
Hasby saat ini meletakkan lilin yang sudah ia nyalakan tadi di tengah meja. walau hanya dengan lilin sebagai penerangan, tapi keadaan sekitar masih bisa ia lihat meski tidak terlalu jelas.
Setelah melakukan hal demikian, ia pun duduk kembali diikuti oleh Nafsah di samping nya. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Hasby serta yang lainnya, hanya keheningan yang mengisi ruangan saat ini. Hasby memang sedikit merasa ada yang janggal, tapi tidak memikirkannya lebih lama setelah itu.
5 menit menjadi 10 menit, dari 10 menit waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah sekitar 30 menit mereka terdiam, tidak ada obrolan baik gumaman, yang hanya ada suara rintik air hujan.
" Hasby... gua mau nanya sama lo" ucap Ardi yang baru berbicara setelah sekian lamanya diam.
" Mau nanya apaan?" ucap Hasby menanggapi
" Sebenarnya lo punya masalah apa sih akhir-akhir ini?" tanya nya.
Hasby tidak langsung menjawab pertanyaan Ardi, melainkan terdiam sejenak. Ia sebenarnya sudah memprediksi bahwa ketiga temannya akan menanyakan hal ini, namun perkiraan nya sedikit melesat, mengira bahwa Savira yang akan bertanya padanya, dan sekarang ini malah Ardi yang melontarkan pertanyaan.
" Em... alasan lo nanya kayak gitu emang kenapa? " tanya balik Hasby.
Ardi melirik ke arah Savira dan Firdan dengan mengisyaratkan sesuatu sebelum menjawab. " Gua Akhir-akhir ini ngerasa kalau lo itu agak murung, ditambah kali ini bukan lo aja yang kayak gitu, Nafsah juga akhir-akhir ini gak seceria dulu semenjak lo masuk rumah sakit, apa kalian punya masalah? kalau misal kalian punya, tolong cerita aja sama kita..." ucap Ardi.
" Gua... gua sama Nafsah gak ada masalah kok, iya gak Nafsah? " ucap Hasby pada Nafsah namun adiknya ini tidak menjawab dan malah menundukkan kepala. Perilaku Nafsah tadi membuat perkiraan Savira, Ardi serta Firdan menjadi kuat.
" Lo jangan boong Hasby, kalian gak bisa ngelak lagi, udah ketauan dari perilaku Nafsah tadi... " ucap Firdan.
" Bener kata Firdan, kenapa kamu gak cerita aja?... "ujar Savira.
Hasby menghela nafas panjang sebelum tersenyum tipis " Kayaknya gua gak bisa nyembunyiin dari kalian lagi....".
" Memang hal apa yang buat kalian jadi gini? " tanya Ardi kali ini.
" Jadi.... hal ini ada kaitannya sama penyakit gua, sebelumnya kalian tau kan penyakit gua ini masih stadium 2, tapi... waktu seminggu kemaren kak Rafa bilang, kalau penyakit gua itu... udah masuk stadium 3 " ucap Hasby menjelaskan.
Mendengar penjelasan Hasby tadi, Savira, Firdan serta Ardi kini terdiam setelahnya, awalnya mereka mengira Hasby menyembunyikan hal yang lain, tapi tidak di sangka oleh mereka bertiga bahwa masalah ini memang sulit di terima baik itu mereka sekalipun.
" Awalnya gua gak mau kasih tau kalian karna takut kalian ikut sedih, tapi...kejadian nya udah kayak gini, lagian cepat atau lambat kalian juga bakalan tau... ".
" Hasby, gua... gua minta maaf karena tadi maksa lo buat jawab, gua kira lo nyembunyiin hal lain, tapi.... maaf... " Ardi saat ini menunduk dengan rasa bersalah, ia tidak bermaksud untuk membuat Hasby teringat dengan hal yang membuat dirinya sedih, beberapa waktu sebelumnya ia dapat melihat bahwa Hasby bersikap biasa-biasa saja, tapi setelah menjawab pertanyaannya, terlihat jelas di raut wajahnya sekarang mengandung kesedihan.
" Huf.... hah.... lo gak usah ngerasa bersalah Di, ini memang udah takdir gua, ya....walaupun gua juga ngerasa berat buat nerima kenyataan, bahwa waktu gua gak bakalan lama lagi..." ucap Hasby sambil tersenyum walau senyumnya mengandung kesedihan.
__ADS_1
" Lo ngomong apa Hasby?!... ini belum akhir dari perjalanan lo, masa baru gini aja lo udah pasrah sih? " ucap Firdan.
" Bener kata Firdan... kamu seharusnya jangan putus asa kayak gini..." ucap Savira.
