Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
98# Pernyataan


__ADS_3

“ Ardi... Gimana situasi saat ini apa ada kemajuan? “ Tanya Bayu yang saat ini tengah berada tidak jauh dari sungai tempat pencarian.


Setelah mengakhiri percakapan dengan Panji dan Jordan tadi, saat ini Bayu sedang ikut melakukan pencarian meskipun hanya mengamati saja, tiga hari sudah berlalu sejak kehilangan Hasby dan Vanesa, tim penyelamat sudah berasumsi bahwa mereka berdua tidak akan pernah selamat jika sudah seperti ini, tapi yang namanya Ardi serta yang lain, mereka pati sudah tentu menyangkal hal tersebut dan beranggapan bahwa kedua orang itu masih hidup meskipun besar kemunggkinannya sagat kecil.


Sama hal nya dengan Bayu, Ia masih percaya bahwa keponakan angkatnya itu pasti sedang berada disuatu tempat, jika dipikirkan kembali, saat masa pencarian tim penyelamat tidak ada diantara mereka yang menemukan benda milik Hasby maupun Vanesa, mengigat keduanya memiliki banyak barang bawaan karena niatan awal untuk hiking, jika satu barang pun tidak ditemukan, mungkin saja Hasby dan Vanesa tidak hanyut oleh aliran sungai.


Tapi tetap saja, mengharapkan orang yang hanyut di sungai ditemukan dalam keadaaan selamat... itu mungkin sedikit berharap terlalu tinggi, karena dilihat dari kejadian lain yang sama, kebanyakan korban akan ditemukan dalam keadaan meninggal.


“ Om Bayu... “ Ucap Ardi ketika dirinya memandang ke arah sungai.


“ Hasby bakalan selamat kan? “ Ucapnya,


Dari sorot mata Ardi, Bayu tahu kalau pemuda itu sedang dalam kondisi hati yang hancur, bagaimana tidak, sahabat yang selalu menemaninya dari kecil hingga sekarang sedang hilang karena tragedi kemarin, sudah pasti dirinya sangatlah sedih dan khawatir. Dari kejadian ini, Ia tahu kalau kemungkinan Hasby selamat itu amatlah kecil, meskipun begitu, jauh di lubuk hatinya masih tersimpan sedikit harapan bahwa mungkin saja sahabatnya itu masih dapat diselamatkan.


“ Insyaallah... Allah selalu melindungi hambanya yang baik dan kuat, jadi selain ikhtiar kita cari mereka, jangan pernah lupa buat berda setiap saat agar Allah Swt dapat menurunkan kehendaknya “ Ucap Bayu sambil menepuk pundak Ardi.


Mendapat sedikit motivasi dari Bayu, keyakinan Ardi semakin menguat meskipun tidak terlalu signifikan ‘ Ya Allah... lindungilah teman saya, Hasby... semoga dia dengan istrinya baik-baik aja Ya allah... ‘ Batin Ardi.


***


“ Vanesa... aku... mau ngomong sesuatu sama kamu “ Ucap Hasby.


Masih belum berpindah tempat, Hasby dan Vanesa duduk diatas batu menikmati pemandangan sekitar, meskipun waktu sudah berlalu sekitar setengah jam lamanya, mereka nampak tidak bosan dengan kegiatna tersebut.


“ Ya... kenapa? “


Sebelum berbicara, Hasby bertinggah sedikit aneh kala itu, dari dirinya yang berkali-kali hendak berbicara namun tak jadi, sampai menggaruk leher belakangnya cukup lama, untuk Vanesa yang melihat kejadian ini cukup merasa heran, jarang-jarang Ia melihat Hasby salah tingkah seperti itu, apa yang terjadi tengan pria itu?, pikirnya.


“ kamu kenapa? Apa ada yang ngeganggu pikiran kamu? “ Tanya Vanesa.


“ E... itu, kamu... em.... “


“ Ya? “


“ Kamu.... em... kalau boleh tau, tipe cowok idela kamu kayak gimana sih? “


Diam menatap pria yang ada disampingnya, Vanesa mematung denganmata yang tak berkedip, meskipun ekspresinya tidak berubah, tapi dair sorot matanya, Hasby sudah mengetahui kalau wanita itu cukup terkejut mendengar ungakapan tersebut.


“ Em... maaf, aku kok jadi ngomong agak ngaur gini ya? “ Ucap Hasby mencoba mengalihkan pandangan dan pembicaraan.


