Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
82# Tak disangka


__ADS_3

" Hallo?..."


" Hallo Ayah, ini Hasby " ucap Hasby di sebrang telepon.


" Oh, ada hal apa Has?, tumben nelpon pagi-pagi... ".


pagi ini, Hasby menelpon Jordan karena hendak mengabarkan bahwa ia tidak bisa bekerja di hari pertama hari ini, disebabkan oleh tubuhnya yang masih lemah, Hasby bahkan belum bisa berdiri dengan benar, apalagi kalau melakukan kegiatan fisik.


" Em... ini yah... untuk hari pertama kerja di kantor... boleh gak kalau saya undur dulu?, soalnya Hasby punya tugas dari om Bayu ". ucap Hasby


" ...Gak papa, itu sih terserah kamu aja... mau Minggu depan juga boleh ".


" Em... gak bakalan lama sih, besok juga Hasby masuk kerja ".


" Hm? emang bisa beres sehari?, apa gak kecepetan? ". tanya Jordan


" Enggak kok... kebetulan tinggal dikit lagi, dan mungkin itu aja yang Hasby mau bilang... ".


" Lain kali kalau kamu punya masalah sama tugasnya bilang aja, mungkin saya bisa bantu "


" Makasih banyak, Yah... tapi ini bisa dilakuin sama Hasby sendiri kok, dan mungkin saya cuma mau ngomong itu aja, jadi pamit mau nutup telponnya... ayah pasti keganggu karena lagi sibuk "


" Itu mungkin perkiraan kamu, tapi hari ini kan saya lagi santai ".


" Oh iya... hari Senin ya? ".


" Iya, dan nyatanya malah kamu yang sibuk kan? ". tanya Jordan dan dijawab cengengesan canggung oleh Hasby.


" Ya udah, saya izin tutup dulu telponnya ya, Assalamualaikum... ". ucap Hasby mengucapkan salam.


" Waalaikumussalam... "


Beberapa detik setelah Jordan menutup telepon, pintu kamar yang awalnya tertutup kini terbuka diiringi oleh seorang wanita yang masuk, dan wanita itu siapa lagi kalau bukan Zihan?.


sekilas mendengar percakapan Jordan, Zihan bertanya setelah ia duduk di samping suaminya. " Tadi yang nelpon siapa? ".


" Si Hasby, katanya dia mau undur hari pertama kerja, ada kerjaan dari Bayu, jadi anak itu harus masuk besok " ucap Jordan menjelaskan.


" Oh... Emangnya dia punya tugas apaan? ".


" Gau tau juga, soalnya ayah gak nanya ".


" Yah... kok gak nanya sih... ".


" Ya masa harus diinterogasi? dia kan punya kehidupannya sendiri, lagian Hasby masih belum jadi menantu kita... ". ucap Jordan.


Zihan yang mendengar hal itu hanya menatap Jordan dan kemudian menopang dagu, teringin sangat bahwa impiannya kali ini adalah membuat Hasby menjadi menantunya. Tidak seperti laki-laki pada umumnya, Zihan menilai bahwa pemuda itu sedikit istimewa dari yang lain, entah ia menilai secara fisik maupun kepribadian, Zihan merasa senang jika Vanesa dapat disandingkan dengannya.

__ADS_1


Beberapa menit terdiam sementara Jordan juga tidak membuka topik pembicaraan, melainkan membaca koran, Zihan baru teringat tentang info bahwa Hasby, Vanesa berserta teman-temannya pernah pergi ke KUA beberapa hari yang lalu.


" Ayah... bukannya kata bawahan kamu Hasby sama Vanesa pernah singgah ke KUA? kira-kira mereka mau ngapain? " Tanya Zihan.


" Em... kalau di pikir-pikir lagi... harusnya mereka pasti bakalan nikah kalau pergi ke sana, tapi... ". ucap Jordan menghentikan pembicaraan.


" Tapi kenapa? ".


" Tapi setelah diselidikin, mata-mata kita nanya sama salah satu staf di sana, tapi bilangnya mereka cuma tanya-tanya doang ".


" Tanya doang gimana maksudnya? ".


" Ya gak tau... ".


" Hah... kenapa mereka gak nikah beneran aja, kan udah tinggal serumah... bisa bahaya kan kalau kebablasan ". ucap Zihan.


" Gak bakalan, ayah percaya kok sama Hasby... lagian kan dia punya adik cewek "


" Hm... iya juga ya ".


***


" Eh? hp gua mana ya? ".


saat ini, pukul 07.00, Vanesa sudah bersiap untuk pergi ke kampus, dengan berbekal makanan yang di pesan di online shop, dirinya saat ini hanya perlu ponsel dan kunci motor saja.


