Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
18# Ayah tak bertanggung jawab


__ADS_3

tiga pria yang berbicara dengan Hasby tadi sudah terbakar oleh amarah dan mulai bersiap untuk menyerang Hasby,namun seorang diantaranya menghentikan niat mereka ,sepertinya orang yang satu ini adalah pemimpin dari ketiganya.


" Jangan serang dulu..." ucap pria itu yang diketahui sebagai pemimpinnya.


orang yang tadinya ingin menyerang Hasby kini mengikuti perkataannya, walaupun sudah sangat ingin menghajar Hasby,tapi mereka terpaksa untuk bertahan sejenak.


" Heh...bocah,lo tau siapa nama gua?" ucap pemimpin itu.


" Apa urusan gua?...nama ya nama lo,gua gak masalah". ucap Hasby.


" Perlu lo tau,nama gua itu...Gio....Gio si perampok..." ucapnya.


ketika Hasby mendengar nama itu,hanya satu yang terlintas dibenaknya saat ini, yaitu seorang pria yang ia pernah kenali dulu, namun berbeda penampilan dari orang yang ada dihadapannya ini. namun,setelah Hasby mengamati dengan seksama lagi, dia menemukan ada kemiripan di wajah orang yang ada dibenaknya dengan orang yang ada di hadapannya.


" Maaf,kalau boleh gua tau dan kalau gak salah...nama lo itu Gio Candra kan? ". ucap Hasby.


" Haha...tau juga lo nama gua..." ucap pria itu yang diketahui namanya sebagai Gio.


" Gua tau...karna lo itu ayah dari temen gua...Savira..." ucap Hasby dengan nada serius.


mendengar Hasby menyebutkan nama Savira, Gio terdiam sejenak karena nama yang Hasby sebutkan adalah nama yang tidak asing baginya yaitu anaknya.


sebenarnya Hasby sedikit tahu tentang kehidupan masa lalu Gio, dia adalah ayah kandung dari Savira, sebelumnya mereka pernah hidup bersama,namun suatu hari ibu dari Savira mengetahui rahasia Gio yang ia sembunyikan dari keluarga.


setiap malam Minggu,Gio akan datang ke rumah hiburan,di sana ia akan berjudi dan mabuk-mabukan,bukan hanya itu saja, Gio terkadang sering tidur bersama dengan wanita penghibur.


karena telah mengetahui kelakuan Gio yang buruk, ibunya Savira yang bernama Belina akhirnya menceraikannya, saat dari situlah Hasby tidak tahu lagi tentang keadaan Gio, karena peristiwa itu terjadi saat dirinya masih di bangku sekolah menengah, namun siapa sangka,setelah bertahun-tahun lamanya, pada akhirnya juga Hasby bertemu kembali dengan Gio yang ada dihadapannya saat ini.


" Savira...ya, lo bener, tapi ngomong-ngomong kenapa lo bisa kenal sama dia?" ucap Gio

__ADS_1


" Saya itu temen nya..." ucap Hasby yang kini berbicara dengan sopan,alasannya cukup sederhana,karena ia ingin menghormati orang yang lebih tua,terlebih lagi dia adalah orang tua Savira.


" oh...terus, lo pikir kalau lo itu temen anak gua...gua bakalan lepasin lo gitu?..." ucap Gio.


" Enggak, tapi cuma saya kasian sama Savira...kasian karena punya ayah yang enggak bertanggung jawab kayak pak Gio..." ucap Hasby


" Heh, sok peduli..." ucap Gio dengan nada merendahkan.


" Pak, lebih baik bapak tobat mulai sekarang...sebelum terlambat "


" Alah...banyak ngomong lu...udah cepetan,serahin barang-barang lo atau gua harus kasih pelajaran..." ucap Gio menantang.


" Maaf pak,walaupun bapak itu ayah Savira...tapi kalau ngelakuin hal yang gak baik,saya bakalan nentang bapak...". ucap Hasby.


" ok...berarti lo minta dihajar...kalian berdua serang bocah ingusan itu..." perintah Gio pada kedua anak buahnya.


mendengar perkataan Gio,dua orang yang diperintahkan olehnya kini mulai menyerang Hasby, sementara untuk satu anak buahnya yang memegang tongkat dan dirinya sendiri mulai menjalankan misi.


" Ibu...Hasby berantem sama dua orang itu...terus dua orang yang satunya lagi jalan ke sini...gimana bu?..." ucap Vanesa yang semakin mempererat pelukannya pada Zihan.


" Tenang nak...Allah ada buat lindungin kita, dan mudah-mudahan Hasby gak kenapa-napa..." ucap Zihan yang mengelus-elus kepala Vanesa.


sebenarnya Zihan juga saat ini sedang merasa takut,ia tidak pernah menyangka bahwa ada hari dimana dirinya terkepung oleh orang-orang jahat, namun ketakutannya itu ditutupi karena tidak ingin membuat Vanesa semakin takut lagi, pada saat itu pula pikiran Vanesa kini terpusat pada Hasby yang sedang berkelahi dengan dua orang jahat itu.