Lama Vanesa berdiam, Hasby hanya membuang muka karena malu sudah mengucapkan hal itu, ada apa ini? Meskipun hanya menanyakan tipe cowok ideal apa yang Vanesa suka, tapi kenapa sampai semalu ini ia membahasnya, bukannya dirinya sudah tidak terlalu sungkan untuk berbicara tentang privasi masing-masing dengan Vanesa, tapi jika membahas tentang hal ini, entah enapa Hasby merasa harus menyiapkan mental danmenyusun kata untuk memulai pembicaraan.


“ Haha.. hahaha...”


Tawa keras menyusuri seiring Hasby mencoba membuang muka dari Vanesa, wanita itu tertawa cukup keras setelah sekiana lama diam menatap Hasby, ada apa dengannya?, apa pertanyaan Hasby itu cukup lucu?.


“ Kamu kenapa ketawa? “ tanya Hasby heran plus malu.


“ Enggak papa, aku lucu aja... kenapa kamu tiba-tiba nanyain hal kayak gitu? “


“ Hm... itu... “


Memalingkan wajah, Hasby berbicara sambil memutar otaknya agar tidak terlihat konyol dimata Vanesa “ Ya.. aku mau tanya aja, sebelumnya kan kamu suka dsama mantan kamu yang namanya.... em....”


“ Syam? “ Ucap Vanesa.


“ Ya, dia... kamu dulu suka dia karena apa sih?”


“ Kamu nanya sekedar mau tau atau mau tau banget? “

__ADS_1


Saat Vanesa mengucapkan kalimat itu, Hasby agak dilema dalam menjawab, didalam hati dirinya sangat ingin tau tentang alasan kenapa Vanesa menyukai pria seperti Syam, tapi jika Ia ungkapkan isi hatinya, mungkin saja Ia akan dianggap kepo dan ingin tahu orang lain.


“ Ya... aku sih terserah kamu, mau cerita ya bagus, enggak juga gak papa kok... takut kamu gak nyaman “


“ Hm... kalau cuma itu sih gak masalah, jadi kamu mau tetep ngedenger cerita aku gak nih? “


“ Boleh banget “


~


Diawali dengan Vanesa yang masih duduk di bangku SMA, Ia bercerita kalau dirinya bertemu dengan Syam untuk pertama kalinya tanpa disengaja, niatan dari rumah Ia ingin membeli sekotak desert untuk ibunya, meskipun tidak sering bergaul dengan teman, tapi pada masa itu, Vanesa berada pada tahap sedang asik-asiknya main keluar.


Tepat setelah Ia membeli desert tersebut, turun hujan lebat yang membuatnya berteduh di sebuah kafe. Walaupun masih bisa pulang dengan keadaan hujan karena menggunakan mobil, tapi Vanesa memilih untuk singgah sejenak, ditemani dengan secangkir minuman hangat dan sepiring camilan, Ia memandang hujan dan sesekali mengobrol dengan supirnya itu.


Waktu terus berjalan, hujan tak kunjung reda, pada saat itu Vanesa berniat untuk pulang setelah Ia pergi ke toilet sejenak, sementara dirinya masuk lebih dalam ke kafe tersebut, sang supir memilih untuk menunggu di dalam mobil.


Tidak butuh waktu lama untuknya keluar dari bangunan itu, hanya membutuhkan waktu 5 menit, Vanesa berlari kecil menuju mobil guna tidak terlalu membasahi pakaiannya, mengingat hujan masih cukup deras, tapi entah muncul dari mana, seseorang menabrak Vanesa cukup keras sampai dirinya jaduh ke genangan air.


Pada saat itulah semua yang terjadi berawal dari situ, orang yang menabrak Vanesa kala itu adalah Syam, mungkin karena wajahnya tampan dan disertai dengan senyum manisnya, Vanesa jatuh cinta pada pandangan pertama, sampai pada akhirnya kedua orang ini bertukar nomor, dekat lalu jadian.


~


“ Jadi... kesimpulannya dia itu cinta pertama kamu atau bukan? “ tanya Hasby ditengah-tengah cerita Vanesa.


“ Em... untuk cinta pertama.... kayaknya sih bukan, soalnya sebelum dia, aku pernah pacaran sama beberapa laki-laki “


“ Terus, kamu bisa suka sama dia itu karena apa? “


Tidak langsung bicara, Vanesa nampak memikirkan sesuatu sebelum menjawab pertanyaan “ Hm... kayaknya aku suka karena dia agak ganteng, terlebih dia lumayan berduit “.


