Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
44# Pakaian yang bagus


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kondisi Hasby juga kini mulai membaik, ia sudah mulai kembali bekerja sejak Nafsah memperolehkan dirinya. Sebelumnya, saat kondisi Hasby masih belum di katakan stabil, Nafsah sangat melarang dirinya untuk mengerjakan pekerjaan berat, termasuk bekerja sebagai supir.


karena Vanesa dengan Hasby berada di kampus yang sama saat ini, Hasby dan Nafsah akan berangkat bersama dengannya mulai dari saat itu, diawali dengan kakak beradik Hasby dan Nafsah yang akan datang ke rumah keluarga Lits untuk menjemput Vanesa, dan setelahnya mereka akan berangkat bertiga menggunakan mobil. Dan untuk identitas Nafsah sebagai adik Hasby, kini Vanesa juga sudah mengetahuinya, karena seringnya mereka berangkat bersama, Vanesa jadi lebih berani bertanya pada Nafsah dan mendapatkan jawaban, awalnya ia sedikit tercengang karena mengira bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih, tapi setelahnya ia bersikap biasa kembali.


Hal ini memang membuat para siswa yang melihat terheran-heran, anak baru dari keluarga konglomerat kok bisa berangkat bareng sama Hasby dan Nafsah sih, sedangkan setahu mereka bahwa ketiganya tidak memiliki hubungan apa-apa. Tapi berbeda dengan Savira, Ardi serta Firdan yang mengetahui profesi Hasby, sebagai supir ini adalah hal yang wajar dilakukan olehnya , namun tetap saja bagi Savira sedikit membuatnya tidak nyaman, sebenarnya sih lebih tepatnya cemburu kepada Vanesa yang dapat berangkat bersama dengan Hasby.


Walau bersikap jutek, jika Vanesa berada di kampus, ia tidak kekurangan teman mengobrol, sesekali ada satu atau dua orang yang akan bertanya padanya, dengan jawaban singkat, mereka yang berbicara dengannya bisa di bilang orang baik.


dua minggu berikutnya, hari dimana perjodohan Hasby dan Vanesa semakin dekat seminggu lagi, keluarga Lits sekarang sedang sibuk mempersiapkan aula untuk pertunangan anak mereka, walau terkesan sederhana dan tidak megah, riasan yang mereka buat sangat indah, acara ini memang di lakukan di belakang rumah keluarga List, kebetulan mereka memiliki halaman dan aula yang lumayan besar, kira-kira sekitar 100 m kurang lebih disertai dengan taman bunga serta kolam renang.


Hari ini, Hasby, Nafsah serta Vanesa dan Zihan sedang belanja perlengkapan untuk persiapan nanti. Mereka tidak sekedar membeli pakaian untuk Hasby dan Vanesa saja, melainkan juga membeli pakaian untuk Nafsah.


" Nyonya...saya gak perlu baju baru, cukup beliin kak Hasby dan Kak Vanesa aja... " ucap Nafsah sambil memberikan kembali pakaian yang Zihan berikan.


" Gak papa Nafsah, kan kamu juga nanti bakalan ada di sana... harus tampil cantik dong di depan semua orang, ya... walaupun yang hadir cuma keluarga kita doang..." ucap Zihan sedikit tertawa kecil.


" Udah... kamu gak boleh nolak, kan hari pertunangan kakak kamu itu momen langka, iya gak Hasby? " ucap Zihan yang menoleh ke arah Hasby.


" i... iya nyonya... "


" Satu lagi, Hasby kan udah mau jadi menantu saya, otomatis kalian jangan panggil saya nyonya lagi dong, dan mulai dari sekarang... kalian berdua harus panggil saya dengan sebutan 'ibu', iya gak Vanesa?... " ucap Zihan menengok ke arah Vanesa yang dari tadi terus memainkan ponselnya.


" Iya, terserah ibu aja... " jawabnya yang masih fokus pada ponsel.


melihat perlakuan Vanesa, Zihan sedikit risih dengan kebiasaan Vanesa seperti itu, sehingga membuat dirinya merampas ponsel yang ada di tangan Vanesa.


" Eh?!, ibu ngapain ngambil hp aku?... balikin dong bu, aku mau pake..." ucapnya.


" Kebiasaan kamu ini ibu gak suka Vanesa, kalau orang lagi ngomong itu dengerin, bukan fokus terus sama Hp, saat ini ibu bakalan sita Hp kamu sementara, nanti balikinnya pas kita sampe rumah nanti..." ucap Zihan.


" Ibu... jangan nyiksa aku dong, balikin gak bu hp nya... " ucap Vanesa sambil mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


" Engga...ibu bilang engga ya engga... udah cepetan, sekarang kamu coba baju yang ibu pilih... "


" Tapi bu__.... "


sebelum Vanesa menyelesaikan kata kata nya, Zihan sudah terlebih dahulu menyela dan mendorong Vanesa masuk ke ruang ganti, dengan perasaan jengkel serta malas, Vanesa akhirnya mencoba pakaian. Tidak butuh waktu lama untuk itu, setelah menunggu kira kira 10 menit, Vanesa pun keluar dari ruangan.


