Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
87# Rencana Liburan


__ADS_3

" Kamu gak papa kak? " tanya Nafsah pada Hasby.


" Gak papa gimana? ".


" Ya... muka kamu agak pucet, takutnya penyakit kakak kambuh lagi ".


saat ini, setelah pulang dari kantor pusat Group Nur, Hasby berada dikamar Nafsah untuk menceritakan kejadian tadi siang. Meski sedikit lelah, tapi Hasby tidak sabar menunggu esok hari untuk segera bekerja disana.


" Enggak, aku baik-baik aja... oh iya, kakak niatnya mau ngasih tau hal lain ke kamu "


" Soal? ".


langsung tahu kebingungan Nafsah, Hasby mulai menjelaskan maksud yang ia ungkap tadi. Sebelum ia berangkat ke kantor, Hasby dan teman-teman berencana untuk pergi liburan ke pantai dua Minggu dari sekarang, mungkin acara ini akan dilaksanakan pada libur semester nanti, dan kebetulan hari mereka pergi liburan sangat pas pula dengan libur semester.


" Niat awalnya sih pengen Hiking ke luar kota, tapi kalau dipikir-pikir lagi... kayaknya bakalan lama deh, soalnya aku cuma dapet cuti 3 hari ". ucap Hasby.


" Hah? cuti?... baru kerja udah dapet cuti? ".


" Sebelumnya aku juga kaget... tapi ayah angkat bilang kayak gitu, ya udah... aku sih ok aja ".


" Owh... Nafsah ikut-ikutan aja deh, tapi kamu udah bilang belum sama kak Vanesa? ".


saat itu juga Hasby terdiam, sementara Nafsah hanya mengangkat bahu dilanjutkan dengan dirinya yang keluar dari ruangan.


***


Di kamar, Vanesa sedang asik dengan kegiatan rutinnya. Seperti biasa, ketika hari menjelang malam, pukul 20:00 setelah solat Isya, Vanesa selalu melekatkan masker wajah untuk perawatan nya. Diiringi nada Indah dari musik yang muncul dari ponsel, Vanesa melakukan hal itu sambil menonton Video di laptopnya.


tidak lama berselang waktu, pintu kamar terdengar bunyi ketukan dan diikuti oleh suara seseorang yang ia kenal. Dan tidak salah lagi, orang itu adalah Hasby.


" Vanesa... apa aku boleh masuk? " ucapnya.


" Masuk aja, gak dikunci...".


ketika Vanesa mengintruksikan hal tersebut, Hasby masuk dan duduk di sampingnya yang sedang tengkurap sambil menonton.


" Vanesa ".


" Hm... ".

__ADS_1


" Kita liburan yuk ". ajak Hasby sambil tengkurap ikut menonton.


Mungkin karena sudah terbiasa dengan keberadaannya, Vanesa tidak lagi merasa canggung jika Hasby sangat dekat dengannya sekalipun, entah ini faktor sudah lama tinggal di rumah yang sama, atau hal lain yang membuat ia tidak merasa terganggu oleh pria itu.


" Kemana? Kapan dan sama siapa? " tanya Vanesa yang pandangan nya masih fokus ke layar monitor.


" Ke pantai... kira-kira dua Minggu dari sekarang sama ngajak temen kita yang laen " jawab Hasby.


tidak langsung menjawab, Vanesa nampak berpikir terlebih dahulu sambil menyentuh pipinya dengan jari, tapi tak lama kemudian, dia pun membuka suara.


" Kayaknya gua gak mau ikut deh... ".


" Kenapa? padahal tempat liburannya enak lho..."


" Gua gak suka laut ". jawab Vanesa singkat dan melanjutkan acara menonton.


" Alasannya? " tanya Hasby penasaran.


" Takut tiba-tiba air laut pasang, entar Tsunami gimana? ".


ruangan menjadi lenggang sejenak setelah Vanesa berkata demikian, namun tidak lama setelah itu, Hasby tertawa terbahak-bahak sampai sedikit berguling-guling di kasur Vanesa.


" Haha... aku lucu aja, masa tiba-tiba bakalan tsunami? ya gak bakalan lah... kalau bener kejadian juga kan harus ada gempa dulu " ucap nya masih terkekeh.


karena tawa Hasby tidak berhenti, Vanesa merasa jengkel dan mendorong pria yang ada disampingnya hingga jatuh dari kasur.


