Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
57# Gas terus...


__ADS_3

" Udah puas liatinnya non?". ucap Hasby tanpa mengalihkan pandangannya ketika mengganti baju.


tersadar dengan ucapan Hasby, Vanesa mengalihkan tatapan matanya ke arah yang lain, sedikit malu karena ketahuan sedang mengintip, wajah Vanesa memerah sambil menyangkal pertanyaan Hasby.


" Engga... gua gak sengaja liat kok, lo jangan geer... ". ucapnya ketus.


" Hm? emang saya geer kenapa?".


" Kali aja lu kira gua terpesona liat tubuh lo... ".


" Haha... itu nona yang bilang ya, saya si ikutin omongannya aja... ".


" Apa lo bilang?! ".


Karena kesal, Vanesa langsung berbalik menghadap Hasby sampai lupa bahwa pemuda itu sedang telanjang dada, kejadian ini begitu tiba-tiba, sehingga Hasby juga tidak menyadarinya dan hanya mematung melihat Vanesa memandang dirinya.


langsung menutup muka setelah itu, Vanesa menjerit meminta Hasby untuk segera memakai pakaiannya. "Kyaaaa....Hasby! lo kenapa masih belom pake baju?!, cepet buruan pake! ".


" Itu... nona balik kanan dulu dong ".


" Balik kanan?, Emangnya PBB?!... "


" Tapi kalau gak balik badan percuma dong nona tutup muka... ".


" Oh iya... ". segera mengikuti ucapan Hasby, Vanesa kini berbalik untuk kedua kalinya.


" Padahal cuma pake baju doang, kenapa lama amat si? ".


" Bahu saya sakit, jadi agak susah... ".


" Ya udah cepetan... nanti kemaleman... ".


" Iya... ".


Setelah Hasby memakai pakaiannya, Mereka pun bersiap untuk pulang, tapi... ada lagi satu kendala yang menghalangi mereka untuk pulang.


" Tunggu, tunggu, tunggu... bukannya bensin lo abis ya? ". ucap Vanesa.


Hasby terdiam sejenak sebelum mengusap kasar wajahnya, bagaimana ia bisa lupa dengan hal ini?. "Haduh... kenapa hari ini gua sial banget si?... mau makan kue malah suruh kerja, motor abis bensin terus ketabrak, udah diobatin lukanya, pas mau pulang, eh... lupa kalau bensinnya abis... haduh... apes, apes... ".


" Lo si pake lupa isi bensin... ".


" Lah? ko nyalahin saya si?, kan Nona sendiri yang suruh saya cepet-cepet dateng... ".


" Jadi lo nyalahin gua?!".


" Udahlah... gimana lagi kalau gini kejadiannya.. ".


Hasby menghela nafas kasar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kepalanya menjadi sedikit pusing ketika mengingat kejadian-kejadian yang ia lalui tadi sore. Ingin memeriksa apakah mungkin masih ada sedikit bahan bakar, Hasby pun membuka tangki motornya.


' Loh?!, ini... ini gua gak salah liat kan? '. Batin Hasby.


Vanesa yang melihat perubahan wajah Hasby sedikit heran, beberapa detik yang lalu ia melihat raut wajah pemuda dihadapannya sedikit buruk, namun beberapa detik setelahnya ia dapat melihat bahwa ekspresi Hasby saat ini seperti sedang terkejut.


" Heh, lo kenapa kayak yang kaget gitu? ". ucap Vanesa yang ikut melihat isi tangki motor.


" ! ".


memang sedikit terkejut ketika Vanesa memandang apa yang sedang Hasby lihat saat ini, penyebab keterkejutan Pemuda ini dikarenakan melihat isi dari tangki motornya tidak kosong, melainkan terisi penuh.


" Bukannya lo bilang gak ada bensin? ini buktinya full tank kan? ".


" Tapi... pas saya periksa sore tadi emang gak ada non ".

__ADS_1


" Terus ini apa? gua gak buta Hasby... ".


" Em... apa mungkin polisi yang isi ya? ".


" Au ah, yang penting sekarang kita harus cepet balik ke rumah,terus... karena lo nyelamatin gua tadi, gak papa gaji lo bulan ini gua tambahin... ".


" Hah? beneran non? ".


" Iya, udah cepetan mangkanya... ".


" Asiap... ".


KRING...


ditengah mereka akan naik motor, ponsel Hasby berbunyi menandakan ada pesan masuk, hal ini membuat Vanesa sedikit jengkel karena terus saja ada halangan ketika dirinya hendak pulang.


" Itu ada apaan lagi si?, bisa gak nunggu gua sampe dirumah dulu?... ".


" Maaf non, takutnya penting... jadi tunggu sebentar ya ".


dengan cepat, Hasby membuka pesan yang ia terima, tertulis disana, ternyata pesan ini dikirim oleh Rendi.


( Hasby... maaf gua baru ngasi tau, tadi pas kita mau balik, gua sama Kamil isiin bensin ke motor lu... bukan mau lo tau kita yang ngisi, terus minta bayaran... engga kok, kita ikhlas... tapi takut lo kaget terus nyari-nyari orang yang ngisi lagi ). [ tulisan dalama ponsel ].


' Oh... ternyata Rendi ama kamil, Hah... mereka baik banget, baru kenal aja udah saling tolong, apalagi kalau udah deket... '. Batin Hasby.


" Lo kenapa senyam-senyum sendiri?, kesambet ya? ".


" Bisa gak nona mikir tentang saya yang baik-baik?, perasaan dari tadi maki mulu ".


" Ya abisnya lo senyum sendiri, udah kayak orang gila tau gak? ".


" Ya udah iya... ayo kita pulang ".


" Bentar, bentar, bentar... ".


" Lo kan lagi luka? emang bisa bawa motor? ".


