
Tepat setelah 10 menit kemudian, Dokter pribadi keluarga Lits pun datang, ditemani oleh dua asistennya, mereka secara cepat langsung memeriksa Hasby.
Karena takut mengganggu pihak medis saat menjalani pemeriksaan, baik Vanesa mau pun Nafsah saat itu memilih keluar dari kamar, dengan harapan kalau Hasby baik-baik saja.
" Nafsah, apa Hasby emang udah sakit sejak lama?" tanya Vanesa.
ketika Vanesa bertanya tadi, hal ini cukup membuat Nafsah sulit menjawab, jika diingat-ingat olehnya, Vanesa dapat menilai bahwa Hasby baik-baik saja tadi sore, tidak mungkin kan secara tiba-tiba dia akan drop tanpa alasan yang kuat, kecuali kalau Hasby memang sudah sakit sejak lama.
sudah beberapa menit tidak menjawab pertanyaan Vanesa, Nafsah diam memikirkan jawaban yang tepat untuk menutupi kebenaran yang ada, tidak mungkin kan dia harus berkata jujur kalau kakaknya ini memiliki penyakit tumor, tapi tidak lama kemudian, ia pun menemukan solusinya.
" Sebenarnya... kak Hasby gak pernah kayak gini, tapi semenjak keluar dari rumah sakit dulu, gak jarang kepala kakak jadi sering sakit ".
mendengar jawaban dari Nafsah, Vanesa kini teringat dengan tragedi yang menimpanya dulu, saat ia hampir diculik waktu itu, Hasby kan yang menyelamatkannya saat ia dalam bahaya, sehingga pemuda ini mendapat luka yang tidak bisa dibilang kecil, bahkan perlu waktu lebih dari seminggu untuk masa pemulihannya.
Berbeda dengan Vanesa yang kembali muncul perasaan bersalahnya pada Hasby, Nafsah kala itu sedikit lega dengan apa yang ia katakan dipercayai oleh tunangan kakaknya ini, sebelumnya ia takut jika Vanesa akan merasa curiga dengan keadaan Hasby yang tiba-tiba menjadi drop, tapi untungnya ia bisa mencari alasan lain dengan kejadian Hasby waktu itu.
" Ini semua salah aku... jadi malam ini biarin aku yang jaga Hasby ya ". ucap Vanesa.
" Hah? gak papa kak...biar aku aja yang urus dia, aku takut kak Vanesa nanti demam karena kedinginan ".
" Gak papa... aku bakalan pake baju yang agak tebelan, lagian kamu kan besok ngampus... dan denger-denger kelas kamu bakalan ada praktek kan? ".
" Iya sih... tapi beneran kak?".
" Iya... kamu gak usah khawatir ".
" Ya udah kalau kak Vanesa gak keberatan... tapi aku mau nunggu keadaan kak Hasby dulu ya ".
" Itu hak kamu sebagai adiknya, aku gak bisa larang ".
Vanesa dan Nafsah kini menunggu pemeriksaan Hasby cukup lama, sedikit mulai merasa khawatir, tapi mereka tetap berfikir optimis bahwa pemuda itu akan baik-baik saja.
beberapa menit setelahnya, Vanesa pamit sebentar pada Nafsah ingin ke kamar kecil terlebih dakulu, dan tepat saat Vanesa pergi, Dokter pun keluar dari kamar Hasby.
" Dokter, gimana keadaan kakak saya? ". tanya Nafsah dengan bergegas menghampiri dokter tersebut.
" Sebelumnya saya mau nanya sesuatu ". ucapnya.
" Silahkan ".
__ADS_1
" Nona ini adiknya pasien di dalem kan? ".
" Iya, nama saya Nafsah... dan kakak saya namanya Hasby, apa ada masalah dok? ".
" Hm... ya, apa nona Nafsah tau kalau tuan Hasby punya penyakit? ".
" Ya... dia punya penyakit itu dari kecil... ".
" Oh... syukur kalau begitu, untuk sekarang ini beliau udah gak papa, hanya perlu banyak istirahat dan minum obat dengan teratur, tapi... saya sarankan lebih baiknya lagi kalau tuan Hasby harus cepet-cepet operasi nona, saya periksa tadi penyakitnya udah stadium 3 awal... kalau dibiarin lebih lama lagi, takutnya penyakit dia makin parah... ". ucap dokter menjelaskan.
" Tapi dok... waktu dulu dia memang mau operasi, tapi ada satu kendala ".
" Apa soal biaya? ". sedikit memelankan nada bicaranya, Dokter ini bicara dengan hati-hati karena takut ucapannya akan membuat Nafsah salah paham.
" Bukan... tapi masalahnya ada di golongan darah kakak saya, pernah waktu itu diperiksa dan ternyata golongan darahnya langka, orang tua kami udah meninggal... dan golongan darah saya gak sama ".
" Hm... saya ngerti, kalau begitu... saya usahakan bisa bantu nona sama tuan Hasby buat cari golongan darah ini ".
" Hah? beneran dok? ".
" Iya... ini kewajiban saya sebagai dokter, lagian saya juga kerja di keluarga Lits, tapi... nona sama tuan Hasby ini ada hubungan apa sama nona Vanesa? ".
" Oh, gak perlu diceritain kalau nona ngerasa keberatan ".
" Hm, makasih banyak ya dok ".
