Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
52# Ketahuan


__ADS_3

Hasby tidak pernah menyangka bahwa rahasia yang ia tutupi selama ini ternyata sudah diketahui oleh Belina, tentu saja Hasby dan yang lain tahu, jika yang memberi tau Belina selain Savira siapa lagi?.


" Savira... kamu kenapa kasih tau mama Belin? ". tanya Hasby.


" Maaf, aku gak pernah nyembunyiin apapun dari mama, apa yang aku alamin di ceritain sama dia, ya... jadi kayak gini deh ".


Alasan Hasby hanya membiarkan temannya saja yang tahu dengan penyakitnya, karena tidak ingin terlihat menyedihkan dimata orang, terlebih lagi tidak ingin menunjukan sisi lemahnya pada musuh di kemudian hari.


" Kamu gak perlu nutupin apa-apa dari mama Hasby, meskipun kamu bukan anak mama, tapi mama udah nganggap kamu sama yang lain sebagai anak sendiri... ". ucap Belina.


sedikit terharu dengan kata-katanya, Hasby bersyukur memiliki keluarga luar yang bisa mengerti isi hatinya." Makasih ya ma... udah mau jadi orang tua Hasby sama Nafsah... terus makasih juga buat kalian yang udah nemenin gua sama Nafsah di waktu susah maupun senang ".


Belina, Savira serta yang lain tersenyum melihat Hasby mengucapkan terima kasih pada mereka." Lo gak perlu ngucapin terima kasih sama kita Hasby... ini udah jadi tanggung jawab kita sebagai temen... iya gak gaes? ". ucap Ardi.


" Iya, apa yang di ucapin Ardi memang bener... terus...aku minta maaf ya kalau udah kasih tau ke mama soal rahasia kamu ". ucap Savira.


"... ya, gak papa, asal mama jangan kasih tau ke orang lain aja...". ucap Hasby.


" Tenang aja Hasby, mama paling jago lo jaga rahasia orang... termasuk rahasia Savira yang suka sama seseorang " ucap Belina melirik Savira.


Mendengar hal itu, semua yang ada disana tersenyum simpul melihat pipi Savira yang merona, dilihat dari lirikan matanya pada Hasby, itu semua sudah menjelaskan bahwa Savira tertarik dengan pemuda di hadapannya.


" Wah... Savira suka sama seseorang?, boleh dong aku tau siapa orangnya, bisa jadi pacar Savira orang pasti beruntung banget... " ucap Hasby.


Setelah ia mengucapkan hal itu, semua orang yang ada di sana menghela nafas kecewa, padahal kan sudah jelas bahwa dari dulu Savira menyukai Hasby, tapi pemuda tidak mengerti sedikitpun tentang kode-kode yang Savira berikan.


" Kalian kenapa? " tanya Hasby heran.


" Huh... omongan kamu bener Sav, dia emang orang gak peka... padahal semua temen kamu udah pada paham... " ucap Belina.


" Ya gitu ma, mau gimana lagi? ".


" Orang ini emang harus di rukyah dulu kali ya?... padahal udah dari dulu loh... " ucap Ardi.


" Loh...lo tau sejak awal Di?... ". tanya Savira.


" Gua sama Ardi Udah tau duluan, Nafsah juga waktu itu punya pirasat, tapi dia nunggu bukti yang kuat dulu... " kali ini ucap Firdan.


Savira dan yang lain mengobrol panjang tanpa mengikut sertakan Hasby, mengetahui bahwa berbicara dengannya tidak pernah akan mengerti, teman-teman nya ini terkadang seolah menampakan nya, tapi mereka tetap menjaga perasaan Hasby dengan sesekali bertanya.


Hasby sendiri terdiam seperti orang kebingungan, namun kenyataannya dia sekarang ini sedang dalam mode akting, dan berpura-pura menjadi orang yang bodoh sementara. Kelakuan ini juga diketahui oleh Nafsah, karena adiknya sendiri sudah mengetahui kebenara yang selama ini ia sembunyikan.


" Ngomong-ngomong... gua minta maaf juga ya Hasby " ucap Firdan mengaruk kepalanya.

__ADS_1


" Soal apaan? ".


" Em... hehe, sebenernya gua juga kasih tau orang tua gua tentang penyakit lo ".


" Apa?!... lo___... "


ucapan Hasby tidak terselesaikan karena terlebih dahulu di sela oleh Ardi." Gua juga minta maaf ya, sama kayak Firdan... gua juga kasih tau bokap nyokap gua... ".


