Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
31# Oleh orang yang berbeda


__ADS_3

Hasby dan Vanesa berteriak secara bersamaan, mereka tidak menyangka bahwa kejadian ini akan terjadi, tidak terpikir oleh mereka bahwa kedua nya akan memiliki ikatan perjodohan, jangankan terpikirkan, membayangkan nya pun tidak pernah terlintas di benak mereka.


" Ibu...aku salah denger kan?, ibu becanda kan?..." tanya Vanesa sambil tertawa tidak percaya.


Zihan terdiam sejenak sebelum menjawab Vanesa, ia sudah memperkirakan akan hal ini, bukan tidak mungkin Vanesa akan melakukan protes padanya.


" Ibu gak becanda sayang...kami sebenernya udah ngerencanain ini sejak dua bulan yang lalu...tapi kami nunggu kesempatan yang bagus..." ucap Zihan


" Ibu!...ibu mikir gak sih?!... masa aku, anak tunggal dari keluarga Lits yang terhormat, di jodohin sama seorang supir kayak dia..." ucap Vanesa sambil menunjuk Hasby.


" Kamu jangan ngomong kayak gitu Vanesa...walaupun Hasby sekarang supir, tapi kedepannya dia bakalan jadi calon suami kamu..." tegur Jordan.


mendengar teguran dari Jordan, kini Vanesa menambahkan bahwa jika ia dijodohkan dengan seorang supir, mungkin saja reputasi keluarga Lits akan tercoreng, bisa-bisanya seorang supir dapat masuk ke draf keluarga Lits, itu pasti tidak masuk akal jika di dengar oleh teman atau rekan bisnis kerjanya.


" Kami gak peduli tentang itu, walaupun Hasby cuma supir di keluarga kita, tapi kami berdua ngeliat bahwa dalam diri Hasby ada sesuatu yang gak ada di dalam laki-laki yang kamu banggain itu..." ucap Jordan.


" Terserah kalian!!...percuma aku protes juga, kalian memang egois!!!...". Setelah berkata seperti itu, Vanesa kini berbalik untuk keluar ruangan, kala itu Vanesa mungkin benar-benar marah, sehingga ia membanting pintu dan membuat orang-orang yang berlalu-lalang di luar menjadi kaget.


keheningan menghiasi ruangan yang kini didalamnya terdapat keberadaan Hasby, Zihan dan Jordan, ketiganya tidak mengawali kata-kata selama beberapa menit, namun keheningan itu Hasby pecahkan dengan satu pertanyaan.


" Tuan...nyonya...kalian gak serius kan tentang hal ini?..." tanya Hasby.


Sebelum menjawab, Jordan dan Zihan melirik satu sama lain terlebih dahulu. " Kami serius Hasby...dan kami mohon agar kamu menerima perjodohan ini, walaupun ini sejenis pemaksaan...tapi kami jamin kamu gak bakal di rugikan..." ucap Jordan.


" Tapi tuan...masalah jodoh ini gak bisa dipaksa, percuma dua orang yang tidak saling mencintai di ikatkan...pasti kedepannya mereka gak bakalan bersatu..."ujar Hasby.


memang benar, seorang pasangan akan hidup bahagia jika saling mencintai satu sama lain, keduanya akan saling mendukung dan menyayangi secara suka rela, di saat salah satunya sedih...pasangannya juga ikut bersedih, di saat yang satunya senang...pasangan yang lainnya juga akan ikut senang.


tapi, jika keduanya tidak didasari dengan adanya rasa cinta, percuma mereka di satukan, pasti akan ada saja kecanggungan diantara keduanya, bahkan terkesan tidak mempedulikan satu sama lain.


" Walaupun ini paksaan...tapi percaya sama kita berdua Hasby, jika kalian berjodoh...pasti akan timbul cinta di hati kalian berdua..." ucap Zihan.


Hasby masih berdiam dan masih memikirkan apa yang yang dikatakan tuan dan nyonya nya tadi.


" Iya,bener kata nyonya kamu Hasby...tujuan kami ini buat kalian berdua...".ucap Jordan.


" Tapi...saya juga perlu persetujuan dari adik saya tuan..." ucap Hasby lagi.


