Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
6# Sambutan Hangat


__ADS_3

Jordan dan Zihan sekarang merasa senang telah melihat anaknya kembali setelah satu tahun lamanya tidak bertemu,mereka menyambut hangat Vanesa yang sudah masuk kedalam.


Zihan memeluk terlebih dahulu Vanesa lalu diikuti oleh Jordan yang memeluknya setelah Zihan.


" Selamat datang sayang.....lama kita gak ketemu,kamu rindu gak sama kita berdua?" ucap Zihan saat ia sudah memeluk Vanesa.


" Biasa aja..." Vanesa hanya menjawab dengan singkat dan itupun dengan nada yang malas. Zihan dan Jordan yang memperhatikannya sangat mengerti apa yang menyebabkan Vanesa kini menjadi sedikit bad mood,namun mereka memilih pura-pura tidak tahu.


" Anak ibu kenapa sih?.... baru pulang kok mukanya udah ditekuk aja ..." ucap Zihan.


" Itu bu si supir, lama banget kerjanya, padahal aku udah nunggu lama dari tadi...."ucap Vanesa sambil memanyunkan bibirnya.


Zihan dan Jordan hanya menanggapi dengan senyuman canggung.


" Ya udah,gak usah diperpanjang lagi...mending kamu mandi dulu..." ucap Zihan.


Vanesa pun melangkah pergi ke lantai dua yang mana disana ada kamar Vanesa yang ia tinggali sebelum pergi ke luar negri. Sebenarnya dulu itu Vanesa adalah anak yang baik dan ramah,selalu ceria dan tidak pernah bersikap kasar,namun ada suatu kejadian yang membuat sikapnya berubah drastis. Saat itu,Vanesa menjadi sangat dingin,jutek,bahkan sering marah-marah,dan apa yang menyebabkan Vanesa seperti ini hanya Jordan dan Zihan yang tau,walau kejadian itu sudah lama,kira-kira sudah tiga tahun lalu kejadiannya,namun mereka tetap tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.


Jordan dan Zihan hanya memandang Vanesa yang naik tangga sampai tidak terlihat lagi oleh pandangan mereka,mereka hanya bisa menghela nafas saja saat ini menanggapi sikap anaknya yang buruk.


" Em....permisi tuan,nyonya...ini barang bawaan.....nona Vanesa " .


saat masih memandangi Vanesa,tiba-tiba dibelakang terdengar suara Hasby yang memanggil nama mereka,namun suaranya terdengar berat. Saat Jordan dan Zihan berbalik,mereka mendapati bahwa Hasby sedang kesusahan membawa koper dan tas yang besar milik Vanesa.


" Ya ampun Hasby....maafin Vanesa ya,kamu jadi harus bawa barangnya semua" ucap Zihan sambil membantu menurunkan tas besar itu dari pikulan Hasby.


" Gak papa nyonya,ini kan tugas saya..." ucap Hasby


" Barang ini biarin si Afdal aja yang bawa, sekarang kerja kamu udah selesai,kebetulan sekarang udah jam 5 sore..." ucap Jordan

__ADS_1


" Iya bener, mending kamu sekarang pulang aja dan istirahat..." tutur Zihan.


" Makasih ya tuan,nyonya...saya mohon pamit ..." ucap Hasby.


" Iya silahkan" ucap Jordan dan Zihan bersamaan.


Hasby berbalik setelah pamit pada kedua majikannya, namun ketika hendak keluar ada suara yang menghentikan langkahnya.


" Heh supir,berhenti..." ucap orang yang memanggilnya.


Hasby berbalik untuk melihat sumber suara,ternyata itu adalah suara Vanesa yang sedang turun dari tangga. Jordan dan Zihan hanya menanggapi Vanesa dengan bingung karena mereka tidak tahu apa alasan Vanesa memanggil Hasby.


Vanesa memang tidak memanggil namanya,namun Hasby tahu bahwa ia kini memanggilnya dengan sebutan supir sebagai status.


" Lo jangan dulu pulang,anter gua pergi keluar...baru lo bisa pergi" ucap Vanesa dengan nada memerintah.


" Aku mau belanja,di rumah itu bosen gak ada hiburan...mending aku keluar aja cari angin" ucap Vanesa.


" Tapi kan Hasby nya__..."


" Permisi nyonya...maaf kalau saya memotong pembicaraan, kalau nona Vanesa mau keluar, saya bisa anterin... ini juga kan kewajiban saya sebagai supir..." ucap Hasby dengan sopan karena tidak ingin membuat Zihan tidak merasa nyaman.


