Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
37# Mimpi buruk


__ADS_3

Nafsah kini sedang duduk dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya, pikirannya kali ini hanya berpusat pada satu orang, siapa lagi kalau bukan kakaknya.


beberapa waktu lalu setelah ia menemui Rafa, mereka bergegas menuju ruangan yang di dalamnya terdapat keberadaan Hasby. Saat sampai di sana, mereka menemukan kondisi Hasby terlihat kacau, tangan yang terus ia letakan di kepala yang berharap dapat mengurangi sara sakit, tubuh yang basah karena di penuhi oleh keringat, wajah yang sudah memutih seperti tidak ada darah yang mengalir, serta suara erangan yang keluar dari mulut Hasby, memperlihatkan betapa menderita nya dia.


sekitar 20 menit Nafsah menunggu di luar di temani dengan kesunyian dan rasa khawatir, Rafa pun keluar dengan wajah yang terlihat sedikit lega.


" Kak Rafa...gimana? kak Hasby gak papa kan? " ucap Nafsah yang langsung menghampiri nya setelah melihat Rafa.


" sekarang dia udah gak papa dan lagi tidur... tapi, kedepannya aku gak tau...setelah di periksa, penyakit Hasby ternyata udah masuk stadium 3..."


mendengar penjelasan Rafa, Nafsah sedikit tertekan dan rasa khawatir yang ia alami beberapa waktu lalu kini meningkatkan. air mata yang sejak tadi ia tahan tidak bisa di bendung lagi. Nafsah kemudian berlari ke dalam ruangan dan berhenti tepat di samping ranjang kakaknya yang sedang tertidur.


Dirinya memandang Hasby dengan tatapan sayu beserta air mata yang terus mengalir namun tidak menimbulkan suara, dadanya terasa sakit ketika melihat keluarga yang sangat ia sayangi terbaring di tempat tidur.


" Nafsah.... aku minta maaf karena gak bisa buat yang terbaik buat Hasby..." ucap Rafa yang kini berada di belakang Nafsah.


" Kamu jangan nyalahin diri sendiri... kak Hasby kayak gini udah takdir dari Allah, kita gak bisa buat apa-apa... yang kita bisa itu cuma berusaha, besuraha buat yang terbaik.." ucap Nafsah sambil menyeka air matanya.


sekarang Nafsah berpikir, menangis seperti tadi tidak ada gunanya baginya, itu tidak akan mengubah bahwa Hasby akan sembuh atau tidak, yang ia harus lakukan sekarang ini adalah terus berjuang , berjuang agar ia dapat segera memahami ilmu kedokteran dan ikut serta dalam operasi pengangkatan tumor Hasby agar ia bisa sembuh.


" Sekarang ini... aku memang gak bisa buat apa-apa, tapi kedepannya aku bakalan bertekad buat nyembuhin kakak...dan pastinya juga aku bakalan minta bantuan kak Rafa buat ikut serta dalam operasinya kak Hasby... "


" Kamu tenang aja Nafsah... aku bakalan berjuang buat nyembuhin Hasby juga... " ucap Rafa.


***


Hasby membuka matanya dengan perlahan, sedikit ada rasa sakit yang ia rasakan di kepala ketika hendak membangkitkan tubuhnya, hal pertama yang ia lakukan adalah mencari keberadaan Nafsah.


seingatnya, waktu kemarin malam ketika ia sedang mengobrol dengan Nafsah, secara mendadak kepalanya terasa sakit bagai di tusuk jarum dan tentu setelahnya ia tidak mengingat lagi apa yang terjadi waktu itu. Hasby baru bisa merasa tenang setelah melihat adiknya masih tidur di sofa dengan kain selimut yang menyelimuti dirinya.


sebenarnya ia cukup penasaran pada kejadian yang dirinya tidak ingat kemarin, diman saat penyakitnya kambuh saat malah hari, pada saat itu juga bukan tidak mungkin Nafdah akan khawatir, tapi... sebelum Hasby berpikir lebih jauh, ia mendengar suara orang bergumam, semakin lama semakin keras juga gumaman itu.


