
" Assalamualaikum... ".
ucapan salam diiringi suara ketukan pintu terdengar di depan rumah Nafsah. Wanita yang semula sedang memperhatikan Vanesa memasak kini melangkah ketika mendengar suara tersebut.
Sudah tertebak bahwa siapa orang yang ada di depan, Nafsah kemudian membuka pintu dan menemukan seorang wanita dan 4 orang laki-laki.
" Akhirnya kamu nyampe Kak... Eh, yang lain juga pada dateng ternyata, mari masuk... kebetulan aku sama kak Van__...!!! ".
tidak melanjutkan ucapannya, Nafsah nampak berhenti dengan keadaan terkejut melihat Savira yang saat ini menatapnya heran. Bukan karena satu dua hal, melainkan kedatangan Savira saat ini pasti akan mempertemukan nya dengan Vanesa. Dan pasti setelahnya, rahasia yang selama ini Hasby tutupi akan terbongkar.
" Kak Savira, kok di sini?!... maksudnya... kakak udah selesai kerjanya ya? " tanya Nafsah tersenyum sambil berkeringat dingin.
menyadari perubahan sikap Nafsah yang mulai gugup, Savira kala itu mengetahui pemikiran gadis tersebut, tidak ingin membuat adik temannya ini kesusahan, Savira pun mulai membuka suara.
" Kamu gak usah khawatir Naf... aku udah tau semuanya kok " ucap Savira sambil tersenyum menatap Nafsah yang masih gelagapan.
" Apa?! ".
~
Beberapa jam sebelumnya...
" Kayaknya si Hasby bakalan di infus sampe pagi deh" ucap Rafa masih dalam posisi mengemudi.
" Lho? emangnya kenapa? ". tanya Savira.
" Lo liat aja kondisi nya sekarang, kemungkinan kalau tubuhnya melemah, pas nyampe besar kemungkinan dia bakalan pingsan ". ucap Rafa yang membuat kekhawatiran Savira dan yang lain menjadi bertambah.
Melihat Hasby yang saat ini demam serta tubuhnya dibanjiri oleh keringat, bukan tidak mungkin sebelum sampai ke rumah pun dia akan pingsan. Sebelumnya Rafa sudah memperkirakan hal ini, tapi tidak menyangka bahwa kondisi Hasby akan lebih buruk.
Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Rafa pun berinisiatif untuk berhenti sejenak di pinggir jalan, sambil meregangkan otot tangan yang mulanya pegal, meminta Firdan untuk bergantian mengemudikan mobil.
" Hasby, lo masih kuat gak? kalau enggak mending kita cari tempat buat istirahat dulu " ucap Rafa ketika dirinya sudah tiba di kursi belakang.
" Gak papa kak, gua masih bisa tahan kok...".
__ADS_1
" Lo jangan maksain gitu Hasby... nanti kalau kondisi lo memburuk gimana? " ucap Ardi.
" Gak bakalan Di... percaya deh, gua kan gak selemah yang lo kira... ".
tidak dapat berkata-kata, Rafa dan yang lain hanya memandang nya dengan sendu. Meski Hasby bersikap seolah demamnya ini biasa saja, tapi Rafa tahu pasti bahwa penderita penyakit tumor akan mengalami sakit kepala yang menusuk saat demam, bahkan diantara penderita banyak yang tidak kuat menahan dan berakhir tidak sadarkan diri.
" Hey... kalian jangan mandang gua kayak gitu dong, seolah gua kayak yang mau mati aja " ucap Hasby sambil terkekeh.
sedikit tersentak dengan ucapannya, Ardi yang semula memandang Hasby dengan sendu kini berpura-pura tertawa, meski seperti itu, Firdan dan yang lain tahu kalau Ardi adalah orang yang paling terluka mendengar kata-kata Hasby tadi dibanding mereka.
" Hahaha... lu gak bakalan mati Hasby, secara kan lo harus jagain Nafsah sebelum gua lamar ". ucap Ardi.
" Emang lo kapan mau ngelamar dia... pacaran aja belom " ucap Firdan ikut menghangatkan suasana.
" Oh iya... gua belum kasih tau kalian ya, sebenernya gua udah pacaran sama Nafsah dari dulu ".
" Wah... parah lo Di, ko gak bilang-bilang sih? " kali ini Savira yang berucap.
" Iya maaf, gua gak mau kena imbas Harimau ini ni... kalau dia tau dari awal, kayaknya... gua bakalan keluar dari rumah sakit tahun depan ".
" Savira... ". panggil Hasby dan direspon oleh wanita itu dengan menoleh ke belakang.