" Tuh...si supirnya juga setuju, udahlah pokonya aku mau keluar...dan lo_...". Vanesa kini menunjuk Hasby sambil memandangnya dengan tajam sebelum melanjutkan kata katanya.


" Siapa nama lo?" ucapnya.


Hasby hanya menjawab singkat menyebut nama depannya,tapi itu tidak membuat Vanesa puas.


" Sebutin nama lengkap!!" ucapnya sedikit tegas.

__ADS_1


" Hasby Syah Nurfadil..." ucap Hasby dengan sigap.


mendengar perkataan Hasby,Jordan dan Zihan sedikit mengerutkan dahi,karena nama belakang Hasby serasa familiar bagi mereka. Kata 'Nurfadil' lebih tepatnya 5 huruf di belakang yaitu 'fadil', kata itu adalah kata yang pernah mereka dengar, namun mereka tidak tahu pasti pernah mendengarnya atau tidak. Walau sudah bekerja selama 7 bulan di rumah ini, Jordan dan Zihan tidak pernah mendengar nama lengkap Hasby, mungkin pernah juga mendengar sekali, namun mereka tidak memperhatikan dengan teliti.


Vanesa kemudian berjalan keluar diikuti oleh Hasby dibelakangnya, sementara untuk Jordan dan Zihan, mereka hanya memperhatikan keduanya pergi dan melangkah menuju kamar setelah Hasby dan Vanesa hilang dari pandangan.


Vanesa kali ini meminta Hasby untuk membawanya pergi ke Mall terbesar di kota ini, sedangkan Mall yang paling terbesar di kota jaraknya lumayan jauh dari rumah keluarga Lits. Hasby sempat bertanya lagi pada Vanesa akan keputusannya, karena hari juga sudah mulai sedikit gelap, besar kemungkinan mereka akan pulang malam.


Tidak sesuai dengan harapan Hasby,Vanesa tetap bersi keras untuk pergi kesana, dengan berat hati, Hasby akhirnya melajukan mobilnya ke tempat yang ingin Vanesa kunjungi.


setelah sampai Di Mall itu, mereka kemudian masuk ke dalam untuk berbelanja, perlu waktu lama untuk sampai ke Mall ini, kira-kira waktu tempuhnya 60 menit.


Hasby dan Vanesa berbelanja banyak sekali, lebih tepatnya hanya Vanesa yang berbelanja, sementara Hasby yang membawa semua barang belanjaannya.


mereka berjalan kesana kemari, naik turun tangga dan berkeliling. Sekitar 15 menit kemudian, akhirnya Vanesa merasa puas dengan kegiatan belanjanya, dan meminta pada Hasby bahwa ia kini ingin pulang.


sebenarnya Hasby sudah sangat lelah saat itu yang terus mengikuti Vanesa dari belakang sambil membawa banyak sekali barang, Sedangkan Vanesa hanya berjalan tanpa beban. Vanesa terkadang selalu menegur Hasby yang setiap jalannya melambat, walau melihat Hasby yang kesusahan, ia tetap terus mendesaknya agak bergerak cepat.


Mereka akhirnya sampai di parkiran, Vanesa masuk terlebih dahulu memasukan barang ke bagasi, walau barang belanjaan Vanesa cukup banyak, namun tidak sebanyak belanjaan yang waktu itu dibeli Zihan untuk perayaan. setelah merasa semua selesai, Hasby kemudian melajukan mobilnya untuk pulang ke kediaman keluarga Lits. Setelah 60 menit kemudian, mereka akhirnya sampai di rumah. Ia terlebih dahulu meletakan barang Vanesa di kamarnya.


perjalanan kali ini cukup melelahkan bagi Hasby, setalah berjalan ke sana kemari seperti tadi, ia ingin sekali membaringkan tubuhnya di kasur. kali ini semua ototnya terasa pegal dan satu lagi yang membuat ia merasa lelah, kali ini kepalanya terasa sangat berat dan pusing, ia tahu alasan kenapa kepalanya seperti ini.


setelah meletakan barang Vanesa, Hasby pun pergi keluar setelah pamit pada Jordan dan Zihan yang berpapasan dengannya tadi di tangga.


______________________________________________


Jangan lupa Like and Komen....


semangat ya bacanya..

__ADS_1


__ADS_2