nyadar kalau ada hal yang janggal selama ini “


“ Hah? “


Vanesa menjelaskan bahwa sebelumnya Ia tidak memikirkan hal ini mungkin karena panik, namun setelah dipikirkan olehnya saat mereka ditemukan beberapa waktu yang lalu, Vanesa baru menyadari bahwa penyebab merek ajatuh kesungai itu adalah bukan murni kecelakaan, melainkan disebabkan oleh seseorang yang mendorong Vanesa, dari situ, Hasby juga mulai mengerti lasan dibalik Vanesa terdiam beberapa saat yang lalu.


“ Hal itu biarlah berlalu, ok?... yang penting sekarang kita selamat “ Ucap Hasby sambil mengelus rambut Vanesa.


Sambil terus berusaha meyakinkan Vanesa kalau saat itu adalah sebuah kebetulan, Hasby menggenggam erat tangan yang satunya tanpa diketahui oleh siapapun. Sejak tadi, saat pertama kali Hasby dan Vanesa di hutan mencoba memberitahu keberadaan mereka pada tim penyelamat yang lewat dengan helikopter, kepala Hasby secara bertahap mulai sakit kembali, tidak langsung menusuk seperti biasanya, sakit kali ini berawal dari sakit kepala biasa dan perlahan mulai membuat kepala pria ini terasa berat, untuk saat ini, pandangan Hasby entah kenapa menjadi tidak terlalu jelas, seperti penglihatan orang yang memiliki mata minus.


“ Permisi Tuan dan nona, kami sudah menghubungi orang yang kemungkin itu keluarga anda, jadi mohon tunggu sebenatar lagi ya... “ Ucap salah satu karyawan yang baru datang.


“ Baik, terima kasih banyak pak “ Ujar Hasby


“ Sama-sama “ Ucapnya yang lantas pergi.


Setelah karyawan yang datang dan hilang itu pergi dalam sekejap, Hasby dan Vanesa memandang satu sama lain. “ Hehe... kamu sepemikiran sama aku kan? “ Ucap Vanesa dengan senyum jahil.


“ Pasti tentang cabe yang nyangkut di gigi karyawan tadi “ Balas Hasby dengan berbisik.


Memastikan bahwa sudah tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua, Hasby dan Vanesa tertawa terbahak-bahak meski tanpa suara, entah ada apa dengan hati ini, ditengah-tengah situasi yang menegangkan, ternyata ada juga hal yang membuat lucu.


“ Dia pasti abis makan jengkol balado “ Ucap Hasby seraya tertawa.


“ Dih... sok tau kamu, ya kali jengkol di balado? “


“ Uuu... dasar rang kaya, kamu mana tau... “

__ADS_1


“ Eh? Emang iya ya jengkol bisa pake bumbu balado, setahu aku selain kentang... ya cuma telor “


“ Itu sih... main nya di restoran mulu... entar aku bikinin deh, yang banyak “ Ucap Hasby.


“ Gak mau... jengkol itu kan bau “


Hasby makin mengeraskan tawanya ketika melihat Vanesa menutup hidung saat menbicarakan jengkol. Bagi anak konglomerat sepertinya sudah pasti tidak akan pernah namanya memakan jengkol, jangankan memakan, mungkin memegangpun tidak pernah.


“ Hachim... aduh... hidung aku gatel ya? “


Di barengi dengan bersinnya Hasby, ada seseorang yang membuka pintu ruangan tersebut, tapi tidak lama kemudian, terdengar suara gemuruh orang yang sedang berlari.


“ HASBY!!!... “


Tepat beberapa detik setelah Hasby dan Vanesa bertemu pandang, terdengar ada sekelompok orang yang menyebut namanya secara bersamaan, dari situ keduanya terkejut dan mulai menduga kalau orang-orang itu adalah mereka, orang yang selama ini sudah menjadi keluarga.


