
" Oh iya, kenalin... ini Dokter Robert, ahli banget sama yang namanya obat herbal, kalau yang ini dokter__..." .
" Dokter Lyn?! ".
sebelum Rafa menyelesaikan kata-katanya, Nafsah yang pada waktu itu menyela omongan sambil sedikit kaget karena melihat Lyn. Tidak di sangka-sangka oleh dirinya sendiri, orang yang bekerja dengan keluarga Lits kini ada berada di rumah sakit tujuan mereka secara kebetulan.
Hasby dan yang lain merasa heran dengan hal itu, sejak kapan Nafsah berkenalan dengan dokter hebat ini?, setahu mereka kan Nafsah tidak punya kenalan dokter yang mereka tidak ketahui.
" Kamu kenal dokter ini Naf? " tanya Hasby.
" Iya, dia ini dokter yang ngerawat kamu pas kambuh itu... ".
mendengar penjelasan Nafsah, semua orang mengangguk termasuk Rafa dan Haris, tapi tidak dengan Savira yang belum mengetahui kejadiannya, dia terlihat bingung, namun tak menanyakan hal itu.
" Seneng ketemu lagi sama nona Nafsah ".
" Ah, iya dokter... ".
" Jadi... gimana kondisi tuan sekarang? apa udah baikan? ". tanya Lyn pada Hasby.
" Alhamdulillah... seperti yang dokter liat, saya udah sehat dan lagi makasih juga udah nolong saya waktu itu, kalau gak ada dokter... mungkin saya gak bakalan ada di sini sekarang ".
" Sama-sama... ini kan sudah kewajiban saya tuan ".
" Hehe, iya... tapi panggil saya Hasby aja ".
Tidak butuh waktu lama untuk memperdekat hubungan, Hasby menilai bahwa Lyn ini orang yang ramah, tentu ia tidak lupa memperkenalkan pada Ardi, Firdan dan Savira, mereka semua terlihat akrab walau baru berkenalan.
sama seperti dokter Robert, beliau juga adalah orang yang hangat dan terbuka, jadi Hasby dan yang lain tidak terlalu kaku berjumpa dengan mereka berdua, secara kan kalau dengan Rafa dan Haris sudah dekat dari dulu.
" Oh iya... mungkin kita bisa mulai kemoterapi nya nanti abis magrib, sekarang udah tanggung, bentar lagi udah mau azan... " ucap Haris.
" Iya juga ya, lo gak keberatan kan Hasby? " tanya Rafa.
" Gk papa... gua kan pasien, jadi ikut perkataan dokter aja... ".
" Hm... ya udah, kalau gitu om bakalan ngobrol bentar sama Lyn dan dokter Robert... Hasby dan yang lain ikut Rafa pulang ke rumah aja, di sana kebetulan ada tante Ziara " ucap Haris.
" Loh?, om beli rumah baru? setahu Hasby rumah om ada di kota A deh... ". ucap Hasby.
" Itu rumahnya sepupu saya... kebetulan gak ada yang ngisi, dan saya kan kerja disini sekarang, ya udah... jadinya kita pindah sementara dulu aja ".
Hasby dan yang lain menanggap Haris dengan anggukan, dan tidak lama kemudian Rafa mengajak mereka untuk pergi kerumahnya. Seperti penjelasan Haris tadi, ketiga anggota keluarga nya itu cuma tinggal sementara di rumah tersebut, dan kebetulan mamanya Rafa sedang cuti.
tidak butuh waktu lama untuk Hasby dan yang lain sampai di rumah Rafa, mungkin sekitar 15 menit perjalanan, mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar.
sesampainya mereka di sana, keenamnya disambut oleh beberapa pembantu dan setelah masuk ke ruang utama, mereka disambut oleh Ziara yang telah mendapat kabar bahwa teman Rafa akan ke rumah.
" Hai semua... lama ya gak ketemu ". ucap Ziara.
" Hehe... iya ya Tan, Ardi rindu sama masakan tante lho " ucap Ardi.
__ADS_1
" Halah... pikiran kamu emang makan terus, tapi tante kebetulan udah masak, tapi sedikit karena gak tau kalau kalian mau kesini... Rafa juga bilangnya ngedadak si ".
" Yah... gak muat sama perut aku dong ".
" Muat kali Di, perut lu emangnya segede apa? " ucap Firdan.
" Gak papa... nanti tante masak lagi aja, terus Nafsah sama Savira bantu tante ya ".
" Ok tante " ucap Nafsah dan Savira bersamaan.
" Hm... udah lama gak ketemu kalian makin ganteng dan cantik aja ya, apalagi si imut ini ni... " Ucap Ziara melirik Hasby.
Hasby yang mendapat tatapan itu hanya bisa tersenyum dan bersiap akan hal yang akan terjadi kedepannya. Sesuai dugaan, tidak lama kemudian pipi kanan Hasby tertarik oleh tangan seorang wanita, dan wanita itu tidak lain adalah Ziara.
walaupun Ziara ramah dan menyenangkan, tapi kebiasaan yang membuat Hasby merasa terganggu adalah perlakuannya yang sering mencubit pipi ketika bertemu, bukan sekali dua kali dia melakukan hal itu, melainkan setiap kali bertatap muka, apalagi setelah sekian lama keduanya baru berjumpa.
" Ih... kamu makin imut aja ya Hasby, apalagi sekarang jenggot kamu di ilangin, makin ganteng aja ni anak ". ucap Ziara yang setelah itu melepas cubitannya.
" Hehe... tante bisa aja ".
karena mendapat cubitan, pipi Hasby sedikit memerah dan sakit, terlebih cubitan itu lebih terasa sakit ketika kuku Ziara mengenai kulitnya.