" Hm... apa gua taro aja ke kamarnya ya?".


sesaat setelah memikirkan hal itu, Vanesa pun pergi ke kamar Hasby, sedikit kurang nyaman ketika berada di sana, ia merasa diri sendiri seperti orang cabul masuk ke kamar pria, tapi mau bagaimana lagi?.


meletakan Bros itu di laci meja belajar Hasby, sesaat kemudian, tanpa disengaja Vanesa menemukan sebotol obat yang berisikan beberapa butir di sana. Bentuk pil itu ada dua macam jenis, satu nya adalah pil, dan satunya lagi sejenis kapsul.


ini adalah pertama kalinya Vanesa melihat Hasby menyimpan obat, berbeda dengan obat demam dan flu yang lain, benda yang berada di tangan Vanesa ini seperti obat khusus, tapi ia tidak memikirkan itu lebih lama dan mulai mencari kunci motor.


" Dia naro kuncinya dimana lagi? kan gua gak tau ".


agak lama mencari keberadaan kunci tersebut, sekarang waktu sudah menunjukan pukul 07:30, tapi Vanesa belum menemukan benda yang ia cari.


" Masa gua harus nelpon yang punya nya sih?".


karena tak kunjung dapat, Vanesa pun berniat menelpon Hasby, tapi setelah membuka ranselnya, wanita tersebut menepuk jidat dan menemukan sebuah kunci lain yang ternyata itu adalah kunci mobilnya.


" Ya ampun, Vanesa.... lo kenapa jadi bego gini sih? udah tau punya mobil, malah nyariin kunci motor... dasar emang ya ".


***


Siang, pukul 13:00

__ADS_1


saat itu, Nafsah dengan Zyan sedang berada diparkiran untuk menunggu Ardi dan yang lain, berniat memberitahu mereka bahwa dirinya akan pulang terlebih dahulu.


" Emang abang lo lagi tugas apaan si Naf? " tanya Zyan.


" Em... gak tau juga sih, yang pasti dia pergi ke luar kota ".


" Akhir-akhir ini gua sering denger kalau kak Hasby itu jarang masuknya, waktu itu karena sakit... sekarang banyak kerjaaan, untung aja pak kepsek masih baik hati ". Ucap Zyan.


mendengar ucapan sahabatnya ini, Nafsah hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, bingung mau menjelaskan nya, ia memilih untuk diam saja karena takut salah bicara.


" Nafsah... ".


" Paan? ".


" Ngomong-ngomong nih ya... lo kan deket tuh sama kak Firdan, dia... em... udah punya doi belum?". tanya nya.


cukup terkejut mendapat pertanyaan itu, Nafsah tidak menyangka bahwa Zyan akan bertanya tentang Firdan. Sudah lama sekali Nafsah berteman dengannya, berpenampilan serta sikapnya tomboi membuat Zyan jarang tertarik dengan pria manapun, meski banyak laki-laki yang mengejar, tapi tetap saja tidak pernah ada yang membuat ia tertarik.


tapi untuk perata kalinya, di hadapan dirinya sendiri, Zyan malah menanyakan seorang pria, malah si prianya itu kebetulan orang terdekatnya.


" Hayoh... benih-benih cinta mulai tumbuh " ucap Nafsah menggoda Zyan.


" Ih... apaan sih? gua cuma nanya doang juga ".


" Perasaan baru kali ini deh lo tanya soal laki-laki, itu pun kak Firdan lagi... jangan-jangan lo cinta sama dia ya...".


" Bukan cinta ".


" Terus apa dong? ".


" Em... mungkin baru bisa di bilang suka ".


" Ya ampun... sama aja dodol! ". ucap Nafsah sambil mencubit pipi Zyan.


" Aduh... bedalah Neng! " balas Zyan sambil menarik jilbab Nafsah.


" Ih... jangan pake narik kerudung juga kali, kan jadi berantakan... ".


" Ya lo si pake nyubit segala... pipi gua sakit tau ".


di saat Nafsah dan Zyan masih beradu omongan, tanpa mereka sadari Firdan, Savira dan Ardi sedang berjalan ke arah mereka.


***


ketiga sekawan Firdan, Savira dan Ardi kini sedang berjalan menuju parkiran, sambil mengobati rasa bosan, mereka mengobrol seputar makan siang apa yang akan mereka santap nanti, sementara Savira dan Ardi mendiskusikan hal itu, pandangan Firdan jatuh kepada seorang wanita yang sedang berada di samping Nafsah.


' Loh? Zyan?!... ' Batin Firdan.

__ADS_1


__ADS_2