Hanya bisa menghela nafas pelan, Hasby tidak menyangka kalau cinta tulus Vanesa itu diawali denganleihat rupa wajah Syam yang menurut nya lumayan, awalnya Ia mengira, Vanesa jatuh cinta pada pria itu karena ada kejadia khusus, misalnya seperti ada di film-film yang mana tokoh pria menyelamatkan tokoh wanita dari penjahat yang membuatnya terkesan dan jatuh hati, bukankah jika dipikirkan kembali cinta pada pandangan pertama Vanesa cukup realistis, hanya terpaku pada rupa dan tahta, meskipun bukan tahta yang sesungguhnya.


“ Enggak juga sih.. waktu itu aku emang lagi buta aja, gak tau mana lelaki yang baik atau bukan “.


“ Ouh... jadi gitu ya? “


“ Iya, kalau kamu gimana? “ tanya Vanesa sambil menopang dagu dengan tangan.


“ Aha... kalau aku gak punya tipe harus kayak gini atau apalah itu... “


“ Lah? Terus kalau kamu suka sama orang liat dari apanya? “


Sebelum menjawab Vanesa, Hasby tersenyum simpul diikuti dengan pandangannya yang melihat ke langit, pria ini menjelaskan bahwa suka terhadap seseorang itu tidak perlu terpaku pada tipe yang kita sukai. Misalnya kejadian Vanesa sebagai contohnya, melihat dari watak Vanesa, Hasby tau kalau Vanesa itu menyukai pria yang perhatian dan tidak posesif, sebab apa Ia tahu tentang hal itu?, kembali lagi ke sebelumnya, saat Vanesa pernah cerita pada Hasby tentang Syam yang sering mengekangnya untuk melakukan banyak hal dan memaksakan kehendaknya sendiri untuk dapat dituruti oleh Vanesa.


“ Kok kamu bisa tau gini sih?,kayak orang berpengalaman aja...”


“ Weis... asal kamu tau aja ya, aku itu bisa dibilang pangeran dambaan para wanita tau “ ucapnya dengan senyum sombong.


“ What?! Pangeran?.... pangeran kodok aja lebih bagus daripada kamu “ Ucap Vanesa sambil tertawa keras.


“ Hey... ya kali bagusan pangeran kodok si? “


“ Lebih tepatnya pangeran tidur “ lanjut Vanesa dengan tawanya.


“ Pangeran tidur? Mana ada... yang ada itu... itu putri tidur ngaco “


Sambil beradu mulut dengan tawa yang mengiringi pembicaraan, Hasby dan Vanesa mengobrol lama dari situ, mulai ketika pembicaraan berlanjut ke cerita dan film apa yang disukai sampai makanan kesukaan, baju apa dan kebiasaan apa yang sering mereka lakukan ketika hari-hari biasa ataupun hari libur. Meskipun terdengar seperti pembicaraan biasa, namun jika dilakukan dengan orang yang istimewa menurut kita, pembicaraan yang awalnnya hanya cerita biasa menjadi sangat menyenangkan dan berkesan.


“ Hehe... gak kerasa ya.. hari udah sore aja “ Kata Hasby yang melihat matahari sudah mulai turun ke upuk barat.

__ADS_1


“ Iya lho, kita balik aja yuk, nanti kemaleman dijalan lagi...”


Menuruti perkataan Vanesa, Hasby bangkit dari duduknya untuk pergi ke gua tempatnya beristirahat, tapi sebelum Vanesa melangkahkan kaki, ada sesuatu yang menahan tangannya yang ternyata itu adalah ulah Hasby. Agak heran, ada apa dengan pria ini?, sebelumnya dia tidak pernah memegang tangan Vanesa tanpa sebab dengan terang-terangan.


“ Kenapa Hasby? “ tanya Vanesa ditengah kebingungannya.


“ Aku... boleh ngomong sesuatu sama kamu? “


“ oleh aja, tentang? “


Tidak menjawab Vanesa, Hasby mengeratkan genggaman tangannya yang terhubung ke Vanesa, dari ekspresi pria itu, nampaknya Ia sedikit sulit untuk mengutarakan ucapannya. “ Hasby, apa ada sesuatu yang ngeganggu pikiran kamu? “ Tanya Vanesa yang langsung menghadap ke arah pria tersebut.


“ Vanesa... aku mohon, setelah aku ngomong kayak gini, kamu jangan benci aku, ok? “ Ucap Hasby dengan mata yang berlinang.