" Urusan itu kami akan bujuk adik kamu...dan kami mohon sekali lagi...agar kamu dengan suka rela nerima perjodohan ini...".

__ADS_1


Hasby terdiam cukup lama sebelum mengangguk pelan, walau ia menyetujui perjodohan nya ini, tapi hatinya sangat ragu akan hal itu, ia sekarang memikirkan bagaimana masa depannya jika menikah dengan orang yang tidak mencintai dirinya.


" Tadinya kami mau pertunangan kamu sama Vanesa berjalan di hari Minggu, barengan sama acara perayaan kantor dan ulang tahun Vanesa juga, tapi...karena keadaan kamu kayak gini, jadi kita undur dulu...dan nunggu kamu pulih seutuhnya..." ucap Zihan menjelaskan.


Setelah membicarakan seputar perjodohan Hasby,Jordan dan Zihan kini kembali pergi setelah pamit pada Hasby, mereka berdua sudah memutuskan bahwa acara pertunangan antara Hasby dan Vanesa akan di selenggarakan setelah dua bulan dari sekarang.


awalnya Hasby sedikit protes karena jangka waktu yang di tentukan terlalu dekat, tapi pada akhirnya ia setujui karena bujukan dari keduanya.


pikiran Hasby saat ini sangat bingung, seakan mimpi...tapi nyata, bagaimana seorang supir sepertinya dapat dijodohkan dengan majikannya sendiri, kejadian ini sangat langka terjadi di kehidupan nyata, kecuali memang di dunia komik dan novel.


keheningan mengisi ruangan seiring diamnya Hasby, entah kenapa kehidupannya kini berubah drastis setelah kedatangan Vanesa, mulanya kehidupan nya baik-baik saja, berangkat kuliah...pergi bekerja, pulang kembali ke rumah, mengerjakan tugas dan sesekali berkumpul dengan temannya.


walaupun baru sekitar 3 hari sejak kedatangan Vanesa, tapi semua kejadian yang melelahkan seakan berjalan dengan lambat.


setelah beberapa menit kemudian, Hasby masih tetap diam sambil sesekali mengusap kasar rambutnya, tapi setelahnya....


Brak........


terdengar suara pintu di banting dengan keras membuat Hasby yang mulanya diam menjadi terperanjat karena kaget. Setelah keterkejutannya, Hasby kini menoleh ke arah pintu yang kini terbuka lebar, saat itu Hasby menemuka seorang wanita dengan pandangan yang menunjukan amarah padanya, seketika mata Hasby melebar melihat hal itu, wanita yang ia lihat saat ini tidaklah asing baginya, berbadan ideal, memakai rok dan jilbab, siapa lagi kalau bukan adiknya Nafsah.


" Nafsah?!..." gumam Hasby.


ekspresi yang Hasby tunjukan saat ini membuat Nafsah sedikit melunak karena lucu melihatnya, tapi ia tidak merubah dan mempertahankan mimik wajah marahnya.


" Nafsah,kamu...kok...siapa yang ngasih tau kamu?" ucap Hasby gelagapan.


" Kenapa?...emangnya aku gak boleh tau?..." ucap Nafsah dengan nada sinis.


" Tapi...aku...tunggu, jangan bilang kalau kak Rafa yang bilang ini sama kamu..." ucap Hasby.


" Terus...kamu mau marahin dia gitu?..."


mendengar Nafsah berkata seperti itu, Hasby kini mengetahui memang benar Rafa lah yang memberi tahu dirinya yang berada di rumah sakit, ia tidak menyangka bahwa Nafsah akan tahu secepat ini, sebelumnya ia sudah memberi tahu Rafa kalau ia tidak ingin memberi tahu Nafsah karena takut membuat adiknya khawatir. Tapi Hasby tidak mengetahui kebenarannya, sebelum Rafa bertanya pada dirinya kenapa tidak ingin memberitahu orang sekitar tentang keadaannya, Rafa sendiri sudah terlebih dahulu memberi tahu Nafsah bahwa Hasby tidak kerja lembur, melainkan sedang di rawat di rumah sakit.


