
disarankan buat baca chapter sebelumnya ya...
~
tidak lama setelah itu, Ardi menepis tangan Hasby dan mulai melangkahkan kakinya.
" Ardi... " ucap Hasby memanggilnya untuk kedua kali.
" Apaan Si? kalau mau ngomong mending entar aja ". jawabnya yang kemudian berbalik.
" Ardi... ".
Karena mendengar Hasby selalu memanggil-manggil namanya, Ardi kini berbalik dan duduk di hadapan pemuda itu. " Sebenernya mau lo apa sih?, kalau nanya yang jelas dong... jangan setengah-setengah kayak gini... " ucapnya.
" Lo mau kemana? ".
" Itu aja? ". tanya Ardi dan dijawab anggukan oleh Hasby. menanggapnya dengan tatapan kesal, Ardi sekali lagi kembali meninggalkan tempat duduknya.
" Jawab dulu pertanyaan gua ".
" Bisa gak nanyanya yang penting aja? ".
" bagi gua pertanyaan yang tadi itu penting ".
" ***... Hasby... gua ini sekarang lagi mules, mau ke kamar mandi... pengen BAB...puas pertanyaannya udah gua jawab?! ". ucapnya sedikit meninggikan suara.
mendengar pernyataan itu, Hasby dan Nafsah tercengang tanpa berkata-kata, berbeda dengan mereka berdua, Firdan terlihat tidak peduli dan masih dalam posisi menopang dagu.
" Lo... gak marah karena yang tadi? ".
" Buat apa gua marah?, gak ada paedahnya banget... ".
" Hm... lo bakalan kaget dan marah gak kalau gua sama Vanesa bakalan nikah? ".
" Gak " Jawab Ardi singkat.
kini Hasby menunduk dan tersenyum tipis, tidak sesuai dengan perkiraan nya yang menyangka bahwa Ardi dan Firdan akan marah, hatinya sedikit tersentuh karena Ardi bukan hanya tidak marah, melainkan hanya menanggapnya sebagai cerita biasa.
" Syukur deh... gua kira__... ".
" Udah, udah, udah... ini anak gua udah mau berojol, dan asal lo tau ya... semarah-marah nya gue, yang pasti gua ini gak bakalan mutusin persahabatan kita " ucap Ardi.
°°°
melihat Ardi sudah masuk ke kamar mandi, Hasby saat ini mengalihkan pandangannya pada Firdan, sedikit mempunyai harapan kalau pria itu juga tidak marah padanya, tapi jika di perhatikan lagi, kemungkinan harapan Hasby ini agak kecil. Dilihat dari cara Firdan diam, Hasby maupun Nafsah tidak bisa menebak isi pikirannya.
' Gimana ni Naf?... ' tanya Hasby pada Nafsah dengan isyarat mata.
' Tanya aja... ' Jawabnya.
sebelum ia bertanya pada pemuda itu, Hasby menghela nafas pelan " Firdan... lo gak marah kan?".
Tidak menjawab pertanyaan Hasby, Firdan hanya meliriknya beberapa detik dan menunduk kembali, reaksi ini membuat kedua bersaudara itu menjadi panik.
' Apa dia marah? '.
berkali dan berulang kali Hasby memanggil Firdan yang sedang diam itu, tidak ada reaksi yang keluar selain melirik sejenak beberapa detik, ini memang membuat Hasby dan Nafsah khawatir, tapi mereka tetap berusaha untuk bisa membuat Firdan berbicara.
" Gua tau kalau lo lagi marah... tapi setidaknya tolong respon gua dong Dan... " ucap Hasby yang kali ini tidak ditanggapi.
" Firdan... gua minta maaf soal ini, tapi___...".
" Bisa diem gak lo, Hasby?..."ucap Firdan menyela omongan pria itu.
" Gak sebelum gua dapet jawaban kalau lo marah apa enggaknya ".
" gua gak marah... " ucap Firdan.
" Terus kenapa lo diem aja dari tadi? ".
