
" Tapi tuan, saya punya pendapat lain tentang ini" ucap Daniel.
" Apaan? ".
" Menurut saya, orang-orang itu punya tugas masing-masing, satu kelompok buat mantau pergerakan... dan satunya lagi... kayak yang lagi ngelindungi nona Vanesa dan Hasby serta adiknya itu ".
" Hm... bener juga, buktinya salah satu anak buah lo ketangkep mereka kan?" tanya Syam sekali lagi pada Daniel.
Daniel hanya mengangguk mengiyakan perkataan Syam, untuk saat ini ia memang mendapat pukulan keras karena telah kehilangan seorang anak buah, walaupun merupakan salah satu organisasi elit, tapi keanggotaan kelompoknya masih terbatas, kira-kira hanya ada sekitar 100 orang saja yang menetap di organisasinya.
" Buat sekarang ini lebih baik kita mundur, nunggu situasi tenang dan biarin mereka dapetin apa yang mereka mau dulu, abis itu baru kita lanjutin tujuan kita " ucap Syam.
" Baik tuan... ".
Syam saat ini hanya diam membisu memikirkan hal yang sebelumnya ia diskusikan dengan anak buahnya. Saat ini ia mengira bahwa orang-orang yang ikut memantau di sekitar rumah Hasby adalah suruhan Jordan, awalnya ia tidak menyangka bahwa Jordan akan melakukan hal sampai sejauh ini.
Tapi ini bisa dibilang wajar, tidak heran jika orang tua akan mengirim seseorang untuk melindungi anak-anaknya, apalagi Vanesa ini merupakan pewaris tunggal perusahaan Nur.
' Hm... ini bakalan lama, mungkin kedepannya... harus gua sendiri yang turun tangan ' batin Syam.
°°°
" Kamu kenapa Nafsah? " tanya Ardi agak heran.
" Em.. hehehe... gak ada apa-apa kok kak ".
beberapa menit yang lalu, Savira, Firdan dan Ardi berniat menjenguk Hasby setelah pulang kuliah, untuk beberapa hari ini mereka juga sudah lama tidak lagi menginap di rumah nya, tapi secara tiba-tiba Nafsah bersikap seolah mencegah mereka bertiga untuk pergi kerumahnya.
heran dan curiga, Firdan merasa ada yang tidak beres dan disembunyikan oleh Nafsah. " Nafsah... apa ada masalah di rumah kamu?".
" Aa... iya... atap rumah aku bocor, jadi kamar, ruang tamu, dapur.... semuanya berantakan, aku rencananya mau beresin itu dulu, jadi maaf ya... kalian mending jangan dulu ke rumah kalau aku belum selesai ".
" Loh... malah kalau kita pergi kesana bisa sekalian bantu dong, kasian kan kamu kalau beresin rumah sendirian, apalagi Hasby kan lagi sakit... ". ucap Savira kali ini.
" Gak papa... aku bisa sendiri kok, kalian gak perlu khawatir ".
" Beneran?, kita gak lagi ada kerjaan loh... ". kali ini Ardi yang berbicara.
" Iya... percaya sama aku, insa Allah bakalan cepet beres, Nafsah kan orangnya hebat... ".
__ADS_1
" Hm... ya udah kalau begitu, kita pulang duluan ya, terus kamu ati-ati juga dijalannya, jangan ngebut-ngebut... ". ucap Ardi sambil mengelus pelan kepala Nafsah.
" Iya... kalian juga hati-hati ya". Setelah itu Ardi, Firdan dan Savira masuk ke dalam mobil meninggalkan Nafsah yang melambai ke arah mereka.
dari situ pula, Nafsah mengehela nafas lega ketika mobil yang dinaiki ketiga temannya sudah menghilang dari pandangan, sempat ia berpikir bahwa membujuk ketiga orang itu agak sulit, namun ia bersyukur kalau rencananya berjalan sesuai arahan.
alasan Nafsah tidak mengijinkan mereka untuk datang kerumah karena takut mengetahui keberadaan Vanesa, sampai saat ini, Nafsah dan Hasby masih menyembunyikan kebenaran tentang hubungannya dengan wanita itu dan tinggalnya dia dirumah mereka.
hal yang wajar jika Savira, Ardi dan juga Firdan akan marah kalau mengetahui hal ini, apalagi kalau sampai mereka mendengar hal ini dari orang lain, bukan tidak mungkin merasa beranggapan bahwa Hasby tidak mempercayai mereka bertiga, terlebih lagi kalau sampai Savira tau, ini akan membuat hatinya terluka, kita kan tahu kalau gadis ini menyukai Hasby.
pukul 14:00, Nafsah pulang beberapa menit setelah kepergiannya Savira, Firdan dan Ardi, cukup lelah memikirkan hal ini, ia pun berencana pergi ke Cafe untuk istirahat sejenak, minum air dingin di tengah cuaca panas memang menyegarkan, apalagi setelah melalui praktek yang memusingkan.
' Hm... kak Hasby kira-kira udah sadar belum ya? '. batin Nafsah.
°°°
" Lo ngerasa gak kalau Nafsah agak aneh? " tanya Firdan pada Ardi dan Savira ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.