Setelah mendapat penjelasan dari mereka berdua, Hasby menutup seluruh mukanya dengan kedua tangan, ia kini berpikir bahwa untuk menjaga rahasia ini dari orang lain memang sedikit sulit.


' Kampret emang ya... gimana kalau rahasia ini bocor? bisa gawat nantinya... ' Batin Hasby.


°°


Siang hari di tempat perbelanjaan...


" Ih.. ini gimana bawanya? ".


di sebuah tempat perbelanjaan, terdapat seorang wanita yang sedang kerepotan membawa barangnya. Beban yang ia bawa cukup banyak, sekitar 10 sampai 17 barang bawaan. Dan yang pasti, wanita ini adalah Vanesa, tunangan nya Hasby.


Saat ini ia sedang membeli barang yang diminta oleh Zihan, awalnya mereka akan belanja bersama, namun ada keadaan mendesak di kantor yang membuat Zihan tidak bisa ikut dengan Vanesa.


" Apa gua telpon Afdal aja ya... ".


" His!...Afdal kenapa gak ngangkat telepon gue sih!... dia juga kenapa malah pulang duluan coba?... gua kan jadi repot sendiri " umpat Vanesa.


tidak lama dari situ, Afdal pun menerima panggilan Vanesa." Hallo Afdal... Lo kemana aja si? gua udah nunggu dari tadi tau... ".


" Ma... maaf nona, tadi saya buru-buru karena dapat kabar kalau ayah saya sakit, jadi sekarang ini saya minta cuti dulu buat sementara waktu " ucap Afdal.


" Loh?!... kok gitu sih?, terus barang belanjaan gua gimana? ".


" Maaf banget ya nona... saya gak bisa kesitu sekarang, atau... mungkin nona bisa telepon Hasby, dia kan sekarang ini gak lagi ada kerjaan, ya... mungkin aja si ".


" Ih, gua gak mau manggil orang itu, pokoknya sekarang lo ke sini... ". paksa Vanesa.


" Maaf sekali lagi nona... tapi saya memang gak bisa, saya minta maaf beribu-ribu maaf ya... ".


" Pokok___.... "


tut...tut...tut...


sebelum Vanesa menyelesaikan kata-kata nya, Afdal sudah terlebih dahulu menutup telepon dan membuat Vanesa marah dengan hal itu.

__ADS_1


" Kenapa telpon gua di tutup si?!... ini gimana gue bawa barangnya?...".


sambil memperhatikan ponselnya dengan kesal, Vanesa kini berpikir untuk menelpon Hasby atau tidak. " Gua telpon kagak ya?...". ucapnya sedikit plin-plan.


" Bodo amat lah, dia supir gua ini... ". Setelah itu, Vanesa pun berniat menelpon Hasby.


°°°


Hasby dan Firdan kini berada di sebuah toko kue, keberadaan mereka disini bertujuan membeli beberapa kue yang Belina minta, Awalnya Ardi, Nafsah dan Savira juga ingin ikut, tapi dihalang oleh Belina karena dirinya tidak ingin kesepian.


Karena hanya dua orang yang pergi, jadi keduanya pergi menggunakan motor milik Hasby.


Sambil memilih kue tersebut, Hasby bertanya pada Firdan " Kira-kira enakan yang mana ni Dan?".


" Hm... yang coklat aja deh, gua paling suka rasa ini " jawab Firdan.


" Mama Belin alergi coklat Dan, masa lo mau kasih makan begituan si? ".


" Iya juga ya, kalau strawberry gimana? " kali ini Firdan yang bertanya.


" Rasa itu Nafsah gak suka... ".


" Em... gimana kalau teh hijau aja ".


" Itu gua yang kagak demen ".


" Terus apa dong?... ono gak suka, yang ini gak demen... mending lo aja deh yang mikirin ". ucap Firdan menyerah.


" Iya, iya... gimana kalau kita beli 3 kue aja, satu rasa coklat buat lu... satu rasa vanila terus satu lagi original ".


" Nah gitu kek dari tadi... ".


" Iya... sekarang mending lo___... ".


Kring... Kring... ( suara Hp).


Sebelum dia selesai bicara, Hasby menemukan bahwa ponselnya berdering, seperti kemarin malam, kali ini Hasby kembali menerima panggilan dari nomor yang tidak di kenal.


" Ini siapa lagi sih?... pada ngefans sama gua kali ya?... ".


__________________


jangan lupa dukung author ya, dengan cara like, komen, rate, favorit dan kalau berkenan Vote, karena dukungan dari kalian sangat berharga.

__ADS_1


__ADS_2