Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
89# Cinderella


__ADS_3

diusahakan baca chapter sebelumnya ya...


' Kok gua jadi kayak ngambil kesempatan gini ya? ' Batin Hasby.


waktu terus berjalan, tak terasa semenjak Vanesa menyandarkan kepalanya di bahu Hasby, wanita itu pun tertidur dengan lelap sampai mungkin tidak merasakan dinginnya angin malam.


untuk membuat lebih nyaman, Hasby mengubah posisi duduknya menjadi telentang dan membaringkan Vanesa tepat di atas paha, ditambah saat itu bahunya juga terasa pegal karena beberapa saat harus jadi alat penopang.


malam makin larut, Nafsah dan yang lain pun belum menampakkan diri, mungkin sedang asyik-asyiknya main, jadi Hasby memilih menunggu sebentar sampai Vanesa bangun lagi.


Lama dilihat oleh Hasby, wajah cantik Vanesa yang terpapar sinar api unggun terlihat sangat indah, apalagi ia melihatnya dari atas dan sangat dekat pula untuk dipandang.


Terkadang Hasby sempat berpikir, kenapa gadis yang secantik dan seanggun Vanesa ini memiliki karakter yang bertolak belakang dengan parasnya?, padahal kalau tempramen Vanesa cukup baik, mungkin saja orang-orang akan lebih suka padanya, meskipun dengan sifat kasarnya yang sekarang ini, di kampus tidak sedikit orang yang mengidolakan Vanesa.


saat masih asyik memandang dan memainkan tepi rambut Vanesa, tiba-tiba kepala Hasby terasa sakit, meski durasinya pendek, tapi rasa sakit ini lah yang paling Hasby benci dalam hidupnya. Mungkin karena jadwal kemoterapi sebentar lagi, oleh sebab itu sakitnya muncul.


seharusnya besok ia harus pergi ke rumah sakit untuk rutinitas, namun bertepatan dengan liburannya, Rafa mengizinkan Hasby untuk kali ini, dengan alasan pertama kali liburan dengan istrinya, ia tidak bisa melawan dan hanya menghela nafas saja. Namun dengan syarat tidak boleh melewatkan terapinya.


Tidak lama dari situ, Nafsah, Firdan dan Ardi serta Savira pun datang.


" Hasby... kita cabut yu, gua dah kedinginan nih... " ucap Ardi sambil menggigil dengan pakaian yang setengah basah.


" Lagian sih... malem-malem malah maen air, entar masuk angin lho... " ucap Hasby.


" Eh? si Vanesa lagi tidur? ". tanya Savira.


" Iya... tadi dia keliatan cape banget, jadi ketiduran deh " jawab Hasby.


melihat Vanesa yang nampak nyaman dipangkuan Hasby, Savira didalam hati merasa iri padanya. meski sangat dekat dengan Hasby, Savira tidak pernah sekalipun tidur beralaskan paha pria itu, maksimal hanya pernah tertidur di bahunya, itupun didalam bus saat tur semester lalu.


" Dia tidurnya nyenyak banget ya... emang gak ngerasa dingin kah? " tanya Firdan.


" Ah... itu udah biasa, awal-awal tinggal dirumah, kak Vanesa susah banget dibangunin, kalau tidur udah kayak orang mati " jawab Nafsah sambil tertawa pelan.


" oh, itu sih sama kayak lo Sav... lo kan tidur Kebo banget " ejek Ardi pada Savira.


" Dih... gua tidur gak gitu-gitu amat kali... lo kali yang kebo ".


" Gua orangnya suka gadang, jadi kekurangan, bukan kelebihan bobo... ".

__ADS_1


" Halah... lo ngajak gua gadang ending nya malah tepar duluan " kali ini Firdan menyela.


tidak menyangkal ulasan Firdan, Ardi hanya menatapnya kesal sambil menggerutu khas dirinya. Hari sudah semakin malam, angin pun terasa lebih dingin dari beberapa saat yang lalu, sehingga Hasby dan yang lain berencana untuk kembali ke hotel.


untuk Vanesa, Hasby sudah mencoba membangunkan nya beberapa kali, namun wanita ini malah mengabaikan dan tidak bergerak sekalipun.


" Hah... masa gua harus gendong sih? ". keluh Hasby.


" Udah gendong aja... resiko punya istri suka tidur ya harus gitu ". ucap Firdan.


dengan sedikit berat hati, Hasby pun menggendong Vanesa ala tuan putri, cukup terkejut ketika mengangkat tubuh wanita itu, awalnya Hasby mengira tubuh Vanesa setidaknya agak berat diukur dari badan wanita dewasa, tapi ketika dirasakan lagi, tubuh Vanesa ini terbilang ringan untuk Hasby gendong.


