
sekitar 45 menit waktu perjalanan, Hasby, Nafsah dan ketiga temannya akhirnya sampai di rumah, walaupun di tengah jalan mereka mendapat sedikit hambatan, ketika itu entah kenapa tiba-tiba saja kondisi Hasby menjadi drop, tubuhnya dipenuhi oleh keringat serta suhu tubuhnya meningkat sangat tinggi, sehingga mendesak mereka untuk istirahat di tengah jalan, mungkin karena cuaca saat ini sangat terik serta lalu lintas yang sangat padat, ditambah kondisi Hasby saat itu belum sepenuhnya vit setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
pertama kali hal yang di lakukan Hasby dan lainnya saat sampai di rumah adalah duduk di sofa untuk mengistirahatkan badan, terutama bagi Hasby, dilihat dari wajahnya yang pucat sudah jelas kalau dia cukup kelelahan, ditambah sekarang ia menutup matanya dengan punggung tangan sebalah kanan sambil bersandar pada sofa. Berbeda dengan yang lain, hal yang Nafsah lakukan adalah pergi ke kamar nya dan kemudian pergi kedapur dengan membawa sehelai kain, dilihat dari cara ia berjalan, sepertinya sedikit terburu-buru.
" Nafsah... kamu lagi ngapain sih? istirahat aja dulu... kamu kan baru aja nyampe... " tegur Ardi.
" Cie... perhatian amat lo... " celetuk Firdan tiba-tiba.
" Iya nih... " lanjut Savira.
Mendengar kedua temannya ini menggodanya, Ardi bukan hanya tidak malu, malah berkata penuh percaya diri." Ya iya lah... kan calon pacar... " ucapnya yang sedikit meninggikan kata ' calon pacar' agar Nafsah mendengar nya.
" Idih, PD amat... emang Nafsah nya mau? ... " ucap Firdan.
" Ya mau dong... iya gak Nafsah?... " ucap Ardi pada Nafsah yang kini berjalan melewatinya, bukan nya menjawab, Nafsah malah memalingkan wajahnya, bukan tanpa alasan ia melakukan itu melainkan untuk menutupi wajahnya yang sedikit merona.
" Kalau suka bilang aja Naf... gak usah malau-malu... " ucap Savira.
" Keliatan kok, muka kamu udah kayak tomat... " lanjut Firdan.
" Ih... kalian kenapa ngegoda aku sih?... pake maen keroyokan segala lagi... " ucapnya sedikit cemberut.
" Hahaha... iya, iya... kita minta maaf, tapi ngomong-ngomong kamu mau ngapain bawa mangkok isi air segala? ". ucap Ardi.
" Ini buat ngompres kakak... panasnya kan masih belum turun... " ucapnya.
Nafsah kemudian duduk di samping Hasby, dilihat dari tubuhnya yang tidak digerakkan sejak tadi, serta tidak ada reaksi saat ada seseorang berada di sampingnya, mungkin Hasby sekarang ini sudah tertidur.
' perasaan baru beberapa menit deh dia nyender, udah pules aja tidurnya... ' batin Nafsah.
Nafsah kemudian menurunkan tangan Hasby yang awalnya di taruh untuk menutupi mata, ia bisa merasakan kalau suhu tubuh kakaknya masih tinggi saat kulit tangan sedikit bersentuhan dengan keningnya. Beberapa menit setelah menfompres Hasby, Nafsah tidak lupa menawarkan pada ketiga sahabat kakaknya untuk makan, dan di jawab anggukan oleh semuanya.
" oh iya, kalian mau nginep gak?...kebetulan kamar yang gak ke isi sekarang udah aku beresin... " ucap Nafsah.
" Hm... kayaknya aku bakalan nginep deh, lo gimana Dan?... " ucap Ardi sambil menengok ke arah Firdan
__ADS_1
" Gua ikut aja... lagian bokap nyokap gw kan lagi gk ada... "ucap Firdan.
" Kalau lo Sav... "
" Gua pasti ikut dong, mami gua kan gak bakalan ngelarang kalau kalian berdua ada disini.... " ucapnya.
" Ok... kalau gitu kak Firdan sama kak Ardi tidur di kamar kosong, terus buat kak Savira tidur di kamar aku aja... "
" Loh?...kok Savira tidur di kamar kamu?... kenapa enggak bareng kita aja?... "ucap Ardi.
" Ardi... ya masa sih gua cewek sendiri di tanggah-tengah lo berdua?... emangnya gua cewek apaan?... "ucap Savira.
" Iya juga sih... "
" Ya udah... sekarang kalian bertiga mandi dulu, aku mau masak... oh ya, kalian mau makan apa? mungkin aja aku bisa bikinin... " ucap Nafsah.
