Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
11# Rahasia Hasby


__ADS_3

Hasby kini sedang berjalan menuju kelasnya,sejak ia masuk ke lantai 2 di daerah dimana disitu terdapat kelas ia belajar, banyak orang yang bertanya kenapa Hasby kenapa menutup hidungnya dengan sapu tangan,ia hanya menjawab singkat,karena banyak debu,tapi kenyataanya dia itu terkena flu yang menyebabkan hidungnya sedikit memerah.


setelah beberapa langkah dari situ,Hasby kini menemukan kelasnya dan kemudian masuk. seperti di luar ruangan,perbuatannya ini sedikit mengundang perhatian sebagian siswa yang ada dikelasnya namun mereka segera mengalihkan perhatian mereka lagi ke pekerjaan masing-masing.


Hasby berjalan menuju meja paling belakang yang disana sudah terdapat ketiga temannya yang sudah menunggu,orang itu tidak lain adalah Ardi,Firdan dan Savira.


seperti biasanya,ketika berjumpa Hasby selalu mengawali dengan mengucap salam dan tentu saja mereka membalasnya. Hasby kini duduk disamping Firdan lebih tepatnya di belakang meja dimana Arfi dan Savira duduk,sama seperti siswa lainnya, Ardi, Firdan dan Savira cukup merasa aneh dengan sapu tangan yang di tempelkan oleh tangan di wajah Hasby. Karena penasaran,Ardi pun bertanya padanya.


" Hasby,lo ngapain nutup hidung segala?..." tanya Ardi yang berbalik menghadap kearah Hasby diikuti oleh Savira juga.


" Cuman mau nutupin aja,tadi di luar__...ha...hachih..." Hasby tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena terlanjur bersin terlebih dahulu. Bersinnya Hasby cukup keras dan kini menimbulkan banyak perhatian lagi. Hampir seluruh maha siswa yang ada disana kini menatap dirinya.


" Hasby,lo kenapa?...sakit ya?..." tanya salah satu siswa.


" Iya,biasanya kita gak pernah ngedenger lo bersin..." ucap siswa lainya.


" Kalau kamu sakit bilang aja...gak perlu sungkan,mungkin aku bisa ngerawat kamu sampai sembuh...tapi aku juga gak masalah kalau bisa ngerawat kamu selamanya.." ucap salah satu siswi.


" Wuuuuuuuuuu........."


semua siswa dan siswi kini menyerukan wanita tadi,bisa dibilang ia mengambil kesempatan untuk merayu Hasby,tidak sedikit yang merasa jengkel terhadapnya terutama para wanita,mereka juga merupakan fans nya Hasby bahkan salah satunya mungkin menyimpan perasaan padanya. Termasuk juga dengan Savira yang kali ini merasa jengkel terhadap wanita itu,dari raut wajahnya terlihat sedikit tidak bersahabat,walaupun orang orang tidak menyadari hal itu,tapi tidak dengan Ardi.


Ardi bisa melihat walau mood Savira kini sedang kurang bagus,padahal beberapa waktu lalu ia baik baik saja,malahan Savira sempat tertawa ketika berbicara dengannya, hanya satu yang terlintas dipikiran Ardi penyebab mood Savira tidak baik,mungkin saja dia kesal dengan perkataan wanita itu.


suasana dikelas kali ini menjadi ramai, banyak orang berkomentar pada wanita yang merayu Hasby, karena tidak ingin menimbulkan masalah lebih lanjut, akhirnya Hasby berbicara untuk menenangkan suasana.


" Udah...udah, jangan dilanjutin lagi omongannya, bisa-bisa jadi masalah besar nantinya kalau dibahas terus..." ucap Hasby yang masih menutupi hidungnya.


" Tapi lo kenapa nutup mulut sama hidung pake sapu tangan segala?" tanya salah satu siswa yang penasaran.

__ADS_1


" Gua gak papa,cuman tadi dijalan banyak debu...itu juga penyebab gua bersin".


para siswa dan siswi kini mengangguk-angguk kepala pelan sebelum mengalihkan perhatian mereka kembali pada pekerjaan sebelumnya.


" Heh,Hasby...betul juga sih pertanyaan siswa tadi,lo sakit ya?..." tanya Ardi.