Hasby mengamati sekitar dengan seksama, dan menemukan sesuatu setelah ia melihat ke arah Nafsah yang berada di sofa. Ternyata, suara gumaman itu berasal dari Nafsah sendiri, dan sepertinya dilihat dari raut wajah yang tidak baik saat tidur, mungkin saja ia sedang bermimpi buruk.


"Hm?...apa Nafsah mimpi buruk? kok ngigo gitu ya?... " ucap Hasby pelan.


tidak lama ia berkata demikian, sesuatu terjadi pada Nafsah, ia berteriak sambil memanggil Hasby walau pun teriakannya tidak terlalu jeras, namun terdengar jelas oleh Hasby.


" Kak... jangan, jangan kak... " ucap Nafsah.


karena khawatir, Hasby bangkit dari kasurnya, namun baru saja ia berjalan beberapa lanhkah, dirinya mengalami sakit yang menusuk di kepalanya. Hampir kehilangan keseimbangan, namun ia bertindak cepat dengan memegang tongkat imfusan dengan erat sebagai penopang badan.


tidak sampai di situ, Nafsah kini berteriak semakin keras, malahan kali ini di sertai dengan tangisan, walaulun sakit yang Hasby rasakan belum hilang, ia tetap berjalan menuju sofa yang Nafsah tempati dengan keadaan berjalan sempoyongan.


" Nafsah!, kamu kenapa?... bangun Naf... " ucap Hasby yang kini sudah berada di samping Nafsah sambil mengguncang tubuhnya, butuh beberapa kali Hasby menggonyangkan tubuh Nafsah agar dia bangun, sehingga saat Hasby melakukan hal tersebut ke tiga kali nya , Nafsah pun akhirnya terbangun.


" Allahamdulillah... Nafsah, untung nya kamu bangun... kamu mimpi apa sih?... aku khawatir tau liatnya... "


masih dalam posisi berbaring, tatapan Nafsah kini terasa kosong, terdiam cukup lama sebelum menengok ke samping dimana di arah itu terdapat Hasby sang sedang berlutut melihatnya.


" Nafsah... kamu gak papa kan?... "ucap Hasby.


ketika sedang mengamati Nafsah yang terdiam, ia dikejutkan dengan adiknya yang secara tiba-tiba memeluknya serta setelahnya menangis tersedu-sedu.


Hasby yang melihat hal itu menjadi bingung serta khawatir, ia tidak pernah melihat Nafsah menangis sekeras ini.


" Nafsah... kamu kenapa nangis?, bilang sama kakak kalau ada apa-apa... ".


Walau Hasby telah berulang kali bertanya padanya, tapi Nafsah masih tetap menangis tersedu-sedu dalam pelukan Hasby, sampai - sampai pakaian yang ia kenakan hampir sebagian besar basah karna air matanya Nafsah.


' sebenarnya Nafsah kenapa?... apa karena mimpi buruknya tadi?,...'.


" Nafsah... kamu tenang sebentar, terus cerita sama aku.."

__ADS_1


" Kak... kakak.. hisk... aku takut... " ucap Nafsah terisak.


" Kamu takut kenapa?...ayo cerita sama kakak... "


" Aku tadi mimpi.. hiks... mimpi kalau kamu tinggalin aku.. huuu... erg... terus...aku sendirian waktu itu... " ucap Nafsah.


Mendengar ucapan Nafsah tadi, Hasby sedikit tersentak, entah apa yang ia rasakan saat ini, tapi serasa bahwa ada perasaan tidak enak di dadanya, terasa sesak serta sedikit takut.


" Enggak papa Nafsah... aku gak bakalan ninggalin kamu... percaya sama amu... "


" Tapi... aku masih takut kak, gimana kalau... kalau... huu....." Nafsah tidak menyelesaikan kata-katanya dan malah menangis semakin keras.


Hasby saat itu mulai berbicara lagi pada Nafsah bahwa ia benar-benar tidak akan meninggalkan nya, sampai-sampai ia berjanji membawa nama dirinya sendiri pada Nafsah.