" Gigi gua sakit... ".
__ADS_1
" Apa?! ".
°°°
Sore, pukul 15:00...
setelah kejadian itu tadi pagi, saat ini Hasby, Firdan dan Ardi sedang duduk menunggu Nafsah yang sedang memasak.
Beberapa menit sebelum mereka ke dapur, saat itu Hasby sudah menceritakan hal yang selama ini ia sembunyikan dari ketiga temannya, rencana awal ia ingin memberi tahu Savira terlebih dahulu tentang kejadian ini, tapi karena wanita itu tidak hadir, jadi Hasby bercerita terlebih dahulu pada Firdan dan Ardi.
kondisi gigi Firdan saat ini juga sudah membaik, karena telah meminum obat yang Hasby berikan, pipinya tidak terlalu bengkak setelah lima menit mengkonsumsi obat itu.
Untuk Ardi, sakit perutnya juga sudah mereda, penyebab sembelitnya ini, dikarenakan dia makan makanan pedas kemarin malam di rumah Savira. Sedangkan penyebab Firdan sakit gigi, karena ia terlalu banyak makan makanan manis di rumah Savira juga.
Tidak butuh lama untuk menunggu Nafsah selesai, saat ini ia sedang menghidangkan makanan. Seperti biasa, masakan yang ia buat selalu mengeluarkan aroma yang enak, sehingga tak jarang orang yang menciumnya akan mendapatkan selera makan yang baik.
" Hm... kayak biasanya, masakan kamu selalu enak baunya " ucap Firdan.
" Kak Firdan kayak yang baru pertama kali tau aja... ".
" Iya nih... sejak kapan lo pinter muji Nafsah cantik? ". kali ini Ardi yang berbicara.
" Sejak tadi... ". jawab Firdan sambil mendekatkan wajahnya pada Ardi.
" Awas aja lo ya kalau berani ngegoda Nafsah, gua sleding lo... ".
" Bodo amat, lagian gua juga udah punya kali... ".
seketika itu, Hasby, Nafsah serta Ardi berhenti melakukan aktivitasnya masing-masing, diam membisu dan hanya menatap Firdan dengan tatapan tak percaya, ketiganya kaget karena baru pertama kali mendengar bahwa Firdan menyukai seseorang.
" ALHAMDULILLAH...".
setelah itu, Ardi dan yang lain mengucap hamdallah secara bersamaan, berbeda dengan Hasby dan Nafsah yang mengangkat kedua tangan, Ardi saat itu melakukannya sambil mengagebrak meja. Al hasil, Firdan pun menjadi bingung dan aneh dengan reaksi ketiga temannya ini.
" Lo pada kenapa si? kesambet setan kali ya? ". ucap Firdan.
" Kesambet setan mana mungkin baca hamdallah Dan, otak lu miring... " Kali ini Hasby yang berbicara.
" Ya terus kalian ini kenapa? tiba-tiba baca hamdallah... bersyukurnya kurang jelas tau... ".
" Hidayah?... emang gua dapet hidayah apaan? ".
" Lo dapat hidayah, karena udah bisa ngerasain 'apa itu Cinta' " ujar Ardi.
" Ih, pada gak jelas lu pada... ".
" Gak jelas gimana?... orang bener kan lo udah dapat hidayah dari Allah Swt... ".
" Bener tuh... tapi ngomong ngomong, lo suka cewek yang mana? ". tanya Hasby.
" Iya yah... setahu aku kak Firdan itu gak pernah pacaran, jadi aku gak tau tipe dia... " tutur Nafsah.
" Kasih tau dong Dan... kita ini kan temen lo... " Kali ini Ardi yang berbicara.
melihat temannya sangat berharap ingin tahu wanita mana yang dia sukai, Firdan berencana untuk memberi tahu mereka, tapi tidak asik jika langsung secara terang-terangan dia memberitahunya, jadi kali ini, Firdan berniat melakukan suatu hal.
" Kalian mau tau siapa orangnya? ". tanya Firdan dan langsung dijawab anggukan oleh ketiga temannya.
