Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
60# Mimpi ini lagi


__ADS_3

" Hasby?!, lo kenapa?... Hasby...".


Vanesa saat ini sedang menggoyangkan tubuh Hasby yang terbaring di pangkuannya, beberapa detik sebelumnya, saat pemuda ini hanya terus menunduk sampai pada akhirnya berbicara tanpa menyelesaikan kata-kata, tiba-tiba saja tubuh Hasby ambruk sambil terus memegang kepalanya.


panik melihat hal ini, Vanesa terus berusaha untuk menyadarkan Hasby yang diduga sedang tidak sadarkan diri.


(~ Tidak sadarkan diri itu bukan berarti selalu pingsan aja ya, ada kalanya kata tidak sadarkan diri bisa dipakai buat kesurupan atau hal nya Hasby ini, dia emang gak pingsan, tapi kesadarannya udah ilang, kalian pasti paham kan?... ~)


karena tak kunjung sadar, Vanesa berniat untuk memanggil ayah dan ibunya, namun ketika ia pikirkan lagi... sedikit tidak pantas untuk membangunkan mereka di tengah malam seperti ini.


mengecek suhu tubuh Hasby dengan termometer ketika sudah membaringkannya dengan benar, Vanesa terkejut karena mendapati bahwa suhu tubuh pemuda ini sangat tinggi, hampir mendekati 40° celcius.


" Ya ampun... badannya panas banget, Hasby... lo kenapa jadi kayak gini? ". ucap Vanesa melihat Hasby dengan sendu hendak menangis.


seusai mengecek suhu tubuh Hasby, Vanesa pergi untuk mengambil semangkuk air dan sehelai kain, tentu saja alat-alat ini untuk mengkompres kening Hasby. Sambil menatapnya yang masih belum sadar, tidak terasa air mata Vanesa keluar dari sudut matanya, sedih ketika melihat Hasby sedang sakit, Vanesa sebelumnya tidak pernah merasa seperti ini.


perasaan karena takut kehilangan, rasa ini entah kenapa terasa familier bagi Vanesa, sehingga terlihat sekelebat ingatan yang muncul dipikirannya, tidak terlalu ingat kejadian yang ada dipikirannya saat ini, yang ia lihat hanyalah seorang anak kecil yang tidur dipangkuannya.


waktu pun terus berjalan, hari semakin malam sampai pada waktu saat ini, jam dinding sudah menunjukan pukul 00:00 malam.


mengantuk ketika menjaga dan terus mengganti kain kompresan Hasby, mata Vanesa sedikit demi sedikit mulai menutup, karena tak kuasa menahan rasa kantuk, Vanesa akhirnya tertidur dengan posisi duduk sambil menenggelamkan wajahnya di kasur yang Hasby tempati.


***


" Tolong... aku... ".


terlihat di sebuah ruangan yang terkunci, ada seorang anak laki-laki terjebak di sana, dalam keadaan duduk bersandar di pintu, tubuhnya saat itu sangat lemah dan nampak wajahnya yang semakin pucat.


beberapa jam sebelumnya, anak ini sedang belajar di ruangan yang diketahui ruangan ini adalah kelas tempat ia belajar, sambil menunggu semua orang keluar, anak ini menunggu keadaan dengan menenggelamkan wajahnya pada tangan di atas meja, alhasil dia ketiduran sampai ruangan ini dikunci oleh petugas sekolah, sebut saja anak ini dengan inisial Fd.


kepala yang rasanya seakan ditusuk-tusuk oleh jarum, dengan keringat yang membasahi seluruh badannya, Fd merasa bahwa ia sudah mencapai batasnya.


di saat ia sudah mulai pasrah dan menjatuhkan diri untuk berbaring, secara samar pula ia dapat mendengar suara langkah kaki seseorang, di dengar dari suara langkah kaki tersebut, sepertinya ada sekitar dua orang yang berjalan hendak melewati ruangan ini.


mendengar suara langkah kaki keduanya tampak berbeda, Fd merasa kalau dua orang ini ada satu anak kecil seumurannya dan yang satu lagi orang dewasa.


dengan sigap walaupun dengan keadaan lemas, Fd beranjak duduk dan mulai menggedor-gedor pintu agak keras.


°°°


Di saat yang bersamaan, dua orang yang berasal di luar ruangan terdiam ketika mendengar suara gedoran pintu.

__ADS_1


" Om... itu suara apa? " tanya seorang anak perempuan berinisial Kr kepada pengawalnya.


" Saya gak tau non Kr... kalau gak salah asal suaranya dari sana deh... ". ucap si pengawal menunjuk ke arah salah satu pintu.


" bukannya aku udah bilang, jangan panggil aku Kr om... panggil aku Vn ".


" Tapi...nyonya kan suruh saya manggil nona kayak gitu".


" Ya udah... terserah om aja deh, tapi... om bisa tolong bukain pintu itu gak, dari tadi ada suara gedor pintu mulu... aku... aku agak takut ". ucap Kr.


" Hm... pintunya udah di kunci non... ".


" Yaudah deh... kita ambil boneka aku yang ketinggalan dulu aja ".


Kr dan pengawalnya mulai melanjutkan tujuan mereka kembali, datang kemari untuk mengambil bonekanya yang tertinggal, mereka berdua harus putar balik ketika di tengah jalan menuju pulang untuk kembali ke sekolah.


saat ingin melangkahkan kaki, suara gedoran pintu itu semakin keras dan menjadi sering, sehingga membuat pengawal Kr menjadi penasaran.