Orang yang pertama kali datang dari balik pintu adalah gadis berkerudung hitam dengan atasan cream dan celana coklat, dari jauh Hasby sudah tahu kalau orang itu adalah adiknya, benar... itu Nafsah. Segera setelah wanita itu, datang tiga orang lainnya yang berlari dan langsung memeluk Hasby dan Vanesa, diiringi oleh tangis yang keras, ketiga orang dibelakang Nafsah yang diketahui sebagai Ardi, Firdan dan Savira memeluk erat dengan posisi berdiri.


“ Kakak... alhamdulillah... kamu masih hidup, hiks... kamu masih hidup, alhamdulillah kamu masih hidup kak...” Ucap Nafsah menangis dalam pelukan Hasby secara langsung.


“ Hasby... lo bikin gua khawatir tau gak?, gua bersyukur karena lo selamat “ Ucap Firdan.


“ Iya bener Hasby... kita selama ini selalu berdoa supaya kalian selamat, dan alhamdulillah... Allah ngejawab doa kita Nafsah... “ Susul Savira.


Ditengah tangis haru semuanya, dari ucapan keempat orang itu, hanya Ardi yang sempat bercanda meski ada di dalam situasi sekarang, mungkin Ia tidak merasa sedang bercanda, namun jika yang mendengarnya orang lain, mereka mungkin mengira kalau Ardi adalah orang yang tidak bisa membaca situasi.


Terbukti jelas saat staf yang mengantar mereka berempat saat kemari menaikan sebelah alisnya, dia tidak heran, namun ketika Hasby melirik orang itu sejenak, wajah staf tersebut memasang wajah setengah tawa tanpa suara, Hasby sudah menduga hal itu.


“ Udah... kalian jangan khawatir, gua sama Vanesa baik-baik aja kok “ Ucap Hasby.


Segera setelah itu, Nafsah dan ketig aorang yang tadi memeluk Hasby kini melepaskan pelukannya, takut membuat dia lelah, Nafsah bertanya lebih awal dari Ardi, Firdan dan Savira.


“ Kak... aku bersyukur kamu selamat dan masih dalam keadaan utuh, tapi kok kamu sama kak Vanesa bisa selamat sih? “ Ucap Nafsah sambil menghapus air matanya.


“ Em... itu... kayaknya bakalan jadi cerita yang panjang deh “


***


Hasby menjelaskan apa yang Ia dan Vanesa alami setelah jatuh dari sungai, dari mulai dirinya yang menyeret Vanesa ke pinggiran dan masuk hutan, sampai bertahan hidup dengan perlengkapan yang masih utuh dalam ransel yang mereka bawa saat hiking, hingga akhirnya tim penyelamat yang menaiki helicopter lewat dan upaya Hasby dan Vanesa yang berusaha memberitahu keberadaannya Ia ceritakan, untuk bagian Hasby yang menyatakan perasaan pada Vanesa... tentu saja Ia tidak mengatakan hal tersebut, bukan tidak mungkin Vanesa nanti akan mengamuk dan menghajarnya.

__ADS_1


Tidak lupa untuk Nafsah, selagi kakaknya menjelaskan situasi pada yang lain, dirinya menelpon Bayu dan Jordan sejam setelah Ia bertemu dengan Hasby, kedua orang yang IA hubungi sangat senang sekaligus terharu bahwa Hasby dan Vanesa ditemukan dalam keadaan hidup, dan segera setelah mendapat kabar tersebut, mereka berdua pergi bersama Panji tidak lupa dengan Zihan yang selama ini selalu khawatir dengan keadaan anaknya.


Saat keempatnya sampai di kantor pusat, Jordan dan Zihan segera memeluk Vanesa dengan erat, mereka menangis keras hingga orang yang ada di dalam dapat mendengar suara mereka , Hasby juga cukup terharu dan senang melihat mereka, tapi tidak sampai meneteskan air mata seperti Ia bertemu dengan Nafsah tadi.