“ Kamu kenapa Hasby, apa aku buat salah sama kamu? Apa ada sesuatu yang bikin kamu cemas?, kalau sekiranya aku salah, aku gak bakalan marah kok, apa lagi benci kamu... “


“ Untuk sekarang... mungkin bukan waktu yang tepat buat ngomongin hal ini, tapi aku pikir... mungkin kalau aku tunda-tunda, apa yang aku mau sampein sama kamu gak bakalan pernah tersampaikan “


“ Ayolah Hasby, waktu kita masih banyak, kita cuma perlu nunggu tim penyelamat dateng, abis itu kita bisa abisin waktu bareng sama yang lain juga, jadi kamu tenag aja ya... aku akan berusaha buat selalu ada disamping kamu “


Entah kenapa, Hasby merasa kalau alur pembicaraanya ini semakin jauh dari plot yang Ia susun, seharusnya Vanesa bersikap penasan dan bukan malah menyemangatinya kalau dirinya itu tidak sendiri.


“ Vanesa... aku bukannya berpikir fesimis tentang hal itu “


“ Hah? Terus? “


Vanesa terdiam, perasaan bingung melanda pikirannya, jika bukan takut tentang hal yang Ia pikirkan saat ini, lalu omongan apa yang akan Hasby bahas sampai takut membuatnya benci terhadap pria itu.


“ Jadi gini Van... “


Hasby menghela nafas pendek sebelum melanjutkan omongan. “ Aku mungkin gak pantas buat ngomong kayak gini, tapi asal kamu tau aja, ini bukan bualan maupun candaan... aku serius, lewat hati aku yang paling dalam... meskipun banyak kekurangan, tapi... Aku, aku suka kamu Vanesa...”


“ Aku suka kamu...”


“ Lebih dari apapun, aku suka kamu Vanesa... “


Kata yang terucap dari mulut Hasby membuat Vanesa diam membisu sambil menatapnya, dengan perasaan yang campur aduk, Hasby sudah menduga hal ini akan terjadi, mngkin kejadian selanjutnya Vanesa akan tertawa terbahak-bahak menganggap semua ini hanyalah candaan yang sudah kelewatan, ataupun sebaliknya, Vanesa mungkin saja akan kaget dan menjauh darinya, semestinya kan Hasby tidak boleh memiliki perasaan pada wanita itu ketika masih dalam masa nikah kontrak.


“ Aku tau kalau kamu kaget sama pernyataan aku ini, dan kamu mungkin bakalan benci aku setelah ini... tapi yang pasti, aku Sayang kamu Van, lebih dari itu... aku_...”


Hug


“ Eh? “


Tanpa aba-aba maupun isyarat, Hasby terkejut bukan kepalang melihat peristiwa yang terjadi didepan matanya, Vanesa memeluknya?! Bukan dalam keadaan menangis atau takut, tapi wanita itu memelukny dengan wajah tersenyum.


“ Hasby... kamu tau gak?, aku nunggu kamu ngomong hal ini Hasby... aku seneng banget, seneng banget, malah saking senengnya... aku pengen nangis ngedenger kamu suka sama aku”. Ucap Vanesa sambil menangis bahagia.


Tidak pernah menyangka sekalipun, Hasby tercengang karena tak menyangka kalau Vanesa bisa dibilang senang ketika mendengar pernyataan cinta untuk dirinya, meskipun terkesan mendadak, tapi yang terjadi hari ini merupakan kejadian paling berharga untuknya. Sambil membalas pelukan Vanesa, Hasby merasa bersyukur kalau orang yang dicintainya membalas kembali cinta tersebut, ini adalah sebuah anugrah dari yang maha kuasa.


Di sisi Vanesa, ketika Hasby pertama kali mengucapkan kata pernyataan cinta padanya, jantungnya terasa copot saking terkejut, Ia pernah mengira bahwa Hasby mungkin saja tidak menyukainya dikarenakan kepribadian Vanesa yang buruk dan omongannya yang cerewet, tapi mendengar pria itu berbicara ‘aku suka kamu’ sampai tiga kali, rasa senang Vanesa tidak dapat terbendung dan langsung memeluk Hasby dengan tangis haru.


“ Makasih Vanesa... makasih karena udah suka sama aku... “


“ Aku juga... Makasih karena udah duluan nyatain perasaan kamu, Hasby “


Maaf ya gaes kalau up nya telat plus isi dari chapter ini gak sebanyak chapter berikutnya, tapi Insyaallah, kedepannya aku bakalan rajin up date deh... mudah-mudahan ya.


Semoga tetep semangat ikuti cerita ini ya, jumpa di chapter selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2