" Makasih buat suport dari kalian...tapi emang penyakit aku ini gak bakalan bisa____..."
" Kamu jangan ngomong kayak gitu!... " sebelum Hasby menyelesaikan ucapan nya, Nafsah sudah menyela terlebih dahulu sambil mencengkram erat pundak Hasby.
" Kakak tau kan alasan aku masuk bagian kedokteran ahli bedah di kampus?.... kamu masih inget kan sama ucapan aku yang nyuruh kakak buat tunggu 3 tahun lagi?, kakak masih inget kan?... " ucap Nafsah.
Hasby terdiam cukup lama selama beberapa detik sebelum menjawab" Aku masih inget... ".
" Jadi... aku mohon sama kakak, jangan ngomong kayak gitu lagi ya... aku tau kalau kamu ngerasa berat, aku tau kalau kamu sedih...tapi kamu gak sendirian kak, ada aku... ada aku sebagai adik kakak... jadi, Nafsah mohon sama kakak... jangan pernah bilang kalau hidup kamu gak lama lagi, kamu pasti bakalan sembuh, tunggu aku buat ikut serta dalam operasi kakak... aku juga gak sendiri, masih ada kak Rafa yang bakalan bantu... " ucap Nafsah.
" Bener kata Nafsah Hasby, lo jangan patah semangat, masih ada kita yang bakalan terus dukung lo... " ucap Ardi
" Iya Hasby, jadi kalau kamu ada masalah, jangan sungkan bilang ke kita... " ucap Savira.
" Kalau buat operasi lo, tenang aja, soal itu biar gua diskusi sama orang tua gua buat cari dokter handal dari luar negeri... " ujar Firdan.
Hasby merasa terharu dengan perkataan adik serta teman-temannya ini, di dalam keterpurukan hanya merekalah yang dapat membuat semangat hidup nya kembali bangkit, sudah banyak sekian kali Hasby merasa terpukul serta pasrah dengan keadaan nya saat ini, namun berkali-kali pula orang-orang yang berada di dekat nya saat ini selalu memberikan motivasi untuk ia bangkit.
" Makasih ya... kalian emang keluarga gua yang paling baik... "
" Sama-sama... " ucap Nafsah serta yang lainnya bersamaan.
" Ya udah... mending sekarang kakak solat dulu abis itu makan dan minum obat, terus kalian juga istirahat duluan aja... buat makan malam nanti biar aku yang masak ". ucap Nafsah.
Malam ini, setelah solat Magrib serta selesai makan, Hasby, Nafsah beserta ketiga temannya tidur dalam gelap, walaupun hujan masih mengguyur dengan deras, tapi itu tidak membuat kelimanya terganggu saat tidur, terutama untuk Hasby, ya... walaupun sesekali ia akan terjaga saat tengah malam, karena kepalanya yang masih sakit di sebabkan oleh luka, belum lagi penyakitnya yang akan kambuh seiring bertambahnya larut malam.
pagi keesokan harinya, Hasby dan yang lain berangkat ke kampus bersama menggunakan mobil milik Ardi. Awalnya Nafsah menyuruh Hasby untuk absen beberapa hari ke depan untuk pemulihan, tapi Hasby tetap mendesak agar ia ikut masuk kelas, diam di rumah dan hanya berbaring sangat membosankan baginya, pengalaman ia di rumah sakit seminggu terakhir membuat tubuh Hasby ingin bergerak bebas, dan akhirnya Nafsah hanya bisa menghela nafas saja menuruti permintaan kakaknya.
Sesampai di kampus, para siswa di sana heboh dengan kedatangan Hasby yang sudah lama tidak muncul, tidak sedikit orang yang berkerumun ketika Hasby pertama kali keluar dari mobil.
Nafsah serta ketiga temannya juga mengalami kesulitan yang sama dengan Hasby, karena mereka harus melindunginya dari kerumunan, dilihat dari kondisinya yang belum stabil, bukan tidak mungkin Hasby akan pingsan jika terlalu tertekan oleh banyaknya orang.
terlepas dari kehebohan saat Hasby masuk kembali setelah lebih dari seminggu absen, para siswa kini di hebohkan kembali dengan kedatangan anak baru dari keluarga konglomerat, anak pindahan ini berjenis kelamin perempuan, banyak orang yang melihat secara langsung paras wanita itu terkagum-kagum, wajah cantik bagaikan model, serta penampilan yang serba mewah.
