Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
12# Kepala yang sakit


__ADS_3

walaupun Hasby berkata tidak apa-apa,tapi tetap saja ia tidak bisa mengelak dari kenyataan,bohong kalau Hasby berkata sehat sedangkan wajahnya kini sudah pucat yang menandakan dia sedang sakit.


" Lo gak usah bohong...muka lo yang jawab semuanya..." ucap Firdan duduk kembali di samping Hasby.


" Beneran...gua udah biasa ngalamin hal kayak gini, dan ini gak separah waktu kambuh kok..." ucap Hasby yang memasang senyum khas nya.


Walaupun tersenyum, sangat jelas bahwa ia melakukannya dengan berusaha, senyumnya ini tidak terdapat kesenangan di dalamnya, melainkan berusaha untuk menyenangkan bagi penglihat nya.


" kamu gak boleh kayak gitu Hasby,sekarang sih mungkin masih belum...tapi nanti kalau kambuh gimana? kita gak mau liat kamu kesakitan" ucap Savira pada Hasby.


perhatiannya ini pada Hasby membuat Firdan dan Ardi sedikit tertawa kecil dan untungnya tidak disadari oleh Savira,mereka sebenarnya ingin sedikit mengejek Savira karena beberapa jam lalu ia mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli pada Hasby,tapi nyatanya malah ia yang sangat khawatir sekarang.


niat ingin mengejek Ardi dan Firdan kini tertahan karena melihat Hasby yang sedikit meringis sambil memegangi kepalanya,mungkin saja ia sekarang merasa kan sakit.


" Hasby...dari pada makin sakit,mending kita sekarang pergi ke UKS aja biar kamu bisa istirahat" ucap Savira lagi.


" Tapi__..."


" udah...lo mending dengerin aja apa kata Savira, ini juga demi kebaikan lo juga" ucap Firdan yang setuju dengan usul Savira tadi.


" Gua gak masalah cuma jalan ke UKS, tapi kalau kepala gua lagi sakit pasti jalannya sempoyongan, nanti ada orang yang liat dan nanyain tentang hal ini gimana jelasinnya?" ucap Hasby.


Savira,Firdan dan Ardi kini memandang satu sama lain,mereka mengerti apa makna perkataan dari Hasby,sebenarnya sakit kepala Hasby ini bukan semata karena demam disebabkan kehujanan kemarin,melainkan ada hal yang lebih serius.

__ADS_1


Dibalik sikapnya yang periang, ramah dan terbuka,Hasby ternyata memiliki satu rahasia yang tidak banyak orang ketahui,yang mengetahui ini selain Nafsah adalah ketiga temannya,ya itu Savira, Firdan dan Ardi,serta ada satu orang lagi yang mengetahui rahasia ini yaitu dokter.


di luar,ia memang selalu nampak sehat dan bugar,namun siapa yang menyangka...terkadang ia akan terbaring lebah di kasurnya dengan rasa sakit yang menyerang di bagian kepala,tentu ini ada alasannya.


Sejak kecil,Hasby memiliki riwayat penyakit tumor di kepala,saat ini ia baru mencapai stadium 2 lanjut,karena itulah jikalau Hasby kelelahan,ia akan merasakan efek kambuh dari penyakitnya.


penyakit Hasby merupakan tumor jinak,dan untungnya tidak tumbuh didekat otak,namun...walaupun tidak tumbuh di bagian Vital,tapi jika melakukan operasi pengangkatan...besar kemungkinan tingkat keberhasilannya sangat tipis.


pernah ketika SMP Hasby akan melakukan operasi pengangkatan,tapi dokter berkata hal demikian,dan jika operasi ini gagal,maka akan menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.


ibu dan ayah Hasby pada kejadian itu masih hidup,dan mereka melarang Hasby untuk melakukan operasi karena tidak ingin kehilangan anak pertamanya. dan sampai saat ini Hasby juga tidak ingin melakukan operasi ini,entah apa yang ia pikirkan,namun selalu ada rasa takut yang menusuk.


" terus kita harus gimana? nanti bisa makin sakit...." ucap Savira


dalam keadaan memegang kepala,Hasby kini mengambil ponsel di sakunya dan mengetik salah satu nomor...


Savira, Firdan dan Ardi hanya menunggu Hasby,mereka membiarkannya melakukan apa yang ia rencanakan.setelah menunggu beberapa detik,telepon pun akhirnya tersambung.


" Hallo,Nafsah...." ucap Hasby.


" Iya kak, kenapa?" ucap orang diseberang yang ternyata adalah Nafsah.


" Nafsah...kamu bawa obatnya kan..." tanya Hasby.

__ADS_1


" iya...emang kenapa kak?"


" Tolong kamu sekarang bawa kesini...sekarang kakak lagi__...ergk" Hasby tidak menyelesaikan kata-katanya karena kepalnya sekarang terasa sakit.


Savira, Firdan dan Ardi sekarang yang ada disana makin khawatir tentang keadaannya,dan untungnya di dalam kelas hanya ada mereka berempat. tidak hanya mereka bertiga yang khawatir,Nafsah yang mendengar erangan Hasby kini menjadi panik dan menyadari sesuatu.


" Kak...apa kambuh lagi?" ucap Nafsah.


" Iya,kakak minta tolong sama kamu,tolong cepet..."


" iya...aku bakalan cepet.."


nut,nut,nut....


telepon Hasby yang menyambung ke ponsel Nafsah kini terputus,mungkin setelah mendengar kabar Hasby ia bergegas untuk mengambil obat pereda sakit dari dokter.


di sana,Hasby harus menunggu sekitar 15 menit sebelum kedatangan Nafsah,karena jarak antara kelasnya dengan kelas Nafsah terpaut cukup jauh. setelah menunggu beberapa menit,Nafsah datang ke kelasnya dengan nafas terengah-engah,mungkin ia berlari.


" Kak,aku bawa obatnya...oh iya,kalian bawa air minum gak?" ucapnya Nafsah sambil terengah engah.


" Aku bawa..." Savira kini mengambil sebotol air mineral dari dalam tas nya dan memberikannya kepada Hasby.


Hasby langsung meminum 2 butir obat dari Nafsah,dan perlu beberapa waktu untuk obatnya bereaksi.

__ADS_1


_______________________________________


jangan lupa Like and komen ya...


__ADS_2