
Hasby melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan cepat. Karena hari sudah mulai malam dan kini juga turun hujan, ia takut Nafsah akan menunggunya, maka Hasby lebih memilih melewati jalan pintas yang bisa membuatnya lebih cepat sampai ke rumah.
keadaan jalan ini memang sedikit sepi, hanya satu atau dua rumah saja yang dibangun di sepanjang jalan, permukaan jalannya pun kurang baik, banyak bebatuan dan becek karena bekas hujan, Hasby juga tidak memakai mantel dikarenakan ia lupa akan hal itu.
jalan ini memang sangat jarang Hasby lewati sebagai jalan alternatif untuk menuju rumah, dan biasanya juga ia sering lewat jalan raya yang permukaan jalannya bagus, sehingga ia sedikit tidak terbiasa atau agak sulit ketika mengendarai motornya.
setelah 20 menit Hasby mengendarai motornya ditemani dengan air hujan yang terus mengguyur, ia kini sampai di rumah tepat pada pukul 8 malam.
di sana ia melihat bahwa lampu di rumahnya sudah menyala, dan ini menandakan bahwa Nafsah sedang berada didalam sekarang. Hasby membuka pintu sambil mengucapkan salam ketika sampai.
" Assalamualaikum, Nafsah..." ucap Hasby.
saat Hasby membuka pintu dan masuk lebih dalam, di sana ia tidak mendapati Nafsah didalamnya, begitu pula dengan ruang tamu dan keluarga,namun beda halnya yang berada di dekatnya,yaitu meja makan,walau tidak menemukan keberadaan Nafsah,disana sudah tersedia beberapa hidangan,dan itu juga masih hangat yang sepertinya baru di masak oleh Nafsah.
Hasby kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur. Benar saja,di sana ternyata ada Nafsah yang sedang menghadap membelakangi Hasby yang berada di pintu.
" Nafsah..." panggil Hasby
Nafsah berbalik ketika mendengar ada suara yang memanggilnya,ia kini melihat Hasby yang keadaanya basah kuyup karna diguyur hujan.
" Loh?... kakak keujanan?!... emang gak bawa mantel?..." tanya Nafsah yang menghampirinya.
" Tadi udah aku siapin...tapi lupa gak dibawa....ya jadi gini deh..." ucap Hasby menyentuh pakaiannya yang basah.
__ADS_1
Nafsah hanya menghela nafas pelan menanggapi Hasby yang ada didepannya, ia sangat tahu persis karakter yang dimiliki oleh Hasby. Walau Hasby adalah anak cerdas, namun ia termasuk orang yang pelupa, di depan orang memang ia terlihat sangat sempurna, apalagi di mata para wanita, seolah dipikiran mereka itu tidak ada kata jelek yang terukir di diri Hasby.
namun berbeda terbalik jika di rumah, keberadaan Nafsah yang sudah lama tinggal bersama Hasby sangat tahu kepribadiannya sehari hari.
Jika di rumah, Hasby merupakan orang yang ceroboh, jadi sering kali ia akan terjatuh karena ulahnya sendiri, dia juga termasuk orang yang pelupa, pernah suatu kejadian, ia memiliki tugas dari dosennya yang harus dikumpulkan besok pagi.
dia menyelesaikan tugas itu dengan cepat, bahkan pada hari itu pun sudah selesai ia lakukan, padahal tugas itu merupakan tugas yang agak sulit bagi para siswa lainnya termasuk ketiga sahabatnya yaitu Savira, Ardi dan Firdan.
keesokan harinya, Hasby sudah bersiap untuk pergi ke kampus, saat di tengah jalan ketika mengendarai motor, ia ternyata lupa membawa Laptop nya, dan saat itu juga ia dan Nafsah putar balik untuk mengambilnya, saat sudah mengambil Laptop dan sudah kembali berangkat, lagi-lagi Hasby lupa tidak membawa ponselnya, sehingga Hasby dan Nafsah putar balik untuk kedua kalinya.
oleh sebab itu terkadang Nafsah akan merasa pusing jika sikap kakaknya yang buruk muncul,karena ia juga yang akan repot nantinya.