" Ya udah... kamu Rafa mandi dulu sana, mama liat badan kamu udah penuh sama keringet tuh ".
" Iya, aku kan udah gede... gak perlu di suruh juga kali ma ".
" Iya Rafa gede... tapi kebiasaan kamu masih kayak anak kecil " ucap Ziara yang saat itu mencubit pipi Rafa, dan Rafa sendiri hanya bisa terdiam seperti Hasby.
***
" Nah Hasby... om bakalan bilang dari awal ya, kemoterapi ini memang adalah cara yang lebih baik daripada operasi, tapi mungkin ada efek samping nya ". ujar Haris.
" Efek samping? ".
mendapat tanggapan dari Hasby, Haris kemudian menjelaskan bahwa efek samping nya ini akan muncul setelah kemoterapi selesai dilakukan. Cara kerja kemoterapi ini adalah dengan menyuntikkan cairan obat secara langsung ke letak tumor itu berada, fungsinya untuk memperlambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel tumor, dan tentu saja hal ini akan ada yang namanya efek samping.
gejala efek samping yang paling pertama muncul adalah rasa pusing yang hebat disertai mual dan makin lama kepala akan semakin sakit. Mungkin saat itu, aktivitas Hasby akan lumpuh selama sehari penuh.
" Jadi apa kamu udah siap? " tanya Haris.
" Insa Allah om ".
Selain Haris, Robert dan Lyn juga menambahkan bahwa setelah melakukan terapi ini, mereka akan memberikan obat herbal yang akan di minum minimal tiga kali dalam sehari, fungsinya untuk mengurangi jangka waktu kambuhnya penyakit Hasby.
" Oh iya, selama ini penyakit kamu sering kambuh gak? " tanya Robert.
" Sewaktu masih stadium 2, penyakit saya kambuh paling seminggu atau dua Minggu sekali, tapi awal-awal masuk stadium 3... mungkin sakit kepala saya bisa muncul kapan aja, terlebih rasa sakitnya itu bukan main... " ucap Hasby menjelaskan.
" Hm... mungkin ini bakalan rumit, tapi tenang aja, kami akan lakuin yang terbaik " .
" Makasih dokter ".
__ADS_1
tidak lama setelah itu, Rafa memberitahu Hasby bahwa kemoterapi akan segera di mulai, dan oleh sebab itu, dia pun menyuruhnya untuk masuk keruangan.
" Em... kita gak perlu masuk kan kak Rafa? " tanya Firdan.
" Ya enggak lah... emang lo mau terapi juga? ".
" Hi... ogah banget, di dalem pasti bau obat ".
" Halah... bilang aja lo takut jarum suntik kan? " ucap Hasby dengan wajah jahil.
" Bukannya takut, tapi ngeri aja... ".
" SAMA AJA, GANTENG!!! " ucap Hasby, Rafa dan Ardi secara bersamaan.
" Hoo... gua emang ganteng dari lahir ". ucap Firdan dengan sombongnya.
" Dah lah... denger ocehan Ardi kedua gak bakalan ada abis-abisnya " ucap Rafa.
" Apa lo bilang?! ". ucap Ardi dan Firdan bersamaan.
" Gak... ada sapi naek pohon ".
sementara Ardi dan Firdan masih mengoceh, Rafa tidak menghiraukan keduanya dan membawa Hasby masuk ke dalam ruangan, bersama dengan ketiga dokter senior, mereka pun menutup pintu tersebut sehingga Nafsah dan yang lain tidak bisa melihat bagaimana proses kemoterapi itu.
***
" Hah? Vanesa ditinggal sendiri di rumah? " ucap Jordan di depan bawahannya.
" Iya tuan, tadinya kita mau ngikutin tuan Hasby pergi kemana, tapi gak jadi karena saya belum bilang sore tadi ".
" Gak papa... mungkin dia punya urusan lain, saya juga gak seharusnya mantau segala aktivitas dia, tapi Vanesa baik-baik aja kan? ".
" Iya tuan... selama ini masih terkendali, dan... ada satu informasi yang mau saya omongin ".
" Apa itu? " .
bawahan Jordan kemudian menjelaskan tentang kelompok orang yang akhir-akhir ini tidak lagi memata-matai Vanesa, mungkin sudah beberapa Minggu berlalu, dan juga tidak ada pergerakan lain, sementara untuk kelompok satunya lagi, mereka mungkin tidak berniat jahat, namun selalu mengikuti pergerakan Hasby di mana pun dan kapan pun.
Jordan saat ini berpikir setelah mendengar penjelasan bawahannya, ia jadi penasaran dengan identitas Hasby, orang seperti apa dibelakangnya yang bisa mem pergerakan organisasi elit semacam itu, terlebih cara kerja mereka rapi dan teliti sesuai dengan yang bawahan nya katakan.
" Hm... mungkin saat ini saya minta kamu terus awasin Vanesa aja, kalau Hasby biarin kelompok yang satunya lagi, setidaknya kalau mereka buat jahat sama Hasby... beresin aja semua ".
" Baik tuan, saya mohon undur diri "
setelah bawahan Jordan keluar, di ruangan ini tinggal dia seorang lah yang tersisa, sambil memikirkan percakapan tadi, Jordan merasa identitas Hasby bukalah hanya seorang yatim piatu.
' Kalau di inget-inget... Hasby punya nama dengan kata ' Nur ' deh, apa ini ada kaitannya sama Risyad? '.
________________________________
jumpa di chapter selanjutnya...
__ADS_1