Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu

Wanita Jutek Ku : Sakit Ku Tak Perlu Kau Tahu
46# Ganteng banget


__ADS_3

Setelah Hasby membereskan tugas-tugasnya, ia pun bergegas keluar, bukan tidak mungkin Nafsah akan marah jika telah membuatnya menunggu.


Hal yang ia lihat saat membuka pintu adalah Nafsah yang sedang menunduk memainkan ponselnya, menyadari dirinya sudah datang, Nafsah menoleh. Bukannya mengajak untuk pergi sarapan, adiknya ini malah bersikap waspada dengan memasang kuda-kuda ketika melihatnya, seperti sedang melihat penjahat, bahkan ketika ditanya pun seolah tidak mengenalnya.


" Gua tanya sekali lagi sama lu, dimana kakak gua?!..." ucapnya kali ini dengan nada marah.


" Nafsah, ini aku kakak kamu, Hasby... masa sama kakak sendiri gak kenal sih? " ucap Hasby.


" Lu kira gua pikun ya?, kakak gua itu punya bewok di dagunya, dan meskipun dia gak seganteng lu, tapi dia itu orang baik, gak kayak lo, maen masuk aja ke rumah orang ... ".


" Nafsah... ini beneran___... ".


" Halah, banyak omong!!! ".


Setelah Nafsah berkata seperti itu, ia meluncurkan tinju pada Hasby, dirinya cukup percaya diri untuk melakukan hal itu, mendapat ajaran dari kakaknya, Nafsah sudah bisa mempelajari sedikit teknik bela diri, minimal ia dapat berkelahi dengan para preman di pasar.


Karena sedikit kaget, Hasby tidak sempat menghindari dan memaksanya untuk menangkap pukulan Nafsah. Tidak hanya itu, seakan tau kalau tangannya pasti tertangkap, Nafsah kemudian merengkas kaki Hasby setelahnya, alhasil Hasby saat itu terjatuh dan berakhir dengan tangan yang di kunci serta ditindih oleh Nafsah.


" Sekarang lo jawab pertanyaan gue, dimana laki-laki yang ada di kamar tadi?!, kalau lo gak jawab, gua pastiin tangan lo ini bakalan patah... ".


" Naf... Nafsah, ini aku beneran Hasby... ". ucap Hasby sedikit sulit.


" Jangan boong lagi!, kalau lo__... ".


" Aku bisa buktiin kalau aku ini kakak kamu, kalau gak percaya cek aja tanda lahir yang ada di leher... " ucap Hasby.


sambil menatap Hasby dingin dan masih dalam posisi mengunci tangan, Nafsah mulai memeriksa leher kakaknya, ternyata memang ada tanda lahir berupa tahi lalat berukuran dua kali lebih besar dari yang lain. Menyadari hal itu, Nafsah bergegas melepas tangannya yang tadi mengunci tangan Hasby.


" Kakak...maaf, aku tadi...haih kak, aku minta maaf... kirain aku kamu itu orang cabul... ". ucap Nafsah dengan ekspresi wajah bersalah.


" Enak aja, lagian kamu kenapa sih kayak tadi?, gak jelas banget... " ucap Hasby sambil kembali berdiri.


" Ya aku kira siapa, kakak kan kemaren-kemaren masih bewokan, eh sekarang udah ngilang aja bewoknya, kan aku jadi nyangka kamu orang jahat... ". ucap Nafsah menatap Hasby.


" Iya, tapi jangan kayak gitu juga kali, kepala aku masih sakit nih gara-gara kebentur tadi... ". ujar Hasby sambil mengelus kepala pelan.

__ADS_1


" hah?! kepala kamu kebentur?, dimana, dimana... coba aku liat, kerasa sakit banget gak? kalau lukanya kebuka sini biar aku obatin... " ucap Nafsah yang melontarkan banyak perkataan.


" Aku gak papa, lukanya gak kebuka... lagian cuma nyeri doang kok. ".


" Hah....syukur deh kalau gitu... ".


mendengar ucapan kakaknya, Nafsah sedikit lega, kejadian yang menimpa Hasby beberapa minggu lalu, membuat Nafsah menjadi lebih ketat jika itu menyangkut kesehatan kakaknya, apalagi mengenai penyakit yang diderita oleh Hasby.


mengingat kejadian tadi, sebenarnya Nafsah sedikit merasa malu, karena tidak bisa mengenali kakaknya sendiri, padahal cuma potong jenggot, tapi perbedaannya sangat jauh ketika mengingat sosok Hasby yang berjenggot. Jika dilihat lebih seksama lagi, Nafsah merasa bahwa selama ini ketampanan Hasby terhalang oleh janggutnya.


