
" Hallo... ini dengan siapa ya?" ucap Hasby mengawali pembicara di telepon.
" Sekarang cepetan pergi ke mall xxxxx, gua tunggu sekitar 20 menit, kalau lo gak dateng, awas aja... " ucap orang yang diseberang telepon.
sedikit terkejut dan bingung dengan orang yang menelponnya, Hasby bertanya pada orang itu apakah dia salah sambung, tapi ketika mendapat ucapan seperti itu dari Hasby, orang ini malah sedikit mengeraskan suaranya.
" Mbak salah sambung ya? ".
" Jangan banyak tanya, gua ini gak salah orang kok... sekarang cepetan lo ke sini, kalau engga gua bakalan bilang sama bokap gua kalau lo gak becus jadi supir ".
" Tunggu... supir?..." Hasby terdiam sejenak mendengar kata terakhir yang di ucapkan orang itu. " Ini... ini nona Vanesa?".
" Bukan! ini rentenir yang lagi nagih utang lu... ".
" Loh? emang saya punya utang apaan? ".
di seberang telepon, Vanesa menepuk jidatnya karena tidak habis pikir dengan ucapan Hasby." Lo itu bego ya!, ya udah jelas kalau gua ini Vanesa... pake nanya segala lagi ".
( Skip.... beberapa menit sebelum Vanesa menelpon Hasby...)
" Bentar, bentar bentar...mau nelpon dia, tapi gua kan belom punya nomor Hp nya, lo gimani Vanesa... lama-lama otak gua bebel juga mikirin ini barang gimana bawanya... ". ucap Vanesa.
Berpikir sebentar, Vanesa diam memikirkan kepada siapa dia meminta nomor Hasby." Oh iya... kenapa gua gak kepikiran sama Afdal, dia kan temen deketnya... ". Setelah itu, Vanesa kembali lagi menelpon Afdal.
Di saat yang bersamaan...
kring... kring... ( bunyi Hp).
" Afdal, itu siapa yang nelpon?, Hp kamu bunyi terus tuh... " ucap seorang bapak-bapak.
" Iya bentar Pa... Afdal lagi bikin teh manis dulu " ucap anaknya yang diketahui sebagai Afdal.
Afdal sekarang ini sedang berada di sebuah rumah sakit tidak terlalu jauh dari rumahnya, setelah ia menutup telepon dari Vanesa, dirinya saat itu membuat teh untuk ayahnya yang sakit ini.
ketika selesai membuat teh, Afdal segera mengambil ponselnya. ' Loh... nona Vanesa mau ngapain lagi si nelponin gua mulu? ' Batin Afdal.
' Gua angkat kagak ya? '.
" Kenpa gak di angkat Dal? siapa tau telponnya penting ". ucap Ayahnya Afdal.
" I... iya pa, Afdal angkat ".
__ADS_1
" Halo... em... ada apa lagi ya non? ". ucap Afdal sedikit merendahkan suara.
" Kenapa lo lama ngangkat telepon nya? ". ucap Vanesa dengan nada dingin.
" Em... maaf non, tadi saya abis bikin teh dulu buat bapa saya...terus... kalau boleh saya tau, nona ada perlu apa nelpon saya lagi? ". tanyanya.
" Oh, itu... gua mau minta nomor si Hasby, lo suruh gua nelpon dia tapi lo sendiri gak ngasih nomernya, gimana si? ".
" Oh iya ya... saya lupa, ya udah nanti saya kirim ke nona deh ".
" Sekarang! jangan nanti ".
" Siap non ".
(Come back ke percakapan Hasby dan Vanesa....)
" Udah cepetan... gua nunggu sampe jam 11:25,kalau lo telat sedikit aja, gua pastiin lu bakalan dapet hukuman ".
Setelah berbicara seperti itu, Vanesa menutup teleponnya, sedangkan untuk Hasby, dia sekarang ini hanya memandangi ponselnya.
" Siapa Has?... " tanya Firdan melihat Hasby terdiam.
Hasby kemudian menjelaskan, ia sekarang ini harus menjemput nonanya ke mall yang Vanesa bicarakan, awalnya ia ingin mengantar Firdan pulang terlebih dahulu, tapi temannya ini malah menyuruh Hasby untuk segera menjemput Vanesa.