" Sama-sama... dan kayaknya saya bakalan keluar satu jam lagi, besok ada jadwal di rumah sakit... jadi nona mohon ma'lum ya, saya jadi gak bisa ngerawat tuan Hasby sampai sembuh ".
" Gak papa ko dok... dokter datang kesini buat meriksa kak Hasby aja udah bersyukur banget, dan sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya, kalau gak ada dokter... mungkin situasinya gak bakalan terkendali kayak gini ".
" Nona gak perlu sungkan... oh, satu hal lagi, tuan Hasby saat ini saya kasih obat infus, dan kebetulan buat dua hari kedepan dia harus tetep butuh cairan ini... apa nona tau gimana cara pas gantinya? ".
" Kebetulan saya kuliah di bidang kedokteran, jadi alhamdulillah saya tau cara pakainya ".
berbincang cukup lama, Nafsah dan dokter itu pun mulai bisa dibilang cukup dekat, saling membuka identitas masing-masing, Nafsah baru mengetahui kalau dokter ini lulusan dari universitas yang ia tempati.
Nama panggilannya Lyn, sedangkan untuk nama lengkapnya Syah Lynazra, usianya baru 27 tahun, tinggal di kota C dan bekerja dirumah sakit pusat kota B, dia baru bekerja di keluarga Lits sejak dua hari yang lalu, dan ini adalah pertama kalinya dia menjalankan tugasnya.
Awalnya Nafsah hanya menanggapi identitas Lyn dengan sikap biasa, bukan pertama kali ia bertemu dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan hebat dibelakangnya,jadi Nafsah tidak terlalu terkejut, terlebih lagi kekuasaan teman-teman kakaknya tidak kalah saing.
__ADS_1
Tapi setelah mengamati lebih lanjut, entah kenapa nama marganya yang Lyn sebutkan terasa familiar sekali di telinga Nafsah, dan saat dimana ia mulai mengingatnya, Nafsah sedikit terkejut karena marga Syah ini adalah marga yang dimiliki oleh almarhum bundanya.
Nafsah sendiri memang tidak memiliki nama ini, tapi lain hal nya dengan Hasby, karena kakak nya memiliki dua marga, satu marga dari ayahnya ' Nur' dan satu lagi marga dari bundanya ' Syah', tentu nama Hasby dari dulu sampai sekarang ini masih tetap sama, yaitu ' Hasby Syah Nurfadil'.
" Nona Nafsah...non...apa ada masalah? ". tanya Lyn pada Nafsah sambil melambaikan tangannya.
" Ah... saya gak papa ".
Tidak lama setelah itu, Vanesa datang dari kamarnya menghampiri mereka berdua, sedikit heran karena wanita ini agak lama, Nafsah pun bertanya. " Kak Vanesa baik-baik aja kan? kenapa agak lama? ".
" Aku gak papa... cuma... ada kendala dikit, oh iya... gimana keadaan Hasby sekarang? ".
" Dia baik-baik aja nona... sekarang lagi istirahat walaupun masih belum siuman " jawab Lyn.
setelah mendapat jawaban itu, Nafsah dan Vanesa masuk ke kamar Hasby. Disana, mereka melihat pemuda yang selama ini sehat dan selalu ceria terbaring lemah dengan wajah yang pucat, terdapat selang infusan ditangannya yang membuat Hasby terlihat kesakitan.
' Lo kenapa bisa kayak gini sih Hasby?... ' Batin Vanesa sambil menghela nafas pelan.
°°°
Keesokan harinya pukul 10:00...
" Hah? ada orang lain yang mantau rumah dia juga? " Ucap Syam pada Daniel saat dirinya berada dalam mobil.
" Iya tuan muda, diliat dari cara kerja mereka... kayak mata-mata ini udah profesional ". Jawab Daniel sambil terus fokus mengemudi.
Diam memikirkan hal lain, saat ini Syam berpikir siapakah yang ikut mematai-matai rumah Hasby. Semenjak tragedi kecelakaan beberapa hari sebelumnya, Syam menyuruh Daniel untuk memantau pergerakan Hasby di rumahnya, sedikit syok saat mengetahui kalau Vanesa saat itu tinggal dirumah laki-laki ini, Syam saat itu mulai lebih bersi keras lagi untuk mendapatkan Vanesa.
Tapi tak di sangka, saat mereka mulai menyelidiki rumah Hasby dengan lebih seksama, orang-orang yang berusaha memantau Hasby dari dekat terciduk oleh orang yang sama-sama memantau rumah Hasby juga.
Bukan satu dua orang yang mengepung 3 anak buah Daniel, melainkan kurang lebih 10 orang yang berusaha menangkap mereka, alhasil dua melarikan diri, sedangkan satu anak buah Daniel yang lain pun tertangkap.
' Hm... gak mungkin orang lain yang ngelakuin hal ini, dan dugaan gua... ini pasti ulah calon ayah mertua '. Batin Syam.
_________________________
Mohon maaf kalau sebelumnya aku telat up ya, kemaren-kemaren kurang enak badan, pusing berat sampe gak bisa bangun, dan alhamdulillah...sekarang aku dah baikan dan bisa mulai nulis lagi, ya... walaupun terkesan acak-acakan dan mungkin banyak kosakata yang salah.
tetap terus dukung cerita ini ya, karena dukungan dari kalian sangat berharga.
__ADS_1
jumpa di Chapter selanjutnya...