__ADS_1
walaupun siswa disini adalah kalangan anak bangsawan, tapi melihat dari pakaian siswi pindahan ini, sudah jelas bahwa kekayaannya melebihi mereka yang ada di sana. Kabar ini sudah sampai ke telinganya Hasby, awalnya ia tidak mempedulikan hal itu, tapi setelah mendengar satu informasi dari teman sekelas nya, ia dikejutkan oleh informasi tersebut.
anak baru yang pindah ke kampus Hasby, ternyata adalah anak dari keluarga konglomerat bermarga Lits, setahu dirinya, di negara ini hanya ada satu keluarga yang memiliki marga tersebut, yaitu keluarga yang dimana Hasby bekerja sebagai supir di kediamannya, siapa lagi kalau bukan Vanesa jika itu anak dari tuanya, karena Jordan dan Zihan hanya memilki satu anak saja.
Terlepas dari hal itu, sepulang dari kampus, Hasby dan Nafsah diantar pulang oleh temannya. awalnya sih Savira, Ardi dan Firdan akan mampir sebentar, tapi mereka berniat pulang sejenak dan kembali nanti sore untuk menginap kembali.
Hari-hari berikut nya, Hasby masih mendapat cuti dari Jordan dan Zihan. Savira, Ardi serta Firdan pun juga masih sering menginap di rumah nya, walau kondisi Hasby saat ini sudah membaik, namun sering kali penyakit nya itu menyerang di waktu yang kurang tepat.
seperti hal nya dua hari yang lalu, ketika pelajaran sedang berlangsung, secara tiba-tiba kepala Hasby merasakan rasa sakit yang menusuk, awalnya ia bisa sedikit menahan, tapi lama kelamaan rasa sakit itu meningkat sehingga memaksa Hasby untuk membuat alasan pergi ke toilet agar ia dapat meminum obat pereda sakit. Ia tidak sendiri saat itu, melainkan ditemani oleh Firdan. Keberadaan Firdan kala itu dapat banyak membantu Hasby, dari mulai menghindar saat para siswa menatap, sampai menunggu Hasby agar tidak terjadi apa-apa padanya, sebab saat mereka baru sampai di toilet, keseimbangan Hasby goyah dan hampir jatuh ke lantai, untung saja dengan sigap Firdan menahan nya.
Hasby dan Vanesa sekarang ini memang belajar di kampus yang sama, namun keduanya belum bertemu sekalipun satu sama lain walau sudah seminggu dari hari dimana Vanesa pindah ke kampus.
Vanesa juga tidak menyadari, bahwa di tempat ia belajar saat ini, terdapat orang yanh dulu sangat ia cintai, siapa lagi kalau bukan si Syam hidung belanh, saat ini dirinya berada di kelas, ia nampak sedang mengobrol dengan teman nya.
" Heh Syam...kata lo si anak baru itu mantan lo ya? emang beneran?... " tanya pria yang ada di samping nya.
" Ya iya lah... dulu dia itu cinta mari sama gua rau gak... " ucap Syam dengan bangga.
" Ah, yang bener lu Syam?... kok gua gak tau sih? ".
" Ngapain gua boong Kevin, kalau lo gak percaya, nanti gua buktiin pas pulang... " ucap Syam pada teman nya yang diketahui namanya sebagai Kevin.
" Lah... sejak kapan lo nunggu kelas kelar, biasanya juga langsung bolos gak pake izin lagi... ". ucapan Kevin.
" Yang namanya bolos gak harus bilang woi!!! ... lu PA ya?! ..."
" Iya juga sih, tapi... lo yakin si anak baru masih cinta sama lo? bukannya lu sama dia udah putus lama?" tanya Kevin.
" Percaya aja sama gua..." ucap Syam dengan senyum mesum di wajahnya.
__________________________________
...kalau kalian suka sama cerita ini, jangan lupa dukung author ya, dengan cara like, comen, rate dan kalau berkenan Vote, karena dukungan kalian sangat berarti bagi author....
...dan untuk sebelumnya, saya mohon maaf ya karena up nya bisa di bilang lamaaaaaa banget, terus saya juga minta maaf karena chapter ini dan chapter sebelumnya masih banyak kesalahan dalam penulisan kata, mohon kalian maklum ya, soalnya saya masih pemula....
...sedikit info, chapter yang kali ini liris bukan Al yang nulis ya, sebenarnya Setia yang nulis, dari dua hari yang lalu Al sakit, jadi terpaksa saya deh yang nulis, biasanya kan Setia yang ngatur alur cerita, Al yang nulisnya, tapi karena Al nya sakit, setia harus kerja doble deh, buat alur cerita sama nulis....
__ADS_1
...sampai di sini dulu, jumpa lagi di chapter selanjutnya........
...bye......