" Aku percaya sama kamu.... bahwa kakak gak bakalan ninggalin aku... tapi, aku takut waktu yang maksa kakak buat ninggalin aku... ".


" Iya... aku juga tau, tapi kamu percaya gak sama aku?... walaupun penyakit kakak ini ganas...tapi karna aku harus jaga kamu... aku bakalan tetep berjuang buat hidup ... ngeliat kamu bahagia... ngeliat kamu nikah terus punya anak, dan mungkin sampai punya cucu... " ucap Hasby.


" Ya... walaupun aku harus nahan sakit selama itu" lanjutnya.


Hasby kini sedikit merasa khawatir serta takut, bisa dibilang nyawanya ini tidak bertahan lama, mungkin saja ia akan tutup usia pada umur 40an, tapi ia tetap berpikir positif saat ini dan berjuang melawan penyakitnya. Mungkin terapi tidak terlalu efektif bagi kesembuhan penyakitnya, tapi ia berharap agar dapat hidup lebih lama, dan melihat kebahagiaan adiknya.


Nafsah masih saja mengeluarkan air matanya sejak tadi, dan itu menandakan bahwa mimpi yang ia alami beberapa waktu lalu sangat menakutkan baginya, terlebih lagi mimpinya itu berkaitan dengan Hasby.


" Nafsah... udah, kamu jangan nangis lagi dong... itu kan cuma mimpi dan gak kenyataan, lagi pula mimpi itu cuma bunga tidur... ". ucap nya.


" Iya... tapi... hiks, aku masih takut... "


" Mending kamu solat dulu aja deh, abis mimpi buruk kayak gini kalau langsung solat pasti hati jadi tenang... ".


" Tapi nanti kamu sendiri... kalau kenapa-napa gimana?... "


" Kamu kayak gak tau kakak aja... aku bakalan baik-baik aja kok... ".


" Udah... gak ada tapi-tapi, ayo cepetan sana...makin lama nunda entar nambah siang loh... sekarang udah jam berapa coba?..." ucap Hasby.


" Yaudah... aku solat dulu, tapi kalau ada apa-apa langsung telpon ya... " ucap Nafsah.


" Tapi...aku gak tau batrai


Setelah menenangkan diri sejenak, Nafsah pun pergi keluar untuk melaksanakan solat subuh, sementara untuk Hasby, ia masih duduk di sofa sebelum kembali memegang kepalanya yang sedari tadi terasa sakit.


'Assatagfirullah... kepala gua sakit banget... '


perlu beberapa menit untuk rasa sakit yang Hasby alami hilang, namun setelah nya, ia merasa lega karena rasa sakit nya tidak terlalu lama seperti biasa ia kambuh. Hasby kemudian beranjak berniat untuk solat subuh setelah kelalanya terasa lebih baik, walaupun sekilas... terkadang ada rasa sakit susulan yang ia rasakan ketika melaksanakan solatnya.


***


pukul 06:00, adalah waktu bagi sebagian orang mengawali aktivitasnya, berbeda dengan seorang gadis yang berbaring di kasur kamar ini, ia terlihat sangat menikmati waktu tidurnya, walaupun dalam keadaan tidur, paras wanita ini tidak pernah luntur kecantikannya, malah menambah kesan imut, dan siapa lagi gadis paling cantik ini kalau bukan Vanesa, nona muda keluarga Lits.


entah apa yang membuatnya tidur nyenyak, yang pasti sih mungkin ia sedang merasa lelah, mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, saat dimana dirinya hampir di culik dan melihat perkelahian berdarah, serta mendengarkan langsung bahwa ayah dan ibunya telah menjodohkannya dengan Hasby, sementara orang itu hanua seorang supir di kediamannya. Memang berita ini cukup berat bagi dirinya untuk menerima, tapi mau bagaimana lagi?, jika ia menolak perjodohan ini, pasti laki-laki yang sangat ia cintai itu akan kena imbasnya, dan terpaksa ia harus menerimanya.


salah satu syarat yang paling berat dari orangtua Vanesa selain di jodohkan dengan Hasby, yaitu tinggal fi rumah nya setelah pertunangan mereka, hal ini baru di sampaikan oleh Zihan dan Jordan kemarin malam, awalnya Vanesa menolak dengan tegas permintaan ini, namun berhasil di bujuk oleh Sri agar ia mau memerima bahwa dirinya aka tinggal di rumah tunangannya. ko


ketika Vanesa masih menikmati masa tidurnya, tiba-tiba saja ada siara ketukan pintu diiringi suara perempuan paruh baya.


