Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
92# Turun tangan


__ADS_3

Disarankan untuk baca chapter sebelumnya ya...


***


" Jadi... Dari awal lo sembunyiin hal ini dari gua? " tanya Vanesa dengan berlinang air mata.


hanya mengangguk dan tidak menjawab, apa yang selama ini Hasby sembunyikan dari Vanesa sudah ia ungkapkan semuanya, tanpa ada yang terlewat sampai detailnya pun ia ceritakan. Mungkin awalnya sedikit berat, tapi Hasby berusaha keras untuk melontarkan itu semua dari mulutnya, mengingat ia tidak mau lagi membohongi Vanesa dengan alasan lagi.


sangat terkejut ketika Vanesa mendengar hal ini, Hasby yang mempunyai kepribadian hangat dan ceria ternyata memiliki penderitaan yang mana derita itu tidak bisa ia bagi dengan orang lain. Bak di sambar petir, hati Vanesa kini terasa tercabik-cabik, mengingat dirinya yang selalu memperlakukan Hasby seenaknya. Ia tidak tahu bahwa suami kontrak nya ini memiliki penyakit yang bahkan dapat merenggut nyawanya.


langsung teringat kejadian kebelakang, dari awal ia sudah menyusahkan Hasby yang saat itu sedang sakit, mulai dari menyelamatkannya dari para penculik hingga terluka, mencoba melindunginya dari tabrakan mobil yang melaju, serta kali ini Hasby melindunginya bahkan menyelamatkan nyawanya meskipun pria itu sendiri menanggung semua risiko yang diterima.


seolah tak bisa dibendung lagi, air mata yang ia tahan selama beberapa menit kebelakang kini tumpah tanpa bisa menahannya lagi. Menyesal karena terus membuat Hasby kesulitan, Vanesa menangis sejadi-jadinya hingga membuat Hasby khawatir melihatnya.


" Van, Vanesa... kamu kenapa nangis? a... aku minta maaf ya kalau ada salah... atau... atau kamu ketakutan karena tim penyelamat belum nemuin kita? tenang aja ya... aku_... eh? ".


tidak sempat menyelesaikan kata-kata, Hasby dibuat tercengang karena Vanesa secara tiba-tiba memeluknya, agak kaget baru merasakan sensasi seperti ini, suara tangis Vanesa kini menjadi lebih kencang dari sebelumnya, ini membuat Hasby menjadi lebih bingung.


" Lo kenapa enggak bilang sama gua Hasby? hiks... kenapa lo bodoh banget sih?!, kenapa lo berusaha nyelamatin orang yang selama ini selalu nyusahin lo? kenapa... kenapa lo malah bersikap seolah semua ini baik-baik aja?... kenapa lo gak bilang aja sama gua... kenapa Hasby? kenapa?... ".


seakan menyesal dengan semua perbuatannya, Vanesa kini tenggelam di dalam pelukan Hasby, hanya ada rasa bersalah ketika semua ingatan yang ada dibenaknya terlintas, Vanesa sangat ingin sekali mengucapkan satu kalimat, yaitu kata ' minta maaf ' namun mulutnya ini tidak dapat terbuka lagi saking gemetarnya ia sambil menangis.


berbeda dengan Vanesa, Hasby yang kondisi nya saat ini makin buruk sedikit tidak menyangka dibarengi rasa senang yang terselip.


" Tenang aja Vanesa... uhuk... meskipun begitu, aku tetep seneng kok kamu gak papa... aku nyelamatin kamu waktu diculik bukan karena ngerasa tanggung jawab sebagai seorang supir... dan juga pas aku nyelamatin kamu dari sungai tadi bukan rasa tanggung jawab aku sebagai karyawan setia ayah angkat... tapi, uhuk,uhuk... aku ngerasa bertanggung jawab karena kamu itu pasangan aku Van... istri aku, belahan jiwa aku... meski kita nikah kontrak pun, kamu tetap aja istri sah aku... "


" Tapi tetep aja Hasby... hiks... lo seharusnya gak usah berbuat sampai sejauh ini ".


" Ini pilihan aku Vanesa... aku tau kalau jangka waktu hidup ini gak lama lagi, jadi aku mohon sama kamu... ".


" Cukup Hasby!, lo gak boleh ngomong kayak gitu! ".


" Tolong jangan simpan rasa bersalah apapun ya... pas aku meninggal nanti, uhuk... cari pasangan yang lebih baik dari aku... "


" Hiks.... Hasby... lo gak boleh ngomong gitu, hiks, Hasby... ".

__ADS_1


" Cari pasangan yang perhatiannya lebih... jangan cari orang yang gak peka kayak aku, ok?... terus___".


sambil terus berbicara dengan menahan rasa sakit di kepala, lama-kelamaan pun butiran air mata mulai keluar dari sudut mata Hasby melintasi pipinya. Walaupun berkata seperti itu, hati Hasby aslinya sangat sakit ketika membicarakan hal tentang kepergiannya nanti.


dengan ditemani tangis Vanesa, Hasby terus saja menasehati wanita itu untuk tidak menyalahkan diri sendiri tentang apa yang dialami oleh dirinya.


" Kenapa lo jadi kayak gini sih?... hiks, mana Hasby yang dulu bangga sama ketampanannya?... hiks, mana Hasby yang selalu tegar itu?... lo harus kuat Hasby, gua masih belum bales kebaikan lo... ". ucap Vanesa.