Untuk Bayu dan Panji, mereka 10 menit lebih lama datang dari Jordan dan Zihan, saat pertama kali bertemu, Hasby langsung tahu bahwa paman angkatnya itu senang saat mengetahui kalau dirinya ditemukan daalam keadaan hidup, tapi ada satu hal yang menganjal, selain Bayu yang memeluknya saat ini, ada satu orang yang Ia tidak kenal, tapi meskipun begitu, orang tersebut menyebut namanya dengan lantang dan ikut bahagia ketika melihat dirinya berdiri dengan tegak.


Cukup membuat heran, namun Hasby membiarkan hal tersebut karena ini adalah reuni yang bisa dibilang moment yang cukup berharga, mengingat jika tidak ada keajaiban dan campur tangan dari yang maha kuasa, mungkin dirinya tidak akan pernah bisa berdiri seperti sekarang ini.


Keesokan harinya...


Hasby membuka mata dan melihat atap-atap yang sudah tidak terlihat asing lagi, dalam beberapa hari, Ia tidak sempat untuk melihat atap itu, namun Hasby bersyukur karena sekarang dapat terbangun, dengan melihat hal tersebut.


Pada pukul 04:30 pagi, Hasby terbangun di kamarnya, bukan di rumah Jordan, Ardi maupun Savira yang rumahnya dekat dengan kejadian, Hasby pulang kerumahnya yang sederhana untuk melepas rindu yang sebelumnya sudah tak terbendung lagi, meski hanya meninggalkan rumah ini selama 5 atau 6 hari, tapi dirinya tidak cukup nyaman meninggalkan rumah ini,apalagi mengingat kejadian penyebab Ia tidak pulang selama beberapa hari itu.


Segera setelah bangun tidur, Hasby pergi ke toilet untuk mandi dan berwudhu, Ia ingin mengucapkan banyak terimakasih dengan cara beribadah lebih awal, meskipun Ia bukan orang yang alim dan berilmu tinggi tentang agama, setidaknya sebagai seorang makhluk, Ia harus melakukan kewajiban, salah satunya dengan beribadah.


Diawali dengan berdoa setelah Ia mandi, hasby membasuh kedua tangan dilanjut menghirup air ke hidung, untuk selanjutnya Ia melakukan gerakan wudhu sampai tuntas. Setelahnya, Hasby bersiap menggunakan koko putih, dengan sarung motif kota-kotak coklat dan sejadah yang sudah di gelarnya, Ia pun mulai beribadah solat Subuh.


5 Menit kemudian...


“ Kakak... kamu udah bangun? “


Nafsah membuka pintu tidak sampai setengahnya, Ia menjulurkan kepala hanya untuk melihat kakaknya sudah bangun atau belum, namun ketika matanya menangkap bahwa sang kakak sedang duduk diatas sajadah, dirinya tersenyum dan hendak pergi untuk kembali ketika kakanya sudah selesai, namun sebelum itu, suara Hasby ternyata sudah terdengar saat Ia berbalik badan.


“ Ada apa Naf?... “ Ucap Hasby segera setelahnya Ia mengusap wajah dengan kedua tangan dan melipat sajadah untuk kegiatan selanjutnya.


“ Eh? Kakak udah beres? Kirain baru mau mulai... “ Ucapnya yang kini masuk kedalam.


“ Alhamdulillah, dah beres kok, kamu ada perlu apa? “


“ Itu... soal orang yang kemarin ... “ Ucap Nafsah dengan pandangan yang tertunduk.


“ Ouh... itu, disini cetitanya “


Hasby menepuk kasur di sebelahnya tempat Ia duduk sekarang, menandakan bahwa Ia menyuruh Nafsah untuk duduk di sana. Untuk hal yang akan Nafsah sampaikan, ini berkaitan dengan Panji yang kemarin ikut bersuka cita dengan ditemukannya Hasby dan Vanesa.


" Ok, nah sekarang... kamu jelasin aja pelan-pelan ya " Ucap Hasby setelah iya menghela nafas sejenak.


" Jadi kini kak..."

__ADS_1


______________________________________________


maaf ya kalau aku up nya telat banget, untuk kedepan jangan lupa ikut terus ceritanya ini ya... jumpa di chapter selanjutnya


__ADS_2