
kini tinggal Savira sendiri yang berada di dalam kamar, sambil melanjutkan aktivitas lamunannya, wanita ini mengambil sebuah buku diary di dalam laci meja.
' Sebenernya dia anggap gue apa ya?... ' Batin Savira.
°°°
" Lo gak papa Hasby? " Tanya Vanesa khawatir.
" ... Gak papa, cuma pusing dikit ".
saat ini, Vanesa sedang berada di kamar Hasby, bergantian dengan Nafsah untuk menjaganya, dari beberapa menit yang lalu, Vanesa lah yang selama ini menjaga Hasby. Sedikit canggung ketika pertama kali ia masuk, hanya keheningan yang mengisi ruangan disana, tidak ada yang mengawali pembicaraan, Hasby yang bersandar hanya menutup matanya tanpa berkata apa-apa, sedangkan untuk Vanesa, ia lebih memilih untuk memainkan ponselnya.
sampai pada saat dimana Hasby berbicara " Vanesa... boleh aku minta tolong?". ucapnya.
" Oh... boleh, apa yang bisa gua lakuin? " ucap sambil beranjak dari duduknya.
" Bisa gak kamu papah aku ke kamar mandi? kalau gak mau juga gak papa "
" Lo mau buang air kecil? ".
" Engga... aku mau wudhu ".
" Wudhu? ". Tanya Vanesa dan dijawab dengan anggukan oleh Hasby.
" Bukannya lo lagi sakit? kenapa gak libur dulu aja solatnya? ".
mendengar ucapan yang keluar dari mulut Vanesa, Hasby saat itu nampak senyum simpul menanggapnya, mungkin tumbuh di keluarga yang super sibuk tidak terlalu mendapatkan pelajaran tentang agama, dan mungkin pula Vanesa juga mengalami hal ini, lagi pula Jordan dan Zihan adalah orang-orang yang akan terus fokus pada dokumen mereka.
" Kamu tau gak kalau solat itu gak bakalan pernah ada liburnya? " tanya Hasby dan Vanesa hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
" Gini ya... biar aku jelasin ".
Hasby saat itu menjelaskan pada Vanesa tentang pentingnya solat dalam hidup manusia. Bayangkan jika sebuah rumah dibangun tanpa tiang? apakah akan berdiri kokoh? mungkin saja bangunan itu berdiri, tapi tetap saja akan dengan mudah roboh walaupun itu hanya tertiup angin.
seperti hal nya agama, jika tidak ada pondasi untuk memperkuat iman, maka akan mudah goyah pula keimanan seorang hamba. Walaupun dalam keadaan sakit, mendesak ataupun melarat, orang yang beragama islam harus melaksanakan solat, baik itu dalam keadaan apapun.
terkecuali untuk para perempuan, ada dimana saatnya mereka diharamkan untuk beribadah, yaitu ketika dalam keadaan menstruasi, atau yang lebih kita biasa sebut dengan datang bulan/haid.
pada saat itu, mereka diharamkan untuk melakukan berbagai macam ibadah, dari solat, puasa, mengaji, bahkan memegang serta membaca Alquran pun sangat dilarang.
" Gua baru tau kalau datang bulan itu haram solat ".
" Mangkanya... cari ilmu itu gak selalu di waktu kecil aja, walaupun kita udah tua bangka juga masih wajib mencari ilmu ".
" Em... gitu ya?, tapi gimana kalau hukum buat orang non muslim? " Tanya Vanesa.
" Kita gak boleh ikut campur... kalau misalkan menurut agama mereka gitu, ya gitu...menurut mereka agamanya bagus kita harus hargai... tapi tetep... kita juga harus teguh sama agama kita sendiri ".
" Oh...kalau kita gak solat gimana jadinya? ".
" Entar kamu dapet dosa... " ucap Hasby sambil menyentuh lembut hidung Vanesa.
mendapat penjelasan dari Hasby, saat ini Vanesa merenungkan tentang kehidupannya di masa lalu, karena tidak terlalu mendapat pelajaran tentang agama, sering kali Vanesa akan meninggalkan solatnya ketika ia tidak mau mengerjakan, padahal kalau dipikir-pikir solat itu hanya beberapa menit, tapi kenapa terasa sangat malas untuk melakukannya.
" Hasby... ".
__ADS_1
" Hm? ".
" Gua dari dulu sering banget ninggalin solat... sekarang gua nyesel ngelakuin hal itu dan mau tobat, Allah bakalan ngampunin dosa gua gak? " ucap Vanesa dengan nada berat.
" Insa Allah... dia itu maha pengampun kok, selagi kamu bersungguh-sungguh, sebanyak apapun dan seburuk apapun itu dosa, yang namanya Zat maha pencipta, dia juga Zat maha pengampun ".
" Ok... mulai saat ini, lo ajarin gua solat ya ".
" Sekarang? ".
" Ya! ". jawab Vanesa dengan semangat.
" Ok, kalau gitu... sekarang kita wudhu dulu, entar pas mau solat ambil mukena yang ada dilemari, kebetulan aku beli buat kamu kemaren-kemaren ".
" Lo beli mukena buat gua? ".
" Iya... udah dulu nanyanya, kita harus cepat ngejar waktu, nunda-nunda solat juga dosa lho... ".
Vanesa dan Hasby pun kini pergi ke kamar kecil, tapi sebelum itu jarum infusan yang di kenakan oleh Hasby ia lepaskan terlebih dahulu, Vanesa sempat mempertanyakan hal ini, tapi dijawab oleh Hasby tidak apa-apa, lagi pula jika ia tetap memasang jarum itu, gerakan ia saat berwudhu akan mengalami kesulitan.
" Kamu tau gerakannya gak? ". tanya Hasby.