" Maaf Vanesa... itu semua cuma sandiwara, aku yang asli adalah orang yang lemah kayak gini, aku, uhuk... sejak awal pengen banget minta maaf, tapi... tapi aku_...".


kesadaran Hasby kini mulai memudar, ia bahkan tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya pada Vanesa, ini membuat wanita itu semakin histeris, namun dalam keadaan seperti ini, Hasby masih sempat-sempatnya mencoba membuat Vanesa tenang.


" Gak papa Vanesa... aku... cuma ngantuk... aja kok " ucap Hasby terbata-bata.


" Tunggu Hasby, lo jangan dulu tidur... hiks, gimana kalau nanti lo gak bangun lagi?!... pokoknya lo harus tetap jaga kesadaran lo, gua bakalan cari obat lo itu... ".


langsung menuju ransel Hasby, Vanesa kini menggeledah bahkan mengubrak-abrik seluruh isi tasnya, dari mulai setiap barang ia periksa, sampai lipatan pakaian pun ia cari dengan teliti. Meskipun begitu, Hasby yang melihat hal itu hanya tersenyum pahit, tidak akan pernah mungkin Vanesa menemukan obat tersebut, karena dirinya lah yang saat itu dengan ceroboh meninggalkan obatnya di penginapan, ingin memberi tahu Vanesa, tapi dirinya sudah tidak terlalu kuat untuk berbicara pun.


saat keputus asaan mulai menghampiri Vanesa, dirinya kini menemukan sebuah harapan, entah itu benar atau bukan, dirinya saat ini melihat sebuah plastik kecil yang terdapat beberapa kapsul obat didalamnya, ini mungkin keajaiban, tapi Vanesa mendapatkan itu dari saku celana Hasby.


" Kamu... nemu itu... dimana? ".


tidak pernah menyangka sama sekali, Hasby kini teringat tentang salah satu obat yang ia pisahkan untuk berjaga-jaga sebelum pergi hiking, dan dengan ajaibnya, hal itu kini dapat menyelamatkan nyawanya.


Sambil tersenyum, Hasby melihat ke arah Vanesa yang saat ini wajahnya nampak cerah meski terlihat sembab. " Hah... kayaknya aku bakalan hidup beberapa hari ke depan " ucap Hasby.


langsung tersenyum mendengar hal itu, Vanesa yakin 100% bahwa obat ini merupakan obat pereda sakit milik Hasby. Langsung setelahnya, Vanesa pun segera mengambil air dan meminumkan obat tersebut kepada pria itu.


" Kayaknya malam ini aku bakalan tidur panjang... maaf ya gak bisa nemenin kamu " Ucap Hasby setengah sadar.


" Iya, hiks... gak papa... aku gak masalah kok, kamu tidur aja Hasby, aku bakalan jaga kamu malam ini, ok? ".


***


Di sebuah Ruangan...

__ADS_1


brak!...


" Ayah!... ayah udah tau info ini kan, Hasby... dia, dia jatuh ke sungai bareng Vanesa!... " ucap salah seorang yang langsung berbicara ketika masuk ruangan.


di depannya itu, terdapat seseorang yang nampak sama cemasnya dengan pria tadi, namun bedanya seseorang itu berusaha terlihat lebih tenang agak suasana tidak menjadi lebih tegang.


" Ayah sudah tau Lyn, sekitar beberapa menit yang lalu... bawahan kamu lapor kalau hal itu terjadi tadi siang ". ucapnya.


pria yang diketahui Lyn itu kini mulai mengemukakan pendapat " Kalau ayah sependapat sama saya... saat ini juga, Lyn bakalan bantu tim penyelamat buat nemuin Hasby... ".


" Tidak perlu persetujuan!... berangkat sekarang Lyn! ".


" Siap!... "


tidak lama setelah itu, Lyn yang selama ini kita kenal sebagai dokter pribadi keluarga Lits langsung menjalankan perintah ayahnya, yaitu Panji, direktur dari group Syah.


masih baru-baru mendapat kabar tentang tragedi yang menimpa Hasby, Panji saat itu menyuruh Lyn untuk ikut serta dalam pencarian keponakannya, dengan kekuatan penuh, ia mengerahkan semua bawahan terlatih nya untuk ikut mencari, dan dalam keadaan seperti ini, terdapat sebuah telepon yang bertuliskan nama 'Bayu' di dalamnya.


" Hallo... ada apa Bayu? " Ucap Panji pada seorang disebrang telepon yaitu Bayu, kenalan Hasby.


" Pak Panji, apa anda sudah denger tentang Hasby? ". ucapnya dengan nada khawatir.


" Tenang aja Bay, saya sudah menggerakkan semua bawahan buat ikut serta mencari Hasby... ".


" Alhamdulillah, kalau gitu... terus saya punya usulan, gimana kalau saya lapor polisi dan cari siapa dalang di balik semua ini, gak mungkin kan kalau Hasby dan Vanesa jatuh ke sungai tanpa sebab? ".


" Kalau itu saya serahkan ke kamu Bayu, apapun buat Hasby... saya setuju " ucap Panji.


" Terima kasih pak, saya mohon pamit dulu kalau begitu ".


" Ya... silakan ".


setelah menutup telepon, kini Panji bergegas keluar menuju suatu tempat " Tenang aja Hasby, om bakalan selamatin kamu, apapun yang terjadi ".


___________________________

__ADS_1


maaf ya kalau banyak kata/Kalimat yang salah


__ADS_2