' Hasby...moga aja lo baik-baik aja... ' batin Vanesa.


karena perkelahian Hasby dan dua anak buah Gio sedang berlangsung, Gio dan satu anak buahnya lagi kini menghampiri mobil yang sebelumnya dikendarai oleh Hasby. Mulanya,ia hanya mengira akan mendapat barang bagus dari Hasby,namun setelah melihat dengan teliti,ternyata di dalam mobil tersebut terdapat dua orang wanita yang berada di dalamnya, walaupun wajah mereka tidak jelas karena tertutupi oleh kaca mobil yang basah karena air hujan, namun perasaan Gio saat ini sungguh senang karena dapat menemukan barang yang lebih bagus lagi.


Gio mendekati mobil dan segera membuka pintu belakang yang terdapat Vanesa dan Zihan di sana, Vanesa dan Zihan kini semakin ketakutan karena melihat wajah Gio yang menunjukan senyuman yang menjijikan.

__ADS_1


" Hallo...eh...ada cewek cantik, ikut sama abang yuk...abang jamin,nanti abang bakalan bikin kamu bahagia..." ucap Gio yang kini tersenyum mesum.


" Pergi!!!...jangan ganggu anak saya!!!..." kali ini Zihan berusaha mendorong Gio untuk keluar,namun usahanya sia-sia dan malah Gio sekarang lebih mendekatkan dirinya pada Vanesa.


" Akh....lo jangan deket-deket br*sek!!!...pergi lo!!!..." ucap Vanesa dengan nada bentakan.


" Kok cantik-cantik galak sih...tapi...aku makin suka loh..." ucap Gio yang menampilkan senyuman mesum lagi.


setelah berkata seperti itu,Gio langsung menarik Vanesa keluar dari mobil,tanpa menghiraukan teriakan Vanesa yang memintan untuk melepaskan tangannya.


" Lepasin!!!...ibu!!!..tolong Vanesa..bu!!!! " teriak Vanesa.


Zihan kini membantu Vanesa dengan cara menarik tangan Gio yang memegang lengan anaknya, namun belum lama Zihan memegang tangan Gio, dia segera menghempaskan tubuh Zihan dengan mudah sampai dirinya terjatuh.


" Ibu!!!...ibu...heh..lepasin gak ...tolong!!!!...tolong!....tolong!!...." teriak Vanesa minta tolong.


" Hahaha...teriak aja sampe tenggorokan kamu kering, jarang ada orang yang lewat jalan sini...apalagi kalau lagi hujan kayak gini..."ucap Gio.


Vanesa saat ini hanya bisa meronta dan menangis sambil sesekali berteriak,namun usahanya tetap tidak membuahkan hasil, perbandingan antara tubuh Vanesa dengan Gio terpaut jauh, jika Gio memiliki tubuh yang besar dan tinggi,beda hal nya dengan Vanesa yang memiliki tubuh ramping dan kecil,tentu akan sangat mudah bagi Gio menyeret Vanesa.


***


Hasby kini masih berkelahi dengan dua orang tadi,nampak sekali bahwa kedua anak buah Gio kini kewalahan menghadapi Hasby, derasnya hujan membuat pandangan mereka terbatas dan saat itu pula topi yang Hasby kenakan lepas dari kepalanya, bukan hanya itu saja, bahkan pakaian Hasby sampai ada yang robek di bagian tertentu. saat mendengar teriakan Vanesa, Hasby kini mengira bahwa Gio sedang membawanya, dan pada saat itu pula ia mulai lebih serius lagi dari sebelumnya.


" Sekarang lo mending nyerah aja...cewek lo udah ada di tangan bos kita,dan lo gak bisa apa-apa lagi..." ucap salah satu pria itu.


" Jangan harap, gua kali ini gak bakal nahan lagi!!!...."


setelah berkata seperti itu...Hasby menyerang kembali dua anak buah Gio, dan kali ini gerakannya lebih beringas lagi, bahkan membuat lawannya berkali-kali mendapat pukulan, sekitar 5 menit kemudian, Hasby kini telah menghajar mereka berdua habis-habisan sampai keduanya tidak sadarkan diri, dan hal pertama yang ia lakukan adalah mencari suara Vanesa yang semakin jauh darinya, dan kini ia menemukan bahwa Gio sedang menyeret Vanesa bersama dengan anak buahnya untuk dibawa pergi, Hasby kini langsung berlari mendekati arah dimana Vanesa berada.

__ADS_1


" Vanesa!!!......."


__ADS_2