" Lo gak perlu anter gue Has, gua bisa pesen taxi kok... mending sekarang lo jemput dia, biar dia gak marah, terus kalau udah beres kerjaannya lo pulang, ok... ".
" Lo beneran gak mau gua anter? ".
" Iya... udah sono lo jemput dia, nanti dia ngoceh kayak burung lagi ".
" Hm... iya, gua pergi dulu ya... ".
Hasby kini mendekati motornya dan tidak lupa berpamitan pada Firdan." Oh iya, kue bagian gua lo sisain ya... soalnya udah dua bulan kagak makan kayak gituan ". ucap Hasby sebelum berangkat.
" Gak mau... mau gua abisin ampe bersih, biar gua kasih lo kentutnya aja... " ucap Firdan menjulurkan lidahnya.
" Emang kampret! ".
" Bodo amat... gua bakalan abisin ". Tidak mendengar celotehan Firdan, Hasby segera melajukan motornya untuk menjemput Vanesa.
°°°
__ADS_1
Tak ada kendala di jalan raya saat Hasby menuju tempat Vanesa berada, sedikit jauh jarak tempuh dari toko yang ia kunjungi hingga tempat tujuan, 30 menit perjalan kemudian menggunakan motor, Hasby pun sampai di depan mall yang Vanesa bicarakan.
mencari keberadaan Vanesa setelah ia memarkirkan motornya, Hasby menemukan seorang wanita dari kejauhan sedang mundar-mandir di dekat barang belanjaannya yang banyak dan sudah dipastikan bahwa itu adalah Vanesa.
" Assalamualaikum nona... " Sapa Hasby.
" Ya ampun Hasby... lo lama amat si, gua udah lama banget nunggu di sini " ucap Vanesa meninggikan suaranya.
" Maaf non, jarak saya pas tadi sampe ke sini agak jauh, jadi lama deh di jalannya... "
" Udah gak usah banyak penjelasan segala, mending sekarang lo bawa semua ini barang ". ucap Vanesa menunjuk setumpukan belanjaan.
Hasby mengikuti arah jadi Vanesa menunjuk, sebenarnya ia tidak terlalu merasa keberatan jika harus membawa barang ini sendirian, tapi ia sedikit bingung bagaimana cara ia membawa barang sebanyak ini hanya dengan satu motornya.
" Em... nona, bukannya saya gak mau, tapi... ".
" Tapi apa?, keluarga lo ada yang sakit?jadi gak mau nganter gua gitu? ". ucap Vanesa menyela omongan Hasby.
" Bukan nona, bukan kayak gitu... tapi, saya kan ke sini nya gak pake mobil, kalau barang belanjaannya sebanyak ini... apa muat di motor saya? ".
" Hah?... lo gak bawa mobil? ". ucap Vanesa dan dijawab anggukan oleh Hasby.
" Aduh... hari ini gua sial banget sih, udah di suruh belanja sendiri sama ibu... pulangnya malah gak bisa bawa barang... huh ". ucap Vanesa mengembungkan pipinya.
saat Vanesa mengeluarkan berbagai umpatan, di sisi lain Hasby malah memperhatikannya dari dekat. Melihat betapa imutnya Vanesa ketika sedang kesal, Hasby kini tersenyum-senyum sendiri. Vanesa yang menyadari hal itu langsung menegurnya dengan wajah masih cemberut.
" Apa lo liat-liat?... " ucapnya.
" Eh?... em enggak nona... ".
suasana di sekitar kini menjadi canggung dengan Hasby yang diam serta Vanesa yang terus menetapnya dengan tajam.
" Kalau boleh saya tau... kenapa nona gak pesen taxi aja? " ucap Hasby.
tidak langsung menjawab Hasby, Vanesa malah terdiam sesaat dan kembali membuka mulut." Em... gua... gua takut ".
" Hm? takut kenapa? ".
" Gua takut...kalau-kalau... em... udahlah, mending sekarang lo angkat barang ini " ucap Vanesa.
' Ya ampun... sabar, sabar... ini tunangan lo Hasby, jadi sabar aja ' batin Hasby menghela nafas.
__ADS_1
__________________________
Bagi like nya ya gaess...