" Nafsah... kalian makan yang bener gak sih?, kok dia kerempeng banget? " tanya Hasby yang saat itu mulai berjalan mengikuti yang lain.


" Iya kok... kita makan tiga kali sehari, malah kak Vanesa akhir-akhir ini makan banyak dan suka ngemil ".


" Kok bisa gitu?, emang perut cewek__... aduh!?..., eh, lo kenapa berhenti mendadak sih Dan... " ucap Hasby beberapa detik yang lalu menabrak tubuh Firdan.


tidak mendapat jawaban dari Firdan, Hasby sedikit memiringkan kepala untuk melihat kejadian yang ada didepan. Namun tidak lama setelah itu, mata Hasby terbelalak, disusul senyuman manis dari seseorang yang berada didepan.


" Eh? kak Syam?" ujar Nafsah.


tidak langsung menjawab sapaan pria itu, Hasby dan yang lain dihadapkan dengan seseorang yang terkenal selalu membuat orang jengkel di kampus, dan orang itu tidak lain adalah Syam, mantan kekasih Vanessa.


Dia tidak sendirian, melainkan dengan seorang dibelakang yang mungkin itu adalah body guard nya.


" Ouh... gua kirain siapa, ternyata lo " ujar Firdan dengan wajah datar.


" Hm... kayaknya takdir ngerjain kita ya, bisa-bisanya ketemu di tempat yang sama kayak gini, dan... oh, setelah diliat cukup lama, kayaknya lo seneng bisa jadi alat pengangkut buat Vanesa ". ucap Syam yang mengarahkan pandangannya pada Hasby.


seakan tahu kalau Syam sedang mencoba membuatnya kesal, Hasby tidak terlalu menghiraukan dan berniat untuk pergi secepatnya dari hadapan pria itu.


" Ok... makasih atas perhatiannya, tapi asal lo tau aja ya, gua ini bukan alat pengangkut tapi seseorang yang bakalan berguna buat dia, bukan orang yang bakalan ninggalin dia juga...permisi " ucap Hasby dengan memasang senyum ramah.


meninggalkan Syam yang terpaku diam setelah dilempar kata-kata yang tidak bisa disangkal, Hasby dan yang lain pergi seolah hal ini tidak pernah terjadi. Meski sedikit jengkel, kenapa si Syam itu bisa berlibur di tempat yang sama, tapi semuanya hanya menghela nafas dan berharap tidak ada kejengkelan lain yang muncul.


sementara untuk Syam sendiri, dia masih berdiri ditempat sambil mengepal tangan keras.


" Awas aja Hasby, gua jamin kalau lo bakal nyesel ".

__ADS_1


***


Esoknya, pukul 08:00


Pagi ini, Hasby dan yang lain berencana untuk pergi ke satu tempat wisata yang bisa di bilang cukup terkenal, sambil punya tujuan untuk hiking, mereka saat ini sedang istirahat sejenak setelah mempersiapkan barang bawaan.


" Pundak kamu kenapa kak? aku liat... dari tadi kamu mijitin bahu terus " tanya Nafsah pada kakaknya


" Enggak papa, cuma pegel dikit ".


" Halah... paling karena kemarin malem " ucap Ardi.


" Emang kemarin ada apaan? " tanya Vanesa dengan wajah datarnya.


" Itu kak... dia abis bopong Cinderella lho ". ucap Nafsah cekikikan.


" Cinderella? ".


menyadari bahwa Nafsah sedang menggoda Vanesa, Savira dan Firdan pun ikut serta didalamnya, mereka menceritakan bahwa Hasby saat itu bertemu dengan wanita cantik dan berakhir jalan bersama setelah nya.


Vanesa yang mendengar, hanya menyimak, tidak ada ekspresi apapun yang tampil diwajahnya, namun tidak dengan hatinya, ia merasa ada yang janggal.


" Bentar, bentar... kok gua kayak anak kecil gini ya?, kalian pasti boong kan? ".


" Kok lo gak percaya dih Van, Hasby seriusan kemaren abis gendong Cinderella ". ucap Savira.


" Bukan Cinderella... " kali ini Hasby menyela.


" Terus apa dong? ".


" Putri ngorok ".


mendengar jawaban Hasby, Nafsah dan yang lain pun tertawa terbahak-bahak, berbeda dengan Vanesa sendiri, dia nampak bingung dengan tingkah laku kelimanya.


" Kalian semua pada kenapa sih? " tanya Vanesa.


" Udah, udah... mending sekarang kita berangkat, takut keburu siang " ajak Hasby.


________________________________

__ADS_1


see you in the next chapter...


__ADS_2