" Kita makan apa yang kamu masak aja... lagian semua masakan kamu pasti enak semua... dan pastinya dipenuhi rasa cinta... " gombal Ardi.
" Ardi...bisa gak sehari aja lu gak gombal? " ucap Savira dan Firdan bersamaan.
" Tapi gua risih banget dengernya...lagian kasian kan si Nafsah, bukannya seneng malah enek tau denger gombalan lo terus... " ucap Savira.
" Ya udah iya...lo gak usah ngegas juga kali..." ucap Ardi cemberut yang membuat Nafsah menjadi gemas melihatnya.
" udah... udah, kalian jangan pada berantem, mending kita langsung ke kamar dulu aja, abis itu makan... gua udah laper nih... " ucap Firdan.
Savira, Ardi dan Firdan naik ke lantai dua, berniat pergi ke kamar, Sementara Nafsah memasak di dapur, ketiganya melakukan kegiatan nya masing-masing, berbeda dengan Hasby yang masih tertidur sampai sekarang, sesekali juga Nafsah sempat mengganti kompresan yang yang ada di kepalanya.
***
Setelah selesai makan dan membereskannya, Nafsah dan ketiga temannya kini duduk di dekat sofa tempat Hasby masih tertidur. Nafsah awalnya sedikit khawatir karena kakaknya ini belum bangun dari tadi, sehingga ia berinisiatif untuk membangunkan nya.
" Kak... bangun, udah mau sore..." ucapnya sambil sedikit menggoyangkan tubuh Hasby.
mata yang awalnya tertutup mulai terbuka, pandangan yang pertama Hasby tangkap ialah wajah cantik adiknya. " eh...Nafsah, aku tidur ya?..." tanya Hasby yang kini membenarkan posisi tidurnya.
__ADS_1
" Iya kak... tadi kamu langsung tidur pas kita udah nyampe... " ucap Nafsah.
" oh, ya udah kalau gitu... sekarang aku mau mandi dulu... oh ya, sekarang jam berapa? " tanya Hasby.
" Sekaran..udah jam 2 kak... " ucap Nafsah sambil melirik jam tangan nya.
mendengar kata yang Nafsah ucapkan, Hasby terperanjat dan langsung beranjak menuju tangga sehingga membuat Nafdah dan lainnya kebingungan.
" Eh Kak... kamu mau kemana? "
" Aku mau solat bentar..." ucapnya yang sedikit teriak karena jarak antara dirinya dan Nafsah mulai menjauh.
Nafsah memang kadang sedikit bingung dengan kakaknya ini, tapi ia beruntung karena memilikinya sebagai seorang kakak, walaupun kondisinya kurang sehat, tapi ia tetap tidak pernah melupakan kewajibannya untuk menjalankan ibadah, kalau misal orang lain yang berada di posisinya, pasti mereka akan berkata malas lah... apa lah...ini lah... itu lah...( Author juga termasuk) tapi Hasby tidak, ia malah berbegas unruk melakukan hal itu, seperti hal nya tadi.
" Nafsah...aku mau tanya boleh gak? " tanya Savira di tengah lamunan Nafsah.
" eh, em... boleh kok, emang kak Savira mau nanya apaan? " ucap Nafsah.
" Aku tadi liat sekilas, Hasby kayaknya punya banyak pikiran deh, keliatan dari cara bangunnya tadi, mukanya itu kayak sayu...tapi bukan sayu karna capek... apa kamu tau alesannya dia kayak gitu... " tanya Savira.
Savira juga menambahkan, bahwa saat Hasby masih di rumah sakit, terkadang ia melihat Hasby termenung cukup lama, hal ini juga bisa dilihat oleh Firdan dan Ardi, sehingga membuat ketiganya sedikit khawatir.
Nafsah tahu apa penyebab kakaknya seperti ini, berita yang Hasby terima minggu lalu saat Zihan dan Jordan menjodohkannya dengan Vanesa adalah pukulan keras bagi dirinya. Walau tidak dekat dengan Wanita, tapi Hasby memiliki perasaan yang mendalam pada seseorang, tapi anehnya ia tidak mengetahui nama maupun orang tersebut. Sebenarnya ia jatuh cinta pada seorang gadis di masa ia kecil, ia tidak terlalu mengingat wajahnya, namun yang selalu ia ingat sampai sekarang adalah tahi lalat yang berada di leher gadis itu, serta kalung yang terdapat hurup L tergantung di lehernya.
___________________________________________________________
Dukung terus Author kalau kalian suka cerita ini ya...
jangan lupa like, Vaforit, comen dan kalau berkenan vote, dan sebelumnya juga aku mau minta maaf karena baru bisa up.
untuk penutup kata.
Selamat menjalani hari yang indah...
Al setia...
__ADS_1