" Non... saya jadi penasaran kenapa ruangan ini bunyi terus, kalau boleh saya lakuin... nona gak papa kan kalau saya tinggal bentar?, saya bakalan cepet kok, cuma mau ambil kunci ruangan ini doang ".


" Hm... boleh si, tapi om jangan lama-lama ya, aku takut ".


" Iya... yang penting nona jangan kemana-mana, saya bakalan balik lagi ke sini ".


suara yang awalnya menghilang sejenak muncul kembali, kali ini tidak sekeras sebelumnya, karena jika menunggu pengawal agak lama, Kr berniat memeriksa lebih dulu dan melihat lewat jendela.


awalnya ia tidak melihat apa-apa di ruangan itu, namun setelah melirik ke arah suara gedoran pintu, dirinya terkejut karena mendapati seorang anak laki-laki yang lebih tua darinya terbaring di sana.


" Hah?!, kakak itu kasian banget... aduh... mana om belum kesini lagi... aku harus gimana ini? ".


dengan keadaan tubuh lemas yang berusaha untuk duduk, Kr melihat bahwa anak laki-laki ini mungkin sudah cukup lama terkunci di sini.


" Aku harus nolongin kakak itu, kata ibu kalau orang lain lagi kesusahan kita harus bantu... ".


memikirkan cara agar dia bisa masuk ke dalam, Kr melihat jendela yang ada disampingnya terbuka tidak terkunci, sehingga terlintas ide yang lewat di pikirannya.


Kr kemudian menggeser kursi yang sebelumnya ia naiki sedikit ke arah kiri, dengan kursi ini, ia dapat sejajar dengan jendela dan masuk kesana tanpa kesulitan, terlebih lagi tubuh mungilnya ini memudahkan dirinya untuk masuk ke celah kaca yang bisa dibilang kecil.


ketika ia sudah masuk ke dalam, dengan cepat Kr berlari menuju anak laki-laki tadi, yang kita ketahui sebagai Fd.


" Hei kak... kakak kenapa tiduran? bangun kak... " ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Fd.

__ADS_1


karena kehabisan tenaga, Fd tidak dapat menjawab pertanyaan Kr. Di atas pangkuan gadis kecil ini, Fd perlahan mulai menutup matanya karena tak kuasa menahan rasa sakit yang ia alami sejak tadi.


" Kak... kamu gak boleh tidur!, tunggu om pengawal aku dateng dulu ya... kakak jangan tidur dulu ok? ".


walaupun Fd ingin menjawab pertanyaan Kr, tapi dirinya saat ini benar-benar tidak memiliki tenaga sedikit pun, sehingga hanya bisa sekuat tenaga agar bisa terus membuka matanya.


" Kakak... kamu jawab aku dong, jangan kayak gini.. aku takut tau... huhuhu... ".


Kr akhirnya menangis karena melihat Fd akan segera tertidur, terus menggoyang-goyang tubuh pria kecil ini sambil menangis, Kr pun memanggil-manggil pengawalnya dengan keras.


" Om!!!... om pengawal!!!... huhuhu... om, tolongin kakak ini om... huhuhu... ".


tidak lama setelah itu, si pengawal datang dengan cara berlari karena mendengar teriakan Kr yang sangat keras.


" Nona!...nona Kr ada dimana?! " ucapnya sendiri teriak.


" Om... aku disini, cepet tolongin kakak ini om...". ucapnya sambil terus menangis.


mendengar suara Kr dari ruangan terkunci tadi, pengawal Kr segera membuka pintu tersebut. Disana, ia melihat nonanya menangis di depan seorang anak laki-laki yang tergeletak di lantai.


" Nona, ini temen nona bukan? kenapa dia bisa ada disini? ".


" Kakak ini bukan temen aku, tapi om tolongin dia ya... kasian dia dari tadi megang kepalanya mulu... ".


" Ok non... ".


perasaan yang dirasakan oleh Fd saat ini seperti sedang di pangku oleh seseorang, dengan diiringi suara tangisan gadis kecil disampingnya, kesadaran Fd perlahan mulai hilang, sedikit menyesal karena dirinya tidak bisa melihat jelas wajah gadis yang menolongnya namun pada akhirnya kesadarannya pun hilang dan....


open eye...


Hasby membuka matanya dari mimpi yang ia alami tadi malam, sedikit teringat kembali ke masa kecilnya dulu, dalam mimpi tadi, anak kecil yang terkunci didalam adalah dirinya.


" Hah... kenapa gua mimpi kayak gini lagi? ".


sejak beberapa hari yang lalu, Hasby memang selalu memimpin hal ini terus, entah apa penyebabnya, namun mimpi ini mengingatkan ia kepada wanita yang menolongnya itu.


' Kapan gua bisa nemuin dia? ' Batin Hasby.


________________________


Jang lupa kasi dukungan buat Author...

__ADS_1


inget, Chapter sebelumnya diusahain di baca lagi ya gaess, takut alurnya lupa, nanti dianggap gak seri deh kelanjutannya karena ngaco...


ok, sampai di sini dulu gaess... jumpa di Chapter selanjutnya...


__ADS_2