" Aku__...argh...Nafsah, sakit..."


sebelum Hasby menyelesaikan kata-katanya, Nafsah sudah terlebih dahulu menjewer telinga Hasby sampai Hasby sendiri merasa kesakitan.


" Kenapa sih kakak gak jujur aja kemaren?!...ngapain boong segala sama aku?!...emang kakak ini anggap aku apa sih?!..." ucap Nafsah sambil mengeraskan jewerannya.

__ADS_1


" Aw,aw,aw....iya Nafsah, maaf...tapi jangan di kerasin dong...kuping kakak sakit" ucap Hasby.


Nafsah kemudian melepaskan tangan nya dari telinga Hasby dengan wajah cemberut, sedangkan Hasby sendiri segera memegang telinganya yang terasa panas saat ini, ia memang sempat heran, secara kebetulan dirinya sudah dijewer dua kali oleh orang yang berbeda, pertama oleh Vanesa karena membuatnya terkejut, dan sekarang oleh Nafsah yang marah pada Hasby karena tidak memberitahu kebenarannya.


" Nafsah...sakit tau, nanti kalau kuping kakak copot gimana?..."


" Biarin aja copot!..." ucap Nafsah dengan nada bentak.


" Kamu jangan marah dong...kan cantik nya jadi ilang...hehe" ucap Hasby sambil tertawa kecil yang sebenarnya dia merasa ragu untuk tertawa seperti itu.


" Gak lucu tau..."


Nafsah terlihat masih marah pada Hasby, terdengar dari bicaranya yang meninggi dan menekan, Hasby merasa akan sedikit lama untuk meredakan amarah adiknya ini.


" Iya maaf...aku gak ngasih tau kamu..." ucap Hasby.


" Kenapa sih kakak selalu nyembunyiin sesuatu dari aku?!...emang aku ini gak berguna ya?..." tanya Nafsah.


" Bukan begitu..." Hasby kini menunduk.


" Aku cuma takut...kalau aku kasih tau kamu, nanti kamu bakalan___..." Hasby menghentikan kata-katanya tepat setelah menengok ke arah Nafsah, dirinya kini terkejut ketika melihat Nafsah yang sekarang sedang menatapnya dengan air yang mengalir dari matanya.


" Nafsah.. kamu kenapa nangis?...ya udah kakak minta maaf, lain kali aku bakalan kasih tau kamu" Ucap Hasby sambil mengusap air mata adiknya.


walaupun Hasby sudah berkata demikian, namun Nafsah tidak berhenti menangis, malahan terlihat lebih banyak air yang keluar dari sudut mata Nafsah.


" Nafsah...kamu jangan nangis lagi dong... aku kan udah minta___...eh? Nafsah?...". di tengah-tengah kalimat yang Hasby ucapkan, Nafsah entah kenapa langsung memeluk Hasby dengan erat dan membuat Hasby sendiri terheran.


" Kamu tau gak?...aku ini khawatir tau sama kakak..." ucap Nafsah yang masih menangis.


" Hei..kamu jangan nangis dong...setahu aku Nafsah itu orang yang tegar dan hebat, masa sekarang malah nangis di pelukan kakaknya sih?..." ucap Hasby tersenyum, menatap Nafsah sambil menyeka air matanya.


" Kamu udah buat aku khawatir...kakak bilang kalau kamu kerja lembur, tapi nyatanya di rawat di rumah sakit..., kamu nanti kenapa-napa gimana kalau gak ada yang jaga?...bunda sama ayah udah meninggal...aku gak mau kehilangan kamu juga..." ucap Nafsah dengan terisak.


" Iya...kakak minta maaf, setelah ini...aku gak bakalan nyembunyiin keadaan aku lagi dari kamu..." ucap Hasby mengelus-elus punggung adiknya.


" Janji?..."


" Iya janji...tapi kamu udah dong nangisnya...cantiknya jadi ilang tau..."

__ADS_1


" Iya..."


Nafsah kini melepaskan pelukannya setelah kejadian itu, dirinya lalu mengusap air matanya dan mengendalikan ekspresi nya, walau sedikit lama, namun dengan bantuan waktu, emosional Nafsah kini mereda dan hanya menyisakan mata merahnya saja karena efek dari menangis tadi.


__ADS_2