" Wah... kakak, aku baru nyadar kalau kamu ganteng banget, aku gak nyangka cuma karna potong jenggot doang kakak bakalan seganteng ini... ". ucap Nafsah terpana.


" Biasa aja kali, kayak baru pertama kali liat aja... ".


" Tapi kamu ganteng banget kak, ih... gemes deh, muka kamu makin bening aja.. " ucap Nafsah sambil mencubit kedua pipi Hasby.


" Ih... apa-apaan sih?... ".


Memang benar apa yang dikatakan oleh Nafsah, setelah Hasby mencukur bewoknya, ia terlihat lebih tampan, sebelumnya sih juga tampan, tapi ketampanannya kali ini lebih mencolok dari sebelumnya ( ibaratnya ya gaess ).


" Ih, sakit tau... udah, udah.. " ucap Hasby sambil menyingkirkan tangan adiknya dari wajah.


" Kakak... serius, kamu itu keren banget... kalau aku bukan adik kamu, aku pasti udah jatuh cinta sama kakak... ".


" Hus.. ngomong jangan sembarangan, nanti kenyataan loh ".


" Ih, mit-amit deh, masa adik suka sama kakaknya sendiri sih, emang nya aku brother complex apa... ".


" Lagian sih kamu ngomong nya kayak gitu, tapi... kamu tadi beneran gak kenal aku?, emang beda banget ya muka kakak sama yang sebelumnya? ". tanya Hasby.


" Wih...sumpah kak, aku gak boong... kamu yang sekarang pokoknya ganteng baaaaaaaanget, banget, banget... ".


" Ah, kamu berlebihan deh... ". ucap Hasby dengan wajah meragukan.


" Ih, si kakak gak percaya, suer kak... aku gak boong, kamu itu ganteng banget, udah kayak oppa korea gitu, malah gantengan kamu... ". ucap Nafsah sambil mengangkat dua jari berbentuk huruf V.

__ADS_1


" Terserah kamu aja lah, dari tadi udah berapa kali kamu bilang aku ganteng?... rese tau dengernya, mending pergi makan...". ucap Hasby yang langsung pergi ke lantai 1 meninggalkan Nafsah.


" Eh.. kak, tungguin... ".


Hasby kini pergi ke lantai pertama diikuti Nafsah yang berada di belakangnya, Nafsah juga sempat menanyakan alasan mengapa ia mencukur jenggotnya, dan Hasby menjawab seadanya karena ia menuruti kata Nafsah waktu itu.


" kok kamu nanggapin serius ucapan aku sih? padahal waktu itu aku becanda loh... ". ucap Nafsah sambil tertawa.


" Ya bodo amat si, lagian gak cuma omongan kamu doang yang buat aku terpaksa cukur jenggot...".


" Maksud kamu?..." ucap Nafsah berhenti di depan Hasby.


" Sebenarnya aku ngelakuin kayak gini itu karena inget terus sama ucapan Varel... ".


" Varel?... yang mana orangnya? " tanya Nafsah.


" Masa kamu lupa sih?, itu tuh... anak yang kita temuin di rumah sakit... ".


" hm... Varel, anak yang ada di rumah sakit... oh yang itu... hahahaha, aku waktu itu sampe sakit perut tau nahan tawa, hahahaha... ". ucap Nafsah tertawa.


" Ih... gak lucu tau.... ".


______________________________________


jangan lupa dukung author ya, dengan cara like, komen, rate, favorit, dan kalau berkenan Vote, karena dukungan kalian sangat berharga...


sebelumnya aku minta maaf ya, banyak yang bilang kalau ilustrasi pemeran utamanya jelek lah, apa lah... dan intinya, kali ini aku bakalan kasih ilustrasi pemeran utama yang udah di cukur bewoknya, kebetulan yang cukurnya itu aku sendiri 🤣.


udahlah, jangan terlalu banyak omong, kita liat ilustrasinya.



nah... jadi ini ya pemeran utamanya, kalau kalian suka jangan lupa like, dan kalau gak suka komen, nanti aku bakalan cari lagi deh kalau sempet. Satu lagi, kalian pasti ngerasa chapter ini kok dikit dan acak- acakan banget sih, aku minta maaf lagi karena hal ini soalnya aku mau ada latihan.


udah dulu ya gaes, lah aku malah curhat, jumpa lagi di chapter selanjutnya....

__ADS_1


__ADS_2