Orang yang pertama kali melihat Vanesa dan takjub dengan penampilannya adalah Nafsah, ia sungguh merasa seperti melihat bidadari yang turun dari khayangan, rambut hitam mengkilap yang terurai lurus, kulit putih bagaikan susu, serta tubuh yang indah kini berdiri di hadapannya.


" Kak, kakak...liat deh kak ". ucap Nafsah pada Hasby yang masih membelakanginya.


" Apaan sih Naf? kakak lagi bantuin nyonya nih... " ucap Hasby.


" Hasby... kamu tadi manggil saya apa? " ucap Zihan dengan nada sinis tanpa melihat ke arahnya dan masih memilih pakaian.


" Maaf... maksud Hasby...ibu... ".


" Tapi liat ini dulu kak... aku yakin kamu juga bakalan kaget " ucap Nafsah yang kali ini menarik lengan baju Hasby.


melihat pemandangan yang sangat indah, Hasby menatap Vanesa cukup lama tanpa berkedip, sampai pada akhirnya ia di sadarkan oleh Zihan yang menepuk pundaknya.


" Udah natapnya...sekarang masih banyak urusan, nanti kalau kalian udah satu rumah, baru tuh entar puas puasin..." ucap Zihan tersenyum jahil.


Setelah menggoda Hasby, Zihan kini mendekati Vanesa sambil memujinya karena cantik dengan pakaian yang ia kenakan, sementara untuk Hasby, ia saat ini sedang berada dalam mode malu, nampak sekarang wajahnya merona merah, hal ini membuat Nafsah dengan susah payah menahan tawanya sehingga Hasby berbalik badan agar tidak terlihat oleh Vanesa, tapi nyatanya tidak hanya Hasby yang merona, pipi nya Vanesa juga sedikit merona, namun tidak sejelas wajah Hasby.


setelah selesai berbelanja, mereka bertempat pun beranjak pulang, tidak banyak yang Hasby dan lainnya bicarakan, hanya seputar keadaan kampus dan kesehatan Hasby akhir akhir ini. Mereka memang mengobrol, bertanya dan menjawab satu sama lain, namun hanya Vanesa lah yang tidak ikut serta dalam obrolan ini, ia cenderung tidak peduli dan hanya melihat ke luar kaca mobil.


Sesampai rumah keluarga List, Hasby, Nafsah sera Zihan dan Vanesa masuk ke rumah, berbeda dengan Vanesa yang langsung pergi ke kamar, Hasby dan lainnya berniat untuk pergi ke halaman belakang.


" Vanesa sayang... Hp kamu mau di ambil gak? " ucap Zihan setengah teriak karena jarak antara dirinya dengan Vanesa semakin jauh.


" Enggak, males ngambilnya juga, mending aku nonton tv aja..." ucap Vanesa dengan cepat dan setelahnya terdengar suara bantingan pintu.

__ADS_1


Zihan menelak keningnya pelan karena merasa bingung harus memperlakukan anaknya seperti apa supaya dirinya tidak bertindak semena mena lagi.


" Udahlah... mending kita ke halaman belakang aja, banyak yang harus kira urus... dan juga ibu minta maaf ya, karena Vanesa gak mau media tau soal perjodohan ini, jadi saya cuma nyewa beberapa tukang aja, dan itu juga harus ngerepotin kalian buat bantu juga... " ucap Zihan.


" Gak papa bu... lagian kerja kayak gini gak cape kok, malah kalau kata aku seru... " ucap Nafsah.


" Iya, ibu juga gak perlu minta maaf, ini kan memang udah tugasnya Hasby... ".


" Ya udah kalau gitu, kita kebelakang sekarang yuk... " ucap Zihan yang setelahnya mereka bertiga pun menuju halaman belakang.


°°°


Hasby dan Nafsah saat ini sudah berada di rumah mereka sendiri, sejak 30 menit yang lalu, mereka baru pulang dari kediaman keluarga Lits, pekerjaan yang mereka kerjakan ternyata lebih banyak dari yang mereka duga, dekorasi yang seharusnya dilakukan oleh puluhan orang, kini hanya sekitar 15 orang saja yang bekerja, otomatis per orang nya mendapatkan bagian yang lumayan banyak.


" Hah.... cape juga ya... " ucap Hasby yang kini bersandar pada sofa.


" Kamu mau minum? aku ambilin nih... " ucap Nafsah menawarkan.


" Hm... iya deh, air dingin ya... "


" Jangan... kata kak Rafa kamu harus banyak minum air anget... "


" Yah... tapi kan___..... "


" Udah... pokoknya gak boleh "


tanpa menghiraukan perkataan Hasby, Nafsah kini pergi menuju dapur, awalnya Hasby ingin mengejar adiknya ini, tapi secara tiba-tiba kepalanya terasa berat dan kemudian sakit, ya... walaupun tidak separah saat ia di kampus waktu itu.


cara yang paling efektif sekarang ini untuk mengurangi rasa sakitnya adalah memijat bagian yang sakit, meski tidak mengurangi secara signifikan, tetapi sedikit membuat Hasby merasa nyaman.


" Kakak... kepala kamu sakit lagi?! "

__ADS_1


__ADS_2