" Udah gua bilang, gua gak papa..." ucapnya, kali ini Hasby menjawab sambil menurunkan sapu tangan yang ada diwajahnya dan memperlihatkan hidungnya yang sedikit merah.


" Gak usah bohong, udah keliatan tuh hidung lo yang merah..." ucap Firdan.


" Iya,tapi gua gak sakit cuma kena flu doang..." jawab Hasby


" Kamu kenapa bisa kena flu?..." tanya Savira


" Kemaren keujanan waktu pulang kerja..." ucap Hasby yang sesekali batuk.


" Belom....."


" kenapa?..." kali ini Firdan,Ardi dan Savira bertanya secara bersamaan, terlihat sangat jelas bahwa mereka saat ini sedang penasaran.


" Kalian pada kepo ya...udah gua bilang gua gak papa, cuka flu doang kok,kalian gak perlu khawatir ok?..." ucap Hasby


" Lah...emang siapa yang khawatir sama kamu?" tanya Savira


" Ya...mungkin aja kamu..."


" Aku sama sekali gak khawatir tau, geer banget sih " ucap Savira sambil membalikan badannya ke depan.


"....kali aja kamu khawatir" ucap Hasby tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Loh...bukannya lo yang paling khawatir kalau saat-saat Hasby kepalanya bakalan sakit berat karna penya__...". Ardi kini tidak menyelesaikan kata katanya karena mulutnya dibungkam oleh Hasby.


" Shut...lo ngomongnya jangan keras-keras dong..." ucap Hasby yang setengah berbisik.


" Hehehe...maaf,gua lupa kalau ini rahasia lo" ucap Ardi setelah Hasby membuka bungkaman nya.


" Lain kali lo jangan kayak gitu lagi" ucap Hasby dengan tatapan sinis.


" Iya...".


tidak lama Hasby dan Ardi menyelesaikan percakapannya,dosen yang mengajar kelas lagi ini datang ke dalam ruangan.


saat kelas berlangsung, Hasby dengan ketiga temannya mendengarkan sang dosen yang sedang menjelaskan dengan seksama. Di saat itu pula,Hasby merasa sangat terganggu dengan pernafasannya yang kurang lancar dan batuk yang sering keluar dari tenggorikannya, bukan hanya hal itu,lama kelamaan Hasby juga mulai sedikit demi sedikit mulai merasa kepalanya sakit di campur dengan rasa pusing, sehingga memaksanya untuk memijat kepala agar lebih baik.


hal ini memang biasa ia alami dari kecil bahkan sampai sekarang, tapi kebiasaan sakit kepalanya ini adalah hal yang paling Hasby tidak sukai karena sering kali menyiksanya.


saat sensasi ini muncul, pandangan Hasby seringkali menjadi kabur dan keringat akan mengucur di seluruh tubuhnya, dan benar saja,tidak lama Hasby merasakan sensasi tersebut,kini tubuhnya sudah banyak di penuhi oleh keringat. Setelah 3 jam kelas berlangsung,sang dosen mengakhiri pelajaranya dengan ucapan selamat siang,sang dosen pun keluar diikuti oleh para maha siswa yang berhamburan keluar.


tidak seperti orang lain yang bersemangat saat itu,beda hal nya dengan Hasby yang kini menenggelamkan wajahnya kedalam kedua lengan pada meja. sensasi yang ia rasakan saat ini adalah kepalanya yang makin lama makin sakit.


Ardi,Firdan dan Savira yang melihat hal itu memilih menunggu semua siswa keluar sebelum bertanya pada dirinya.


" Hasby... kenapa?" ucap Firdan yang memegang pundak Hasby.


karena mendapat pertanyaan dari Firdan,Hasby mengangkat wajahnya sebelum menjawab. " Gua gak papa" ucapnya sambil menengok kearah Firdan.


saat Hasby menoleh kearahnya,Firdan sedikit terkejut karena menemukan perbedaan warna di wajah Hasby, beberapa jam yang ia masih mengingat bahwa wajah Hasby masih normal,namun sekarang ia melihat bahwa wajah Hasby kini memucat.


" Hasby...muka lo pucet banget..." ucap Firdan dengan nada khawatir

__ADS_1


__ADS_2