" Aduh!!... ".


karena kejadian ini, keadaan jadi berbalik yang awalnya Hasby tertawa kini Vanesa yang tergelak sambil terguling-guling dikasur. Masih dalam posisi berbaring karena terjatuh, Hasby menekuk wajahnya dan bangkit dengan keadaan tubuh yang pegal.


" Aduh... jangan pake dorong juga kali... badan aku jadi sakit tau ".


" Lagian pake ngetawain segala... itu karma namanya " ucap Vanesa yang masih tertawa.


" Jadinya mau ikut apa enggak? ".


" Hehe... ikut aja deh, dirumah juga gak ada kerjaan, tapi pas nanti udah nyampe... kayaknya gua gak bakalan ikut ke pantainya ".


" Yang penting kamu ikut dulu aja... soal pergi ke pantainya entar dipikirin lagi ".

__ADS_1


" Hm... ya udah, lo cuma mau ngomong itu aja kan? keluar sono... gara-gara lo gua ketinggalan alur Filmnya".


" Ya elah... film doang, nonton ulang lagi juga bisa ".


" Iya,iya... udah cepetan sono ".


karena tak kunjung keluar, Vanesa mendorong Hasby untuk beranjak dari kamarnya, mungkin karena postur tubuh Hasby yang tinggi dan sedikit kekar, Vanesa agak sulit mendorong hingga membutuhkan waktu lama untuk membuat pria itu keluar dari ruangan.


" Kenapa? berat ya? ". ucap Hasby tersenyum meledek.


makin merasa jengkel, Vanesa menggerakkan seluruh tenaganya untuk mendorong Hasby. Tapi karena pria itu tidak siap untuk dorongan yang lebih kuat, akhirnya ia terjatuh bersamaan dengan Vanesa yang ikut jatuh pula dibelakang.


Gubrak...


" Aduh!!! ".


seolah terjadi gempa ringan, jatuhnya Hasby dan Vanesa membuat rumah sedikit bergetar, Nafsah yang saat itu ada di dapur dengan cepat bergegas ke sumber barang yang terdengar jatuh. Tapi saat ia naik ke lantai dua, pemandangan yang ia dapatkan adalah posisi Hasby dan Vanesa yang sama-sama tiarap di lantai.


" Kalian... lagi ngapain? " tanya Nafsah heran.


" Jangan nanya dulu, ini tolong bantuin kita dong... badan aku remuk ditimpa sama si Vanesa... " ucap Hasby masih dalam posisi tengkurap.


" Lo kira gua segede apa?... cuma ketimpa gitu doang udah ambruk... ini semua juga salah lo, masker wajah gua jadi berantakan tau " ucap Vanesa yang bangkit berdiri.


" Lah? kok jadi aku yang salah sih? orang kamu yang kekencengan dorongnya... " ucap Hasby membela diri setelah dirinya bangkit.


" Hal kayak gini gak bakal kejadian kalau lo kuat nahannya... jadi semua ini salah lo lah " ujar Vanesa tak mau kalah.


diantara Hasby dan Vanesa yang sedang beradu mulut, Nafsah hanya diam menghela nafas melihat tingkah laku kekanak-kanakan kakak-kakaknya ini. Padahal mereka sudah dewasa, ditambah kan status mereka sudah pengantin baru, seharusnya sudah layak bersikap sebagai suami istri.


karena enggan ikut campur, Nafsah kala itu hanya menutup telinga dan beranjak menuju kamarnya, mendengarkan ocehan pasangan itu hanya akan membuat kepala stres, sebelum tidur saja mereka sudah berseteru, apalagi bangun pagi esok nanti, pasti sudah terjadi perang.


***


keesokan harinya, Hasby, Nafsah dan Vanesa menjalani kesehariannya tanpa ada kendala, namun dibalik itu, ada Vanesa yang selama ini menyembunyikan beberapa hal dari Hasby.


Beberapa hari sebelum Hasby kemoterapi, Vanesa terus mendapatkan panggilan tak dikenal, namun setelah beberapa kali tak direspon, Vanesa menerima panggilan itu karena risih. Akhir yang mengejutkan ketika ia mendengar suara si penelpon, ternyata panggilan itu berasal dari mantan kekasihnya, yaitu Syam.


awalnya Vanesa mengancam akan memberitahukan hal ini pada Jordan jika dia masih menghubungi nya. Namun saat akan melakukan hal itu, Syam berbicara pada Vanesa bahwa ia ingin meminta maaf dengan sungguh-sungguh atas apa yang ia lakukan dimasa lampau. Ucapan permohonan Syam terasa tulus, jarena didengar dari intonasi bicaranya yang terdengar.

__ADS_1


__ADS_2