
pagi ini, Hasby menjalani harinya dengan baik, kondisinya sudah di bilang mulai stabil serta rasa sakit yang ia derita tidak terlalu sering menyerangnya. Nafsah dan Rafa juga sudah memberitahu yang sebenarnya tentang penyakit Hasby yang sudah masuk ke stadium 3, awalnya Hasby memang terdiam beberapa menit, namun setelahnya ia menghela nafas dan menerima dengan lapang dada bahwa ini sudah merupakan takdir yang seharusnya ia jalani.
Sebenarnya ia tidak terlalu memikirkan tentang rasa sakit yang ia derita nanti, tapi ia ditakutkan dengan hal lain, seiring penyakit Hasby yang kedepannya akan sering kambuh, ia takut jika dirinya akan membuat Nafsah semakin khawatir.
Siang itu juga Jordan dan Zihan serta Vanesa datang kerumah sakit untuk menjenguk nya, tidak hanya mereka bertiga, melainkan bersama dengan Sri, Afdal serta Arjil pun ikut menjenguk. Mereka semua mengobrol banyak dengan Hasby dan Nafsah, namun hanya Vanesa saja yang sejak awal memisahkan diri dan tidak ikut berbicara.
hubungan Nafsah dan Hasby yang diketahui sebagai adik kakak sudah lama Jordan dan Zihan serta yang lainnya ketahui, bahkan dari awal mula ia bekerja, tinggal Vanesa saja yang saat ini tidak tahu hal itu, yang membuat dirinya berpikir bahwa Nafsah yang waktu itu berbicara di telpon bersama Hasby adalah orang yang di sukainya. Meski memilih untuk bersikap masa bodoh, tapi entah kenapa ada rasa cemburu di hatinya ketika melihat kedekatan antara Hasby dan Nafsah, ya...walaupun setelahnya ia tidak peduli lagi.
Sebenarnya kedatangan Jordan dan Zihan tidak sekedar untuk menjenguk Hasby saja, melainkan untuk memberitahu Nafsah tentang perjodohan kakaknya sekaligus permintaan agar Vanesa dapat tinggal di rumah Hasby saat sudah bertunangan nanti. Awalnya Nafsah dan Hasby sama-sama kaget, namun menerima permintaan tersebut beberapa menit kemudian walaupun ada sedikit keraguan.
pada sore harinya, Nafsah serta Hasby pergi dari ruangan berniat untuk menjenguk Varel, anak kecil yang mereka temui kemarin. Sebelumnya Nafsah pernah bilang pada anak itu bahwa ia akan pergi melihat dirinya ketika sesudah operasi. Ketika Nafsah dan Hasby tiba di ruangannya dan melihat Varel sedang berbaring, ekspresi keduanya cukup terkejut karena melihat wajah Varel yang pucat saat ini walaupun saat Varel melihat mereka berdua, dirinya terlihat senang saat itu, tapi untungnya Lidia, ibunya Varel menjelaskan bahwa dia baik-baik saja.
karena melakukan operasi, sudah sewajarnya seseorang akan melemah kondisi tubuhnya sampai ia sembuh kembali. Lidia juga tidak lupa menjelaskan bahwa operasinya berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan.
Hari-hari berikutnya, Hasby tidak di temani oleh Nafsah setiap waktu, adiknya ini tidak boleh absen terlalu lama karena hal tersebut dapat mengurangi penilaian nya di kampus, lain hal nya dengan dirinya yang absen dikarenakan sakit, sehingga setelah sepulang kuliah, barulah ia datang kerumah sakit. Rafa juga saat itu mulai menyempatkan diri untuk sering datang ke ruangan Hasby agar dirinya tidak terlalu bosan tanpa kehadiran Nafsah. Ardi, Firdan dan Savira juga hampir setiap hari menjenguknya, sama hal nya dengan Nafsah, mereka datang ke rumah sakit seusai kuliah.
tidak hanya sahabat Hasby, di tengah kesibukan Jordan dan Zihan, mereka menyempatkan diri untuk menjenguknya sesekali, tentu saja Vanesa juga ikut serta mengikuti keduanya, hanya saja... ketika semua orang sedang asyik berbicara, dirinya malah menyendiri dan sibuk dengan posel pribadinya.
karena keadaan Hasby yang sekarang ini, perayaan tahunan yang awalnya akan di adakan akhir pekan, di tunda sampai keadaan mulai membaik, otomatis acara perayaan ulang tahun Vanesa juga akan ditunda. Acara ulang tahunnya yang ditunda tidak membuat Vanesa protes atau lainnya, hanya saja berbeda dengan Hasby, ia merasa bersalah dan berpikir bahwa di tundanya perayaan itu ada kaitannya dengan kondisinya saat ini.
seminggu telah berlalu, hari dimana Hasby di perbolehkan pulang akhirnya tiba, bagi Hasby hari ini adalah hari yang paling ia tunggu, sebab keseharian yang ia jalani beberapa waktu kebelakang sangat membosankan baginya, tentu saja ia sudah merindukan dimana ia akan pergi ke kampus dan bekerja, walaupun Rafa sudah mengingatkannya kalau ia harus beristirahat beberapa hari lagi di rumah.
" Kak Hasby... kamu masih belum sembuh total...pelan aja kali, nanti juga bakalan pulang ke rumah kok... " ucap Nafsah memegang tangan kakaknya yang hampir terjatuh tadi.