" Aku mau ngomong sesuatu sama kamu dan juga kalian ".
" Emang sepenting apa sih omongannya? sampai-sampai raut wajah kamu serius banget tau " ucap Savira sedikit terkekeh.
suasana yang awalnya mulai hangat kini menjadi tegang kembali, Rafa yang sedari tadi hanya menyimak kini mulai heran, alur percakapan apa ini? sebentar sendu dan sebentar ceria, tapi setelahnya disusul dengan percakapan serius.
menyadari bahwa Hasby pasti akan menceritakan rahasianya, Ardi dan Firdan yang semula biasa saja kini bersiap untuk memulai aktingnya sesuai permintaan Hasby dulu.
Tidak langsung menjelaskan, Hasby terdiam sejenak sebelum menceritakan semuanya. Respon dari Savira sesuai dengan perkiraan nya, ia nampak terkejut sekaligus tidak percaya dengan omongan Hasby yang berkata bahwa ia sudah menikah, terlebih istrinya itu adalah majikannya dulu saat menjadi supir, yaitu Vanesa.
sama seperti Savira, Rafa yang awalnya nampak tidak akan memedulikan ucapan Hasby kini merasa terkejut, bagaimana ia bisa menikah dengan wanita super jutek dan dingin itu? apalagi dia adalah majikan Hasby sendiri.
" Hahaha... kamu becanda kan Hasby?, lelucon kayak gini tu gak lucu tau... kamu kira aku bakalan ketipu, hehe... gak bakalan " ucap Savira yang masih belum percaya.
__ADS_1
" Ini bukan becanda Sav... aku memang udah nikah, selama ini aku minta maaf karena punya rahasia besar yang aku sembunyiin ".
atmosfer sekitar kini menjadi sunyi, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari keempat temannya termasuk Rafa, ia nampak kebingungan mendengar kenyataan tadi. Beberapa menit kemudian suasananya masih sama, tapi saat itu Savira pun membuka suara.
" Huf...hah... gak papa kok, yang penting kamu udah jujur sama kita... lain kali jangan boong lagi ya " ucapnya.
tidak pernah di sangka oleh Hasby, Ardi maupun Firdan, mereka yang awalnya memprediksi bahwa Savira akan marah sambil menangis kini terhapus, tidak hanya tidak marah, bahkan Savira menerima kenyataan ini dengan lapang dada. Tapi saat itu, ketiganya yakin kalau hati Savira amat terluka.
" Kamu... gak marah Sav? " tanya Hasby untuk memastikan.
" Buat apa marah Hasby... toh ini gak ada sangkut pautnya sama aku, aku ini hanya temen kamu... bukan siapa-siapa kok, jadi jangan cemas... aku gak bakalan pernah marah ".
setelah ia berkata seperti itu, Savira meminta Firdan untuk melanjutkan perjalanan, alasan yang ia pakai karena takut pada saat sampai rumah akan kemalaman, lagipula kondisi Hasby saat itu sudah stabil.
~
" Em... hehe, kalau gitu kita masuk dulu yuk, aku udah masak banyak lho...". ucap Nafsah sambil mempersilahkan masuk.
sementara untuk ke-lima orang yang baru datang itu beristirahat di ruang tamu, Nafsah saat itu pergi untuk mengambil sesuatu untuk diminum maupun dimakan.
Tidak lama setelahnya, muncul seorang wanita yang membawa nampan minuman dan orang itu tidak lain adalah Vanesa. Agak heran karena bukan hanya Hasby seorang, ia nampak melihat wajah baru diantara kelimanya.
Vanesa cukup mengenal Ardi dan Firdan, karena sebelumnya mereka pernah menginap di rumah ini, serta mengetahui kalau pria yang satu lagi adalah Rafa, dokter yang waktu itu merawat Hasby ketika kepalanya terluka.
hanya satu orang yang belum ia ketahui, yaitu wanita yang tepatnya berada di sebelah Firdan, ini mungkin kali pertamanya ia bertatap muka dengan gadis tersebut.
" Silahkan di minum semuanya ". ucapnya datar seperti biasa.
awalnya Vanesa hendak kembali ke dapur, tapi saat itu Savira memanggilnya hingga ia mengurungkan niat. " Lo Vanesa ya? ". ucap Savira yang tidak langsung dijawab oleh Vanesa dan hanya mengangguk pelan.
" Kenalin, gua Savira... temen nya Hasby, salam kenal ya " Ucap Savira tersenyum sambil mengulurkan tangan.
" Salam kenal juga ". ucapnya membalas uluran tangan Savira.
_____________________________
__ADS_1