Baru teringat kembali dengan luka di bahunya, saat dalam kondisi begini mungkin saja Hasby akan kesulitan ketika berkendara, sedikit ragu untuk mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, namun Hasby meyakinkan diri bahwa ia bisa melakukan hal ini.


" Em... gak papa lah non, saya masih bisa kok ".


" Udah... mending gua yang bawa, lo tinggal duduk di belakang aja... ok? ".


" Hah?, emang nona bisa bawa motor? ".


" Haha... lu gak tau sih, gua ini uda pro dong ".


" Masa?... saya gak percaya tuh ".


" Yeah... malah ngerendahin gua lagi, sini gua buktiin gimana caranya bawa motor yang bener... nih bawa! ".


Vanesa menyerahkan barang yang ia bawa sebelumnya pada Hasby. Sedikit tiba-tiba saat memberikan, barang-barang ini hampir terjatuh ketika hendak mendarat di tangan Hasby.


" Aduh... pelan-pelan dong ngasinya ".


Setelah itu, Vanesa pun menaiki motor dan menyuruh Hasby untuk duduk dibelakang, jika dilihat-lihat lagi... pose Vanesa saat ini cukup keren jika dipandang.


' Hm... ni cewek keren juga ya ' Batin Hasby menatap Vanesa.


" Heh, lo kenapa si jadi sering bengong gini?...ayo cepetan naek ".


" Oh, iya, iya, iya... ". Membenarkan cara ia membawa barang belanjaan, Hasby pun menaiki motor, tepat di belakang Vanesa.

__ADS_1


" Udah siap?". Ucap Vanesa.


" Hah? emang harus siap kenap__.... AAARHH!!!".


Tidak menunggu Hasby selesai bicara, Vanesa segera menarik pegangan gas dan melaju dengan kecepatan tinggi, akibatnya Hasby pun berteriak karena kaget sekaligus takut jatuh.


" Vanesa!!!...lo gak harus bawa ngebut gini dong!!!, gua mau jatoh!!!. ". Ucap Hasby sambil berteriak.


" Hahaha.... lu gak tau rasanya Hasby, ini... ini seru banget hahaha.... ".


" Tapi nunggu gua siap-siap dulu!!!...ini beneran mau jatoh... nona!!!, non... NONA JANGAN NGEBUT !!!".


" Ah, berisik banget sih lo ".


" Tapi non__.... ".


" Jangan panggil gua nona lagi!, gua gedek sama panggilan itu lama-lama....panggil gua Vanesa ".


" Apa?! ". karena tekanan udara yang cukup tinggi, Hasby kurang mendengar jelas apa perkataan Vanesa.


" Panggil gua Vanesa budek!!!".


" Oh, ok... tapi tolong jangan ngebut ". ucap Hasby dengan suara keras karena takut Vanesa tidak mendengarnya.


"Udah... lo tinggal nikmatin aja, gua udah lama gak maen kayak gini...".


Tidak bisa melawan lagi, Hasby hanya bisa menikmati hal ini dengan terpaksa, sambil melaju dengan kecepatan tinggi, dalam keadaan tegang dan deg deg an, Hasby dapat melihat bahwa Vanesa sangat menikmati aksinya, terakhir kali ia bisa melihat senyum diwajah Vanesa ketika dirinya sedang rawat inap di rumah sakit dulu.


sedikit info untuk kalian, waktu Vanesa masih di Indonesia beberapa tahun lalu, dirinya punya kebiasaan bergabung dengan geng moge ( motor gede ), jadi gak heran kalau Vanesa bawa motornya ngebut.


tidak butuh waktu lama dengan kecepatan motor yang Vanesa kendarai untuk sampai dirumah, sekitar 25 menit kemudian, keduanya sampai di depan gerbang kediaman keluarga Lits.


pada saat itu, kondisi Hasby sedikit dibilang kacau, rambut yang acak-acakan, muka yang sedikit pucat, dan terlihat jelas bahwa pemuda ini telah mabuk perjalanan.


" Heh Hasby... cepetan lo turun, ini udah sampe rumah woi ".


" Aduh Vanesa... aku masih pusing abis dibawa ngebut ". ucap Hasby yang masih duduk dibelakang Vanesa, karena sudah tidak bisa menahan lagi, Hasby pun mengeluarkan isi perutnya tepat setelah ia berbicara tadi.


" KYAAA...Hasby, lo ngapain muntah di sini?!, nanti kena baju gua... Ha...ibu... gua gak rido baju gua kena kayak ginian... ".


" Uhuk... haduh, lega rasanya... ".


" Ih... Hasby... lo muntah kenapa di belakang gua si?, baju gua kan jadi kotor... huhu... ". ucap Vanesa merengek hampir menangis.


" Eh... kamu ngapain nangis, aku ngeluarinnya gak kena baju kamu kok, buangnya juga ke pinggir, tuh liat... ".


" Ngapain juga gua liat kayak gituan?! jijik tau ".


" Terus ngapain kamu nangis?, baju kamu kan bersih...".


" Eh?, emang gak kena ya?".


" Liat aja sendiri... ".


Vanesa kini memeriksa pakaiannya dilihat dengan seksama lagi ternyata tidak ada noda sedikitpun yang menempel.


" Tuh kan gak ada... ngapain nangis coba?".


" Gua kan gak tau... lagian lo gak bilang-bilang dulu si".


" Iya, iya... aku salah, wanita selalu bener".


_______________________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, biar aku semakin rajin up nya... untuk sementara waktu ini, rencana aku si bakalan up 3 hari sekali.... tapi... kalau kalian kasih dukungan lebih buat aku, diusahain bakalan dua hari sekali deh...


jumpa di Chapter selanjutnya... bye


__ADS_2