" Nona... nona Vanesa.. bangun non, udah lagi...". ucap orang itu yang di ketahui sebagai Sri.


beberapa kali Sri mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama Vanesa, dan akhirnya gadis tersebut bangun dari walau masih terbaring.


" Hm... bu Sri, aku masih ngantuk... nanti aja banguninnya... " ucap Vanesa yang masih mengantuk.


" Jangan nona, sekarang kan kita mau jenguk nak Hasby... nona harus bangun... nanti tuan bakalan marah...."

__ADS_1


" Iya.. iya... aku bakalan siap-siap..."


" Ya udah... bu Sri tunggu di sinj ya non... "


" hm... "


***


" Kak... ada pesan dari kak Ardi... " ucap Nafsah menyodorkan ponselnya pada Hasby.


" Apaan? "


" Kamu baca aja... "


Hasby kemudin melihat kolom pesan yang ada di ponsel Nafsah, dan tertulis bahwa itu pesan dari Ardi.


" Nafsah... tolong bilangin sama Hasby, kemaren ada tugas dari dosen, kami bertiga gak ngerti tentang materinya, jadi minta tolong kerjain sama Hasby ya... emang sih ini kurang sopan karna nyuruh sama orang sakit ... tapi, kami kepaksa, tolong ya...." ( tulisan di ponsel Nafsah).


setelah membaca pesan itu, Hasby menghel nafas kasar sambil mengelus rambutnya pelan. Melihat reaksi Hasby, kini Nafsah bertanya karena penasaran.


" Kenapa kak?... apa ada masalah?... "


" Pacar kamu tuh... orang lagi sakit juga, tapi tetep aja bikin pusing, mana nyuruh aku kerjain tugas dari dosen lagi... " ucap Hasby.


" Enak aja... siapa yang pacarnya dia, jangan asal nuduh jadi orang... " Nafsah cemberut.


" Tapi kamu bener suka kan dama dia?... ".


Nafsah tidak menjawab melainkan memalingkan wajahnya dari Hasby, ini terbukti bahwa dirinya menyukai Ardi, sahabatnya.


" Tuh kan... apa aku bilang... "


" Ih... kakak, kamu nyebelin... "


" Lah... aku dari mana nyebelin?, yang jelas aku ini ngangenin tau... " ucap Hasby percaya diri.


" Hah? ngangenin? ngangenin siapa?yang jelas kalau cewek sih iya..."


" hm? kamu tau dari mana kalau ada cewek yang kangen aku?... "


" Kamu ini pikun atau apa sih? kakak kan populer... cewek-cewek kampus lah yang pastinya kangen sama kamu, udah tiga hari loh kamu gak masuk kuliah... "


perkataan Nafsah memang benar adanya, secara kan Hasby ada orang yang terkenal di kampus, bukan tidak mungkin ketidak hadirannya di kampus akan membuat gempar kuliahan.


" Iya juga sih... eh? aku kan gak masuk kuliah, terus kamu gimana? kamu gak masuk juga hari ini?... "


" Aku udah minta sama Zyan buat minta izin ke dosen.."


"oh syukur deh kalo gitu... "


____________________________________________________


Aku...


minta maaf ya, maaf karena......


up nya lamaaaaaaaaaa banget, dan alasannya masih sama kayak yang kemren, karena banyak tugas numpuk..


hehe... buat kalian yang suka sama cerita ini, tetap dukung author terus ya...


kalau gak suka juga gak papa, kan hak kalian...


tetal bahagia ya readers...

__ADS_1


jumpa di chapter selanjutnya....


__ADS_2