" Aku gak papa Nafsah...tapi tolong cepetan, aku udah muak tinggal di rumah sakit ini, udah bosen, gak ada temen, terus makanan nya pada hambar lagi... "ucap Hasby.
__ADS_1
" Ya udah iya... tapi tunggu kak Rafa dulu ngapa?... dia kan sebentar lagi dateng... "
" Kita udah nunggu lama banget Nafsah... aku udah bosen ... "
" Kamu itu udah kayak anak kecil aja... mending sekarang kakak duduk dulu, terus tunggu bentar lagi, lagian kak Ardi sama yang lainnya belum dateng kan?..." ucap Nafsah.
walau sedikit kesal, Hasby kemudian menuruti kata adiknya untuk menunggu sebentar lagi, dirinya saat ini sudah seperti anak kecil yang merengek pada ibunya untuk meminta keluar dari kelas, entah apa yang membuatnya ingin cepat-cepat keluar dari rumah sakit, tapi yang pasti Hasby sudah sangat bosan saat ini.
tidak lama mereka menunggu setelah percakapan tadi, Rafa akhirnya datang dari luar, ia tidak sendiri melainkan bersama ketiga sahabat yang selalu ada untuk Hasby, siapa lagi kalau bukan Ardi, Firdan dan Savira.
" Nafsah...Hasby maaf ya, kalian jadi nunggu lama... soalnya tadi ada urusan bentar... " ucap Rafa.
" Iya kak... gak papa....eh, kalian juga udah pada dateng, pas banget... ayo kita langsung pulang, kak Hasby dari tadi udah kayak anak TK, ngerengek mulu pengen pulang... " ucap nya sambil tersenyum jahil.
" Paan sih Naf?... "
" Iya juga sih... " Hasby hanya bisa membenarkan perkataan Nafsah, ia memang sejak tadi mendesak agar cepat-cepat pulang.
" Oh iya Hasby... tugas yang itu... kamu udah kerjain?" tanya Savira di tengah percakapan Nafsah dan Hasby.
" Udah kok, tenang aja... " Jawab Hasby.
mendengar Hasby telah mengerjakan tugas, Rafa sedikit heran dan mulai bertanya." Tunggu, tunggu, tunggu... tadi lo bilang apa? ngerjain tugas?, tugas apaan? " Tanya Rafa.
" Ya tugas kampus lah...emangnya tugas apaan lagi? " celetuk Ardi menyela omongan.
__ADS_1
" Ya ampun... heh!, kalian tau kan kalau Hasby lagi sakit, ngapain lo nyuruh dia biat kerjain tugas?, lo juga Hasby.... mau aja di kerjain ama mereka bertiga... " ucap Rafa
" Tugasnya kan susah banget Raf... kita gak bisa kerjain, cuma Hasby yang bisa..." ucap Ardi.
" Ya kan bisa nyuruh orang lain... lo kan anaknya pak Setiawan, minta tolong aja sama bokap lu... "
" Buset... nanya sama bokap sama aja nanya sama dosen..." ucap Ardi.
" Emang apa persamaan nya?, perasaan beda deh... " ucap Firdan kali ini.
" Ya sama lah Dan, kalau gua nanya sama bokap gua, pasti unjung-ujungnya gua bakalan di omelin, kan sama kayak dosen di kampus, udah segala kamu itu gak fokus lah...kamu itu apa lah... entar ujung-ujungnya dia bakalan bilang gini nih ' tuh... liatin si Hasby temen kamu, dia itu anak baik terus rajin, kamu seharusnya contoh sikap dia... ' dan pasti bokap gua kalau udah ngomong bakalan nyerocos terus kayak nenek sihir... " ucap Ardi.
" Nenek apa kakek sih?... kan bokap lu itu laki bukan cewek... " ucap Savira kali ini.
" oh iya, kakek sihir maksudnya... "
" Udah, udah, udah... kalian banyak ngomong ya... ayo cepetan kita pulang, gua udah gak betah di sini, salut aja sama kak Rafa yang tiap hari harus datang ke sini..."ucap Hasby yang kini mulai berjalan keluar sambil di palah kleh Nafsah.
" Hahaha... saking gak sukanya lo sama rumah sakit nyampe kayak gini?... gua baru tau kalau lo orang yang gak suka rumah sakit... "ucap Rafa tertawa melihat tingkah Hasby.
" Terserah lo mau ngejek gua kayak gimana, yang penting gua hari ini pulang, oh iya.... makasih juga ya, lo udah ngerawat gua dokter..." ucap Hasby.
" Santuy aja...ini kewajiban gua kok, lo sebagai pasien gua harus gua perhatiin dong... dan jangan lupa minum obat nya tepat waktu, supaya penyakit lo gak sering kambuh... "
" Siap dokter Rafa... "
__ADS_1
setelah berpamitan pada Rafa, Hasby, Nafsah, Ardi serta Firdan dan Savira keluar dari rumah sakit, mereka berlima naik mobil yang di miliki oleh Ardi, momen dimana mereka berkumpul terasa kembali setelah sekian lama tidak seperti ini, sibuknya tugas kuliah serta kondisi Hasby yang sekarang-sekarang ini membuat mereka jarang bersama, sehingga kebersamaan merek kali ini merupakan momen yang mereka rindukan sejak lama.