" Iya... gua juga ngerasa kayak gitu " jawab Ardi.
" Hm... dia gak bakalan nyembunyiin sesuatu dari kita kan?" Kali ini Savira yang bertanya.
' Gak mungkin kan ini ada hubungannya sama penyakit Hasby? ' Batin Ardi.
" Oh iya Dan... lo baru nyadar gak, kalau arah pulang Hasby sama Vanesa itu searah? ". tanya Ardi.
" Hm... iya, iya... gua waktu itu liat dia boncengan berdua, dan kebetulan arah mereka pulang itu lewat jalan ke rumah Hasby ". Jawab Firdan.
" Apa jangan-jangan... mereka nyembunyiin sesuatu dari kita? " ucap Ardi.
" Engga, engga, engga... Hasby bukan orang kayak begono, dia pasti bakalan cerita kalau punya masalah ". Savira kali ini menyangkal dugaan Ardi, tidak mungkin Hasby akan menyembunyikan satu hal dari mereka, terlebih lagi kan dirinya itu merupakan sahabatnya dari SMP.
" Ya ...mudah-mudahan aja kayak gitu ". masih dalam keadaan ragu, Firdan lebih memilih berfikir positif seperti apa yang dikatakan Savira tadi, menduga-duga hal yang belum tentu kebenarannya sedikit membuat ia lelah untuk berpikir, jadi untuk saat ini dan kedepannya Firdan berencana untuk melihat tingkah sahabatnya dengan bantuan seseorang.
°°°
" Akhirnya selesai juga ".
saat ini, terlihat Vanesa sedang memegang semangkuk bubur yang akan ia berikan pada Hasby. Beberapa jam yang lalu, Hasby bangun saat Vanesa sedang berada di dapur, entah apa yang terjadi dengan wanita itu, tapi sejak pertama kali dia bangun, Hasby selalu mendengar jeritan Vanesa seolah ia sedang berperang.
__ADS_1
untuk memastikan, dengan keadaan lemas karena baru bangun dari pingsan, Hasby pun berjalan dengan hati-hati sambil membawa tongkat infusan sebagai penopang ketika ia berjalan.
saat sampai di dapur, Hasby melihat Vanesa sedang memasukan sesuatu ke dalam kuali yang berisi minyak panas, kali ini ia tahu bahwa nona muda keluarga Lits ini ternyata sedang memasak sesuatu, namun belum tahu caranya.
pertama melihat Hasby, reaksi Vanesa saat itu agak terkejut, orang yang sebelumnya ia lihat sedang berbaring kini berdiri di hadapannya, karena keberadaan Hasby disana, alhasil yang masak adalah pemuda itu, bisa dibilang agak kurang pantas karena orang yang sedang sakit saat ini malah memasak.
merasa tidak enak hati, Vanesa kala itu menawarkan dirinya untuk menggantikan Hasby memasak, sedikit ragu dengan hal ini, tapi setelahnya ia pun membiarkan Vanesa yang memasak sedangkan dirinya yang memberi arahan.
" Buburnya udah jadi?". tanya Hasby.
" Udah dong, nih liat... hm... baunya enak loh ".
" Em...ok, aku pengen coba segimana enaknya masakan nona Vanesa, rasanya bakalan enak atau__".
" Lo lagi ngeledek gua? ". ucap Vanesa dengan sinis.
" Eng... enggak... ".
merasa kalau menggoda Vanesa akan mendapat masalah, Hasby pun tidak lagi melanjutkan rencana awalnya. Saat satu sendok bubur masuk ke dalam mulut, rasa yang pertama kali Hasby dapat adalah rasa asin yang sangat pekat, hal ini membuat lidah nya serasa sedang mencicipi garam secara langsung.
membatu tidak berkomentar, Hasby saat ini hanya diam membisu sambil menatap dalam bubur yang ada di tangannya, hal ini membuat Vanesa menjadi heran sekaligus penasaran dengan tanggapan Hasby tentang bubur buatannya.
" Gimana? buburnya enak? ". tanya Vanesa menatap Hasby dengan lekat.
" Ini... enak... enak banget... ".
Tidak mengatakan yang sebenarnya, Hasby bersikap seolah masakan Vanesa sangat enak, sedikit terkejut karena masakannya dianggap lezat, Vanesa saat itu merasa senang dan malah menyuruh Hasby untuk menambah porsi buburnya lagi.
" Kalau begitu lo makan agak banyakan ya, kebetulan gua bikin nya gak sedikit ".
' Mati gua '.
berbicara seperti itu karena tidak ingin membuat Vanesa marah, Hasby kali ini malah mendapat kesialan, ia hanya berharap semoga dirinya tidak mengalami darah tinggi ketika sudah mengkonsumsi bubur yang dibuat oleh tunangannya ini.
_______________________
jangan lupa tinggalkan jejak ya, karena dukungan kalian sangat berharga, dan aku juga mau minta maaf pada para pembaca kalau-kalau kosakata nya banyak yang salah, mohon dimaklum, dan jangan lupa baca Chapter sebelumnya supaya alur ceritanya gak lupa.
jumpa di Chapter selanjutnya ya...
__ADS_1