" ya udah...sekarang kakak mandi dulu sana, nanti bisa kena flu" ucap Nafsah yang menyuruh Hasby.
" Nafsah...kamu siapin air anget kagak?" ucap Hasby yang berteriak karena jarak antara Nafsah dengannya cukup jauh.
" udah....aku taro di kamar mandi..." ucap Nafsah yang teriak pula.
Hasby melanjutkan langkahnya menuju kamar setelah mendengar perkataan Nafsah, ia melepas semua pakaian basahnya dan kini hanya memakai handuk dari batas pusar sampai lutut. Kini otot-ototnya terlihat sangat jelas dan kekar, apalagi di bagian dada, sangat indah,kekar dan keren. ( bayangin aja ya ).
Sebelum mandi, ia membaringkan tubuhnya terlebih dahulu di kasur melepaskan rasa penat. Ia kini memijat-mijat kepalanya karena merasa sakit, sensasi yang ia rasakan saat ini adalah pusing dicampur dengan rasa sakit dan berat di kepala, rasa sakit yang ia rasakan saat ini bukan berasal dari luka yang ia dapatkan tadi, melainkan dari daerah yang lain, lebih tepatnya di sebelah kanan dekat dengan ubun-ubun kepala.
Hari ini cukup melelahkan baginya, baru pulang kuliah harus segera berangkat ke kediaman keluarga Lits, setelah itu mengantar Zihan berbelanja dan membawa barang bawaan ke sana kemari, naik dan turun tangga, belum lagi setelah itu ia membantu seorang anak kecil mencari ibunya dan kemudian berlari kencang sampai menabrak sepeda dan mendapat luka di kepalanya.
__ADS_1
sampai disitu, walau bisa beristirahat sejenak, ia kemudian diperintahkan oleh tuan dan nyonya nya untuk menjemput Vanesa yang galak itu, membawa barang berat nya, dan harus mendengarkan ocehan pedas darinya.
setelah merasa sudah beristirahat, Hasby kini bangkit dan berniat mandi, namun ketika ia melihat Laptopnya di meja, ia berniat memeriksanya sebentar takut ada yang penting. Dan benar saja, saat ia membuka Laptopnya, ada sebuah email yang dikirim oleh Ardi, ternyata ini adalah tugas dari dosen galak mereka dan harus di kumpulkan besok pagi, akhirnya Hasby pun memilih menyelesaikan tugasnya dulu baru ia akan mandi setelahnya, walaupun kini penampilannya sudah bersiap untuk mandi, hanya memakai handuk saja.
setelah 20 menit kemudian, Hasby sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari perkiraan.
" ah....akhirnya selesai juga..." ucapnya sambil merentangkan tangan, namun...
" Hachimh!!!....." .Hasby langsung bersin waktu itu dan merasa bahwa hidungnya kini merasa gatal dan ada sesuatu dihidungnya yang sedikit menyumbat pernafasan, dan sepertinya Hasby terkena flu.
namun ia tidak terlalu memikirkan itu terlalu lama, dan segera mandi setelah itu berwudhu untuk solat isya.
***
didapur, Nafsah kini sedang menunggu kakaknya yang belum datang, sejak 10 menit yang lalu ia sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, jadi ia terlebih dahulu menunggu Hasby berniat makan bersama dengannya, namun setelah ia menunggu lama, tetap saja Hasby belum turun-turun juga dari kamarnya sehingga membuat kesabaran Nafsah habis.
" Kakak lama banget sih... mending aku samperin aja" ucap Nafsah sambil berjalan menuju lantai dua,berniat menemui kakaknya.
____________________________________________
Jangan lupa Like and Komen...
semangat membacanya ya...
__ADS_1