" Nih... gua kasih tau ciri-ciri nya ya... orangnya itu lumayan tinggi, putih, rambut sepinggang selalu diiket... dan agak tomboi " ucap Firdan menjelaskan.
Hasby, Nafsah dan Ardi kini diam memikirkan apa yang Firdan sampaikan, berusaha menemukan orang yang sama dengan yang pria itu ucapkan, Ardi saat ini menemukan orang yang agak sama dengan ciri ciri tadi.
" Ooo.... orang yang di kelas sebelah itu ya ". ucap Ardi dengan tiba-tiba.
" Siapa coba? ".
" Si Rani tomboi itu kan? ".
" Salah... ".
" Gua tau... Leona kelasan kita itu ya " ucap Hasby.
__ADS_1
" Salah... ".
" Fany dari keluarga Qin? ".
" Bukan ".
" Derin adik si cuco? ". ucap Ardi.
" Cuco siapa? ".
" Noah... ".
" Bukan dan gua gak tau orangnya... ".
" Terus siapa dong kak? ". tanya Nafsah.
" Kalian mau tau?...sini,sini gua bisikin ".
Karena penasaran, Hasby, Ardi dan Nafsah mendekat ke arah Firdan, agak lama mereka menunggu, pemuda itu masih belum mengucapkan sepatah kata pun, hanya tersenyum jahil dan memandang mereka bertiga secara bergantian.
" Nih ya, namanya itu__... "
rasa penasaran yang semakin meningkat, ketiga orang yang ada dihadapan Firdan dengan serius menunggu jawaban Firdan, tapi...
" Nungguin ya...hahaha...kepo lu pada, ini rahasia dong... ".
" DASAR!!! ".
Membuat mood ketiganya jengkel, Firdan saat itu merasa puas telah mengerjainya, tapi setelah ia menyadari tatapan mereka, tawa yang tadinya keras kini mengecil.
" E... hehe, sory ya... ".
" ' hehe, hehe'... ketawa sono, orang udah penasaran juga... " ucap Hasby.
" Kita udah ngarep-ngarep lho kak " Kali ini Nafsah yang berbicara.
" Iya... maaf, maaf ".
sementara Firdan masih lucu dengan kejadian tadi, kali ini Ardi terpikir satu hal yang bersangkutan dengan Hasby." Heh, Hasby... gua mau tanya, Jadi hubungan lo sama Vanesa bakalan resmi dong, yang namanya udah tunangan kan pasti bakalan nikah... ".
" Em... gak tau juga sih, soalnya Vanesa juga kayak yang gak mau gitu ".
" Hm... lumayan dong lo dapet cewek yang perfect...udah cantik, kaya, bokap nyokapnya kenal deket sama lo lagi... " .
" Tapi dianya kan yang gak rela tinggal sama gua ".
" Emang kapan dia pindah ke sininya? "Kali ini Firdan yang bertanya.
" Dia udah pindah ke sini kok " ucap Nafsah.
" Apa?! udah pindah?! ". ucap Firdan dan Ardi bersamaan.
" Iya... ".
" Kok kita gak liat dia sih? " tanya Ardi.
" Oh... dia sekarang__... "ucapan Hasby tidak selesai, baru menyadari kalau ia melupakan sesuatu yang penting, ia kini memalingkan wajah ke arah Nafsah yang dirinya juga menyadari hal ini.
" VANESA MASIH DI KAMAR MANDI!!! ".
setelah mereka mengucapkan kata-kata itu, Hasby dan Nafsah bergegas menuju lantai atas, Firdan dan Ardi yang melihatnya hanya bingung dan terheran heran.
" Kenapa tu dua orang? " Tanya Firdan pada Ardi.
" Gak tau, mau nangkep kodok kali ".
" Ya kali kodok si... ".
" Gua juga gak tau ".
_______________________________
__ADS_1
Bagi like nya ya gaess...
jumpa di chapter selanjutnya... ni