" lupa-lupa inget... soalnya udah lama ".
" Ya udah... kamu perhatiin gerakan aku ya, ".
diawali dengan mencuci kedua tangan, Hasby kini mulai memalukan gerakan wudhu satu demi satu, dengan pelan ia mempraktikan, Vanesa lama kelamaan menjadi paham dan ingat kembali gerakannya.
selepas Hasby selesai, kini giliran Vanesa yang berwudhu, hanya ada sedikit kesalahan dengan urutan, wanita ini melakukannya dengan baik untuk orang yang kembali belajar berwudhu.
" Hm? gua kan sekarang gak pake kuku, tapi... emangnya kenapa gak boleh? ".
" Kalau kamu pakai kuku palsu, area yang wajib kena air wudhu kan jadi gak kena, bisa-bisa gak bakalan sah wudhunya... entar solatnya juga gak di terima ". ucap Hasby menjelaskan.
" Oh... jadi gitu... ternyata agak repot juga ya ".
" Jangan bilang kalau kamu bakalan nyerah? ".
" Paan si? itu lu yang ngomong ya... gua sih gini-gini juga kalau udah punya tujuan pasti bakalan dilakonin ".
" Hm?...beneran?, aju gak percaya tuh ".
" Bodo amat!, terserah lo aja lah... ".
" Cie... si nona ngambek ni.. ".
" Ih... udah, udah, udah... sebenarnya kita jadi gak ni solatnya? ".
" Iya, iya... jadi kok ".
°°°
Keesokan harinya...
Di kamar Hasby, terlihat dirinya masih tidur terbaring di ranjangnya, nampak jelas kalau tidurnya kali ini agak nyenyak, tidak seperti malam kemarin-kemarin, raut wajah Hasby ketika pagi hari akan berwarna pucat pasi, tapi untuk saat ini wajahnya terlihat lebih segar.
__ADS_1
beberapa menit kemudian, Hasby membuka matanya, sedikit mereggangkan tubuh ketika beranjak duduk, dia merasa bahwa tidur kali ini sangat nyaman rasanya.
berniat untuk minum air, pemuda ini kemudian meraih gelas yang ada di atas meja di tepi tempat tidur, namun saat saat menyentuh permukaan gelas, Hasby merasa aneh karena merasa memegang sesuatu yang sedikit empuk.
" Hm? apaan ni? ". ucap Hasby sambil melihat benda tersebut, dan...
" ARGH!!!..... ".
°°°
Teriakan Hasby tadi membuat seisi rumah bergetar, Vanesa yang sedang dikamar mandi pun langsung bergegas ke kamarnya walaupun hanya menggunakan sehelai handuk saja. Sama halnya dengan Nafsah, walaupun dalam keadaan yang berbeda, gadis ini saat itu sedang berada di dapur.
kedua gadis ini berlari untuk memastikan keadaan Hasby, sedikit pikiran negatif terlihat di kepala mereka berdua saat itu, takut kalau Hasby kenapa-napa, wajar saja jika mereka berlaru seperti sedang mengejar seorang pencuri.
" Kakak... kamu kenapa? kamu baik-baik aja kan? ". ucap Nafsah ketika dia sudah berada di ruangan Hasby.
" Apa ada masalah?, lo kenapa teriak? " tutur Vanesa di belakang Nafsah.
ketika datang kesana, mereka dapat melihat Hasby yang sedang ketakutan, sambil memandang ke satu arah, Vanesa saat ini baru melihat sisi Hasby yang seperti ini.
" I... itu Nafsah, itu... itu...".
" Itu apa kak? ".
" I... itu ada cicak di deket gelas... gede banget woi! cepet kamu buang Nafsah... ". ucap Hasby sambil menjauh dari meja.
mendengar hal itu, Nafsah serta Vanesa menepuk jidat mereka secara bersamaan, tidak habis pikir dengan apa yang terjadi saat ini, keduanya sama-sama menghela nafas kasar.
" Astagfirullah, kak... ternyata cuma ada cicak doang? aku kira tadi ada monyet nyasar... ". ucap Nafsah.
" Aaa...Nafsah, Nafsah, Nafsah... kamu cepetan buang dia, itu... Arhh... itu dia naik ke gelas!, dia naik ke gelas Nafsah! ".
" Iya, iya, iya... kamu kalau takut bisa diam gak si?,kuping aku bisa budeg tau, ini aku buang, ini aku bakalan buang... ".
Nafsah kemudian mendekati meja dan berniat mengambil cicak tersebut, tapi hasilnya malah hewan itu dipaksa untuk berjalan ke arah Hasby.
" Arh... Nafsah dia ke sini!...dia ke sini Nafsah!... ".
" Eh, eh, eh... lo jangan kebanyakan gerak Hasby, nanti jarum infusannya bisa lepas ". ucap Vanesa sambil menghampiri pemuda itu.
" Ta... tapi, tapi cicak nya ngarah ke sini... tu, tu, tu... dia ngarah ke sini! ".
" Udah... lo harus tenang... gua mohon lo tenang ya... Nafsah bakalan buang tu binatang, lo gak usah takut ".
mendapat arahan supaya tenang dari Vanesa, Hasby saat itu tidak terlalu panik dengan keadaan yang sekarang, berbeda dengan Nafsah dan Hasby yang masih fokus mencari hewan menyebalkan itu, Vanesa sendiri malah tersenyum tipis menanggapnya.
' Gua baru tau kalau Hasby punya sisi lucu kayak gini ' Batinnya.
_____________________________
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
inget, baca ulang Chapter sebelumnya biar alur cerita jadi nyambung, tapi kalau gak mau juga gak papa.
jumpa di Chapter selanjutnya...
__ADS_1